cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Behongang
ISSN : 26554933     EISSN : 26864495     DOI : 10.54484
Core Subject : Science,
Tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dibidang Teknik Komputer dan Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN BIDANG KEARSIPAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2018 Sigit Hadi Waluyo; Sisbiyanto; Sigit Hadi Waluyo
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks kepuasan masyarakat didapatkan dengan cara melakukan survei menggunakan metode survei kualitatif dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo berdasarkan Undang-undang no 14 tahun 2017 tentang pelayanan publik. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan rencana strategis dan wujud kepatuhan terhadap aturan. Penelitian ini berdasarkan pada survei yang dilakukan pada tahun 2018, menghasilkan nilai indeks kepuasan masyarakat pengguna layanan Kearsipan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil survei didapatkan 3 unsur dengan hasil tertinggi berturut-turut sebagai berikut: unsur kompetensi pelaksana (3.138), unsur prosedur (3.069) danunsur persyaratan (3.017). 3 unsur yang harus ditingkatkan karena mendapat nilai yang rendah berturut-turut sebagai berikut: unsur pengaduan saran dan masukan (2.724), unsur maklumat pelayanan (2.845) dan waktu pelayanan (2.862). The public satisfaction index is obtained by conducting a survey used a qualitative survey method carried out by Library and Filing Department of Probolinggo District based on Law No 25 of 2009 concerning public service. Those was an effort to implement a strategic plan and form of compliance with the rules. Those research was based on 2018 survey, the result was a value index of the people satisfaction who used the record management field service used descriptive analysis methods.The survey results found 3 elements with the highest results in a row as follows: Elements of implementing competence (3,138), elements of procedure (3,069) and elements of requirements (3,017). 3 elements those need to improved due to the following lowes values: Element of complaint suggestion and feedback (2,724), element of service information (2,845) and element of service times (2,862).
RENCANA IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA BIDANG PERIKANAN DAN PARIWISATA DI PULAU LIPAENG Alfrianus Papuas; Stenly Cicero Takarendehang; Arifin Paulus Tindi
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil perikanan yang melimpah membuat konsumsi hasil laut tidak hanya dinikmati oleh masyarakat pulau Lipaeng tetapi juga dapat dipasarkan ke luar, hal ini dibuktikan dengan adanya hasil perikanan dari nelayan pulau Lipaeng yang dijual di pasar Petta kecamatan Tabukan Utara dan pasar Towoe di kota Tahuna.Pantai Lipaeng kaya akan keanekaragaman biota laut sehingga menjadikanya kandidat untuk wisata bahari. Teknologi informasi dapat menjadi solusi untuk mengembangkan sektor perikanan dan pariwisata. Dalam perencanaan, perlu dilakukan kajian untuk menilai kelayakan implementasi agar bisa bermafaat dan dapat mengukur risiko yang akan terjadi. Technical Economic Legal Operational Schedule (TELOS) dapat mengukur kelayakan dari rencana implementasi teknologi untuk pengembangan di bidang perikanan dan pariwisata sehingga hasil kajian perencanaan dapat dijadikan cetak biru penerapan teknologi informasi. Berdasarkan hasil yang didapatakan yaitu kelayakan Teknis dengan nilai 0,89 , kelayakan Ekonomi dengan nilai 0,22, kelayakan Hukum dengan nilai 0,60, kelayakan Operasional 0,75, dan kelayakan Jadwal 0,39 maka nilai kelayakan TELOS adalah 0,61 dan dinyatakan LAYAK (B) dengan risiko SEDANG. Abundant fishery products make the consumption of marine products not only enjoyed by the people of Lipaeng island but also can be marketed to the outside, those was evidenced by the existence of fisheries products from Lipaeng island fishermen who were sold in Petta market in North Tabukan sub-district and Towoe market in Tahuna city. Lipaeng beach is rich in diversity of marine life making it a candidate for marine tourism. Information technology can be a solution for developing the fisheries and tourism sectors. In plan, it was necessary conduct a study to assess the feasibility of implementation in order to take advantage and able to measure the risks that will occur. TELOS can measure the feasibility of a technology implementation plan for development in the field of fisheries and tourism so that the results of the planning study can used as a blueprint for the application of information technology. Based on the stated results, namely Technical feasibility with a value of 0.89, Economic feasibility with a value of 0.22, Legal feasibility with a value of 0.60, Operational feasibility of 0.75, and the feasibility of a Schedule 0.39, the value of the feasibility of TELOS is 0.61 and declared WORTH (B) with MEDIUM RISK.
CLUSTERING SEBARAN ALUMNI PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA Noldy Sinsu; Oktavianus Lumasuge; Steve Arthur Sehang
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi database saat ini memungkinkan untuk menyimpan sejumlah data dalam jumlah yang sangat besar dan terakumulasi namun disinilah awal timbulnya persoalan dengan semakin banyaknya data, seperti pada Program Studi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui sebaran mahasiswa dengan menggunakan tracer alumni, sehingga data yang ada dapat dipakai guna mengelompokkan sebaran mahasiswa berdasarkan kesamaan ciri dari data menggunakan metode k-means clustering. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan menganalisis pengelompokan sebaran mahasiswa. Data tracer tersebut diperoleh data alumni yang ada pada Program Studi Sistem Informasi, berdasarkan data alumni yang ada informasi yang tersembuyi dapat diketahui dengan cara melakukan pengolahan terhadap data tersebut sehingga berguna bagi pihak Program Studi Sistem Informasi. Penelitian ini mengenalisis Tracer Alumni Program Studi Sistem Informasi dari angkatan 2006 sampai dengan angkatan 2015 dengan menggunakan algoritma k-means clustering menggunakan microsoft excel. Attribut yang digunakan adalah domisili, waktu masuk, waktu wisuda dan waktu tunggu kerja. Cluster yang terbentuk adalah dua cluster. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk menentukan strategi promosi berdasarkan cluster yang terbentuk oleh pihak Program Studi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara. In this era database technology makes it possible to store a large amount of data and accumulates, but this is where the beginning of the problem arises with the increasing number of data, such as in Polytechnic State of Nusa Information System Study Program. That’s way it I was very important to know the distribution of students use alumni tracers, so the available data can be used to classify student distribution based on the similarity of features of the data using the K-means Clustering Method. This study aims make easy analyze distribution of student distribution. Tracer data is obtained alumni data in the Information Systems Study Program, based on existing alumnus, and the hidden data about information can be known by processing it so it is useful for the Information Systems Study Program. This research introduces Information Systems Study Program Alumni Tracer from class of 2006 to the class of 2015 used the K-Means Clustering Algorithm by used Microsoft Excel. The attributes were used domicile, time of entry, graduation time and waiting time for work. Clusters were formed two clusters. The results of this study were used as a basic to made decision to determine promotion strategies based on clusters formed by the Polytechic State of Nusa Utara in Information System Study Program.
EFEKTIVITAS PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN TINGKAT DASAR MENGGUNAKAN TEORI ROUGH SET DI KAMPUNG KENDAHE I Ella Helmy Israel; Miske Silangen; Abraham Kamal; Stendy Sakur
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan perkampungan merupakan salah satu masalah yang dihadapi Negara berkembang. Kesenjangan tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya kesenjangan infrastruktur antara kota dan kampung, maupun tingkat kebutuhan masyarakat akan fasilitas dan perangkat TIK seperti telepon seluler, komputer, maupun internet, serta ketersediaan SDM TIK, yang berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK di tingkat kampung. Kebijakan dan program-program pemerintah pusat sering menempatkan kampung sebagai objek bukan sebagai subjek, program pemanfaatan TIK hanya sampai pada tingkat kabupaten atau kecamatan. Oleh karena itu, dengan munculnya gerakan dari kampung yang dapat menyelenggarakan pemerintahan secara baik dan mandiri, yang didukung dengan pemanfaatan TIK, menjadi pelajaran bahwa inisiatif tersebut dapat dilakukan dari bawah. Dengan demikian kampung tersebut mampu melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan kampung itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Kampung Kendahe I, Kabupaten Sangihe. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada berbagai pihak diantaranya, Kepala Kampung Kendahe I untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan TIK dalam hal ini adalah pemanfaatan Aplikasi perkantoran tingkat dasar. Aplikasi Perkantoran tingkat dasar yang dimaksud adalah Aplikasi yang berhubungan dengan pengentrian data masyarakat, Microsoft Office merupakan salah satu jenis Aplikasi perkantoran tingkat dasar yang nantinya akan dipakai sebagai tolak ukur data yang akan dipakai dalam penelitian Efektivitas Pelatihan Aplikasi Perkantoran Tingkat Dasar Menggunakan Teory Rough SET di Kampung Kendahe I.Penelitian berfokus pada penggunaan/pemanfaatan TIK oleh kampung untuk mendukung kegiatan pemerintah kampung terkait pelayanan kepada masyarakat. The digital divide between urban communities and villages is one of the problems facing developing countries. These gaps caused by various factors including infrastructure gaps between cities and village, as well as the level of community needs for ICT facilities and devices such as cell phones, computers, and the internet, and the availability of ICT human resources, which affects the use of ICT at the village level. Central government policies and programs often place villages as object rather than subjects, ICT used programs only reach the district or sub-district level. Therefore, with the emergence of a movement from the village can organize governance well and independently, which is supported by the used of ICTs, it was become a lesson that the initiative can be carried out from below. Thus the village was carry out development according to the needs of the village itself. This research was conducted in Kampung Kendahe I, Sangihe Regency. The results of this study were expected to provide input to various parties including, the Head of Kampung Kendahe I to find out how the use of ICT in this case it was the utilization of basic office applications. The basic office application in question it was an application that relates to data entry in the community. Microsoft Office is one of the basic office applications that used as a benchmark for data used in research Kendahe I. The research focus on the use or use of ICTs by villages to support village government activities related to service to the society.
APLIKASI ADMINISTRASI NILAI BERBASIS WEB PADA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) CENDANA SAMARINDA Iwan Sutandi; Muhammad Yani; Thami Agus Rusdi
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cendana Samarinda adalah lembaga swasta yang bergerak di bidang jasa pendidikan nonformal. Peran dalam kegiatan administrasi yang dilakukan lembaga kursus sangat penting, berbagai berkas perlu dikelola dengan baik dan mudah untuk ditemukan. Aplikasi Administrasi Nilai berbasis Web pada LKP Cendana Samarinda dibuat untuk mempermudah dalam pengelolaan data yang berhubungan dengan kegiatan kursus di LKP Cendana. Metode pengembangan sistem yang digunakan metode Waterfall sedangkan alat bantu perancangan sistem yang digunakan adalah Flow of Document, Diagram Konteks, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, Hirarki Input Proses Output dan Perancangan Basis Data. Pembangunan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database management system MySQL. Hasil dari aplikasi yang dibuat untuk memudahkan pengelolaan data peserta kursus yaitu, data program kursus, instruktur, peserta kursus, absensi, nilai hingga pembuatan laporan dan sertifikat. Dari hasil pengujian beta terhadap pengguna menunjukan bahwa 68% responden setuju dengan aplikasi sudah memenuhi kriteria yang dimaksud. Course and Training Institute (LKP) Cendana Samarinda is a private institution engaged in non-formal education services. The role in administration activities undertaken by the institution is very important, various files need to be managed well and easy to find. The Application Administration Test Score Web-Based On LKP Cendana Samarinda was made to facilitate the management of data related to course activities at LKP Cendana. The system development method used is the Waterfall method while the system design tools used are Flow of Document, Context Diagram, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram, Hierarchy Input Process Output and Database Design. Application development uses the PHP programming language and the MySQL database management system. The results of the application are made to facilitate the management of data related to course participants are the course data, instructors, course participants, attendance, test score to report making and certificates. From the results of beta testing of users shows that 68% of respondents agree with the application has met the criteria in question.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (Studi Kasus: SD GMIST Petra Nagha) Stefi Jeklin Ontak; Ella Israel; Abraham Kamal
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) siswa yang kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan hingga kejenjang sekolah menengah atas. Peluncuran program KIP oleh pemerintah ini ditujukan agar dapat menghilangkan kesenjangan atau hambatan ekonomi bagi siswa yang berkeinginan untuk sekolah. Dalam tujuan yang luas lagi Kartu Indonesia Pintar ini juga wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan juga Pendidikan Universal/ Wajib Belajar 12 Tahun. Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar sering kali tidak tepat sasaran. Masih bersifat subjektif dan masih menggunakan microsoft excel sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam proses menginput data secara berulang, yang memungkinkan terjadinya kecurangan dalam pemilihan dan terjadinya kesalahan dalam penginputan data. Demi mempermudah pekerjaan dan menghindari kesalahan data dengan sistem lama maka dibangunlah sebuah Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan dapat membantu mempermudah dalam memilih siswa yang layak mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. With the existence of KIP, students who are less able to continue their education to high school level. The launch of the Smart Indonesia Card program by the government is aimed at eliminating gaps or economic barriers for students who wish to go to school. In a broader purpose, the Smart Indonesia Card is also required to study 9 years of basic education as well as universal education / 12 year compulsory education. The distribution of Indonesia Smart Cards is often not on target. Still subjective and still use Microsoft Excel so that it takes a long time in the process of inputting data repeatedly, which allows fraud in the selection and errors in data input. In order to make work easier and avoid data errors with the old system, a Decision Support System for Indonesian Smart Card Recipients was built using the Simple Additive Weighting (SAW) method. This Decision Support System is expected to help make it easier to choose students who are eligible for the Smart Indonesia Card.
PENERAPAN MODEL DATA UAV FOTOGRAMETRI UNTUK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ZONA PEMANFAATAN LAHAN (Studi Kasus: Kampung Bukide Kecamatan Nusa Tabukan) Oktavianus Lumasuge; Ella Israel
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menghubungkan data remot sensing Unmaned Aerial Vehicle (UAV) untuk pengolahan data spasial berbasis sistem informasi geografis. Teknologi ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk mendapatkan data lebih detil, real time, cepat dan lebih murah dibandingkan dengan penggunaan peta citra satelit. Kelebihan lain dari AUV dibandingkan foto citra satelit, AUV dalam proses pengambilan data foto udara berada pada posisi di bawah awan sehingga mampu menghasilkan data foto udara beresolusi tinggi. Hal tersebut dipengaruh oleh karena AUV tidak banyak di intervensi oleh perubahan atmotfer dibandingkan dengan foto hasil citra satelit. Proses digitalisasi menggunakan metode pengenalan objek dan segmentasi citra mengunakan perangkat lunak agissoft metashape, ArGIS10.4 dan Geomatica versi 2014. Hasil dari tahapan metode tersebut diketahui wilayah kampung bukide memiliki luas ± 143,59 ha. Luas tersebut diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu tutupan lahan vegetasi 135,49 ha, area pantai 1,55 ha dan Pemukiman seluas 6,59 ha. Hasil ini diperoleh dari pengenalan citra data UAV serta pengambilan titik koordinat pada 6 bentang alam yang digunakan sebagai acuan pada proses pengenalan citra dan georefensi. This study links remote sensing data to Unmaned Aerial Vehicle (UAV) for spatial data processing based on geographic information systems. This technology is an alternative solution to get more detailed, real time, fast and cheaper data compared to using satellite imagery maps. Another advantage of AUV compared to satellite imagery is that in the process of capturing aerial photo data, it is located under the cloud so that it can produce high-resolution aerial photo data. This was influenced by the fact that the AUV was not much intervened by changes in the atmosphere compared to satellite images. The digitization process uses object recognition and image segmentation methods using the 2014 version of Agissoft Metashape software, ArGIS10.4 and Geomatica. The results of these stages of the method show that the area of the Bukide village has an area of ± 143.59 ha. The area is classified into three parts, namely vegetation land cover of 135.49 ha, beach area of 1.55 ha and settlements of 6.59 ha. These results were obtained from the introduction of UAV data images and the taking of coordinate points in 6 landscapes which were used as references in the image recognition and georeference process.
ANALISIS PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BEBALANG SELANG PANDEMI COVID-19 Miske Silangen; Desmin Tuwohingide; Alfrianus Papuas
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih ketika saat ini telah terjadi wabah Corona virus Desease (covid 19) yang telah menjadi pandemi bagi dunia. Hasil penelitian yang dilakukan di Kamapung Bebalang kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Sangihe menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Bebalang sudah memiliki dan menggunakan perangkat TIK baik untuk kebutuhan belajar, kerja, atau untuk kebutuhan komunikasi dan aktifitas lainnya. Responden yang menempuh pendidikan dan melaksanakan pembelajaran secara online tergolong tinggi yaitu sebanyak 69 % sedangkan yang melakukan pembelajaran secara offline sebanyak 31%. Perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk kebutuhan belajar dan kerja dari rumah adalah smartphone dan aplikasi yang digunakan adalah Whatsapp yaitu 50%. Responden yang sudah memanfaatkan perangkat TIK dan aplikasinya untuk kebutuhan pekerjaan sebanyak 67% sedangkan yang melaksanakan pekerjaan secara offline sebanyak 33%. Jenis perangkat TIK yang dianalisis yaitu radio, televisi dan parabola, handphone, smartphone, dan laptop/computer. Adanya pandemi covid -19 tidak berpengaruh besar terhadap pembelian perangkat TIK karena hanya sebagian kecil responden yang membeli perangkat tersebut saat adanya pandemic covid 19 yaitu sebanyak adalah 28 %. Alasan terbesar responden memiliki serta memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi selama masa pandemic covid -19 adalah untuk kebutuhan pendidikan sebanyak 45%. Responden yang dapat mengakses jaringan telekomunikasi dari rumah sebanyak 55%. Banyaknya kebutuhan masyarakat dimasa pandemi menyebabkan pengeluaran keuangan masyarakat meningkat yaitu sebanyak 89%. Namun 95% responden menyatakan bahwa perangkat teknologi informasi dan komnikasi sangat membantu aktifitas yang dilakukan sehari-hari. Information and communication technology has an important role in social life, especially when there has been an outbreak of the Corona virus Desease (covid 19) which has become a pandemic for the world.. The results of research conducted on Bebalang Island show that in general the citizen in Bebalang already have and use ICT equipment for learning, working, or for communicating needs and other activities. Respondents who took education and carried out online learning were high at 69%, while those who did offline learning were 31%. Information and communication technology devices used for learning and working from home are smartphones and the most widely used application is Whatsapp, which is 50%. Respondents who have used ICT tools and their applications for work needs were 67% while those who carried out work offline were 33%. The types of ICT equipment analyzed are radio, television and satellite dish, cellphone, smartphone, and laptop/ computer. The existence of the Covid-19 did not have a major effect on the purchase of ICT equipment because only a small proportion of respondents purchased these devices during the Covid 19 pandemic, which was 28%. The biggest reason respondents owned and used information and communication technology devices during the Covid-19 pandemic was for educational needs as much as 45%. The number of respondents who can access th e telecommunication network from home is 55%. The large number of community needs during the pandemic caused public financial spending to increase by as much as 89%. However, 95% of respondents
IMPLEMENTASI METODE SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RATTING TECHNIQUE UNTUK PEMILIHAN PENERIMA BANTUAN DANA PENDIDIKAN Toar Romario Sigar
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya biaya pendidikan di suatu perguruan tinggi merupakan salah satu kendala yang di hadapi oleh beberapa mahasiswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya diperguruan tinggi. Pemberian bantuan dana pendidikan atau yang disebut juga bantuan dana pendidikan adalah salah satu cara dalam mengatasi permasalahan yang disebutkan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Petra menawarkan bantuan dana pendidikan untuk setiap mahasiswa yang kurang mampu dan berpertasi dalam bidang akademik. Jumlah pendaftar yang sangat besar dan sedangkan jumlah bantuan dana pendidikan yang disediakan hanya sedikit sehingga membuat proses seleksi menjadi begitu lambat. Pada prosesnya penentuan bantuan dana pendidikan yang sekarang masih dilakukan secara konvensional, jadi sangat sulit untuk memutuskan siapa – siapa penerima yang berhak untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan dan prosesnya membutuhkan beberapa waktu yang cukup lama. Dilihat dari permasalahan yang ada maka, akan dibangun sebuah aplikasi yang dimana harapkan dapat membantu dalam proses dalam mendukung pembuat keputusan untuk menentukan nama calon mahasiswa yang penerima bantuan dana pendidikan dengan menggunakan sebuah metode yaitu SMART atau Simple Multi Attribute Rating Technique. Dalam penentuan penerima bantuan dana pendidikan dibutuhkan beberapa kriteria sebagai berikut berpestasi dalam bidang akademik yang dilihat dari IPK dan IPS, Aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, dan Pendapatan dari orang tua dari mahasiswa. Dari hasil implementasi aplikasi yang dibangun sudah bisa dikatakan layak digunakan maka, diharapakan kedepan, tentunya aplikasi yang dibuat bisa lagi dikembangkan dan proses seleksi calon penerima bantuan dana pendidikan menjadi jauh lebih efisien. The high cost of education in a tertiary institution is one of the obstacles faced by some students who are less able to continue their education in tertiary institutions. Providing educational funding assistance or what is also known as educational funding assistance is one way to overcome the problems mentioned. STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) offers educational funding assistance to every student who is underprivileged and excels in academics. The number of applicants was very large and the amount of education funding provided was only a small amount, which made the selection process very slow. In the process of determining education funding assistance which is now still being carried out conventionally, it is very difficult to decide which beneficiaries are entitled to receive education funding assistance and the process takes quite a long time. Judging from the existing problems, an application will be built which is expected to assist in the process of supporting decision-makers to determine the names of prospective students who receive education funding assistance using a method, namely SMART or Simple Multi Attribute Rating Technique. In determining recipients of educational funding assistance, several criteria are needed as follows: achievement in the academic field as seen from GPA, active in student activities, and income from parents of students. From the results of the implementation of the application that was built, it can be said tha t it is suitable for use, so it is hoped that in the future, of course, the application that is made can be further developed. The selection process for prospective recipients of educational funding assistance becomes much more efficient.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DAILY ACTIVITY REPORT BERBASIS WEB DI SERVICE NONMINING PADA PT ALTRAK 1978 CABANG SAMARINDA Prambudi, Yulva; Fahrullah, Fahrullah; Mirwansyah, Dedy
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ALTRAK 1978 memiliki beberapa departemen, diantarannya HR&GA, FA, Marketing, Part, Rebuild Center, Service dan VOM. Departemen Service dibagi menjadi dua yaitu Service Mining dan Service Nonmining. Dalam hal ini penulis berfokus pada Service Nonmining karena adanya perbedaan atasan dan juga tempat kerja. Service Nonmining ini memiliki teknisi yang memiliki tugas memberikan pelayanan kepada pelanggan yang mempunyai keluhan dengan alat berat atau unit mereka baik di dalam kantor maupun di area perkebunan atau pertambangan para pelanggan, dan tugas teknisi yang tidak kalah penting adalah melaporkan kegiatan pekerjaan mereka disetiap harinya. Dalam hal ini teknisi memiliki permasalahan dalam pelaporan, selain penggunaan kertas dalam laporan yang menyebabkan tertumpuknya laporan sehingga laporan tersebut sering hilang atau terselip, permasalahan lainnya yaitu jarak atau lokasi kerja yang jauh dari kantor menjadi kesulitan tersendiri bagi teknisi, sehingga teknisi tidak dapat memberikan kertas laporan mereka karena terkendala jarak dan lokasi, sedangkan laporan ini sangat penting untuk dilaporkan setiap bulannya karena laporan tersebut akan digunakan sebagai dasar acuan bagi kantor pusat dalam penilaian kinerja cabang adapun tujuan peneliatian ini ialah membantu dalam pengisian laporan Teknisi secara digitalisasi dengan sistem informasi Daily Activity dan merancangan sistem informasi Daily Activity Report di Service Nonmining yang dilakukan secara digitalisasi, sehingga dalam proses penyimpan dan penyajian informasi lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Prototype untuk menggambarkan sistem, sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukannya. Dengan adanya sistem informasi Daily Activity Report membantu dalam pengisian laporan dan melaporkan Daily Activity Report di Service Nonmining dan memberikan solusi untuk permasalahan jauhnya jarak dan lokasi pekerjaan sehingga tetap dapat melaporkan kegiatan pekerjaan setiap harinya secara digitalisasi.Dengan diterapkan sistem informasi Daily Activity Report ini data menjadi lebih aman di dalam database Daily Activity Report juga penyimpanan dan penyajian data dapat lebih efektif dan efisien secara digitalisasi. PT. ALTRAK 1978 has several departments, including HR&GA, FA, Marketing, Part, Rebuild Center, Service and VOM. The Service Department is divided into two namely Service Mining and Service Nonmining. In this case the authors focused on Service Nonmining due to differences in employers as well as the workplace. This Nonmining Service has a technician who has the task of providing services to customers who have complaints with their machine or unit both in the office and in the plantation or mining area of the customers, and the task of technician who are no less important is to report their work activities on a daily basis. In this case technician has problems in reporting, in addition to the use of paper in the report that causes the stacking of reports so that the report is often lost or tucked away, other problems namely distance or work location away from the office becomes difficult for technician, so technician can not provide their report paper because it is constrained by distance and location, while this report is very important to report every month because the report will be used as a reference basis for the head office in the assessment of the performance of the branch while the purpose of this eliatian is toassist in the filling of technician reports in digitization with the Daily Activity information system and mdesign the Daily Activity Report information system in theNonMining Service which is done in digitization, so that in the process of storage and presentation of information more effectively and efficiently. The method used in this study is the Prototype method to describe the system, so that the user or owner of the system has an overview of the development of the system that he will do. With the information system Daily Activity Report assists in filling out reports and reporting Daily Activity Report in Service Nonmining and provides solutions to problems of distance and location of work so that it can still report work activities every day in digitization. With the application of Daily Activity Report

Page 2 of 3 | Total Record : 21