Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Teknik Penulisan Feature Inspiratif di Media Beritabaik.id
Erwan Efendi;
Dahlia Nasution;
Zulfikar Kelana Sipayung
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14344
Penulisan feature inspiratif adalah teknik penulisan yang bertujuan untuk menghadirkan cerita-cerita yang dapat menginspirasi dan memberikan nilai tambah bagi pembaca. Media Beritabaik.id adalah salah satu media online yang fokus pada penyampain berita inspiratif dan positif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penulisan feature inspiratif yang digunakan oleh penulis di Media Beritabaik.id. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi yang melibatkan pengamatan terhadap suatu artikel feature inspiratif yang dipublikasi pada Media Beritabaik.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penulisan feature inspiratif yang digunakan oleh penulis di Media Beritabaik.id meliputi tulisan yang dibuat menggunakan narasi yang kuat, menyoroti nilai positif, menampilkan tokoh atau peristiwa yang dapat menginspirasi banyak pihak dan kalangan dan menambahkan konteks serta fakta. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penulisan feature inspiratif yang digunakan oleh penulis di Media Beritabaik.id dapat menjadi acuan bagi penulis atau media lain yang ingin menyajikan konten yang dapat memberikan inspirasi dan memberikan dampak positif pada pembaca.Top of Form
Pengumpulan Bahan Berita Yang Di Lakukan Wartawan
Erwan Efendi;
Fadia Hanum Siregar;
Rico RInaldy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14345
Artikel ini membahas tentang pengumpulan berita yang dillakukan wartawan.Berita merupakan bentuk dari penyajian suatu informasi yang dipublikasikan kepada khalayak ramai. Berita tersebut disampaikan melalui berbagai media massa baik dari media elektronik maupun dari media cetak. Jenis informasi yang disajikan kepada khalayak oleh media massa itu bermacam-macam dalam menyampaikan informasi yang mendidik dan menghibur. Dalam peliputan dan pelaporan berita ada pedoman dasar bagi wartawan dalam menyajikan informasi kepada khalayak ramai. Akurasi tersebut mencakup akurasi peristiwa,kronologis, waktu, lokasi, pihak yang terlibat. Selain itu profesionalisme wartawan adalah sikap yang berimbang pada semua sisi dan memiliki keberanian dalam menyampaikan informasinya secara jujur kepada publik berdasarkan kode etik jurnalistik. Mencari berita memang sudah menjadi kegiatan wartawan, mencari berita dapat dilakukan dengan beragam cara, seperti wawancara, mendatangi instansi pemerintah atau swasta. Mencari berita ialah kegiatan wartawan dalam memperoleh kejadian yang bisa dijadikan sebuah berita untuk ditulis kemudian disajikan kepada khalayak ramai.Top of Form
Menulis Softnews
Erwan Efendi;
Fadia Hanim Siregar;
Musliadi Musliadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14346
Artikel ini membahas cara menulis berita softnews. Softnews bukan karya fiksi, tetapi karya jurnalistik. Karenanya, softnews harus memiliki satu makna, satu arti, tidak seperti karya sastra yang banyak arti tergantung si pembacanya, softnews juga disebut karya sastra jurnalistik karena sangat bertumpu pada kekuatan deskripsi yakni mampu menggambarkan situasi dan suasana secara rinci, hidup, beraroma, sehingga imajinasi pembaca terbawa ketempat peristiwa. Menulis softnews harus memperhatikan struktur penulisannya. Didalam softnews terdapat judul (title), pembuka (lead), isi (body), dan penutup (ending).Top of Form
Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Kelas VII di MTS Swasta A-Jihad Medan
Silvi Dwi Nitami;
Wafiq Syafina TP;
Zurriyati Putri;
Fauziah Nasution
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14347
Kiprah guru bimbingan serta konseling sebagai pelaksana primer yg mengatur seluruh kegiatan bimbingan dan konseling dalam layanan konseling sekolah merupakan donasi yang bisa diberikan sang orang terlatih kepada orang lain yg tidak ditentukan umurnya sehingga dia dapat memenuhi aktivitasnya pada kehidupannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan buat memperoleh gosip tentang peran guru guru dalam pelaksanaan layanan pedagogi di Mts partikelir Al-Jihad Medan. Faktor-faktor yg menghipnotis pelaksanaan layanan Bimbingan Belajar Mts swasta Al-Jihad Medan. Metode yang dipergunakan dalam metode penelitian kualitatif. Tujuan penelitian yang dilakukan melalui metode ini ialah buat memberi pengathuan kiprah pengajar bimbingan dan konseling dalam terlaksananya layanan BK di MTS swasta Al-Jihad Medan, serta subjek penelitian pada penelitian ini merupakan pengajar bimbingan serta konseling di Mts partikelir Al-Jihad Medan. Jihad Medan. Sampel penelitian ini artinya guru bimbingan serta konseling Mts swasta Al-Jihad Medan. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. hasil penelitian pengajar BK menyampaikan layanan bimbingan serta menerapkannya kepada semua peserta didik Mts swasta Al-Jihad Medan supaya semua siswa. materi ajar bahan ajar yaitu buat menaikkan aktivitas motivasi belajar peserta didik buat menaikkan motivasi, meningkatkan keterampilan belajar serta mengembangkan sikap belajar dan kebiasaan belajar. banyaknya siswa yg masih belum antusias pada menyampaikan bahan ajar ini serta faktor yang mempengaruhi pelaksanaan bimbingan pedagogi pada Mts partikelir Al-Jihad Medan yaitu faktor internal peserta didik dan tutor, faktor eksternal yaitu lingkungan, ruang serta dukungan dari pihak luar (orang) tua). akibat positif dari penerapan bimbingan Mts partikelir Al-Jihad Medan adalah siswa sebagai lebih aktif serta kreatif dalam pembelajaran dan mewujudkan tujuan pembelajaran. Saran supaya pelaksanaan pengajaran lebih lancar, pengajar mengajar serta mengajar hendaknya dapat menyebarkan diri peserta didik buat menaikkan kualitas layanan bimbingan konseling.Top of Form
Pengembangan Lembar Kerja Tematik Untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Pada Siswa
Sri Agustina Sibuea;
Rora Rizki Wandini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14348
Salah satu upaya dalam peningkatan pendidikan karakter, yakni terlebih dahulu meningkatkan mutu dari pendidikan di Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sekarang ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Usaha tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Bab II, Pasal 3 yang menyebutkan dengan jelas mengenai tujuan pendidikan nasional sebagai sarana berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 UU Sisdiknas). Peningkatan mutu yang diinginkan pemerintah adalah untuk meningkatkan karakter anak sejak dini, yakni penanaman pendidikan karakter hendaknyaTop of Form
Religiositas Dan Kontrol Diri Pada Mahasiswa Rantau di Salatiga
Margeljeunita Taneo;
Arthur Huwae
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14349
Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di perantauan, nampaknya memberikan berbagai macam dinamika hidup yang tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, sehingga apabila mahasiswa rantau tidak dapat mengendalikan diri dengan baik akan berisiko pada kehidupannya secara menyeluruh. Nilai-nilai religiositas yang dimiliki harus menjadi panduan hidup agar mahasiswa dapat menghindari perilaku-perilaku berisiko selama di perantauan dan berpengaruh pada kontrol diri yang dibangun pada diri mahasiswa itu sendiri. Beranjak dari hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan kontrol diri pada mahasiswa rantau di Salatiga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian ini adalah 59 mahasiswa rantau dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran menggunakan Religious Commitment Inventory (a = 0,941) dan Skala Kontrol Diri (a = 0,840). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara religiositas dengan kontrol diri pada mahasiswa rantau di Salatiga (r = 0,524 dan sig. = 0,000). Hal ini mengindikasikan bahwa religiositas menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kontrol diri mahasiswa rantau di Salatiga. Implementasi penelitian, diharapkan agar mahasiswa tetap memperdalam ajaran-ajaran agama yang menjadi panduan hidup agar dapat membentuk kontrol diri yang tetap tinggi guna menghindari perilaku-perilaku yang berisiko dan merusak selama menjalani kehidupan mahasiswa di perantauan.
Study Kualitatif Berselancar Ombak Bono Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Teluk Meranti
Ahmad Yani;
Toktong Parulian;
Yola Yolanda
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.14355
Studi ini dilakukan untuk mencari kebenaran terjadinya ombak bono berdasarkan cerita rakyat dan realita ilmiah. Studi ini dilakukan dengan diperoleh melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi yang berpartisipasi. Proses analisis data dilakukan melalui analisis data, penyajian data, drawing kesimpulan/verifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan cerita rakyat nama „Bono? dalam masyarakat setempat berarti „benar?. Kata ini memiliki kisahnya sendiri ketika Raja Pelalawan meminta utusan masyarakat setempat menghadap ke Isatana Sayap tetapi sang utusan terhalang untuk menyeberangi sungai. Karena ketidak hadiran utusan tersebut, kemudian sang raja memerintahkan pengecekan langsung apakah betul ada gelombang dahsyat disungai. Akhirnya diperoleh informasi bahwa hal tersebut benar adanya. Kata„benar? ini dalam bahasa setempat disebut „bono? dan sejak saat itu kata „bono? melekat pada gelombang sungai di Teluk Meranti. Gelombang dahsiat tersebut memiliki nama lain yang cukup membuat bulu kuduk peselancar merinding, yaitu „Tujuh Hantu? (Seven Ghost). Realita ilmiah terjadinya ombak bono disebabkan adanya pertemuan tiga arus dimuara sungai Kampar antara selat malaka, laut cina selatan, dan sungai Kampar itu sendiri. Mengakibatkan terjadinya benturan yang sangat kuat, karena debit air sungai Kampar lebih sedikit maka benturan tersebut mengakibatkan terjadinya dorongan kedalam sungai Kampar dan menghasilkan gelombang yang dahsiat mencapai ketinggian 4 meter dan fenomena tersebut menjadikan gelombang yang datang secara beriringan sampai tujuh lapis gelombang.
Teori Peluru Ajaib
Erwan Effendi;
Paradia Kristanti Dewi;
Frisca Nabila;
Natasya Natasya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14363
Teori peluru ajaib adalah keyakinan bahwa pesan media pencetus dapat meyakinkan audiens dengan memasukkan ide secara langsung. Hal ini mengisyaratkan bahwa media, tanpa perantara apapun langsung menyuntikkan pesan-pesannya kepada khalayak yang pasif. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk mendeskripsikan makna dari teori peluru ajaib, bagaimana asal-asulnya dan contoh dari teori peluru ajaib. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Teori jarum suntik berpendapat bahwa khalayak sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak informasi setelah ditembakkan melalui media komunikasi. Teori ini di populerkan oleh Harold Lasswell (1927) dan ditamplkan pada tahun 1950-an setelah peristiwa penyiaran kaleidoskop stasiun radio siaran CBS di Amerika yang berjudul The Invansion from Mars (Effendy 1993 : 264-265).
Media Pembelajaran Komik Menggunakan Aplikasi Canva for Education pada Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar
Rian Septiani Siagian;
Muhammad Sofwan;
Suci Hayati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14364
Pembelajaran matematika memerlukan adanya media pembelajaran yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam menyampaikan dan memahami topik pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran komik menggunakan aplikasi canva for education pada pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar, (2) Mendeskripsikan validitas media pembelajaran komik menggunakan aplikasi canva for education pada pembelajaran matematika kelas V sekolah dasar, (3) Untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran komik yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa media pembelajaran komik untuk pembelajaran matematika kelas V sekolah dasar yang dikembangkan dengan menggunakan aplikasi canva. Hasil validasi oleh ahli materi memperoleh skor rata-rata 5 dengan kategori sangat valid, hasil validasi oleh ahli media memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat valid. Hasil penilaian praktisi memperoleh skor rata-rata 4,4 dengan kategori sangat praktis. Kepraktisan media pembelajaran komik yang telah dikembangkan juga memperhatikan angket respon peserta didik dengan rata-rata 4,6 pada uji coba kelompok kecil dan rata-rata 4,47 pada uji coba kelompok besar.
Pelaksanaan Pendidikan Inklusif pada Pembelajaran Taman Kanak-Kanak (Studi Kasus di Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai)
Asmidar Parapat;
Salma Rozana;
Rika Widya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14365
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan inklusif pada pembelajaran TK kelompok A, di Kota Pari. Objek penelitian adalah proses pembelajaran TK kelompok A di Kota Pari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan model analisis interaktif. Data hasil penelitian diuji kembali keabsahannya menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif melayani segala kebutuhan peserta didik tanpa memandang segala perbedaan. Hal tersebut dapat dilihat dari: (1) komposisi kelas terdiri dari berbagai aspek keberanekaragaman; (2) setiap peserta didik diberi perlakuan yang sesuai dengan kebutuhannya; (3) SPMB berdasarkan usia anak dan tidak ada tes; (4) menggunakan kurikulum merdeka yang dimodifikasi sesuai kebutuhan peserta didik; dan (5) pembelajaran mengembangkan aspek: kognitif, bahasa, fisik-motorik, sosial-emosional, dan moral.