cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Diferensiasi Implementasi Supervisi Akademik Masa Pandemi di SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta Linda Patmasari; Fitri Nur Mahmudah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.104 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6549

Abstract

Supervisi akademik menjadi alat pengontrol mutu dalam pengajaran dan pembelajaran. Konsep supervisi yang utama adalah proses membantu dalam pengembangan belajar mengajar sehingga dapat menjadi lebih baik. Selain hal tersebut yang menjadi keutamaan adalah bagaimana peranan kepala sekolah dalam mengawal program supervisi ini sehingga berjalan sesuai koridor penilaian. Di masa pandemi, hampir semua aspek terkendala. Di masa pandemi seharusnya kontrol pengajaran dan pembelajaran melalui supervisi harapannya terus dapat terlaksana dengan maksimal dan justru menjadi bahan refleksi bagi guru dan pimpinan manajemen sekolah terutama kepala sekolah untuk harus selalu berusaha tidak berhenti karena situasi pandemi ini, namun justru akan ada hal-hal baru yang berbeda dalam pelaksanaan supervisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang berbeda dalam pelaksanaan supervisi sebagai solusi dari situasi yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara yang telah ditranskrip lalu diolah menggunakan software Atlas.ti. Prosedur analisis yang digunakan yaitu dengan pendekatan studi kasus Miles & Huberman. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Dari hasil analisis, terdapat beberapa aspek dalam diferensiasi implementasi supervisi di masa pandemi, yaitu dalam langkah, praktik implementasi, fungsi, dan tindak lanjut supervisi. Hal utama yang utama tampak berbeda adalah pada aspek praktik implementasi, yaitu adanya kreasi instrumen,konsep administrasi, model supervisi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja Pelaksana Program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Kuantan Singingi Fetrinawaty Fetrinawaty; Mahendra Romus; Iqbal Miftakhul Mujtahid
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.656 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara langsung maupun tidak langsung antara gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja Pelaksana program pendaftaran tanah sismatis lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Kuantan Singingi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Pelaksana PTSL di Kantor Pertanahan Kabupaten Kuantan Singingi yang terlibat dalam program PTSL berjumlah 105 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan alat bantu kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan teknik analisis data yang digunakan adalah regresi liniear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kebenaran hipotesis yaitu diduga gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja sesuai hasil hasil t hitung (8,008) > t tabel (1,983), motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja dan kebenaran hipotesis yaitu diduga displin berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pelaksana PTSL karena ternyata hasil t hitung (2,605) > t tabel (1,983). Berdasarkan hasil pengujian kinerja pegawai dipengaruhi oleh variabel gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin sebesar 77,10%. Sementara sekitar 22,23% dipengaruhi oleh variabel lain.
Konsep Tindak Pidana Zina Menurut Hukum Pidana Adat dan KUHP dalam Hukum Positif di Indonesia Taufan Dirgahayu Kurnia; Erwin Syahrudin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.691 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6551

Abstract

Hukum adat mempunyai akar nilai yang kuat terhadap tingkah laku sosial dan pola budaya masyarakat. Sehingga dalam prakteknya, masyarakat lebih cenderung mengunakan hukum adat dalam menyelesaikan perkara serta di jadikan pedoman dan materi norma dalam mengatur hubungan hukum. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat sangat terlihat keberadaan bahwa hukum adat dan hukum pidana adat masih hidup di masing-masing daerahnya. Khusus di Sumatera Barat hukum pidana adat masih di gunakan oleh masyarakat dalam menyelesaikan tindak pidana zina. Berdasarkan penelitian rumusan masalah yaitu : pertama bagaimana proses penyelesaian tindak pidana zina menurut hukum pidana adat. Kedua apa sanksi yang dijatuhkan terhadap pelaku zina. Ketiga bagaimana kedudukan hukum pidana adat dalam hukum pidana Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penulisan yuridis empiris (sosiologis) yakni pendekatan terhadap masalah dengan melihat norama hukum yang berlaku, di hubungkan dengan fakta-fakta yang di dalam permasalahan yang ditemui. Hasil dari penelitian, Proses penyelesaian tindak pidana zina menurut hukum pidana adat dilakukan dengan cara menegur dan menasehati si pelaku, apabila teguran tersebut tidak membuat si pelaku jera, maka proses penyelesaian akan dibawa ke pengadilan adat, apabila musyawarah yang dilakukan antar pihak tidak mencapai kata sepakat maka kepada si pelaku dapat diberikan sanksi berupa teguran, denda adat, pemenuhan kewajiban adat, buang sepanjang adat dan buang tingkarang.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Faktor Demografi terhadap Financial Management Behavior pada Nasabah PT. Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Sigit Surya Haribowo; Hety Budiyanti; Shine Pintor Siolemba Patiro
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.784 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6552

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terhadap financial management behavior secara parsial, yang terdiri dari literasi keuangan dan faktor-faktor demografi (jenis kelamin, usia dan pendapatan). Sampel penelitian sejumlah 154 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisa data menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Sedangkan faktor jenis kelamin, usia dan pendapatan secara parsial tidak mempengaruhi terhadap financial management behavior. Hasil uji F menunjukan bahwa literasi keuangan, jenis kelamin, usia dan pendapatan berpengaruh secara simultan terhadap financial management behavior. Nilai R2 sebesar 12,2%, artinya bahwa financial management behavior dapat dijelaskan oleh variabel literasi keuangan, jenis kelamin, usia dan pendapatan, sedangkan sisanya sebesar 87,8% dijelaskan oleh variabel lain.
Penerapan Strategi Problem Based Learning pada Pembelajaran IPS Siswa Sunardin Sunardin; Ulia Uswatun Hasana; Ino Budiatman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.968 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6553

Abstract

Penelitian ini dilandasi berdasarkan permasalah yang peneliti temukan di lapangan mengenai penerapan strategi Problem Based Learning pada pelajaran IPS di salah satu sekolah dasar di Kota Tangerang. Peneitian memfokuskan pada penerapan metode Problem Based Learning pada kelas V. Pendekatan yang dipakai oleh peneliti adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasi melalui observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Berdasaran hasil penelitian yang dilakukan bahwa, penerapan metode yang dilakukan oleh guru kelas V kurang baik. Karena belum memaksimalkan metode yang akan digunakan, media yang akan digunakan serta kurangnya persiapan guru dalam mengajar.
Pemberian Layanan Informasi terhadap Motivasi Belajar Anak di Desa Timbang Lawan Nurussakinah Daulay; Luppi Nasution; Mitha Amellia Dalimunthe; Nurhalimah Br Harahap; Wulan Sari Dalimunthe
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.662 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara pemberian motivasi belajar. Menumbuhkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan kemampuan dan kemauan belajar. Salah satu cara yang logis untuk momotivasi siswa dalam pembelajaran adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan motivasi siswa. Layanan informasi yang diperoleh siswa dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan artinya penguasaan informasi tersebut dapat digunakan untuk pemecahan masalah, untuk mencegah timbulnya masalah, untuk mengembangkan dan memelihara potensi yang ada dan memungkinkan siswa mengaktualisasikan dirinya. Membekali individu dengan berbagai macam pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi berkenaan dengan lingkungan sekitar, pendidikan, jabatan, maupun sosial budaya
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Ruteng, Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Yohana Enda Putri; Akhilia Shintya Nggina; Theodosia Tesiani Tanul; Anjelina Halida Alus; Dewi Rofita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.639 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6555

Abstract

Pembuatan tahu menghasilkan volume limbah yang cukup banyak terutama limbah cairnya. limbah cair tahu ini mengandung protein tinggi yang mudah terurai dengan cepat. Limbah cair tahu banyak mengandung bahan organik dibandingkan bahanan anorganik. Kandungan protein limbah cair tahu mencapai 40-60 %, karbohidrat 25-50 %, dan lemak 10 %. Bahan organik sangat berpengaruh terhadap tingginya fosfor, nitrogen, dan sulfur dalam air. Selain itu Limbah tahu juga mengandung unsur hara N 1,24%, P2O5 5.54 %, K2O 1,34 % dan C-Organik 5,803 % yang merupakan unsur hara essensial yang dibutuhkan tanaman. cairan ini apabila dibuang kelingkungan tanpa dilakukan pengelolahan terlebih dahulu dapat menyebabkan bau busuk dan suasana yang tidak enak. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan untuk mencapai produksi yang tinggi dapat dilakukan berbagai asupan sarana produksi seperti pupuk, hormon untuk pertumbuhan atau pestisida banyak digunakan dalam usaha pertanian. Salah satunya adalah dengan pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair tahu.
Analisis Kompetensi Pemerintah Desa dalam Pembangunan Desa di Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kota Waringin Timur Mita Sari; Beni Akhmad; Novi Susanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.521 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6556

Abstract

Kompetensi merupakan aspek penting bagi pembangunan Desa Pelantaran. Agar dapat menjalankan pembangunan desa, pemerintah desa harus memiliki kompetensi yang sesuai. Untuk mencapai semua itu pemerintah desa pelantaran harus mengikuti pelatihan umum agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi pada kenyataannya dana anggaran tidak mendukung, pemerintah desa hanya menunggu pelatihan yang diberikan dari pemerintah pusat saja. Hal ini tentu saja bisa berpengaruh bagi pembangunan desa di Desa Pelantaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi pemerintah desa untuk menunjang pembangunan desa di Desa Pelantaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kompetensi pemerintah desa dalam pembangunan di Desa Pelantaran sudah cukup baik, namun pelayanan yang kurang masih dikeluhkan oleh masyarakat. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah desa pelantaran agar bisa meningkatkan kompetensi dan pelayanan demi berjalannya pembangunan desa, serta bersosialisasi dengan masyarakat untuk menghimpun dukungan dan kepercayaan masyarakat sehingga roda pemerintahan dan program pembangunan desa dapat berjalan optimal, (2)bagi pemerintah daerah/pusat agar bisa melakukan pelatihan untuk pemerintah desa sebagai pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, agar pembangunan dapat berjalan dengan cepat (3)pemerintah desa hendaknya melalukan pengajuan ke pemerintah daerah untuk melakukan pelatihan pemerintah desa atau; (4)menyisihkan sedikit anggaran desa untuk melakukan pelatihan mandiri terhadap pemerintah desa (5)Untuk peneliti, agar dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kompetensi pemerintah Desa dalam pembangunan desa.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Di Desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu Melyza Septiani; Mardiah Astuti; Izza Fitri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.613 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6561

Abstract

Orang tua adalah orang pertama yang sangat besar perannya dalam membina kehidupan anak. Orangtua merupakan lingkungan sosial awal yang dikenal anak, figur yang menentukan kualitas kehidupan seorang anak, dan figur yang paling dekat dengannya, baik secara fisik maupun psikis. Oleh sebab itu orangtua harus lebih memperhatikan pola asuh yang diberikan kepada anak untuk membentuk karakter sejak dini, sehingga setelah anak tumbuh dewasa, ia akan tumbuh menjadi manusia yang berkarakter sesuai dengan yang di harapkan. Selanjutnya, keterkaitan pola asuh orang tua dengan membentuk karakter anak usia dini dimaksudkan sebagai upaya orang tua dalam meletakkan dasar-dasar karakter pada diri anak. Pendidikan dari orangtua dalam keluarga sangat berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, anak yang ditanamkan karakter sejak dini akan memiliki keteraturan diri berdasarkan nilai agama, nilai budaya, atura-aturan pergaulan, pandangan hidup, dan sikap hidup yang bermakna bagi dirinya sendiri, masyarakt, bangsa dan negara. Melihat hal tersebut maka penulis melakukan penelitian secara lebih mendalam mengenai pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak usia dini di desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang dilakukan orangtua dalam membentuk karakter anak usia dini di Desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan bersifat deskriptif. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memudahkan penganalisaan data, lalu diiterprestasikan dengan cara berfikir induktif, yaitu berdasarkan pengetahuan khusus kemudian diambil suatu pemecahan yang bersifat umum, sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggunjawabkan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dan dipahami bahwa pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak usia dini di desa Cahaya Alam Kecamatan Semende darat Ulu telah dilakukan dengan baik. Hal ini terbukti bahwa anak telah mampu berbicara sopan, dan berperilaku yang baik kepada semua orang, memiliki sikap religius, mandiri, tidak egois, menghormati orang lain, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari
Kreativitas dan Intelegensi Fatmawati Fatmawati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.391 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6562

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara kreativitas dan intelegensi yang dilakukan dengan metode library Research. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir, menciptakan, memunculkan ide-ide baru berupa karya pemikiran ataupun produk nyata yang memiliki kebermaknaan. Meskipun tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain atau dunia pada umumnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas, salah satu diantaranya adalah intelegensi. Intelegensi berhubungan dengan berpikir konvergen dan divergen. Berpikir konvergen adalah berpikir tradisional dan hanya ada satu jawaban yang benar. Sedangkan berpikir divergen ada berpikir dgn menemukan beragam jawaban dan pembaharuan. Kreativitas menurut Guilford adalah berpikir divergen dimana hasil dari aktivitas berpikir ini memberikan serangkaian alternatif jawaban bisa beraneka ragam, baru, yang akan berbeda dari pola pikir sebelumnya dan menghasilkan lebih dari satu pemecahan permasalahan. Banyak penelitian-penelitian terbaru menyatakan bahwa ada keterkaitan yang signifikan antara kreativitas dan intelegensi. Ada empat karakteristik individu yang dianggap kreatif oleh Guilford, diantaranya; kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Sesungguh setiap individu sudah memiliki potensi kreatif didalam dirinya masing-masing. Kreativitas ini dapat dikembangkan dan ditingkat melalui beragam metode dan pelatihan.