Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan
Akademika is a journal published by STAIN Bengkalis. Akademika, Religious and Education Journal, a scientific periodical specializing in Islamic Studies and Local Wisdom, especially Malay culture. Published twice in one year every June and December. Inviting observers, researchers, and professionals to contribute the paper that focuses on Islamic Studies and Education to be published and disseminated to the public. The contribution of the paper will be selected through a mechanism of review of bestari partners and strict editing. Akademika is registered in National Library with Number International Standard Serial Number (ISSN) Printed: 2087-5630 and Online 2685-158X. FOCUS "AKADEMIKA: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan" focuses on Religious studies and discusses Educatioan from all sides: jurisprudences, sociology, psychology, methodology, Culture, and the developments of Religious legal cultures in the contemporary Muslim worlds. SCOPE "AKADEMIKA: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan" receives articles studying and discussing Educatioan and Islamic laws, which includes: Islamic jurisprudence (Fiqh), Islamic legal methodology (Usul al-Fiqh), Islamic criminal law, Islamic civil law, Islamic marriage law, Islamic family law, Islamic economic law, Islamic law as national law, and Islamic law in the contemporary world.
Articles
313 Documents
Kepemimpinan Sekolah Islam Terpadu di Minoritas Muslim Papua Barat
Ismail Suardi Wekke;
Siarni Siarni;
Nuryantika Nuryantika
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.8
One of obstacle to enjoy ideal Islamic education in the minority Muslim region is there is no excellent educational institution is running in the area. Therefore, some Muslim family should send their children to study outside the city. Unfortunately, not every family could reach the way. One of the initiative to establish Islamic education which to convey integrated education was in Sorong city of West Papua. The case study was conducted in SDIT Al-Izzah, Sorong. Non-participant observation and in-depth interview were conducted to collect data. The primary school was started on 2006. The program is similar with other national school of the nation. In addition, religious subjects were integrated to the curriculum in enhancing Muslim understanding. They launched Quranic Based Green School. This program to accelerate school program with Quranic values rooted. Moreover, the school was supported through leadership and team work. The team work conserve the program from side to side and maintain from the concept to the program. Finally, this paper concludes that Muslim minority enjoy the opportunity to launched educational institution. They have a wide range chance in educating Muslim society. Nowadays, the school lengthens to the senior high school after a countless successful development.
Menelusuri Jejak Akar Sekolah Islam Terpadu di Indonesia
Jarir Jarir
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.9
Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena lahir dan berkembangnya Sekolah IslamTerpadu (full day school), mulai dari akar pijakan (Al-Quran) dan Hadis, dan sejarah munculnya model integrasi ilmu di tingkat SD, SMP, SMA. Model sekolah terpadu ini merupakan ijtihad kalangan pemikir dan praktisi pendidikan di Indonesia, karena dinilai lembaga pendidikan formal yang ada belum sesuai dengan pesan-pesan dalam Al-Quran yang menganjurkan integrasi ilmu.
Urgensi Inovasi Pendidikan Islam: Menyatukan Dikotomi Pendidikan
Naif Naif
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.10
Education is one of the most important factors in the development efforts undertaken by a government. Because education is an effort to develop human potencies of learners in the form of physic, creativity and initiative for those potencies to be real and functioned for life. History records that a country having high attentions to education will develop higher compared to that of which does not. However, high attention from government is not merely enough; therefore practitioners and academics should strive to create relentless innovations in managing and developing education to improve the quality of education which aims at educating nations and establishing competitive and dignified human beings.
Pembudayaan Tradisi Membaca Alquran pada anak-anak di Masyarakat Balai Gurah Kabupaten Agam Sumatera Barat
Wirdanengsih Wirdanengsih
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.11
Balai Gurah adalah salah satu nagari yang memiliki tradisi membaca Alquran pada anak-anak secara rutin tiap hari. Nagari Balai Gurah dapat dikatakan sebagai nagari yang tidak ada orang yang tidak mampu membaca Al Quran. Tujuan Penelitian ini untuk mengambarkan tradisi membaca pada anak –anak dan bagaimana pola pendidkan membaca Alquran di nagari Balai gurah. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dimana data diambil dari observasi partisipasi, wawancara mandalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa pola pendidikan membaca Alquran . Pola pendidikan membaca Al Quran yang diselenggarakan oleh pendidikan non formal ( Perguruan Awaliyah Quran), pola pendidikan membaca Alquran di rumah dan pola pendidikan membaca Alquran di tengah masyarakat melalui masjid sebagai pusat ibadah masyarakat. Pola pendidikan membaca Alquran di PQA dilakukan pada jam 14.00 wib-18 wib .Pola pendidikan membaca di rumah pada 19.00 wib-20.00 wib. Dan pola pendidkan membaca Alquran di masjid pada jam 05.00-06.00 wib. Prinsip dalam pendidikan membaca Al Quran ini “ Lancar kaji karena di ulang. (Lancar Bacaan karena di ulang-ulang) yang akan bermakna terhadap tungkah laku anak . Proses pendampingan dari pihak guru, orang tua serta masyarakat menjadi pondasi utama dalam proses pembudayaan membaca Al Quran terhadap anak-anak
Implementasi Bangunan Ekonomi Islam pada Produk Pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah
Trimulato Trimulato
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.12
Shariah banking has had a strong legal law in the presence of shariah banking Act number 21 of 2008. The presence of shariah banking in Indonesia are increasingly in demand by the public. Currently the market share of shariah banking has translucent 5%, and the asset side continues to rise well. Shariah banking attached profit and loss sharing system, only financing products in shariah banking still dominated by the sale and purchase murabahah financing. Murabahah financing accounted for 60, 725%. While the contract for the results contribute only 39.275%. Shariah banking are part of Islamic economics can not be separated, so that all the products of shariah banking should be in line with the concept of building an Islamic economy. The aim of research to determine the development of financing in shariah banking and Islamic economics implemtasi building on the product of financing in shariah banking. The results of this paper shows the development of financing products in the development of shariah banking was minimal. With an average growth of only about 3,326%. Thus need support in order to continue to be developed. Products of financing has fulfilled the concept of building an Islamic economy, only one thing that does not fit that assurance requirements specified on the product of financing in Islamic banks, is considered unfair to customers funds.[Perbankan syariah telah memiliki payung hukum yang kuat dengan hadirnya UU perbankan syariah nomor 21 tahun 2008. Keberadaan bank syariah di indonesia makin diminati oleh masyarkat. Saat ini pangsa pasar bank syariah telah tembus 5 %, dan sisi aset terus meningkat dengan baik. Bank syariah melekat dengan sistem bagi hasil, hanya saja produk pembiayaan di bank syariah masih didominasi oleh pembiayaan jual beli murabahah. Pembiayaan dengan akad murabahah berkontribusi sebesar 60, 725 %. Sedangkan akad bagi hasil hanya berkontribusi 39,275 %. Bank syariah bagian dari ekonomi islam yang tidak bisa dipisahkan, sehingga semua produk bank syariah harus sejalan dengan konsep bangunan ekonomi islam. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan pembiayaan mudharabah di bank syariah dan implemtasi bangunan ekonomi islam pada produk pembiayaan mudharabah di bank syariah. Hasil dari tulisan ini menunjukkan adanya perkembangan produk pembiayaan mudharabah di bank syariah perkembangannya sangat minim. Dengan rata-rata pertumbuhan hanya sekitar 3,326 %. Sehingga butuh dukungan agar terus dikembangkan. Produk pembiayaan mudharabah telah memenuhi konsep bangunan ekonomi islam, hanya saja ada satu hal yang tidak sesuai yaitu persyaratan jaminan yang ditetapkan pada produk pembiayaan mudharabah di bank syariah, dianggap tidak adil bagi nasabah pengelolah dana.]
Hukum Waris Islam Berbasis Gender
Sakirman Sakirman
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.13
This paper examines the Islamic inheritance laws are examined directly and through fundamental expression directly from the holy texts as agreed upon its existence anyway. It is manifest from the document text and the arrangement has gained a high priority in his role as the fundamental principles of phenomena. Therefore it is not a surprise if inheritance is one of the aspects that are regulated in such a detailed and systematic in Islamic law. This interesting and important aspect is not simply an arrangement of the complexity of the transition between generations of wealth itself, but also concerning the status and rights of women in it vis a vis the position and rights of men. Inheritance is essentially an integral part of the law, while the law is part of the principal aspects of Islamic teachings. Therefore, in the law of inheritance which is actualized in the Qur’an, then its existence should be elaborated in the form of faktualnya practice. In this case the implementation of the law of inheritance should be visible within the family system in force in the community. From the whole of the law, then the law of marriage and the kewarisanlah define and reflect the prevailing family system in the community.[Tulisan ini mengkaji tentang hukum kewarisan Islam yang dikaji secara langsung dan mendasar melalui ekspresi secara langsung dari teks-teks suci sebagaimana pula yang telah disepakati keberadaannya. Ia manifes dari rangkaian teks dokumen suci dan telah memperoleh prioritas yang tinggi dalam keterlibatannya sebagai fenomena prinsip yang fundamental. Oleh karena itu bukan merupakan suatu hal yang mengejutkan jika pewarisan menjadi salah satu aspek yang diatur sedemikian rinci dan sistematis dalam hukum Islam. Aspek ini menarik dan penting bukan semata adanya pengaturan kompleksitas peralihan kekayaan antar generasi itu sendiri, tetapi juga menyangkut kedudukan dan hak-hak perempuan di dalamnya vis a vis kedudukan dan hak laki-laki. Kewarisan pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hukum, sedangkan hukum adalah bagian dari aspek ajaran Islam yang pokok. Oleh karena itu, dalam mengaktualisasikan hukum kewarisan yang terdapat dalam Al-Qur’an, maka eksistensinya harus dijabarkan dalam bentuk praktek faktualnya. Dalam hal ini pelaksanaan hukum kewarisan harus kelihatan dalam sistem kekeluargaan yang berlaku dalam masyarakat. Dari seluruh hukum, maka hukum perkawinan dan kewarisanlah yang menentukan dan mencerminkan sistem kekeluargaan yang berlaku dalam masyarakat.]
Analisis Pendapat Imam Syafii tentang Zakat Harta bagi Anak Kecil dan Orang Gila
Waldi Saputra;
Khoiri Khoiri
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2016): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2016
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v12i2.14
One of compulsory requirement of zakat maal (wealth) is baliqh and rational people, then children and madman haven’t to pay zakat, but Imam Syafii in his Bible Al-Umm obligate zakat maal toward children and madman. In this case explained that they got prevalent wealth. The aim of this research is to know and analyze hoe Imam Syafii’s opinion about obligation of wealth zakat to children and madman. This research used library research by using primary law substance that was a Al-Umm bible. On the other hand, secondary law substance was bible that related with this research. After obtaining the data and arranging in a clear framework by using analysis content method and descriptive. The result of research was Imam Syafii in his Bible Al-Umm obligated wealth zakat to children and madman. In this case the obligation to get prevalent wealth such as heritage and living that gave by parents. The cause of distinction was theologian’s comprehension was different toward generality of surat At-Taubah ayat 103 and obligation requirement of provision in paying zakat. Istinbat method that was used by Imam Syafii was qiyas. Beside that he also stated based on hadits,” please looking for orphan’s wealth by using a good measure as a religious meal”. Shadaqah means wealth zakat By considering ikhtiat toward obligation and looking at terrible threat to people who were unwilling for paying zakat, so the children and madman obligate for paying zakat maal (wealth), in this case zakat was paid by rheir guardian.[Salah satu syarat wajib zakat mal (harta) adalah baligh dan berakal, maka anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan membayar zakat. Teapi Imam Syafi’i didalam kitabnya Al-Umm mewajibkan zakat mal atas anak kecil dan orang gila. Hal ini sebagaimana wajibnya mereka mendapatkan harta yang sudah lazim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pendapat Imam Syafi’i tentang kewajiban zakat harta bagi anak kecil dan orang gila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan bahan hukum primer yaitu Kitab Al-Umm. Sedangkan bahan hukum sekunder yaitu kitab/buku yang berhubungan dengan penelitian. Setelah data dikumpulkan dan disusun dalam kerangka yang jelas, lalu dianalisa dengan menggunkan metode Conten Analysis dan deskriptif. Hasil penelitian yaitu bahwa Imam Syafii didalam kitabnya Al-Umm mewajibkan zakat harta atas anak kecil dan orang gila. Hal ini sebagaimana wajibnya mereka mendapatkan harta yang sudah lazim. Seperti warisan atau nafkah atas orang tua. Sebab terjadinya perbedaan, karena pemahaman para ulama yang berbeda terhadap keumuman surat At-taubah ayat 103 dan ketentuan syarat wajib dalam mengeluarkan zakat. Metode istinbat yang digunakan Imam Syafii adalah qiyas. Selain itu beliau juga berlandaskan hadits, “Carilah dalam harta anak-anak yatim takaran yang baik sebagai shadaqah”. Maksud shadaqah disitu adalah zakat harta. Dengan mempertimbangkan kehati-hatian (ikhtiat) terhadap kewajiban zakat dan melihat dahsatnya acaman bagi orang-orang yang enggan membayar zakat, maka sebaiknya anak kecil dan orang gila wajib untuk mengeluarkan zakat mal (harta), dalam hal ini dibayarkan oleh walinya.]
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Tugas Pembelajaran Melalui Supervisi di SDN 19 Sebauk
Zawil Irham
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2017): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2017
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v13i1.15
Action Research School (PTS) aims to describe whether the guidance and supervision of the school principal may increase the ability of teachers in implementing the learning task at SDN 19 Sebauk District of Bengkalis in the academic year 2016/2017.After the action, observation/observation of teachers by principals as observer to the classical mentoring activities (the first meeting) went well. In caring about the items in the observation instruments when the teacher was implementing the learning process is still not yet mastered. The results of teacher observation by researchers during classical mentoring, judging from the activity of the 9 (nine) of PNS teachers earned an average (42,17%) categories are not good indicators of success planned (both categories: 56% -75%). This is because the teachers in implementing such assistance is still not optimal, and it still has not mastered the material on the activities of the academic supervision. Obtaining the results of the second cycle of academic supervision scored (an average of 76,92% / excellent category) and declared a success. This result is a positive impact on the efforts to optimize the implementation of the action class academic supervision. The results of the analysis of the first cycle and the second cycle analysis there is an increase of 34.75%. This means that there is the effect of supervision principals to improve the ability of teachers in implementing the learning task at SDN 19 Sebauk Bengkalis Bengkalis District School Year 2016/2017.Based on the description above can be concluded that the Capacity-Building Task Master Undertaking Learning Through Supervision at SDN 19 Sebauk District of Bengkalis Bengkalis in the school year 2016/ 2017 categorized Good.
Makna Simbolik Upacara Khatam Quran Anak-Anak pada Perguruan Quran Awaliyah (PQA) di Nagari Balai Gurah Sumatera Barat
Wirdanengsih Wirdanengsih;
Sofyan Sauri;
Dasim Budimansyah;
Edi Suresman
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2017): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2017
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v13i1.16
Upacara Khatam Quran anak- anak di Balai Gurah kecamatan IV Angkat Kabupaten Agam Sumatera Barat merupakan upacara inisiasi kepada anak-anak yang telah mampu membaca dengan baik dan benar dan dilakukan setahun sekali oleh lembaga pendidikan masyarakat non formal yaitu Perguruan Quran Awaliyah (PQA) sehingga anak-anak di nagari Balai gurah yang berumur 9 tahun keatas umumnya sudah pandai mengaji dengan baik dan benar, sedangkan di beberapa daerah di negeri ini angka melek membaca Alquran masih tinggi dan dinagari ini pelaksanaan Khatam Secara rutin diselenggarakan sejak tahun 1923.Maka tujuan penelitian untuk mendiskripsikan dan menjelaskan makna upacara Khatam Quran ini.Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretative simbolik yang dikemukaakan oleh Clifford Gertz yang menyatakan makna kegiatan masyarakat berasal dari kebudayaan yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri, akarnya pada penafsiran masyarakat yang digambarkan melalui sistem simbol beserta jaringan simbol dari setiap kegiatan dan praktek) yang dilakukan masyarakat.
Nilai-Nilai Pendidikanlingkungan di Rubrik Opini Riau Pos
Jarir Jarir;
Khairiah Khairiah
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2017): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2017
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v13i1.17
Nilai pendidikan itu ada ditemukan di mana-mana, termasuk salah satunya di media massa, sebab salah satu fungsi media massa adalah edukasi (pendidikan). Rubrik opini adalah bagian dari isi media massa, khususnya koran Riau Pos terbitan 2014-2017, menarik dikaji terkait pendidikan lingkungan. Ada beberapa nilai pedidikan lingkungan yang terkandung di dalamnya. Yakni, akhlak pada lingkungan, fiqh lingkungan, kearifan budaya, politik lingkungan, kecerdasan ekologikal dan nilai-nilai hukum lingkungan.