cover
Contact Name
Sumardi Sadi
Contact Email
jurnalteknikumt@gmail.com
Phone
+6281328193939
Journal Mail Official
mardiesadi99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan I No 33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JURNAL TEKNIK
ISSN : 23028734     EISSN : 25810006     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/jt.v9i2
Jurnal Teknik merupakan kumpulan artikel dari berbagai program studi keteknikan dan Education, Sains dan Teknologi, yaitu Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri dan Teknik Informatika, Teknologi Kelautan, Teknologi Perikanan Laut, Teknologi Pertanian, atau artikel program studi keteknikan lainnya. P-ISSN 2302-8734 dan E-ISSN : 2581-0006. Jurnal Teknik menerima artikel dari khalayak umum dibidang keteknikan, baik regional maupun nasional, semua jurnal akan diproses sesuai prosedur publikasi ojs yang berlaku. Pada edisi volume 8 semua artikel yang masuk dibatasi dengan plagiarisme cheker masimal 30%, untuk edisi berikutnya vol 9 dan seterusnya semua artikel dibatasi oleh plagliarisme cheker maksimum 20%. Artikel harus langsung disubmit oleh penulis dengan email penulis.
Articles 322 Documents
Menurunkan Cacat Produk Kain Type C45128 Proses Dyeing Finishing Dengan Metode Six Sigma dan Seven Tool di PT. Argo Pantes Tbk, Joko Hardono; Dian Hidayat
Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v10i2.3688

Abstract

AbstrakKualitas produk merupakan salah satu karakteristik kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. PT Argo Pantes merupakan perusahaan yang memproduksi kain. Departemen Produksi menetapkan sasaran jangka pendek yaitu peningkatan kualitas produk melalui penurunan tingkat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu proses pewarnaan serat kain. Penurunan cacat produk dilakukan dengan pendekatan metode Six Sigma malaui tahapan Design-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Proses dimulai dengan melakukan identifikasi masalah dan factor penyebab masalah, mengukur frekwensi kejadian dari masing-masing faktor penyebab, menentukan faktor penyebab yang dominan dengan pendekatan diagram Pareto, kemudian mekukan identifikasi akar penyebab masalah dengan pendekatan diagram Sebab Akibat. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan selama dua bulan dari tanggal 1 Juni – 28 Juli 2020 ada empat cacat produk pada proses Dyeing Finishingyaitu handling tidak sesuai, kain mengkerut,warna luntur dan noda. Dengan diagram Pareto didapat factor penyebab cacat dominan sebesar 79% yaitu disebabkan oleh Kain mengkerut 30%, warna luntur 26% dan noda 23%. Mencari akar penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan diagram sebab akibat terhadap ketiga jenis cacat tersebut untuk kemudian diberikan usulan perbaikan.AbstrakKualitas produk merupakan salah satu karakteristik kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. PT Argo Pantes merupakan perusahaan yang memproduksi kain. Departemen Produksi menetapkan sasaran jangka pendek yaitu peningkatan kualitas produk melalui penurunan tingkat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu proses pewarnaan serat kain. Penurunan cacat produk dilakukan dengan pendekatan metode Six Sigma malaui tahapan Design-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Proses dimulai dengan melakukan identifikasi masalah dan factor penyebab masalah, mengukur frekwensi kejadian dari masing-masing faktor penyebab, menentukan faktor penyebab yang dominan dengan pendekatan diagram Pareto, kemudian mekukan identifikasi akar penyebab masalah dengan pendekatan diagram Sebab Akibat. Dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan selama dua bulan dari tanggal 1 Juni – 28 Juli 2020 ada empat cacat produk pada proses Dyeing Finishing yaitu handling tidak sesuai, kain mengkerut,warna luntur dan noda. Dengan diagram Pareto didapat factor penyebab cacat dominan sebesar 79% yaitu disebabkan oleh Kain mengkerut 30%, warna luntur 26% dan noda 23%. Mencari akar penyebab masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan diagram sebab akibat terhadap ketiga jenis cacat tersebut untuk kemudian diberikan usulan perbaikan.
DC Motor Speed Control Using Mamdani Fuzzy Logic Based on Microcontroller Sumardi Sadi
Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v9i2.3676

Abstract

DC motors are included in the category of motor types that are most widely used both in industrial environments, household appliances to children's toys. The development of control technology has also made many advances from conventional control to automatic control to intelligent control. Fuzzy logic is used as a control system, because this control process is relatively easy and flexible to design without involving complex mathematical models of the system to be controlled. The purpose of this research is to study and apply the fuzzy mamdani logic method to the Arduino uno microcontroller, to control the speed of a DC motor and to control the speed of the fan. The research method used is an experimental method. Global testing is divided into three, namely sensor testing, Pulse Width Modulation (PWM) testing and Mamdani fuzzy logic control testing. The fuzzy controller output is a control command given to the DC motor. In this DC motor control system using the Mamdani method and the control system is designed using two inputs in the form of Error and Delta Error. The two inputs will be processed by the fuzzy logic controller (FLC) to get the output value in the form of a PWM signal to control the DC motor. The results of this study indicate that the fuzzy logic control system with the Arduino uno microcontroller can control the rotational speed of the DC motor as desired.
EFEK METANOL KADAR RENDAH TERHADAP EFISIENSI TERMAL MESIN DIESEL INJEKSI LANGSUNG DENGAN SISTEM HOT EGR Yafid Effendi
Jurnal Teknik Vol 2, No 1 (2013): Januari-Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v2i1.4245

Abstract

Salah satu jenis mesin kendaraan  bermotor yang sangat sesuai untuk transportasi dan kendaraan alat berat adalah mesin diesel, karena efisiensi pembakaran yang tinggi, kehandalan, fleksibilitas bahan bakar, dan rendahnya konsumsi bahan bakar membuat diesel banyak digunakan di beberapa Negara. Campuran metanol kadar rendah dan jatropha digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini  mempelajari pengaruh campuran metanol kadar rendah dan jatropha terhadap efisiensi thermal pada mesin diesel Isuzu 4JB1 injeksi langsung dengan sistem Hot EGR (Exhaust Gas Recirculation) menggunakan campuran bahan bakar solar (EURO II), metanol kadar rendah dan jatropha. Metanol kadar rendah yang digunakan mempunyai kadar air 24,88% berbasis volume. Rasio campuran solar, metanol dan jatropha yang digunakan adalah D75M5J20, D70M10J20, D65M15J20. Bukaan EGR divariasikan dari 0 sampai 50%. Pengujian dilakukan pada putaran konstan 2000 rpm dan diberi beban dari  25%, 50%,75% dan 100%. Sebuah dynamometer merk dynamite Land & Sea digunakan untuk mengukur daya mesin yang digunakan untuk menghitung efisiensi thermal. Data hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin tinggi presentasi metanol dalam campuran bahan bakar mengakibatkan efisiensi termal cenderung menurun. Kata kunci: Efisiensi thermal, EGR, metanol, jatropha 
Struktur SRPMK DAN SRPMM Pada Bangunan Tinggi (Structure of SRMK and SRMM on High Building) Almufid Almufid; Egi Santoso
Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v10i1.4025

Abstract

In the planning of building structures, it is necessary to have precise calculations so that the structure obtained is strong against loads and is certainly economical. From a geographical point of view, Indonesia is one of the countries on the most active earthquake route in the world because it is surrounded by the Pacific Ring of Fire and is above three continental plate collisions (triple junction plate convergence), thus making Indonesia a country that is has a high earthquake risk level. In Indonesia itself there are several provisions that apply where there are regulations in planning a building to be earthquake resistant. As for this research study is to plan a 10-story apartment structure using the Special Moment Bearer Frame System (SRPMK) and the Intermediate Moment Bearer Frame System (SRPMM) based on SNI 2847-2019, SNI 1726-2019, and SNI 1727-2013 and other provisions. applicable in Indonesia to support earthquake resistant building planning. At this stage, it begins with preliminary design, then structural modeling and analysis is assisted using the ETABS program. From the planning results obtained in the form of dimensions and differences from the calculation of reinforcement between the two systems used.Keywords: SRPMK, SRPMM, Earthquake Resistant Building Planning, ETABS (Dalam perencanaan struktur bangunan diperlukan adanya perhitungan yang tepat agar struktur yang didapat kuat terhadap beban serta yang pasti ekonomis. Jika dilihat dari segi geografis Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua (triple junction plate convergence), sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki tangkat resiko gempa cukup tinggi. Di Indonesia sendiri ada beberapa ketentuan yang berlaku dimana ada peraturan-peraturan dalam merencanakan suatu bangunan agar tahan terhadap gempa. Adapun dari studi penelitian ini adalah merencanakan struktur apartemen 10 lantai menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) berdasarkan SNI 2847-2019, SNI 1726-2019, dan SNI 1727-2013 serta ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di Indonesia untuk menunjang perencanaan bangunan tahan gempa. Pada tahapannya diawali dengan preliminary design, lalu pemodelan serta analisa struktur dibantu menggunakan program ETABS. Dari hasil perencanaan didapat berupa dimensi dan perbedaan dari hasil perhitungan tulangan antara kedua sistem yang digunakan..Kata Kunci: SRPMK, SRPMM, Perencanaan Bangunan Gedung Tahan Gempa, ETABS)
KAJIAN PERFORMA MOBIL BUATAN ASTRA DAIHATSU 1500 CC TAHUN 2015 – SEKARANG TERHADAP BAHAN BAKAR BENSIN JENIS X, Y, Z RON 92 Ali Rosyidin; Yafid Effendi
Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v9i2.3966

Abstract

Kendaraan  alat mobilisasi manusia untuk menjalankan roda kehidupan sehingga perjalanan menjadi singkat aman, nyaman, efisien. Maka perlu kendaraan yang bisa menempuh segala medan dengan mesin/engine/mesin yang ekonomis (mudah murah perawatan, hemat bahan bakar dan bandal). Penelitian ini dimaksudkan  untuk mengetahui prestasi mesin meliputi daya dan torsi serta hemat bahan bakar terhadap engine mobil buatan astra daihatsu 1500cc (jenis Toyota avanza G, toyota avanza veloz, daihatsu terios dan toyota rush) dengan variasi bahan bakar bensin jenis X,  Y dan  Z dengan  ron 92. Manfaatnya sebagai informasi  kepada masyarakat, bahan bakar bensin ron  92, pertamax dar pertamina Indonesia, Shell Belanda dan total Petronas dari Malaysia dan aman digunakan sesuai dengan spesifikasi kendaraan. dengan beberapa varian tersebut /masyarakat dapat menentukan bahan bakar yang terbaik untuk untuk kendaraannya. Pengujian bahan bakar bensin ron 92 menggunakan mobil toyota avanza veloz tahun 2015-Sekarang dengan variasi rpm 3000, 4500, dan 6000.Hasil pengujian menggunakan Global Tech Stream (GTS) pada transmisi (gigi 3,4, dan 5) bensin yang paling irit jenis  X, 1 liter dapat menempuh jarak 16,4 km,  sedangkan bensin jenis  Y  dan Z  dalam 1 liter dapat  menempuh jarak 15,3 km. Pengujian dan analisis Daya yang dihasilkan pada bensin jenis X yaitu 89.12 Hp, bensin jenis Y adalah 83,2 Hp dan daya terkecil yang dihasilkan pada bensin jenis C, yakni  40,05 Hp. Sedangkan Torsi yang terbesar dihasilkan pada bensin jenis X, sebesar  113,09 Nm, sedangkan Y sebesar 110,14 Nm dan Z sebesar 108,89 Nm
Perancangan Aplikasi Usaha Mikro Bank Sampah Syariah Menggunakan Aplikasi Android Rachmat Destriana; Nurdiana Handayani; Syepry Maulana Husain; Aditya Tegar Siswanto
Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v9i2.3639

Abstract

Masalah sampah adalah masalah perilaku, karenanya diperlukannya perubahan perilaku masyarakat untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya, dan masalah sampah menjadi salah satu permasalahan di kota besar dan kota metropolitan lainnya, termasuk di wilayah Tangerang. Sampah rumah tangga adalah salah satu jenis sampah yang bisa menyebabkan bertambahnya masalah yang dihadapi pemerintah dalam menanganinya. Kampung Hijau Kemuning adalah salah satu pemukiman perkampungan di Kelurahan Binong Kecamatan Curug yang melakukan pengelolaan bank sampah yang berbasis syariah yang bertujuan mendorong penyelamatan lingkungan menjadi hijau, bersih, mengurangi sampah dan menjadi sumber penghasilan tambahan untuk warga Kampung Hijau Kemuning. Dalam proses pengelolaan bank sampah memerlukan pengembangan baik penggunaan aplikasi computer yang berbasis android atau dalam proses pengelolaan keuangan yang bersih dan bebas dari riba sesuai dengan kaidah islam (syariah). Tujuan penelitian ini adalah membangun aplikasi Bank Sampah Syariah yang berbasis Android dengan tampilan yang user friendly dan dapat membantu dalam proses pengelolaan kegiatan bank sampah yang inovatif dan menjadi masukan untuk meningkatkan pemberdayaan usaha mikro masyarakat dalam suatu kegiatan khususnya di wilayah Tangerang.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMAKAIAN OLI PELUMAS PADA ENGINE PESAWAT TERBANG JENIS CFM56-7 DAN ENGINE CFM LEAP-1B Jamal udin Permana
Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v10i2.5221

Abstract

Perkembagan dalam dunia teknologi pesawat terbang sudah sangat maju. Salah satu sarana transportasi yang dibutuhkan oleh setiap instansi yang terdapat pada dunia penerbangan, semakin tinggi kemampuan teknologi pesawat terbang suatu instansi, maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dari misi penerbangan dan keselamtan penerbangan.Performa pesawat dapat dipengaruhi dari kondisi Engine dipesawat, Engine bisa dikatakan dalam performa yang bagus apabila ia mampu digunakan dalam fungsi yang sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan. (Oil Consumtion/Pemakaian Oli) merupakan tolak ukur untuk mengetahui Engine Performance apabila Pemakaian Oli pada Engine lebih kecil nilai nya dan pemakaian sesuai batas Limit dari standar Pemakaian Oli  maka dapat dikatakan Engine tersebut memiliki Performance yang bagus, begitu juga sebaliknya jika Pemakaian Oli pada Engine terlalu boros dapat mempengaruhi Performance pada Engine.Pesawat terbang sebelum terbang atau sesudah melakukan penerbangan harus dilakukan pemeriksaan dan Maintenance (perawatan) secara rutin sesuai dengan prosedur yang ada. Adanya pemeriksaan dan perawatan yang rutin tersebut sehingga semua sistem dan komponen yang ada di dalam pesawat terbang dapat beroperasi dengan baik dan aman. Salah satu dari sistem-sistem yang harus dalam keadaan baik ialah Oil System pada Engine yang termasuk dari Pemakaian Oli itu sendiri
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DOSEN BIDANG BELAJAR MENGAJAR MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHI PROCESS (AHP) Rohmat Taufiq
Jurnal Teknik Vol 2, No 1 (2013): Januari-Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v2i1.4240

Abstract

Penilaian kinerja penting bagi setiap karyawan dan berguna bagi perusahaan  untuk menetapkan tindakan kebijaksanaan berikutnya.  Begitu juga bagi dosen pengampu mata kuliah untuk melihat hasil proses belajar menajar maka perlu kiranya dilakukan penailain kinerja dosen.Kriteria dan subkriteria yang digunakan dalam proses penilaian belajar mengajar dosen adalah Waktu (kehadiran dosen degan jadwal, waktu proses perkuliahan, waktu ujian), Kerapihan (Kesopanan pakaian, kerapihan pakaian, kebersihan dan keserasihan), Komunikasi (kejelasan kalimat, sopan santun kalimat, tata bahasa), Proses Perkuliahan (Menjelaskan SAP, menggunakan infokus, menciptakan suasana kondusif, menggunakan metode yang tepat), Penguasaan Materi (Tingkatan penyampaian materi, ada hubungan antara materi sebelumnya dengan sekarang atau dengan selanjutnya, menjawab pertanyaan berdasarkan buku acuan), Evaluasi Belajar (kesesuaian materi dengan soal, presentasi penilaian, bentuk so’al).Metode yang digunakan untuk memeproses penilaian kinerja proses belajar mengajar dosen dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuan daripada penilaian kinerja dosen ini adalah untuk melihat hasil proses belajar mengajar yang dilakaukan oleh dosen yang nantinya bisa digunakan untuk melihat melakukan evaluasi bagi setiap dosen yang sudah dinilai. Keywords: Penilaian Kinerja, Penilaian Kinerja Dosen, AHP
INVESTIGASI PENGARUH TEMPERATUR WARNA BERKORELASI TERHADAP PERFORMA DSSC UNTUK SISTEM INDOOR SOLAR CELL Muhammad Khairuddin; Indrawan Nugrahanto; Leonardo Kamajaya
Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v10i1.4105

Abstract

This study proposes the best light source, based on its color temperature, to be installed for indoor photovoltaic (PV) system since the light source is very significant for indoor PV system and greatly affects the performance of Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). In outdoor PV system, the higher temperature in the environment gives a fine impact for DSSC’s performance. However, this trend is unclear in indoor PV system. Hence, some experimental researches, such as investigating the light properties and the performance of DSSC under fluorescent lamps FL865 with CCT 6500K and FL830 with CCT 3000K, will be carried out in order to find out a preferable luminaire between two for indoor PV system. The results show that a light source, FL830, with lower color temperature is better for DSSC’s outcome in indoor use. Since the lower CCT produced higher illuminance, intensity, and radiant power that make DSSC generated 2.28% higher power than the higher CCT.Keywords: DSSC, Color Temperature, Indoor Solar Cell(Penelitian ini mengusulkan sumber cahaya terbaik berdasarkan correlated color temperature (CCT) atau temperatur warnanya untuk digunakan pada sistem indoor solar cell karena sumber cahaya sangat mempengaruhi kinerja Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) yang digunakan pada sistem indoor solar cell. Dalam sistem solar cell di luar ruangan, suhu yang lebih tinggi di lingkungan memberikan dampak yang baik untuk kinerja DSSC. Namun, tren ini belum jelas jika DSSC digunakan di dalam ruangan. Oleh karena itu, beberapa penelitian eksperimental, seperti menyelidiki sifat cahaya dan kinerja DSSC di bawah lampu neon FL865 dengan CCT 6500K dan FL830 dengan CCT 3000K, akan dilakukan untuk menemukan luminer yang lebih unggul untuk sistem PV dalam ruangan. Hasilnya menunjukkan bahwa sumber cahaya, FL830, dengan temperatur warna (CCT) yang lebih rendah lebih baik untuk DSSC dengan penggunaan dalam ruangan. Karena CCT lebih rendah menghasilkan iluminasi, intensitas, dan daya pancaran yang lebih tinggi yang membuat DSSC mencapai kinerja yang lebih baik dengan menghasilkan daya 2.28% lebih tinggi dari CCT yang lebih tinggi.Kata Kunci: DSSC, Temperatur Warna, Solar Cell dalam Ruangan).
ANALISIS KINERJA DISTRIBUSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) (STUDI KASUS IPA DAERAH PEJOMPONGAN I) Shidiq Waluyo; Riris Riris
Jurnal Teknik Vol 2, No 2 (2013): Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v2i2.3952

Abstract

Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara, ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Di samping itu air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah,untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi. Peningkatan jumlah penduduk di tiap tahunnya mengakibatkan kebutuhan air bersih yang digunakan tiap hari semakin meningkat. Tentu saja peningkatan kebutuhan air bersih tersebut mempengaruhi ketersediaan air bersih yang berhasil diolah. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, perlu dilakukan evaluasi dan analisis terhadap kondisi instalasi pengolahan air yang saat ini dengan meninjau aspek teknis dan finansial dari instalasi tersebut. Aspek teknik yang ditinjau adalah evaluasi kondisi unit-unit pengolahan kondisi eksisting terhadap  standar kriteriadesain, analisis kapasitas unit-unit pengolahan terhadap kebutuhan air hingga 20 tahun mendatang(Q20th) serta evaluasi kualitas air produksi terhadap standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010Sedangkan aspek finansial yang ditinjau adalah analisis pengaruh biaya produksi dan penjualan air bersih terhadap laba kotor IPA Pejompongan I. Variabel yang dikendalikan adalah biaya produksi seperti biaya sumber air bersih dan biaya pengolahan air bersih, biaya penjualan air bersih dan laba kotor. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, diperlukan suatu evaluasi terhadap instalasi pengolahan air agar masalah tersebut dapat dikendalikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi eksisting IPA Pejompongan I ditinjau dari aspek teknis, seperti: Memproyeksikan pertumbuhan penduduk di wilayah pelayanan IPA hingga 20 tahun, mengetahui kebutuhan air bersih, menganalisis kapasitas unit instalasi pengolahan air berdasarkan kriteria desain, mengevaluasi kapasitas unit pengolahan air, mengevaluasi kinerja air baku sesuai standar  PP 82/2001, mengevaluasi kinerja air hasil produksi sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010, dan mengetahui seberapa besar pengaruh biaya sumber air bersih, biaya pengolahan air dan hasil penjualan air bersih terhadap laba kotor yang diterima oleh IPA PJ.