cover
Contact Name
Okta Hadi Nurcahyono
Contact Email
okta.hadi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
habitus@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Sosiologi Antropologi Gedung C FKIP UNS. Jl Ir Sutami No.36A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
ISSN : -     EISSN : 25979264     DOI : https://doi.org/10.20961/habitus.v3i2.35716
Core Subject : Education, Social,
Habitus Journal is published by the Sociology-Anthropology Education Study Program, FKIP, Sebelas Maret University (UNS). Published twice a year ie 1st Edition: January-June and 2nd edition: July-December. The Habitus Journal focuses on theoretical studies and analysis of research results in the fields of education, social and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
PENGARUH INTENSITAS MENGAKSES ONLINE SHOP DI MEDIA SOSIAL DAN INTENSITAS MENGGUNAKAN PELAYANAN TRANSPORTASI ONLINE GO-JEK TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA Saifuddin Zuhri
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 1 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i1.38531

Abstract

AbstrakKemajuan teknologi informasi yang begitu pesat memberikan pengaruh yang besar pada beberapa aspek kehidupan manusia. Salah satu kemajuan teknologi informasi yang memberikan kontribusi besar terhadap perubahan kehidupan manusia adalah internet. Pertumbuhan teknologi dan internet juga diikuti dengan perkembangan jaringan bisnis yang disebut e-commerce atau toko online. Selain memberikan pengaruh pada sektor e-commerce, internet juga memberikan pengaruh terhadap bisnis jasa transportasi. Layanan transportasi berbasis aplikasi online juga memberikan pengaruh positif bagi masyarakat dalam segala aktivitas secara cepat dan efisien. Salah satu bisnis transportasi yang sedang populer adalah Go-jek. Perkembangan sektor online shop dan Go-jek menciptakan gaya hidup konsumtif di masyarakat. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif; sampel penelitian adalah pengguna online shop dan Go-jek di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel intensitas mengakses online shop di media sosial mencapai thitung (3,632) > ttabel (1,65630) dan variabel intensitas yang menggunakan Go-jek sebagai layanan transportasi online mencapai thitung (3,502) > ttabel (1.65630). Oleh karena itu, variabel intensitas akses secara parsial berpengaruh terhadap variabel gaya hidup konsumtif dan variabel intensitas penggunaan go-jek sebagai layanan transportasi online secara parsial berpengaruh terhadap variabel gaya hidup konsumtif. Hasil uji coba F menunjukkan bahwa Fhitung (23,153) > Ftabel (3,06), sedangkan signifikansi 0,000 < alpha pada taraf signifikan 0,05 artinya variabel intensitas mengakses online shop di media sosial dan intensitas penggunaan go-jek sebagai layanan transportasi online secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel gaya hidup konsumtif.Kata Kunci: Teknologi Informasi, Toko Online, Go-jek, Gaya Hidup Konsumtif.AbstractThe fast advancement in information technology gives a big influence on some aspects of human life. One of the advancements in technological information which has a big contribution to the change of human life is internet. The growth of technology and internet is also followed by the development of business network called e-commerce or online shop. Besides giving effect to e-commerce sector, internet also gives an influence on the business of transportation service. Transportation service based on online application also gives positive influence to the society in all activities quickly and efficiently. One of the transportation businesses which are being popular is Go-jek. The development of online shop and Go-jek sector creates consumptive life style in society. This research belongs to descriptive quantitative; the research sample is online shop and Go-jek users in Surakarta. The result of the research shows that the intensity variable which accesses online shop in social media achieved thitung (3,632) > ttabel (1,65630) and the intensity variable that uses Go-jek as online transportation service achieved  thitung (3,502) > ttabel (1,65630). Therefore, the access of intensity variable has partially effect to variable of consumptive lifestyle and variable of intensity in using go-jek as online transportation service has partially effect to consumptive lifestyle variable. The result of tryout F shows that Fhitung (23,153) > Ftabel (3,06), in other hand, the significance is 0,000 < alpha on significant level of 0,05, it means that the intensity variable of accessing online shop in media social and the intensity of using go-jek as online transportation service simultaneously influences to consumptive lifestyle variable significantly. keywords: Information Technology,  Online Shop, Go-jek, Consumptive Lifestyle.
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI MEDIA EMANSIPATIF DI GRUP FACEBOOK “INFO LANTAS MOJOKERTO” Puji Laksono
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 2 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i2.55970

Abstract

ABSTRACTDevelopment of the flow information which much accompained with the rapid to grow up of technology to made information an important part of human life. Today social media is an populer to use find, get, and provide information. With the rapid use of social media particularly facebook make information uncontrollable such as hoax, bullying, hate speech, and etc. the purpose in a research to find how citizen journalism as emancipative media in facebook group “Info Lantas Mojokerto”. Using the Phenomenom of citizen journalism that fills the public sphere of social media, especially facebook which makes colorfull a information flow. Public sphere provided by social media is able to facilitate people to exchange opinion and share information in a democration place and there is’t intervension from anywhere. Create a space that is free to expresion opinion but must comply with regulation in public sphere such a group facebook “info lantas mojokerto”. Theory used is a theory of the publick sphere put forward by Jurgen Habermas. This research was conducted on citizen journalism in the facebook group “Info Lantas Mojokerto”. The study use qualitative method to describe and explain finding in the field. Collection data using interview, observation, and documentation techniq. Analisis technique used in descriptive analysis.Result showed that citizen journalism in the facebook grup “Info Lantas Mojokerto” have a role an importan as social control to environment where each one lives. As well showing that the facebook group “Info Lantas Mojokerto” can play role that is easily accesible to the wider community, without any intervention from any parts, not part of govermen and owned of media or companies, and can be an equal or emancipatory place for all people without looking of their background.Key words: Citizen Jornalism, Public Sphere, Emansipative Media
RILIGIUSITAS DAYAK AGABAG DALAM TRADISI DOLOB (Kajian Antropologis Berdasarkan Konsep Sistem Religi Emile Durkheim) Agustinus Masterinus Laka Meko
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 2 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i2.56845

Abstract

In culture there is what is called a religious system. The focus of this study is to look at the religious system of the Agabag Dayak tribe. In the Dayak community, the religious system is extracted from nature. Dayak Agabag discover their religious value through the Dolob Ritual, namely seeking truth and reconciliation in a problem that cannot be resolved amicably. With its anthropological review, this study looks at the position of Agabag Dayak culture in general before looking at the position of Dolob itself. Dolob culture is a symbol of human search for truth and reconciliation through water. The religious system in Dolob is seen from the perspective of Emile Durkheim in the theme of religion and belief which contains elements of prayer, tools, congregations, and others. This study also examines the Agabag Dayak culture by looking at Dayak culture in general and seeing its similarity. The critical note is that this culture is at the end of the road to being released. This is due to various advances in science and technology accompanied by a massive ecological crisis. The value of religiosity that is explored through nature, especially water, is challenged when they see that nature itself has been conquered by humans; magic power is lost.
Kelompok Wanita Tani "Bougenville" Dalam Memanfaatkan Pekarangan Sebagai Lingkungan Hijau Alfan Biroli
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 2 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i2.55829

Abstract

Lingkungan hidup sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Akan tetapi sering dijumpai masalah lingkungan di berbagai tempat. Manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal dan budi dapat mempengaruhi terhadap kondisi lingkungan. Kemampuan daya cipta yang dimiliki manusia merupakan sumber perubahan terhadap lingkungan. lingkungan yang aman, nyaman, dan terkendali merupakan harapan bagi semuanya. Penelitian mengenai kelompok wanita tani “bougenville” dalam memanfaatkan pekarangan sebagai lingkungan hijau dilakukan di desa pagersari, kecamatan mungkid, kabupaten magelang. Penelitian tersebut menjawab terhadap adanya isu lingkungan yang semakin rumit, sehingga terpecahkan dalam strategi penanganannya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sasaran informan yaitu ketua dan anggota kelompok wanita tani”bougenville”. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian mengenai kelompok wanita tani “bougenville” yaitu kelompok tersebut menunjukkan adanya tingkatan solidaritas sosial mekanik. Kelompok yang terdiri dari para perempuan ini memperlihatkan kemandirian dapat tercipta dengan kekompakan masing-masing individu. Strategi memanfaatan pekarangan sebagai lingkungan hijau membuahkan hasil yang membanggakan. Kampung inovasi tersematkan pada desa pagersari kecamatan mungkid kabupaten magelang. Pemanfaatan pekarangan membuat lingkungan tempat tinggal menjadi asri dan nyaman. Pembangunan dalam lingkungan yang digagas oleh kelompok wanita tani “bougenville” merupakan pembangunan yang arahnya menjaga, melindungi, dan mengolah sumber daya alam menjadi bermanfaat. Budidaya dalam pemanfaatan pekarangan yaitu  penghijauan di halaman rumah seperti penanaman aneka jenis sayuran, tanaman hias, bonsai, dan lainnya. Hasil panen tersebut juga dikembangkan untuk usaha rumahan, sehingga masyarakat yang ada tercukupi kebutuhan sehari-hari.Kata kunci : kelompok wanita tani; memanfaatkan pekarangan; lingkungan hijau  
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS CHSE DI ISTANA MAIMUN Nurhafizhah Khairi; Putri Ani brsinamo; Ika Berliani; Bintang Bintang; Nadya Vrichillya
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 2 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i2.59703

Abstract

Pandemi Covid 19 yang tengah mengguncang dunia saat ini memberikan dampak yang besar bagi banyak sektor, termasuk juga dalam sektor Pariwisata. Pada pandemi sekarang ini sekor Pariwisata menjadi sektor paling tertekan hal ini dapat dilihat dari penurunan kunjungan wisatawan dan juga penutupan Objek` wisata. Tetapi pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata berusaha untuk menjalankan pariwisata kembali dalam siap untuk menghadapai pariwisata pasca pandemi mengeluarkan Kebijakan CHSE (Clean, Health, Safety & Environment). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu tentang wisata berbasis CHSE. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Analisis SWOT   (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) dapat di ketahui bahwa di Istana Maimun sudah memiliki tekad yang kuat dalam penerapan wisata CHSE. Sumber Daya di Istana Maimun juga sudah melakukan pelatihan khusus yang langsung dilaksanakan oleh pihak terkait ( Pemerintah, Dinas Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) secara proaktif.  
Studi Antropologi Ekonomi Petani Kopi Arabika di Desa Sinaman II Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun Okto Berman; Payerli Pasaribu
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 5, No 2 (2021): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antroplogi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v5i2.59771

Abstract

Kecamatan Pamatang Sidamanik, memiliki ketinggian 780 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mempunyai luas wilayah 137,80 km² (BPS Kabupaten Simalungun, 2019). Alam Kecamatan Pamatang Sidamanik dikategorikan sangat subur, sehingga sangat potensial untuk pengembangan tanaman kopi Arabika. Wilayahnya yang terdiri dari dataran tinggi dan curah hujan yang merata sepanjang tahun, merupakan syarat untuk memproduksi kopi yang baik dan berkulitas. Hal ini juga tampak dari adanya sebagian penduduk yang menanam kopi Arabika di desa Sinaman II sebagai penghasilan tambahan dan kebutuhan rumah tangga. Walaupun demikian, kopi Arabika di desa Sinaman II masih belum tergolong sebagai tanaman yang dibudidayakan, ini terlihat dari hasil produksi kopi yang belum maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut tentu menjadi kendala terhadap perkembangan kopi Arabika di desa Sinaman II. Sehingga tergeraklah hati penulis untuk melakukan sebuah penelitian Antropologi Ekonomi dengan pendekatan substantif yang berjudul Studi Antropologi Ekonomi Petani Kopi Arabika di Desa Sinaman II Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun. 
Suburban Community Settlement in Makassar City (Qualitative Study of Health Education in Efforts to Improve Community Healthy Lifestyle) Jusmawandi Jusmawandi
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 1 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i1.61020

Abstract

Fisherman's Village, precisely in Untia Village, Biringkanaya District, Makassar City, is one of the villages located on the west side of Makassar City. This village is often a subscriber of news related to unhealthy housing conditions. The role of the Makassar City Government is realized with the slogan "Makassar Tidak Rantasa" is a manifestation of the government's efforts to improve the quality of life of the community. With various stigmas aimed at the village, we are interested in researching health problems related to public education in the fishermen's village. The research method we use is qualitative with a descriptive model and an active participation approach. The results of this study are that people are not too concerned with their environmental conditions, such as throwing garbage anywhere, the condition of the canal is not maintained, clean water is very limited. This condition then gives birth to unhealthy behavior towards children, such as eating with dirty hands, doing activities without wearing sandals and other unhealthy behaviors. this is not considered a problem for them because the concept of health has gone through the process of informal education in the family. So it needs the attention of the Makassar city government in fixing these problems, both in the form of counseling and formal education. AbstrakKampung Nelayan, tepatnya di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar merupakan salah satu perkampungan yang berada di sisi bagian barat kota Makassar. Kampung ini sering menjadi langganan pemberitaan terkait kondisi pemukiman yang tidak sehat. Peran Pemerintah Kota Makassar direalisasikan dengan slogan “Makassar Tidak Rantasa” merupakan wujud upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan berbagai stigma yang ditujukan ke kampung tersebut, kami tertarik untuk meneliti permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan pendidikan masyarakat yang ada di kampung Nelayan. Adapun metode penelitian yang kami gunakan yaitu kualitatif dengan model deksriptif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat tidak terlalu mementingkan kondisi lingkungan mereka, seperti membuang sampah sembarang tempat, kondisi kanal yang tidak terurus, air bersih yang sangat terbatas. Kondisi ini kemudian melahirkan perilaku yang tidak sehat, seperti makan dengan tangan kotor, beraktivitas tanpa memakai sandal dan perilaku yang tidak sehat lainnya. hal ini tidak dianggap bukan masalah bagi mereka karena konsep sehat telah melalui proses pendidikan informal dalam keluarga. Sehingga perlu perhatian pemerintah kota Makassar dalam memperbaiki masalah tersebut, baik dalam bentuk penyuluhan maupun pendidikan formal.
POLA ALIH TUTUR DALAM PERCAKAPAN REMAJA TAMBAH LUHUR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Agus Wanto
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 1 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i1.60918

Abstract

This study examines the pattern of speech switching which includes the closest speech pair and how to take turns speaking in conversations of six teen year olds. The purpose of this study was to find out and describe the speech transfer patterns used in the conversations of sixteen-year-old teenagers in the village of Add Luhur. This study used descriptive qualitative method. The source of the data in this study is the pattern of speech switching in the conversations of a six teen year old teenager named Bila Adelia, Bagas Saputra, and Farah Khoriunnisa (Nisa). Data collection techniques using observation techniques and field notes. The data obtained were analyzed by means of method-objective analysis techniques. The results of this study indicate that in the conversations of children aged sixteen years, several speech patterns were found, both in terms of the closest speech pair and how to take turns speaking. From the point of view of the closest speech pairs, adolescents use several patterns including greetings followed by greetings, calling followed by answers, questions followed by answers, accusations followed by denial, offers followed by acceptance, requests followed by acceptance, and praise followed by rejection. Meanwhile, the ways of taking turns in speaking in the conversations of adolescents aged sixteen years in this study included seizing, creating, and continuing. The results of this study can be implicated in learning Indonesian in class X SMA at KD 3.10 Evaluating submissions, offers, and approvals in oral and written negotiation texts and KD 4.10 Submitting submissions, offers, approvals, and closings on negotiating texts orally and in writing.            AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang pola alih tutur yang meliputi pasangngan ujaran terdekat dan cara mengambil alih giliran bertutur dalam percakapan remaja usia enam belas tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa saja pola alih tutur yang digunakan dalam percakapan remaja enam belas tahun di Desa Tambah Luhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pola alih tutur dalam percakapan remaja enam belas tahun bernama Bila Adelia, Bagas Saputra, dan Farah Khoriunnisa (Nisa). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan catatan lapangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis cara-tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam percakapan anak-anak usia enam belas tahun ditemukan beberapa pola tuturan, baik dari segi pasangan ujaran terdekat maupun cara mengambil alih giliran bertutur. Dari segi pasangan ujaran terdekat remaja menggunakan beberapa pola di antaranya pasangan salam diikuti salam, panggil diikuti jawab, tanya diikuti jawab, tuduhan diikuti pengingkaran, tawaran diikuti penerimaan, permohonan diikuti pengabulan, dan pujian diikuti penolakan. Sementara itu, cara pengambilan alih giliran bertutur pada percakapan remaja usia enam belas tahun pada penelitian ini di antaranya dengan cara merebut, menciptakan, dan melanjutkan. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X pada KD 3.10 Mengevaluasi pengajuan, penawaran, dan persetujuan dalam teks negosiasi lisan maupun tertulis dan KD 4.10 Menyampaikan pengajuan, penawaran, persetujuan, serta penutup pada teks negosiasi secara lisan maupun tertulis.  
BUDAYA ISLAM JAWA SEBAGAI PEREKAT INTEGASI SOSIAL: STUDI BUDAYA BANCAKAN DAN DEKAHAN MASYARAKAT DESA KARUNGAN KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN Ricky Erlangga
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 1 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i1.60649

Abstract

Indonesia is a pluralistic country with a wealth of ethnic, racial, religious, cultural and ethnic diversity. This research is a field reserach that focuses on studying how bancakan and dekahan culture can be the glue of social integration in the people of Karungan Village, Plupuh District, Sragen Regency. In obtaining the data, the author participated directly in this cultural activity and found that Islam in Java has various characteristics and uniqueness. This is inseparable from the historical review of the spread of Islam through cultural acculturation, both absorbing and dialogical. In addition, Javanese culture is also inseparable from the political power of the Islamic kingdoms, especially Mataram and Demak which succeeded in acculturating and bringing together Javanese Islam with teachings and cultures that were Animism, Hinduism, and Buddhism. Although in the 20th century the Javanese Islamic tradition experienced quite extreme fluctuations, this acculturative culture is still dominant and firmly held by the people in this village. This culture is also a syncretism which implies religious tolerance to form a distinctive culture, namely Javanese Islamic culture. The existence of this cultural acculturation is the glue of integration and harmony in the Karungan Village community which is reflected in the values of inclusion and tolerance, the value of mutual cooperation, the value of harmony, and the value of relations and deliberation.AbstrakIndonesia merupakan negara majemuk dengan kekayaan keanekaragam suku, ras, agama, budaya, dan etnisitas. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang berfokus untuk mempelajari bagiamana budaya bancakan dan dekahan dapat menjadi perekat integrasi sosial pada masyarakat Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Dalam memproleh data, penulis berpartisipasi langsung dalam kegiatan budaya ini dan menemukan bahwa agama Islam di Jawa memiliki beragam karakteristik dan keunikan. Hal ini tidak terlepas dari tinjauan historis penyebaran agama Islam melalui akulturasi kebudayaan, baik yang bersifat menyerap maupun yang bersifat dialogis. Selain itu, budaya Jawa juga tidak terelepas dari kekuasaan politik kerajaan Islam terutama Mataram dan Demak yang berhasil mengakulturasikan dan mempertemukan Islam Jawa dengan ajaran dan kebudayaan yang bersifat Animisme, Hinduisme, dan Budhaisme. Meskipun pada abad ke-20 tradisi Islam Jawa mengalami fluktuasi yang cukup ekstrem, tetapi kebudayaan yang bersifat akulturatif ini masih dominan dan dipegang teguh oleh masyarakat di desa ini. Budaya ini juga merupakan sinkretisme yang mengandung makna toleransi agama hingga membentuk suatu kebudayaan yang khas, yaitu budaya Islam Jawa. Adanya akulturasi budaya ini merupakan perekat integrasi dan kerukuanan dalam masyarakat Desa Karungan yang tercermin dalam nilai inlkusi dan toleransi, nilai gotong royong, nilai kerukunan, serta nilai relasi dan musyawarah.   
STRATEGI BRANDING BUDAYA PARIWISATA 4.0 MELALUI DIGITAL TOURISM DI KABUPATEN GIANYAR I Gusti Ayu Agung Nadya Leonita; A.A. Sagung Intan Pramesti; A. A. Istri Citra VIbrayanti; Eduard Axel Framanay Laure; Ni Luh Yulyana Dewi
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 1 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i1.61079

Abstract

Tourism Culture is an activity that utilizes the culture in the area to become a tourist attraction visited by tourists. The Tourism Sector has a considerable ability to increase state and regional income. Problems that often occur to advance tourist destinations require strategies to attract tourists to visit, one of which is by competing these tourism destinations so that local and foreign tourists can know the existing tourist destinations. In the development of tourism, promotion is very important. In the 4.0 era, tourism culture was facilitated because of the existence of information and communication technology (ICT). In terms of membraning a brand, name, logo or slogan can be done through the use of information and communication technology (ICT) in the form of applications, social media, the web and several other platforms. Therefore, it takes promotion (branding) that follows the current 4.0 era.  Tourism culture branding can be used with digitaltourism which is very helpful for foreign and local tourists to know the tourism culture in the area. One of its manifestations is through the Indonesian Charm Generation (GenPI) community. This research aims to promote tourism culture in Gianyar Regency to be better known abroad through digitaltourism. The type of data used in this Research Method is a type of qualitative data by focusing on understanding social phenomena that occur in society in the development of tourism culture in the 4.0 era through digitaltourism.  ABSTRAKBudaya Pariwisata merupakan suatu aktivitas yang memanfaatkan kebudayaan di daerah tersebut menjadi objek wisata yang dikunjungi oleh para turis. Sektor Pariwisata mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam menaikkan penghasilan negara dan daerah. masalah yang sering kali terjadi untuk memajukan destinasi wisata yakni diperlukannya strategi untuk menarik wisatawan untuk berkunjung, salah satunya dengan cara membrandingkan destinasi pariwisata tersebut agar wisatawan lokal maupun mancanegara dapat mengetahui destinasi-destinasi wisata yang ada. Dalam pengembangan pariwisata, promosi sangatlah penting. Pada era 4.0 budaya pariwisata dimudahkan karena adanya teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam hal membrandingkan suatu brand, nama, logo atau slogan bisa dilakukan dengan melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa aplikasi, media sosial, web dan beberapa platform lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan promosi (branding) yang mengikuti era 4.0 saat ini. Branding budaya pariwisata dapat digunakan dengan digitaltourism yang sangat membantu wisatawan asing maupun lokal untuk mengetahui budaya pariwisata di daerah tersebut. Salah satu wujudnya yakni, melalui komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempromosikan budaya pariwisata di Kabupaten Gianyar agar lebih dikenal di mancanegara melalui digital tourism. Jenis data yang digunakan pada Metode Penelitian ini adalah jenis data kualitatif dengan berfokus terhadap pemahaman fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dalam pengembangan budaya pariwisata di era 4.0 melalui digital tourism.