cover
Contact Name
Arief Hidayat Afendi
Contact Email
pgsd@umc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arief.hidayat@umc.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal PGSD
ISSN : 20888295     EISSN : 26859742     DOI : -
Jurnal Ilmiah tentang Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Penanaman Karakter Melalui Peran Pendidik Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Globalisasi Fikriyah Fikriyah; Aiman Faiz
Jurnal PGSD Vol 5 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v5i2.744

Abstract

Peran guru di era globalisasi menjadi sangat sentral terutama dalam memberikan penguatan nilai. Adanya pewaris nilai negatif melalui media dan publik figur turut mempengaruhi karakter siswa yang bertentangan dengan nilai luhur agama dan moralitas bangsa yang diajarkan di sekolah. Kondisi tersebut tentu membuat degradasi nilai dikalangan siswa semakin terasa. Kondisi ini perlu dicarikan solusi baru dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi. Adapun upaya pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuannya untuk melakukan pengamatan yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu yang kemudian di eksplore dan di interpretasikan sesuai fenomena yang terjadi di lapangan yang kaitannya dengan peran guru di era globalisasi yang semakin mendapat banyak tantangan nilai dan karakter. Memasuki era disrupsi dan kemajuan teknologi yang mengglobal peran guru harus diperkuat lagi dengan penanaman nilai yang lebih efektif agar terciptanya karakter yang baik. Guru sebagai pewaris nilai harus bisa membangun komunitas moral dan intervensi dikelas maupun diluar kelas secara berulang-ulang dengan berpikir positif dan optimis bahwa suatu saat nanti apa yang dikerjakannya akan membawa hasil cepat ataupun lambat. Dengan penanaman nilai melalui intervensi dan keteladanan guru diharapkan kondisi remaja Indonesia siap menghadapi tantangan globalisasi guna menghadapi era revolusi industri 4.0 yang berkemajuan dan berkarakter. Kata Kunci: Karakter, peran guru, globalisasi
Efektifitas Model Self Regulated Learning Berbantuan E-Modul Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Hanikah Hanikah
Jurnal PGSD Vol 5 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v5i2.745

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa, dan mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap model Pembelajaran Self Regulated Learning berbantuan E-Modul di kelas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Single-One Group Pretest-Posttest Design) dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, dan lembar angket. Efektivitas dianalisis menggunakan n-gain dan uji T. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester 4 tahun ajaran 2018/2019 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Cirebon yang berjumlah sebanyak 75 mahasiswa. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 24. Analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik uji-t dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil angket saat pretes rata-rata kemandirian belajar mahasiswa 46,83 sedangkan nilai postes rata-rata hasil angket kemandirian belajar mahasiswa 53,63. besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,724 dan dijelaskan hasil R Square atau koefisien determinan (R2) sebesar 0,524 atau 52,4 yang artinya bahwa pengaruh model Self Regulated Learning berbantuan E-Modul terhadap kemandirian belajar mahasiswa sebesar 52,4% dan nilai Sig. 0,000 < 0,05 dengan demikian Ho ditolak dengan kata lain Ha diterima, artinya terdapat model Self Regulated Learning berbantuan E-Modul terhadap kemandirian belajar mahasiswa. Kata Kunci: Self Regulated Learning, E-Modul, kemandirian belajar
Hubungan Kecerdasan Emosional Denganhasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Tri Asih Asih; Eliya Rochmah
Jurnal PGSD Vol 5 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pelaksanaan pendidikan yang turut mendasari munculnya kecerdasan emosional secara sistematis dan berkelanjutan di SDN Prapag Lor 01 dan SDN Prapag Lor 02 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika pada siswa SDN Prapag Lor 01 dan SDN Prapag Lor 02 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 97 siswa. Data kecerdasan emosional dikumpulkan melalui kuesioner dan data hasil belajar matematika dikumpulkan melalui dokumentasi nilai UAS Semester genap tahun 2017/2018. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasaan emosional siswa masuk kategori atas yaitu 81% dan hasil belajar matematika masuk kategori tinggi 89%. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa di SD Negeri Prapag Lor 01 dan SD Negeri Prapag Lor 02. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar, Matematika
BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Halim Purnomo
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.766

Abstract

Karakteristik siswa sekolah dasar sanga tunik. Perilaku dan model komunikasinya sanga tunik karena bawaan sifat kekanak-kanakannya. Guru Sekolah Dasar (SD) yang terdiri dari guru kelas, guru matapelajaran, merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah dasar. Demi terselenggarannya kegiatan bimbingan di SD, sangat diperlukan peran serta kepala sekolah dan guru serta personil lain yang ada di SD. Jurnal ini membahas definisi peserta didik sekolah dasar serta model bimbingan dan konselingnya. Kata Kunci: Karakteristik Peserta Didik, Model Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar.
MENGIKIS KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK DI SEKOLAH DASAR MELALUI SENI MEMBERI NASIHAT ARIEF HIDAYAT AFENDI
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.767

Abstract

Hamka (2015: 368-369) bahwa diantara sebab orang celaka dalam hidup antara lain: 1) Royal; 2) Boros; 3) Tak Pandai membagi waktu; 4) Tak dapat mendidik agama dalam keluarga; 5) Pendidikan sekolah tidak sejalan dengan masyarakat; 6) Kurangnya buku-buku bacaan; 7) Pelajaran sekolah tidak sejalan dengan moral agama; 8) Tidak terdapat pembagian kerja. Menurunya kemampuan memberi nasihat, menyebabkan seorang guru menggunakan jalan lain dalam mendidik, diantaranya adalah jalan kekerasan. Menurut hasil observasi penulis, dalam penelitian yang dilakukan tahun 2013, kasus kekerasan Anak di Sekolah Dasar di Kabupaten Cirebon sangat mengkhawatirkan yakni mencapai 649 kasus. Seni menasihati seorang siswa berarti memberi saran-saran untuk memecahkan masalah berdasarkan keahlian atau pandangan kita Semakin baik seorang guru mengolah kata-kata, maka dia akan semakin jauh dari sikap keras di kelas, dan semakin tidak terasa bahwa sesungguhnya dia sedang menasihati siswanya, membujuk mereka agar melakukan apa yang kita inginkan dengan senang hati tanpa harus dengan paksaan dan bersusah payah dengan memarahinya. Kata Kunci : Kekerasan Pada Anak, Seni Memberi Nasihat
PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR Bagus Nurul Iman
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.768

Abstract

Pembelajaran multikultural akan efektif di sekolah dasar jika strategi yang dilakukan oleh guru sangat kreatif inovatif akan dapat diterima oleh siswa sekolah dasar. Penanaman kesadaran multikultur sejak usia dini akan menjadi langkah yang sangat kreatif dan strategis dalam upaya pengelolaan kemajemukan bangsa, karena seperti kata pepatah “belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu” sehingga penghormatan terhadap perbedaan akan melekat sepanjang hayat dalam diri seorang anak manusia. Untuk itulah penanaman multikultural sejak dini sangat penting. Kata kunci: Pembelajaran multi kultural, Sekolah Dasar, Karakteristik Siswa.
KONSEP PSIKOTERAPI ISLAMI Nurcholis Nurcholis
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.773

Abstract

PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF ISLAM Sudrajat Sudrajat
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.774

Abstract

Islam adalah agama mayoritas penduduk Indonesia dan agama yang diturunkan Allah melalui Nabi Nya Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak atau karakter manusia. Pendidikan Islam sebagai proses transformasi dan internalisasi pengetahuan dan nilai-nilai Islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, pengawasan, dan pengembangan potensinya untuk mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat. Dasar karakter dalam Islam, seperti yang diisyaratkan Al-Qur’an bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki tabiat, potensi, dan kecenderungan baik positif atau negative dan dapat berubah, baik bertambah dan berkembang atau bahkan menghilang seiring dengan pertumbuhan usianya. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal, baik internal maupun eksternal. Sedangkan dasar karakter yang diisyaratkan dalam hadist bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fithrah, atau dalam bahasa pendidikan sering disebut potensi atau kemampuan dasar, atau dalam istilah psikologi disebut pembawaan (hereditas). Fitrah itu akan berkembang tergantung bagaimana lingkungan mempengaruhi. Lingkungan itu dapat mempengaruhi perkembangan manusia baik jasmani maupun rohani.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, dan Islami.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TEKNIK BERTUKAR PASANGAN UNTUK MENULIS PANTUN MENGGUNAKAN KARTU KATA Nurani Amalia
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.775

Abstract

Pembelajaran di sekolah belum memberikan metode dan media yang dapat menjembatani pemahaman siswa untuk terampil dalam menulis pantun, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat kemampuan siswa dalam menulis pantun.Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaranyang bertujuan mengembangkan kreatifitas, keaktifan, sertamenjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Penelitian tindakan kelas merupakan metode penelitian yang digunakan.Desain penelitian mengacu pada model spiral Kemmis dan Mc.Taggart dengan empat tahapan, yaitutahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan refleksi.Subjek penelitian yang dilakukan yaitu siswa SDN Sindangaraja kelas IV-B sebanyak 44 siswa.Hasil penelitian menunjukkanpada siklus I sebanyak 61,3% siswa mencapai nilai KKM. Siklus II sebanyak 75% dan siklus III meningkat sebanyak 93,1%. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif menggunakan media kartu kata dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kooperatif, teknik, pantun, kartu kata.
SIKAPAN TERHADAP PERISAKAN TRAUMATIK PADA PELAJAR Muhibbu Muhibbu
Jurnal PGSD Vol 4 No 02 (2018): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i02.779

Abstract

Perisakan atau bullying seringkali menjadi buah bibir di dunia pendidikan. Utamanya bagi guru dan pelajar di level pendidikan dasar dan menengah. Hal ini tidak dapat dipungkiri menjadi berita dari masa ke masa. Seolah ada yang salah dalam penyikapannya, hal tersebut kini sepertinya terdengar sebagai hal yang dimaklumi bahkan terus terjadi. Seperti halnya yang terjadi pada seorang pelajar berinisial FF di sekolah yang berada di Bandung. Konseli sebuah sekolah swasta ini mengalami trauma akibat perisakan. Ujaran perisakan yang dilontarkan secara verbal kepadanya membuatnya malu dan rendah diri. Akibat dari perlakuan teman-temannya tersebut berdampak pada prestasi belajarnya yang merosot di sekolah. Di sinilah guru BK berperan memberikan penyikapan melalui bimbingan dan konseling agar motivasi belajarnya kembali tumbuh dan bergairah.Kata Kunci: perisakan, ujaran, sikapan.

Page 2 of 14 | Total Record : 133