cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
AN ERROR ANALYSIS ON STUDENTS’ WRITING ABILITY IN RECOUNT TEXT Muhamad Ahsanu; Dewanti Ratna Pertiwi
Sirok Bastra Vol 1, No 1 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.129 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i1.4

Abstract

This research taps the stance of error analysis (henceforth EA) projected on students’ understanding of the basicgrammatical points and their ability in composing a recount text. Therefore, this paper is concerned with thelevels of students' ability in basic grammar and the typical errors they make in their constructing recount texts.The theory utilized in this research paper drawn heavily from the standpoints of error analysis primarily byRichards and Ellis as mentioned in the theoretical framework. The error classification and procedure of erroranalysis principally replicate the frameworks proposed by both Richards (1977) and Ellis (2003).The sample isthe second grade students of SMA N 1 Kasihan Yogyakarta taken purposively. The findings depict that thestudents still make most types of grammatical errors, intralingual and developmental errors in composing theirrecount text.AbstrakPenelitian ini menitik beratkan pada analisis kesalahan atau yang dikenal dengan istilah error analysis padatingkat pemahaman siswa tentang dasar-dasar tata bahasa Inggris dan kemampuan mereka dalam menyusunsebuah naskah cerita. Teori yang digunakan dalam makalah ini terkait dengan teori analisis kesalahan yangutamanya disadur dari karya Richards and Ellis sebagaimana diuraikan pada kerangka teori. Klasifikasi kesalahandan prosedur analisis kesalahan pada prinsipnya mengikuti kerangka yang dirancang okeh Richards (1977) danEllis (2003). Adapun sampel dalam makalah ini adalah siswa-siswa tingkat 11 SMA N 1 Kasihan Yogyakartayang diambil secara purposive. Temuan akhir penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kesalahan yang palingsering dibuat oleh siswa-siswa tersebut mencakup kesalahan tata bahasa, kesalahan intralingual dan kesalahanpengembangan dalam membuat teks cerita.
Preference Sirok Bastra
Sirok Bastra Vol 7, No 1 (2019): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.052 KB) | DOI: 10.37671/sb.v7i1.159

Abstract

KORUPSI YANG MENGGURITA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA TERHADAP NOVEL ORANG-ORANG PROYEK Kurniati Kurniati
Sirok Bastra Vol 2, No 2 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.457 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i2.42

Abstract

Sebagai bacaan yang menghibur, karya sastra merupakan media kontrol dalam dimensi fiksi karena karya sastra lahir dari realitas objektif dan diangkat dengan imajinasi-realitas menjadi realitas baru. Sastra juga menjadi sarana atau media diskusi yang dapat mengantarkan penciptaan ruang perubahan sosial, salah satunya dengan kegiatan mengkaji karya sastra. Karena sastra juga menjadi bahan baku pembelajaran di sekolah, sastra wajib diapresiasi dengan cara dikaji/analisis kebermaknaannya. Melalui metode deskriptif dengan pendekatan objektif (sosiologi sastra) sebuah karya sastra dapat dikaji. Novel Orang-Orang Proyek menjadi karya yang berusaha menghadirkan sebuah realitas kemanusiaan, yakni melawan korupsi dan berbagai penyimpangan. Orang-Orang Proyek tidak hanya mewakili zamannya (saat ditulis dan diterbitkan), tetapi juga mewakili kekinian. Di dalamnya terdapat kebenaran sosial. Karya tersebut memiliki sebab dan hasil kehebatan nilai artistik sebuah karya sastra (dengan dokumen sosialnya) sebagai potret kenyataan sosial. Inilah yang menjadikan Orang-Orang Proyek sebagai sastra yang bermakna.
ASPEK RITUAL DALAM TRADISI LISAN BALAMUT DI KALIMANTAN SELATAN Agus Yulianto
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.896 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.99

Abstract

Lamut  adalah seni tutur masyarakat Banjar yang hampir punah. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya disebabkan oleh aspek ritual yang dikandungnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek ritual balamut serta apa yang menyebabkan tradisi lisan balamut mengalami ancaman kepunahan. Masalah penelitian ini adalah seperti apa aspek-aspek ritual yang terdapat dalam tradisi lisan balamut dan apa yang menyebabkan tradisi lisan balamut ini terancam mengalami kepunahan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa unsur ritual dalam lamut terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan nonverbal dan hal yang menyebabkan tradisi lisan balamut terancam mengalami kepunahan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari kesenian balamut itu sendiri.
HIBRIDITAS DAN POLITIK TUBUH DALAM NOVEL NAMAKU MATA HARI KARYA REMY SILADO: SEBUAH TINJAUAN POSKOLONIAL Dwi Oktarina
Sirok Bastra Vol 2, No 1 (2014): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.531 KB) | DOI: 10.37671/sb.v2i1.33

Abstract

Penelitian ini menggali aspek hibriditas dan ambivalensi yang terjadi pada tokoh Mata Hari dalam novel Namaku Mata Hari karya Remy Silado. Mata Hari, seorang agen spionase keturunan Belanda-Jawa bekerja pada banyak negara pada saat perang dunia berkecamuk. Selain itu, permainan politik tubuh Mata Hari juga menjadi sebuah hal yang menarik untuk diteliti lebih jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa ruang-ruang pertemuan antara dua kebudayaan sama sekali tidak bisa dielakkan. Mata Hari sebagai Indo berdarah campuran Belanda-Indonesia tidak dapat melepaskan dirinya dari dua kebudayaan yang melingkupinya, Belanda maupun Indonesia.
PROBLEM KEJIWAAN SETADEWA TERHADAP NASIONALISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Amirah Wulansari Arifin
Sirok Bastra Vol 3, No 2 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.949 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i2.66

Abstract

Y.B. Mangunwijaya adalah salah satu sastrawan besar di Indonesia. Salah satu karya sastranya yang berjudul Burung-Burung Manyar berlatar kondisi Agresi Militer Belanda. Dalam novel tersebut, terdapat konsep-konsep nasionalisme dan patriotisme yang diggambarkan oleh tokoh-tokohnya. Makalah ini membahas pemikiran dan ekspresi nasionalisme para tokoh dalam Burung-Burung Manyar. Metode yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Berdasarkan analisis, ditemukan banyak sekali makna-makna nasionalisme yang tecermin dalam diri para tokohnya, seperti karakter antagonis Setadewa dan juga dalam diri Atik serta para tokoh-tokoh bawahan lainnya. Setadewa yang awalnya tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap Indonesia, perlahan tumbuh nasionalismenya saat berhubungan dekat dengan Atik.
ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO PRESIDEN JOKOWI TENTANG PERUBAHAN IKLIM DI COP 21 PRANCIS PADA 30 NOVEMBER 2015: SEBUAH TINJAUAN IDEOLOGI Aprivianti Sugiyo
Sirok Bastra Vol 5, No 1 (2017): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.268 KB) | DOI: 10.37671/sb.v5i1.90

Abstract

Perubuhan iklim merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari. Kegiatan manusia yang memengaruhi perubahan iklim berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih guna lahan. Mata publik dunia pun tertuju pada fenomena ini. Penelitian ini menganalisis wacana pidato Presiden Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP21) yang diadakan di Paris, Prancis, pada 30 November 2015 berdasarkan proposisi makro yang dihasilkan melalui hubungan antarproposisi dan menjelaskan ideologi yang berkaitan dengan faktor identitas sosial Indonesia berdasarkan analisis gugus proposisi dengan menggunakan teori Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, ditemukan delapan proposisi makro yang dihasilkan melalui hubungan antarproposisi. Dari proposisi makro tersebut terlihat sikap Indonesia terhadap isu lingkungan dan beberapa ideologi yang berkaitan dengan faktor identitas sosial dari Indonesia.
WACANA SEREMONIAL PIDATO DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA (Speech Ceremonial Discourse in The Javanese Tradition Wedding Ceremony) Mulyana Mulyana
Sirok Bastra Vol 6, No 2 (2018): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.456 KB) | DOI: 10.37671/sb.v6i2.129

Abstract

Pidato dalam upacara perkawinan adat Jawa adalah bagian penting dalam keseluruhan tradisi bahasa dan budaya Jawa. Sebagai satuan wacana, struktur, dan muatan budaya dalam pidato menyimpan sejumlah permasalahan. Tujuan penelitian menjelaskan penggunaan bahasa, estetika bahasa, dan perubahan wacana pidato. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang dilengkapi dengan analisis wacana (discourse analysis). Bahan penelitian atau data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan lisan pidato perkawinan (PP) yang dapat didokumentasikan selama penelitian. Tuturan yang diambil sebagai data, didokumetasikan dari tuturan langsung dalam upacara perkawinan yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa di wilayah Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan: pertama, bahasa yang digunakan dalam upacara perkawinan masyarakat Jawa antara lain adalah: bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa campuran Jawa-Indonesia (Jawindo). Dalam penyampaiannya, wacana pidato kadang-kadang mengalami gejala alih kode dan campur kode, dan mengalami perubahan atau pergantian tingkat tutur. Kedua, unsur-unsur estetika yang digunakan dalam wacana pidato perkawinan yang berhasil ditemukan antara lain adalah: tembung saroja, tembung garba, yogyaswara, keratabasa, tembung entar, paribasan, bebasan, saloka, pepindhan, pralambang, purwakanthi, panambang bunyi ha-, seselan –in-, seselan –um-, tembung kawi, dan diksi religiusitas. Ketiga, terjadinya perubahan wacana pidato perkawinan disebabkan oleh perubahan konteks yang melatarbelakanginya. Konteks dalam hal ini berkaitan dengan situasi atau suasana yang berlangsung dalam upacara tersebut.  Speech in the Javanese wedding ceremony is important part in the Javanese tradition. But, as a unit of discourse, structure, and culture content in speech have several problems. This study aims to explain language usage, language aesthetics and speech discourse changes. This study used the sosiolinguistic approach that accompanied by the discourse analysis. This study used the object and/or data of the oral story about wedding speech (PP: pidato perkawinan) that gathered and documented as long as the study was conducted. The stories taken as data were documented from the direct stories in the wedding ceremony that performed by the Javanese in the area of Yogyakarta. The analysis results performed to the data could describe and explain several problems of this study. First, the spoken language in the wedding ceremony in the Javanese people were the Javanese, the Indonesian, and the mixed language between them called Jawindo (Javanese-Indonesian). Second, the aesthethics elements used in the wedding speech discourse that we found successfully were: tembung saroja, tembung garba, yogyaswara, keratabasa, tembung entar, paribasan, bebasan, saloka, pepindhan, pralambang, purwakanthi, panambang bunyi ha-, seselan -in-, seselan -um-, tembung kawi, and religious diction. Third, the change of the wedding speech discourse was happened because of the change of the underlying context. Context in this case related to the situation and ambience during the ceremony.
PENGARUH KONSEP HAGABEON, HAMORAON, DAN HASANGAPON TERHADAP KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM AMANG PARSINUAN Fransiska Simangunsong
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.376 KB) | DOI: 10.37671/sb.v1i2.24

Abstract

Hagabeon, hamoraon, dan hasangapon merupakan nilai budaya Batak Toba yang menjadi prinsip hidup masyarakatnya. Kehidupan orang Batak bertumpu dan dipengaruhi ketiga nilai budaya tersebut. Penelitian ini melihat pengaruh hagabeon, hamoraon, dan hasangapon terhadap ketidaksetaraan gender yang terjadi pada perempuan Batak Toba yang tergambar dalam Amang Parsinuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik kepustakaan. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa suborninasi pada perempuan Batak menyebabkan berbagai kekerasan, psikis, ekonomi, dan fisik.
TEKNIK PROPAGANDA DALAM LIRIK LAGU BAND PUNK MARJINAL Diyah Musri Harsini
Sirok Bastra Vol 3, No 1 (2015): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.85 KB) | DOI: 10.37671/sb.v3i1.57

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas propaganda sebagai bentuk komunikasi massa yang digunakan dalam lirik lagu band punk Marjinal. Pembahasan tersebut meliputi deskripsi propaganda dan teknik-tekniknya yang terkandung dalam lirik lagu mereka. Setelah dianalisis, ditemukan bahwa tidak semua teknik propaganda diterapkan dalam pembuatan sebuah lirik. Dari lima album Marjinal yang terdiri atas 68 lagu dipilih 32 lagu yang menggunakan teknik propaganda. Teknik propaganda yang terdapat di dalam ke-32 lagu tersebut adalah teknik propaganda name calling, testimonials, plainfolk, using all forms of persuations, serta teknik propaganda gabungan.