cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
PERLUASAN MAKNA LEKSEM ANAK DALAM BAHASA INDONESIA A. Danang Satria Nugraha
Sirok Bastra Vol 4, No 1 (2016): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.571 KB) | DOI: 10.37671/sb.v4i1.70

Abstract

Penelitian ini membahas perluasan makna leksem anak dalam bahasa Indonesia (bI). Metode observasi digunakan selama penyediaan data dan metode padan digunakan selama analisis data. Data berwujud kalimat yang bersumber pada penggunaan bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis. Hasilpenelitian menunjukkan perluasan makna leksem anak dapat dideskripsikan melalui tiga bagian pembahasan, yaitu (a) konstruksi idiomatis, (b) makna literal dan makna perluasan, dan (c) jejaring semantis leksem anak. Konstruksi idiomatis leksem anak terdiri atas enam tipe, yaitu [X + N], [X + Adj.], [X + V], [X + N + N], [X + N + V], dan [X + Num. + N]. Makna literal leksem anak adalah ‘keturunan yang keduaʼ. Makna perluasan leksem anak sekurang-kurangnya berjumlah tujuh, yaitu ‘urutan kelahiranʼ, ‘manusia yang masih kecilʼ, ‘binatang yang masih kecilʼ, ‘pohon kecil atau tanaman yang tumbuh pada tumbuh-tumbuhan yang lebih besarʼ, ‘orang yang berasal dari atau dilahirkan di suatu daerahʼ, ‘orang yang termasuk dalam suatu golonganʼ, dan ‘yang lebih kecil daripada yang lainʼ. Jejaring semantis leksem anak mengilustrasikan arus perluasan makna dari ranah literal ke ranah perluasan.
STRATEGI DAN KESAHIHAN TINDAK TUTUR MEMINTA MAAF PENYANYI DANGDUT ZASKIA GOTIK DALAM KASUS PELECEHAN LAMBANG NEGARA Satwiko Budiono
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.712 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.94

Abstract

Zaskia Gotik dianggap telah melakukan penghinaan terhadap lambang negara dalam salah satu acara televisi nasional. Hal itu membuat dirinya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan kasus pelecehan lambang negara. Zaskia Gotik pun melakukan permintaan maaf di depan media sebagai bentuk penyesalan. Atas dasar kasus tersebut, penelitian ini melihat strategi dan kesahihan permintaan maaf Zaskia Gotik. Berdasarkan penelitian ini, permintaan maaf dari Zaskia Gotik bisa dibuktikan apakah benar-benar tulus atau hanya formalitas belaka. Pembuktian ini dilihat menggunakan kriteria strategi dan kesahihan tindak tutur dari Searle (1980), Austin (1962), dan Leech (1983). Hasilnya, permintaan maaf Zaskia Gotik terbukti mematuhi kriteria strategi dan kesahihan sehingga permintaan maafnya tergolong serius dan tidak dibuat-buat.
BAHASA PENGUNGKAP BUDAYA DAYAK GOLIK (Disclosure Language of Dayak Golik Culture) Martina Martina
Sirok Bastra Vol 6, No 2 (2018): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.546 KB) | DOI: 10.37671/sb.v6i2.140

Abstract

Saat ini, masyarakat Dayak Golik tidak terlalu peduli lagi dengan budayanya karena dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dalam masyarakat Dayak Golik, bahasa daerah memiliki peranan penting sebagai pengungkapnya. Bahasa Golik sebagai sarana komunikasi masyarakat akan lebih efektif dibandingkan menggunakan bahasa lainnya. Dengan bahasa tersebut diharapkan masyarakat akan mudah memahami dan mengerti budayanya karena menggunakan bahasanya sendiri. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, masalah kajian ini difokuskan pada bagaimana bahasa bisa menjadi pengungkap budaya Dayak Golik. Kajian ini menggunakan teori sosiolinguistik dan antropologi komunikasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa bisa mengungkap budaya yang ada di dalam masyarakat Dayak Golik. Pengungkapan budaya itu melalui nyanyian dan upacara penyambutan adat yang menggunakan bahasa sebagai sarana komunikasinya. Melalui nyanyian dalam bahasa Golik, masyarakat dapat mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam nyanyian itu. Begitu juga dengan upacara penyambutan adat, budaya atau tradisi penyambutan tamu memiliki nilai-nilai di dalamnya. Di setiap gerakan, memiliki makna tersendiri dan hal itu hanya bisa diungkap dengan bahasa yang mereka gunakan.At present, the Dayak Golik community does not care much about their culture because it is considered irrelevant to the current development. To revive cultural values in the Dayak Golik community, local language has an important role to play in revealing them. Golik language as media of public communication will be more effective than using other languages. With this language, it is expected that the community will easily understand their own culture because it uses their own language. The values contained in it are easily applied in their lives. Therefore, the problem of this study focused on how language could reveal the Golik Dayak culture. This study uses sociolinguistic theory and communication anthropology. The method used is descriptive method with qualitative approach. The results of the analysis show that language can reveal the culture that exists within the Golik Dayak community. Disclosure of the culture is through singing and traditional welcoming ceremonies which using language as media of communication. Through singing in Golik, people can know the values of local wisdom contained in the song. Likewise, the welcoming ceremony tradition and tradition of welcoming guest ceremony has values in it. In each movement, it has its own meaning and it can only be revealed in the language they use.
KEDUDUKAN PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH DILIHAT DARI PERSPEKTIF GENDER Anita Rima Dewi
Sirok Bastra Vol 2, No 1 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.899 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i1.28

Abstract

Masyarakat Jawa merupakan penganut bentuk dasar sistem terminologi bilateral dan generasional yang menyamaratakan kedudukan ayah dan ibu. Namun, pada kenyataannya tetap saja ada perbedaan mengenai pola persaudaraan ini yaitu pembedaan dalam senioritas dan jenis kelamin. Dalam budaya Jawa pun dikenal istilah kanca wingking bagi perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat kedudukan perempuan Jawa dalam keluarga yang tergambar dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih dilihat dari perspektif gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa diskriminasi gender seperti marginalisasi, stereotipe, dan subordinasi melahirkan berbagai kekerasan ekonomi, fisik, psikis, dan seksual.
THE EFFECTIVENESS INTERACTIVE LEARNING TO IMPROVE STUDENT`S WRITING DESCRIPTIVE TEXT SKILL FOR CLASS X.2 SMA NEGERI 1 MEMBALONG ACADEMIC YEAR 2014/2015 Nanang Narwianta
Sirok Bastra Vol 3, No 2 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.385 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i2.61

Abstract

This classroom action research has conduct to improve the learning process that optimum yet. The objective of this research is to know the effectiveness of interactive learning to improve the writing descriptive text skill for students class X.2 in SMA Negeri 1 Membalong. This research has been conduct in 2 cycles, each cycle consist of 2 meetings. Cycle 1 is held on February 16 and 17, 2015. Cycle 2 is held on February 23 and 24, 2015. In the beginning of this study, in learning is low. Based on the reflection in cycle 1 and cycle 2 it shows that interactive learning through group discussion strategy is not maximal to improve the students participation, student being active and enthusiastic on learning process but interactive learning with game strategy (group to group exchange) the students active on learning process reach 80%, students participation and enthusiastic is 93,33% and the students writing descriptive text skill can be optimalize so the student`s learning outcomes is 77,78%. It can be conclude that interactive learning can improve the students writing descriptive text skill for students class X.2 SMA Negeri 1 Membalong.
TINDAK TUTUR PERINTAH BUJUKAN KEPADA ANAK-ANAK DALAM BAHASA BANJAR Rissari Yayuk
Sirok Bastra Vol 4, No 2 (2016): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.99 KB) | DOI: 10.37671/sb.v4i2.84

Abstract

Penelitian ini membahas tindak tutur perintah bujukan kepada anak-anak dalam bahasa Banjar. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan wujud tindak tutur perintah bujukan kepada anak-anak dan strategi tindak tutur perintah bujukan kepada anak-anak dalam bahasa Banjar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik rekam, catat dan pustaka. Pengambilan data dilakukan di masyarakat Banjar yang berada di Desa Tanuhi, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan dengan waktu pengambilan data pada Januari 2016. Berdasarkan hasil penelitian, tindak tutur perintah bujukan dalam bahasa Banjar memiliki penanda yu’yuk’, ayu’ayo’, kasi’cepat’, lah’lah’, dan muhun’mohon’. Penggunaan strategi kesantunan berbahasa dalam tindak tutur ini meliputi strategi pujian, janji, menumbuhkan sikap optimistis, penanda solidaritas, dan melucu.
WACANA RUBRIK INTIMATE DI MAJALAH DIGITAL INTERAKTIF MALE Prima Hariyanto
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.968 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i2.22

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, media massa pun berkembang dengan pesat. Kehadiran majalah digital memberi ruang kreasi baru bagi para pekerja media dan ruang informasi serta rekreasi baru bagi konsumennya. Majalah digital interaktif Male muncul sebagai majalah pria dewasa dengan ciri khas sensual. Artikel yang terdapat dalam rubrik Intimate memiliki struktur visual dan wacana yang menarik. Penelitian ini membahas struktur wacana teks rubrik Intimate di majalah digital interaktif Male. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan analisis kepustakaan. Penelitian ini membahas suprastruktur dan makrostruktur yang membangun wacana serta hubungan semantis antarunsur penyusun wacana yang menghasilkan kohesi dalam wacana tersebut.
ANALISIS TINGKAT KETERBACAAN TEKS PADA BUKU BAHASA INDONESIA WAHANA PENGETAHUAN BAGI KELAS VII SMP/MTs BERDASARKAN ANALISIS TEKNIK KLOS Sarwo Ferdi Wibowo
Sirok Bastra Vol 3, No 1 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.868 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i1.52

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat keterbacaan teks pada buku Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan bagi kelas VII SMP/MTs dengan menggunakan teknik klos. Sebanyak tujuh buah sampel teks ditentukan secara acak. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes yang disusun berdasarkan prosedur klos dan diujicobakan pada sembilan puluh orang siswa dari sepuluh sekolah di Kota Bengkulu. Data dianalisis dengan prosedur klos, tabulasi sederhana, persentase rata-rata, dan  interpretasi tingkat keterbacaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh teks yang dijadikan sampel tergolong pada tingkat keterbacaan frustasi dengan persentase rata-rata tertinggi 38,19% dan terendah dengan persentase rata-rata 22,92%.
REPRESENTASI KINERJA PEMERINTAH INDONESIA DALAMPEMBERITAAN KABUT ASAP PADA SITUSSINDONEWS.COM: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS Muhammad Luthendra
Sirok Bastra Vol 4, No 1 (2016): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.706 KB) | DOI: 10.37671/sb.v4i1.75

Abstract

Penelitian ini membahasrepresentasi kinerja pemerintah Indonesia dalam pemberitaan kabut asap pada situs sindonews.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian analisis wacana kritis dengan model analisis Van Leeuwen. Model analisis ini digunakan untuk melihat bagaimana suatu kelompok direpresentasikan negatif oleh media dengan menggunakan alat-alat bahasa di dalamnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media massa sindonews.com secara terbuka mempresentasikan pemerintah Indonesia dengan yang tidak cekatan, tidak tepat sasaran, dan lamban menanggapi masalah. Media ini cenderung menempatkan pemerintah Indonesia yang dipimpin Jokowi-JK sebagai pelaku, sedangkan pihak DPR atau masyarakat berperan sebagai sosok yang berdiri sendiri atau terlepas dari bentuk pemerintahan.
BURUNG GAGAK SEBUAH TANDA: MAKNA GROUND DALAM CERPEN UAK DAN BURUNG GAGAK Yuliadi M.R.
Sirok Bastra Vol 5, No 2 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.318 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i2.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna ground dalam cerpen Uak dan Burung Gagak. Makna ground  itu diungkap melalui peristiwa dan dialog tokoh dalam cerpen. Kajian yang digunakan pendekatan objektif dengan teori semiotik Pierce. Teori ini membagi ground pada aspek qualisign, sinsign, dan legisign. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Berdasarkan kajian, terungkap bahwa makna ground dalam cerpen Uak dan Burung Gagak, yaitu ground qualisign berupa warna hitam, sinsign berupa suara koak-koak, dan legisign berupa perilaku mengitari rumah.

Page 11 of 22 | Total Record : 220