cover
Contact Name
Okta Hadi Nurcahyono
Contact Email
okta.hadi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
habitus@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Sosiologi Antropologi Gedung C FKIP UNS. Jl Ir Sutami No.36A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
ISSN : -     EISSN : 25979264     DOI : https://doi.org/10.20961/habitus.v3i2.35716
Core Subject : Education, Social,
Habitus Journal is published by the Sociology-Anthropology Education Study Program, FKIP, Sebelas Maret University (UNS). Published twice a year ie 1st Edition: January-June and 2nd edition: July-December. The Habitus Journal focuses on theoretical studies and analysis of research results in the fields of education, social and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
ANALISIS PERAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA Rauhul Khotimah; Nurus Sa'adah
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.61499

Abstract

This study aims to examine the role of social support in increasing student motivation tolearn. This research is a literature study where the researcher conducts an in-depth study ofprevious research. Students have a role as a learner and interact with other students.Positive social support possessed by students can help students face their learning demandsand can be a generator of learning motivation, with motivation to improve learning order,learning independence, acceptance and social presence, critical thinking skills, writingskills, problem solving abilities, and of course can support learning achievement. Thepurpose of this study will be to examine the relationship between social support andlearning motivation, namely a description of learning motivation with sources of socialsupport that influence each other. The type of research used is a study (literature review),where the authors seek references from significant journal articles with cases or problemsthat have been determined. Collecting data in this study by searching for literature, bothjournals and articles relevant to the title under study, literature searches were carried outfrom several search pages, websites such as Scientific Direct, Proquest, Scholar, GarudaPortal, Research Gate, and other sites.Keywords: Social Support; College student; Motivation to learn
TOWANI TOLOTANG RELIGIOUS FREEDOM: A COMPREHENSIVE EXAMINATION OF THE DYNAMICS AND RAMIFICATIONS OF INDIGENOUS RELIGIOUS CUSTOMS IN INDONESIA Teguh Ahmad Asparill; Gabriel Durah Langoday; Dawid Bunikowski; Arwanto Harimas Ginting
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.89946

Abstract

Keragaman agama di Indonesia menimbulkan tantangan yang signifikan bagi agama-agama lokal seperti Towani Tolotang, yang berjuang untuk mempertahankan identitas dan kebebasan beragama sambil menuntut pengakuan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional tentang kebebasan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tantangan-tantangan yang dihadapi oleh agama lokal Towani Tolotang dan implikasinya terhadap keberlangsungannya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, studi ini mengkaji berbagai literatur dan data etnografi untuk memahami konteks sosiokultural masyarakat Towani Tolotang. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Towani Tolotang, sebuah kepercayaan lokal yang menyembah Dewata Seuwae, mengalami diskriminasi dan penindasan selama penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui TAP MPRS XXV/1966. Meskipun menghadapi tekanan untuk mengadopsi salah satu dari enam agama yang diakui secara resmi, komunitas Towani Tolotang tetap bertahan dengan memasukkan beberapa aspek Hindu ke dalam praktik-praktik mereka. Dinamika ini mengakibatkan perpecahan di dalam komunitas antara mereka yang menganut kepercayaan asli mereka dan mereka yang memeluk agama Islam. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia yang diakui secara internasional yang sering diabaikan dalam praktiknya di Indonesia. Kebijakan pemerintah dan interpretasi hukum yang cenderung teistik membuat kepercayaan agama lokal, seperti Towani Tolotang, mengalami diskriminasi. Studi ini menyimpulkan bahwa perlindungan hak beragama bagi komunitas penghayat kepercayaan lokal harus ditingkatkan melalui penegakan hukum yang inklusif dan tidak diskriminatif.Kata Kunci: Towani Tolotang; Hukum Kebebasan Beragama Internasional; Agama AdatABSTRACTReligious diversity in Indonesia poses significant challenges for local religions such as Towani Tolotang, which struggle to maintain their identity and religious freedom while demanding recognition in accordance with international legal principles on religious freedom. This study aims to investigate the challenges faced by the Towani Tolotang local religion and their implications for its survival. Utilizing a qualitative method with an ethnographic approach, this study examines various literature and ethnographic data to comprehend the sociocultural context of the Towani Tolotang community. The findings reveal that Towani Tolotang, a local faith that worships Dewata Seuwae, encountered discrimination and suppression during the crackdown on the Indonesian Communist Party (PKI) through the TAP MPRS XXV/1966. Despite facing pressure to adopt one of the six officially recognized religions, the Towani Tolotang community persevered by incorporating some aspects of Hinduism into their practices. This dynamic resulted in a split within the community between those who adhered to their indigenous beliefs and those who adopted Islam. This research underscores the significance of religious freedom as an internationally recognized human right that is frequently overlooked in practice in Indonesia. Government policies and legal interpretations that tend to be theistic expose local religious beliefs, such as Towani Tolotang, to discrimination. This study concludes that the protection of religious rights for local faith communities must be improved through inclusive and non-discriminatory law enforcement.Keywords: Towani Tolotang; International Freedom of Religion Law; Indigenous Religious
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HABITUS PIERRE BOURDIEU DAN TAFSIR KEBUDAYAAN CLIFFORD GEERTZ Yeni Susanti
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.93726

Abstract

This research is motivated by ethnicity, race, religion, language, and life values in Indonesia which often give rise to various conflicts. One of Indonesia's unity which contains a potential threat to the country's unity is religion, so to avoid conflict and disharmonization it is necessary to foster a moderate, inclusive way of faith or an open religious attitude, which is called an attitude of religious moderation. This research will describe the results of the analysis of the implementation of various moderations from the perspective of Pierre Bourdieu's habits and Clifford Geertz's culture using a qualitative descriptive approach. The research subjects, who were then called informants, were obtained through a purposive sampling technique with the criteria that the informants were people who understood the concept and implementation of religious moderation in the city of Surakarta as well as the general public. Data sources consist of primary and secondary data. Primary data was obtained from data collection through interviews and observations, while secondary data was obtained through a literature study. Based on the results of data analysis, it is explained that religious moderation is understood as a balanced religious attitude between the practice of one's religion (exclusive) and respect for the religious practices of other people with different beliefs (inclusive) which becomes a guideline for the behavior of every religious community which then becomes culture as per Clifford Geertz's concept of culture. Religion is a whole of knowledge that is passed down from generation to generation in symbolic form or what Bourdieu calls habitus that resides in the mind of the actor (individual). Keywords: religious moderation, habits, culture ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keragaman etnis, suku, ras, agama, bahasa dan nilai-nilai hidup yang ada di Indonesia sering berbuntut berbagai konflik. Salah satu keragaman Indonesia yang mengandung potensi ancaman bagi persatuan negara adalah agama, maka untuk menghindari konflik dan disharmonisasi perlu ditumbuhkan cara beragama yang moderat, inklusif atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. Penelitian ini akan mendeskripsikan hasil analisa implementasi moderasi beragama dari preskpektif habitus Pierre Bourdieu dan kebudayaan Clifford Geertz dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang kemudian disebut dengan informan diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria bahwa informan adalah orang yang memahami konsep dan implementasi moderasi beragama di Kota Surakarta serta masyarakat umum. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, sementara data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Berdasarkan hasil analisis data dijelaskan bahwa moderasi beragama dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif) menjadi pedoman berperilaku setiap umat beragama yang kemudian menjadi kebudayaan sebagaimana konsep budaya Clifford Geertz. Agama sebagai keseluruhan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam bentuk simbolik atau yang oleh Bourdieu disebut sebagai habitus yang berada di dalam pikiran aktor (individu). Kata Kunci: moderasi beragama, habitus, kebudayaan 
PENTINGNYA KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Zakiatul Anggina
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.81538

Abstract

Perkembangan era digital yang semakin pesat menjadikan segala sesuatu berupa informasi di internet mudah diakses oleh semua orang, tidak terkecuali oleh anak-anak usia sekolah dasar. Arus era digital yang tidak dapat dibendung tersebut memerlukan suatu tindakan yang tepat agar meminimalisir penyimpangan moral yang banyak terjadi dewasa ini, salah satunya adalah dengan penerapan pendidikan karakter. Metode Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan mendalam dan dengan mengumpulkan data sedalam-dalamya yang berarti penulis hanya menggunakan buku atau jurnal sebagai landasan referensi. Berdasarkan kajian pustaka dan hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter berperan penting untuk mengatasi degradasi moral pada kalangan anak usia sekolah dasar. Jika penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi pembelajaran berjalan dengan baik maka akan menjadi tolak ukur keberhasilan dalam pembentukan moral pada anak usia sekolah dasar. Kata Kunci: Karakter, Pendidikan, Era Digital. AbstractThe rapid development of the digital era makes everything in the form of information on the internet easily accessible to everyone, including elementary school-age children. The unstoppable flow of the digital era requires appropriate action to minimize moral deviations that occur in many adults. this, one of which is the application of character education. Qualitative research methods aim to explain a phenomenon in depth and by collecting data as deeply as possible, which means the author only uses books or journals as a reference basis. Based on the literature review and the results of the analysis in this study, it can be concluded that the values of character education play an important role in overcoming moral degradation among elementary school-age children. If the application of character education in elementary schools from planning, implementing, to reflecting on learning goes well, it will be a measure of success in moral formation in elementary school-age children. Keywords: Character, Education, Digital Era
STRATEGI INKLUSIF DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI BERKEADILAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN Taufiqoh Khasanah; Nur Khasanah
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.110578

Abstract

Gender equality is a central issue in building a just society, particularly in education where discrimination and gaps persist. This research aims to develop inclusive strategies for gender equality in education to prepare a fair generation. Using a qualitative descriptive approach through literature study, this study analyzes the concepts, challenges, and practical solutions for implementing gender-responsive education. The findings highlight the importance of overcoming structural and cultural barriers, empowering teachers and students, and adopting supportive school policies. Inclusive gender education contributes to the development of balanced human resources and fosters social justice. The research concludes that commitment from all educational stakeholders is essential for realizing sustainable gender equality. Keywords: gender equality, inclusive education, social justice  ABSTRAKKesetaraan gender merupakan isu sentral dalam membangun masyarakat yang adil, terutama di bidang pendidikan yang masih menemukan tantangan diskriminasi dan kesenjangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi inklusif kesetaraan gender dalam pendidikan untuk mempersiapkan generasi berkeadilan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis konsep, tantangan, dan solusi praktis dalam pelaksanaan pendidikan responsif gender. Hasilnya menegaskan pentingnya mengatasi hambatan struktural dan kultural, pemberdayaan guru dan siswa, serta adopsi kebijakan sekolah yang mendukung. Pendidikan inklusif gender berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang seimbang dan mendorong keadilan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa komitmen dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan gender yang berkelanjutan. Kata Kunci:  kesetaraan gender, pendidikan inklusif, keadilan sosial
IDEALTIPE BIROKRASI WEBERIAN DALAM SISTEM PENDIDIKAN: IMPLIKASI TERHADAP EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN Riko Anas; Silfia Hanani
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.80140

Abstract

Konsep ideal-tipe birokrasi Weberian ini telah menjadi dasar bagi banyak organisasi dan pemerintahan di seluruh dunia. Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencapai semua karakteristik ini dalam praktik, ideal-tipe ini memberikan pandangan tentang bagaimana sebuah organisasi yang efisien dan efektif harus beroperasi. Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang Idealtipe Birokrasi Weberian Dalam Sistem Pendidikan: Implikasi Terhadap Efisiensi Dan Efektivitas Manajemen. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan Penelitian ini memakai tata cara penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan riset berbentuk studi pustaka. Sumber informasi dalam penelitian ini dikaji dari berbagai sumber novel literatur-literatur, laporan penelitian karangan karangan ilmiah, tesis, disertasi serta postingan baik cetak ataupun elektronik yang berkaitan dengan tentang Idealtipe Birokrasi Weberian Dalam Sistem Pendidikan: Implikasi Terhadap Efisiensi Dan Efektivitas Manajemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep ideal-tipe birokrasi Weberian dalam sistem pendidikan memiliki implikasi yang signifikan terhadap efisiensi dan efektivitas manajemen. Prinsip-prinsip birokrasi Weberian, seperti rasionalitas, aturan yang jelas, hierarki yang tegas, spesialisasi, impersonalitas, dan pemisahan kepemilikan dan manajemen, menciptakan dasar bagi pengambilan keputusan yang lebih rasional, administrasi yang efisien, dan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Dalam konteks pengambilan keputusan, prinsip rasionalitas dan aturan yang jelas memastikan bahwa kebijakan dan keputusan didasarkan pada kriteria objektif dan data yang relevan. Kata Kunci: Efisiensi Dan Efektivitas Manajemen; Idealtipe Birokrasi Weberian; Sistem Pendidikan. AbstractThis concept of the Weberian bureaucratic ideal-type has been the basis for many organisations and governments around the world. While it is not always possible to achieve all of these characteristics in practice, these ideals provide a view of how an efficient and effective organisation should operate. The purpose of this research is to explain the Weberian Bureaucratic Ideals in the Education System: Implications for Management Efficiency and Effectiveness. The method used in this study uses qualitative research procedures using a research approach in the form of a literature study. Sources of information in this study were reviewed from various novel sources of literature, research reports, scientific essays, theses, dissertations and posts both print and electronic related to the Idealtype of Weberian Bureaucracy in the Education System: Implications for Management Efficiency and Effectiveness. The results of this study show that the application of the ideal-type concept of Weberian bureaucracy in the education system has significant implications for management efficiency and effectiveness. The principles of Weberian bureaucracy, such as rationality, clear rules, strict hierarchy, specialisation, impersonality and separation of ownership and management, create the basis for more rational decision-making, efficient administration and better achievement of educational goals. In the context of decision-making, the principles of rationality and clear rules ensure that policies and decisions are based on objective criteria and relevant data. Keywords: Management Efficiency and Effectiveness; Weberian Bureaucratic Ideals; Education System.Keywords: Management Efficiency and Effectiveness; Weberian Bureaucratic Ideals; Education System.

Page 11 of 11 | Total Record : 106