cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
UJI POTENSI EKSTRAK LIMBAH KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI BIOLARVASIDA NYAMUK DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti) Vida Elsyana; Dewi Chusniasih
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3975

Abstract

Kulit bawang merah berpotensi sebagai larvasida alami bagi Aedes aegyptikarena kandungan fitokimianya. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas biolarvasida ekstrak etanol kulit bawang merah terhadap larva Aedes aegyptiinstar III. Kulit bawang merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas biolarvasida dilakukan dengan menentukan konsentrasi terendah dari ekstrak yang mampu mematikan 50% populasi larva Aedes aegypti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bawang tidak bersifat aktif terhadap larva Aedes aegypti(LC50> 750 μg/mL). Ekstrak etanol kulit bawang merah berpotensi rendah sebagai biolarvasida terhadap Aedesaegypti.Kata Kunci : Kulit bawang merah, biolarvasida, Aedes aegypti
UJI ADSORBEN LIMBAH KULIT SINGKONG TERHADAP ION LOGAM Pb (TIMBAL) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Robby Candra Purnama; Annisa Primadiamanti; Fitri Yanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4085

Abstract

Permasalahan –permasalahan lingkungan banyak mendapat perhatian akhir –akhir ini, terutama terhadap kehadiran polutan beracun yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan manusia khususnya jenis logam berat salah satunya adalah Pb. Salah satu cara penanganan pencemaran logam berat adalah dengan memanfaatkan prinsip variasi massa adsorben dan waktu kontak dengan menggunakan kulit singkong yang memiliki kandungan protein, sellulosa non-reduksi, serat kasar yang tinggi dan HCN (asam sianida). Komponen –komponen tersebut mengandung gugus –OH, –NH2, –SH dan –CN yang dapat mengikat logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kulit singkong dalam menyerap ion logam Timbal (Pb) pada konsentrasi 10 ppm yang di analisis dengan metode Spetrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang 283.28 nm, dan menggunakan dua variasi yaitu Variasi 1 (1 g adsorben kulit singkong dalam waktu kontak 30 dan 60 menit), Variasi 2 (1,5 g adsorben kulit singkong dalam waktu kontak 30 dan 60 menit. Setelah dilakukan perhitungan terlihat peningkatan efisiensi penyerapan seiring semakin lamanya waktu kontak antara adsorben dengan ion logam Timbal (Pb). Dengan efisensi penyerapan terbesar pada waktu kontak 60 menit pada variasi kedua dengan nilai efisensi penyerapan pada masing –masing variasi adalah sebesar 95,09 % dan 96,30 %. Dari 2 variasi tersebut didapatkan penyerapan terbaik ion logam Timbal (Pb) yaitu pada variasi 2 dengan massa adsorben 1,5 gr dan waktu kontak 60 menit dengan konsentrasi ion terserap 9,1372 mg/l dan efisiensi penyerapan sebesar 96,30 %. Kata Kunci :Kulit singkong, Logam Pb, Spektrofotometri Serapan Atom.
PENGARUH MASSA DAN WAKTU PENYEDUHAN TERHADAPKADAR KAFEINDARI KOPI BUBUK INDUSTRI RUMAH TANGGASECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Niken Feladita Santoso; Nofita Nofita; Tyas Putri Wulandari
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3980

Abstract

Kafein adalah salah satu alkaloidyang banyak terdapat pada biji kopi, daun teh, dan biji coklat. Pada pria maupun wanita dewasa asupan maksimal kafein kedalam tubuh yaitu 400 mg. Kelebihan mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan gangguan pencernaan, insomnia, kegelisahan, dan ketidakterarturan detak jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kafein dalam kopi bubuk industri rumah tangga yang biasa diminum masyarakat Perumahan Karunia Indah Bandar Lampung. Dengan memvariasikan massa dan waktu penyeduhan yaitu 3, 4,5, dan 6 grammasing-masing selama 5,7, dan 10 menit untuk melihat ada atau tidak nya peningkatan yang dipengaruhi oleh massa dan waktu penyeduhan tersebut. Pengukuran kadar kafein ditentukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV dengan panjang gelombang 274nm.Didapatkan kadar kafein dari bubuk kopi industri rumah tangga dengan massa Sampel 3 g yang diseduh selama 5, 7, 10 menit yaitu, 1,66 %, 4,67%, 5,42%. Sampel 4,5g yang diseduh selama 5, 7, 10 menit yaitu, 3,52%, 3,78%, 5,25%. Sampel 6g yang diseduh selama 5, 7, 10 menit yaitu, 3,32%, 3,66%, 5,89%. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa semakin banyak massa dan semakin lama waktu penyeduhan maka kadar kafein semakin besar.Kata kunci : Kopi, Kafein, Spektrofotometri UV
PENETAPAN KADAR KETOPROFEN SEDIAAN TABLET DENGAN NAMA GENERIK “X” DAN MERK DAGANG “Y” DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Sherly Apriantika Dewi
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4089

Abstract

Ketoprofen merupakan obat antiinflamasi non steroid turunan asam propionat yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat keradangan pada berbagai keadaan rematik dan kelainan degeneratif pada sistem otot rangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kadar ketoprofen dalam sediaan tablet dengan nama generik “x” dan merk dagang “y” memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Farmakope Indonesia edisi IV. Metode yang digunakan pada penetapan kadar ketoprofen sediaan tablet yaitu dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi dengan menggunakan fase gerak metanol : asetonitril : asam asetat glassial 1% dengan perbandingan 50 : 30 : 20 dengan kecepatan alir fase gerak 1 ml/menit. Kolom yang digunakan yaitu Oktadesil Silika (ODS) dan menggunakan detektor UV 254 nm. Berdasarkan cara perhitungan menggunakan kurva kalibrasi yaitu konsentrasi terhadap area didapatkan persamaan garis y = 18450,02 X + 131157,2 dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9985. Hasil penetapan kadar dari tablet dengan nama generik dan merk dagang yang diperoleh yaitu untuk tablet ketoprofen merk dagang sebesar 98,64% atau setara dengan 49,32 mg/tablet dan pada tablet ketoprofen generik adalah 103,85% atau setara dengan 51,92 mg/tablet Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet ketoprofen merk dagang memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Farmakope Indonesia Edisi IV dan pada tablet ketoprofen generik tidak memenuhi persyaratan pada Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 98,5% dan tidak lebih dari 100,5% dari jumlah yang tertera pada etiket.Kata Kunci : Ketoprofen, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Penetapan Kadar,Tablet
PENETAPAN KADAR ASAM SIANIDA PADATALAS (Colocasia esculenta) DENGANVARIASI WAKTU PERENDAMAN SECARA ARGENTOMETRI Mardiyono Mardiyono
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3976

Abstract

Talas (Colocasia esculenta) merupakan salah satu sumber karbohidrat yang tinggi. Oleh sebab itu, talas banyak digunakan sebagai salah satu alternatif makanan tambahan. Selain memiliki nilai gizi, tanaman talas juga mengandung asam sianida (HCN) yang merupakan senyawa beracun yang dapat mengakibatkan keracunan sampai dengan kematian. Asam sianida dapat dikurangi dengan proses pengolahan seperti perendaman dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar asam sianida (HCN) dalam talas dengan variasi waktu perendaman 0 menit, 10 menit, 20 menit dan 30 menit dalam air. Metode yang digunakan yaitu Argentometri yang merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawa-senyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO3) pada suasana tertentu. Kadar rata-rata dari masing-masing sampel yaitu 0 menit: 34,12; 10 menit: 28,78; 20 menit: 22,61; 30 menit: 15,21. Dari hasil penelitian yang didapat penulis menarik kesimpulan yaitu terdapat perbedaan kadarantara keempat sampel, dengan demikian perlakuan perendaman mempengaruhi penurunan kadar asam sianida (HCN) dalam talas.Kata kunci : Talas, Asam sianida (HCN), Perendaman dalam air, Argentometri
UJI DAYA HAMBAT DAUN, KULIT BATANG DAN BUAH SAWO MANILA MUDA (Manilkarazapota L)TERHADAP BAKTERI Escherichia coliDAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Riza Aulia
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4086

Abstract

Penggunaan obat tradisional semakin diminati dibandingkan obat kimia, hal ini disebabkan karena mahalnya obat-obatan kimia, serta efek samping yang relatif tinggi. Tanaman sawo manila muda merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai senyawa antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda (Manilkara zapota L) terhadap bakteri Escherichia colidan Staphylococcus aureus. Serbuk kering daun, kulit batang dan buah sawo manila muda diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan prinsip membuat lubang sumuran pada permukaan agar padat. Penelitian ini menggunakan kontrol positif cotrimokasazole dan kloramfenikol, dan kontrol negatif menggunakan aquadest steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun, kulit batang dan buah sawo manila muda memiliki aktivitas antibakteri pada Escherichia colidan Staphylococcus aureusterdapat perbedaan aktivitas pada setiap konsentrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit batang sawo manila muda lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureusdibandingkan dengan bakteri Escherichia coli, pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 17,70 mm. Kata Kunci:Difusi Sumuran, Tanaman Sawo Manila Muda, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA HATI AYAMBROILER DAN HATI AYAM KAMPUNGYANG DIJUAL DI PASAR SMEP SECARASPEKTROFOTOMETRISERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3981

Abstract

Hati ayam merupakan produk jeroan yang sangat diminati. Hati ayam banyak dikonsumsi karena kaya akan zat besi (Fe). Zat besi sangat berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat mengetahui hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Diketahui bahwa jenis pakan kedua ayam tersebut berbeda, sehingga hal ini memungkinkan adanya perbedaan kadar Fe pada hatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Sampel didapatkan dari salah satu Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif sampling, sampel yang digunakan sebanyak empat sampel. Alat yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 pada panjang gelombang 248.44 nm. Diperoleh persaman garis regresi linear yaitu y = 0.0340 + 0.0865x, dengan koefisien korelasi (r) adalah 0.9973. kadar rata-rata zat besi dari hati ayam broiler dan hatiayam kampung berturut-turut 6.1422± 1.4073 mg/100g dan 36.8537 ± 0.8169mg/100g. Hasil dari perhitungan uji t didapatkan bahwa thitung= 40.7300 Nilai thitungini yang akan dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 3,17. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara zat besi hati ayam broiler dan hati ayam kampung yang dijual di pasar Smep Bandar Lampung.Dengandemikian, kadar Fe pada hati ayam kampung lebih besar dari hati ayam broiler sehingga ayam kampung dapat digunakan sebagai alternatif sumber zat besi. Kata kunci :Fe, Anemia, hati ayam kampung, hati ayam broiler, spektrofotometri serapan atom.  
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L) JENIS SMOOTH CAYENNE DAN QUEEN TERHADAP BAKTERIStreptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI Diah Astika Winahyu; Robby Chandra Purnama; Senja Safitri
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3973

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas buah unggulan di Indonesia yang banyak digemari masyarakat lokal maupun luar negeri karena memiliki rasa asam manis yang khas. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas mengandung enzim Bromelin dan senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak kulit nanas smooth cayenne dan queen terhadap bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak kulit nanas didapat darimaserasi serbuk kulit nanas dengan pelarut etanol 96%. Uji antimikroba terhadap bakteri Streptococcus mutans mengunakan difusi agar. Konsentrasi ekstrak kuli nanas yang digunakan 100%, 80%, 60%, 40%, 20% dengan antibiotik Clindamycin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter rata-rata pada kulit nanas Smooth Cayenne konsentrasi 100% diameter zona hambat 11,29 mm, 80% yaitu 10,63 mm, 60% yaitu 9,87 mm, 40% yaitu 9,50 mm, dan 20% yaitu 9,33 sedangkan zona hambat terhadap Kulit Queen pada konsentrasi 100% yaitu 10,55 mm, 80% yaitu 10,01 mm, 60% yaitu 9,67 mm, 40% yaitu 9,25 mm, dan 20% yaitu 9,19 mm. Hasil pengujian daya hambat ekstrak kulit nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang hingga kuat.Kata kunci : Antibakteri, Kulit Nanas, Streptococcus mutans, Difusi Agar
PENETAPAN KADAR LEMAK TOTAL PADA SUSU KENTAL MANIS COKELAT YANGDIJUAL DI MINIMARKET KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODESOKLETASI Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa; Ni Kadek Dewi Utami
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4082

Abstract

Susu kental manis cokelat merupakan salah satu sumber lemak yangmerupakan sumber energi. Selain sebagai sumber energi, lemak juga merupakanpenyusun terbesar dari membran sel yang berfungsi sangat penting dalammempertahankan bentuk organ tubuh dan suhutubuh. Kelebihan konsumsi lemak dariyang dibutuhkan oleh tubuh dapat menyebabkan dampak negatif yaitu keadaanhiperlipidemia.Hiperlipidemia ialah kelainan metabolisme lipid yang ditandai denganpeningkatan lemak dalam darahyangdapat menimbulkan obesitas dan ateroskleosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar lemak total pada susu kentalmanis cokelat merk A, B dan C yang dijual di Minimarket Kota Bandar Lampung dankesesuaiannya dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia 2971:2011 yaitu 8–10%. Penetapan kadar lemak total pada susu kental manis cokelat dilakukan denganmenggunakan metode Sokletasi yang sederhana dan memiliki ketepatan yang baikdengan prinsip ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar, ekstraksi terjadisecara terus-menerus dengan adanya pendingin balik. Pelarut yang digunakan adalahheksana yang memiliki sifat yang sama dengan sampel yaitu non polarHeksana juga merupakan pelarut anhidrat yaitu pelarut yaitu pelarut yang bebas airsehingga bahan-bahan yang larut air tidak ikut terekstrak dan terhitung.Hasil analisismenunjukkan bahwa kadar rata-rata dari sampel merk A sebesar 9,86%, merk Bsebesar 9,73% dan merk C sebesar 9,88% sehingga dapat disimpulkan bahwa ketigasampel susu kental manis cokelat memenuhi Standar Nasional Indonesia 2971:2011.Kata kunci : Susu Kental Manis, Lemak Total, Sokletasi
PENETAPAN KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA LIP LINERDENGAN METODE INDUCTIVELY COUPLED PLASMA MASS SPECTROMETRY(ICP-MS) Verlia Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3977

Abstract

Lip lineradalah golongan lipstik yang digunakan untuk membingkai bibir sebelum menggunakan lip productlainnya dan dapat membantu menjaga pewarna bibir yang berminyak agar tidak berantakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lip lineryang dijual di Lorong King Pasar Tengah Bandar Lampung mengandung timbal dan berapakah kadar timbal yang ada pada lip linertersebut dengan menggunakan metode ICP-MS. Prinsip dasar ICP-MS adalah bahwa atom-atom suatu logam yang diukur yaitu atom yangterionisasi positif sedangkan atom yang bermuatan negatif dan bahkan tidak memiliki muatan akan dibuang. Berdasarkan hasil penandaan kemasan pada sampel lip lineryang digunakan yaitu sampel A, B, C tidak memenuhi persyaratan BPOM No.18 tahun 2015 tentangpersyaratan kosmetika sedangkan sampel D memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian uji kualitatif sampel negatif mengandung timbal dan hasil uji kuantitatif didapatkan kadar rata-rata timbal pada sampel A yaitu 1,7276 mg/kg, sampel B yaitu 0,7713 mg/kg,sampel C yaitu 0,8564 mg/kg, sampel D yaitu 0,6284 mg/kg. Jadi kesimpulannya bahwa sampel lip linermemenuhi persyaratan BPOM RI No.17 tahun 2014 yaitusebesar ≤ 20 mg/kg.Kata Kunci : Lip Liner, Timbal(Pb), ICP-MS, Lorong King Pasar Tengah

Page 10 of 23 | Total Record : 228