cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER" : 8 Documents clear
Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tentang Pribumisasi Pendidikan Islam: Solusi Integratif Menyatukan Agama dan Budaya Fajar Ari Nugroho
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.3910

Abstract

Artukel ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan deskripsi mengenai salah satu ulama sekaligus tokoh pendidikan Indonesia yang cukup terkemuka, yakni KH. Abdurrahman Wahid berkaitan dengan pemikiran pribumisasi pendidikan Islamnya. Artikel ini ditulis dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa jurnal, buku, dan artikel lain yang berkaitan dengan topik. Hasil dari penelitian ini memberikan pengertian bahwa berdasarkan sejarah hidupnya beliau adalah seorang yang berpendidikan dan keluasan pemikirannya meliputi banyak hal khususnya mengenai pluralisme, toleransi, dan juga pendidikan. Pemikiran beliau mengenai pendidikan cukup memiliki pengaruh atau berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Beliau adalah salah satu ulama yang dalam melakukan penyampaian pendapat memilih menggunakan cara yang bisa dibilang nyentrik dan berciri khas. Adapun kaitannya dengan pemikiran beliau mengenai pribumisasi pendidikan Islam adalah sebagai berikut: dalam pandangan Gus Dur adalah sintesis antara pemikiran Islam tradisional (yang telah ada sejak zaman dahulu) dengan pemikiran Islam modern yang diadopsi dari pengaruh globalisasi dan kemajuan zaman, sehingga mampu memberikan dan menciptakan sebuah sistem yang sesuai dengan tuntutan zaman.
PERADABAN DAN PEMIKIRAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Lesnida Lesnida; Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4839

Abstract

Abstract: This study aims to determine 1) how Islamic civilization was at the time of the Prophet Muhammad. 2) how Islamic thought at the time of the Prophet Muhammad. To find out these two problems, the authors analyzed Islamic civilization and thought at the time of the Prophet Muhammad. in terms of Islamic history during the leadership of the Prophet. This study uses historical research methods. The research method used is to use the historical research method, namely a system of the correct ways to reach historical truth. The results of the research show that there is a figure of the Messenger of Allah SWT. namely, a servant whose presence is eagerly awaited to be able to save and free from the bondage of idolatry. In the midst of a society that is ignorant and perverted, Allah SWT. sent a prophet who gave the right guidance and light, he was the Prophet Muhammad. He was sent with a treatise or teachings from the creator. Give instructions to them about who really has the right to be worshiped and asked for help. Explaining to them the straight path again saves. The Koran and the Sunnah brought real changes to Arabs and nations who embraced Islam. The following article describes the civilization and thought of Islam at the time of the prophet Muhammad. Keywords: civilization, thought, Islam, the time of the Prophet Muhammad
PEMANFAATAN CAGAR BUDAYA KAUMAN MENARA KUDUS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Moh Rosyid
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4166

Abstract

Tujuan ditulisnya naskah ini adalah memberi fakta bahwa benda cagar budaya memiliki manfaat untuk dijadikan sumber belajar sejarah. Data riset ini diperoleh penulis dengan observasi dan referensi yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Kudus pada masa lalu pra-Islam meninggalkan jejak peradaban yang agung berupa Menara Kudus, Gapura Kembar (keduanya di Masjid al-Aqsha Kudus) dan lainya di Kawasan Kauman Menara Kudus. Fakta tersebut dapat dijadikan penguat bahwa kehidupan masa lalu yang mewariskan jejak budaya dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang sebagai sumber pembelajaran sejarah, terutama pengkaji sejarah, arkeolog, sosiolog, antropolog dan ilmuwan lainnya tentang Kudus. Tugas bersama pemda Kudus, DPRD Kudus, dan warga Kudus adalah merawat sesuai dengan porsi masing-masing.
PERKEMBANGAN HISTORIOGRAFI ISLAM MODERN INDONESIA: TELAAH KARYA ISLAM DAN MASYARAKAT PANTULAN SEJARAH INDONESIA Luqman Al Hakim; Rosipah Rosipah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4424

Abstract

Abstrak Abstrak: Perkembangan historiografi Islam modern Indonesia: Telaah  karya Islam dan masyarakat pantulan sejarah Indonesia. Historiografi Islam Indonesia terbagi menjadi tiga periode yang diawali dari periode klasik, kolonial, dan modern. Secara general antara historiografi umum dan historiografi Islam memiliki banyak persamaan baik dalam metodologi, subjektivitas, objektivitas dalam penggunaan di lingkup sejarah, akan tetapi terdapat esensi yang berbeda yakni historiografi Islam lebih menitik beratkan penceritaan nuansa umat Islam sehingga memberikan aspek cita rasa dalam memaknai sejarah. Adapun keunikan dari penelitian ini yakni lebih memberikan gambaran perkembangan historiografi Islam modern Indonesia yang dimulai pasca kemedekaan Indonesia hingga periode lahirnya historiografi Islam era reformasi, menggambarkan ulasan salah satu karya historiografi Islam Indonesia modern yakni; karya Taufiq Abdullah mengenai corak penulisan, dan metode yang digunakan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode analisis deskriptif yang berfungsi untuk menganalisis, menyajikan, dan mengkeksplorasi data historiografi Islam Indonesia modern sehingga menghasilkan manfaat penelitian yakni; guna menyuguhkan data perkembangan historiografi Islam Indonesia dan memberikan gambaran salah satu potret karya historiografi yang di telaah berdasarkan metode, dan corak penulisan yang digunakan, sehingga menghasilkan hasil yang kredibel dan komprehensif. Kata Kunci: Historiografi, Masyarakat, Islam, Indonesia. Abstract: The development Islamic modern Indonesian historiogrphy: Work review Islam and reflection society Indonesian history. Islamic Indonesian historiography  divided three period to start from classic period, kolonial, and modern. Generally between general historiography and Islamic historiografi have many similaritty in method,subjectivitay, objectivity in used historical scope, but exist different essesence that Islamic historiography more weight point in explained story Muslims nuance history. As for the unique from the research that’s give more immagine development Islamic modern Indonesian historiography from independent pasca to born period Islamic historiography reform era, in other that as for explain one of creation Islamic modern Indonesian historiography that’s: Taufiq Abdullah creation in writing style, and used methods. As for used methods in the research that’s descriptive analysis which serves to produce analysis, serves, and explains Islamic modern Indonesian historiography data so that benefit produced research that’s; in order to present and development Islamic Indonesian historiography data and give an overvier as one portrait historiography masterpiece being studied based on methods, used wrting style, so that produced credibility and komprehensif.               Key Words: Historiography, Public, Islam, Indonesia.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM STUDI ISLAM Ahmad Faidi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.5367

Abstract

Ketertarikan kaum antropolog terhadap agama mulai muncul pada masa-masa kolonialisasi yang dilakukan oleh orang-orang Eropa. Hal demikian dipicu oleh keberhasilan dalam mereka menemukan “dunia baru,” yakni sebuah dunia yang begitu berbeda dengan dunia mereka di Eropa. Pada masa itu dunia Eropa terkenal begitu sekuler dan tidak (mau) mengenal agama. Sedangkan pada dunia timur, justru mereka menemukan hal yang benar-benar baru bagi mereka, yakni munculnya berbagai fenomena kebudayaan yang begitu erat kaitannya dengan agama yang tumbuh subur di dalamnya.
BUDAYA MUSLIM MELAYU PATTANI THAILAND SELATAN Novia Isti Setiarini; M Misbah; Kholid Mawardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4440

Abstract

Masyarakat Thailand merupakan masyarakat yang mayoritas menganut agama Budha. Di Thailand hanya sedikit yang menganut agama Islam. Namun, masyarakat di negara Thailand merupakan mayoritas yang berkembang cepat dan merupakan minoritas terbesar setelah negara China. Masyarakat muslim di Thailand mayoritas berada di wilayah selatan yaitu di  Provinsi  Pattani,  Yala  dan  Narathiwat  ditambah  dengan  sebagian  Satun  dan  Songkhla. Wilayah  tersebut  berbatasan  langsung  dengan  negara  Malaysia  dimana  penduduknya terdiri dari etnis Melayu sehingga biasa disebut dengan melayu-muslim. Islam dan kebudayaan melayu menyatu dan tidak terpisahkan, oleh karena itu ada beberapa budaya yang melekat erat serta menjadikannya sebagai ciri khas pada melayu muslim Pattani bagian selatan Thailand. Budaya tersebut meliputi: Bahasa melayu (kecek nayu); bahasa kampong dan tengoh; tulisan Jawi (aksara jawi); hukum bersumber dari kitab fiqh; abangan dan santri; pendidikan: sekolah anubban, raudhoh, tadikayang;  pondok pesantren; baju kurung.
MEMBONGKAR HUKUM AKULTURASI BUDAYA SUNAN KALIJAGA Vira Ananda Putri; Ashif Az Zafi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.3050

Abstract

Akulturasi merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan agama islam. Akulturasi yang telah dipraktikkan oleh Sunan Kalijaga menghasilkan ijtihad yaitu wayang, gamelan, selametan, tembang jawa, dan sekatenan. Hal ini dilakukan Sunan Kalijaga untuk merubah pandangan masyarakat Jawa bahwa islam bukanlah agama yang berupa ancaman tetapi agama yang damai dan fleksibel. Tujuan petimbangan penulisan yaitu pertama, jika dalam sebuah hukum islam dijalankan tanpa dasar Al Qur’an, hadist, dan ijma’ maka dapat dikatakan bid’ah. Kedua, fakta di lapangan membuktikan bahwa ijtihad Sunan Kalijaga menjadi amaliyah di masyarakar Jawa. Ironisnya secara kuantitas akulturasi budaya yang dilakukan Sunan Kalijaga berhasil secara signifikan, tetapi secara kualitas masih rendah, dikarenakan islam diterapkan tidak sebagaimana mestinya sesuai kesadaran dan nalar manusia. Sehingga menyebabkan umat islam berpindah agama dan amalan umat islam mengarah ke klenik. Ketiga, untuk memunculkan tipologi alternative terhadap bermacam-macam fiqh dan ushul fiqh yang telah berhasil menjelaskan ijtihad yang memadukan hukum islam dengan kearifan local budaya Jawa. Hasil penulisan dapat disimpulkan bahwa Sunan Kalijaga menggunakan system akulturasi yaitu memadukan budaya Jawa dengan ajaran islam secara universal, yang telah ditemukan kebenarannya dengan menggunakan al ‘Urf untuk membongkar hukum atau validitas pola akulturasi ijtihad yang diterapkan Sunan Kalijaga.
Nilai-nilai Kerja dalam Kesenian Islam Syarafal Anam Sebagai Bimbingan Pribadi-Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Cegah Tangkal Radikalisme (Deradikalisasi) Zubaedi Zubaedi; Prio Utomo; Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v6i2.4464

Abstract

Nilai-nilai Kerja dalam Kesenian Islam Syarafal Anam Sebagai Bimbingan Pribadi-Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Cegah Tangkal Radikalisme (Deradikalisasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kerja (pesan, makna, manfaat dan fungsi) kesenian Islam syarofal anam dalam cegah tangkal radikalisme (deradikalisasi). Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi ekplorasi. Lokasi peneliitian dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2019. Subjek penelitian yaitu Tokoh Agama,  Ketua Adat, Ketua dan anggota syarafal anam, dan Ketua Kelompok/Dzikir, subjek diambil dengan menggunakan teknik snowballing. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi teks maulid, wawancara, angket dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh temuan nilai-nilai kerja yang terkandung di dalam kesenian Islam syarofal anam  yaitu sebagai penghibur, pendidikan sosial, penebal emosi keagamaan, ritual dan dakwah Islam; dan anjuran bagi masyarakat untuk menjauhi budaya luar yang merusak nilai-nilai budaya lokal seperti paham radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW..

Page 1 of 1 | Total Record : 8