cover
Contact Name
Okta Hadi Nurcahyono
Contact Email
okta.hadi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
habitus@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Sosiologi Antropologi Gedung C FKIP UNS. Jl Ir Sutami No.36A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
ISSN : -     EISSN : 25979264     DOI : https://doi.org/10.20961/habitus.v3i2.35716
Core Subject : Education, Social,
Habitus Journal is published by the Sociology-Anthropology Education Study Program, FKIP, Sebelas Maret University (UNS). Published twice a year ie 1st Edition: January-June and 2nd edition: July-December. The Habitus Journal focuses on theoretical studies and analysis of research results in the fields of education, social and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
DAMPAK KETIDAKSETARAAN EKONOMI TERHADAP PATOS DI MASYARAKAT MODERN muhammad bayu ardian
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.81609

Abstract

Artikel ini mengkaji dampak ketidaksetaraan ekonomi terhadap patos (rasa harga diri dan martabat) dalam masyarakat modern. Ketidaksetaraan ekonomi, yang terus berkembang di era globalisasi, telah menjadi tantangan serius bagi keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, penelitian ini menyelidiki bagaimana ketidaksetaraan ekonomi mempengaruhi patos individu dan kelompok dalam masyarakat kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis data dari survei dan wawancara yang dilakukan di berbagai lapisan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan terhadap patos, mempengaruhi harga diri dan persepsi martabat diri individu. Masyarakat yang mengalami ketidaksetaraan ekonomi cenderung mengalami penurunan patos, mengakibatkan ketidakpuasan diri, stres, dan gangguan psikologis lainnya. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor sosial, ekonomi, dan politik yang berkontribusi terhadap ketidaksetaraan ekonomi dan patos rendah dalam masyarakat modern. Implikasi dari temuan ini memiliki relevansi penting dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan patos di kalangan individu dan kelompok yang rentan.Kata Kunci :Ketimpangan ekonomi, kesedihan, harga diri, martabat diri, masyarakat modern, kebijakan sosial. AbstractThis article examines the impact of economic inequality on pathos (sense of self-worth and dignity) in modern society. Economic inequality, which continues to grow in the era of globalization, has become a serious challenge to social justice and societal welfare. In this context, this research investigates how economic inequality influences the pathos of individuals and groups in contemporary society. This study uses qualitative and quantitative approaches to analyze data from surveys and interviews conducted in various levels of society. The research results show that economic inequality has a significant impact on pathos, influencing an individual's self-esteem and perceived self-dignity. Societies that experience economic inequality tend to experience a decrease in pathos, resulting in self-dissatisfaction, stress, and other psychological disorders. In addition, this research also highlights the social, economic, and political factors that contribute to economic inequality and inferiority in modern society. The implications of these findings have important relevance in formulating social and economic policies aimed at reducing inequality and increasing pathos among vulnerable individuals and groups.Keywords: Economic inequality, pathos, self-esteem, self-dignity, modern society, social policy.
FRAMING ISU POLITIK IDENTITAS ANIES-CAK IMIN DALAM PILPRES 2024 PADA PEMBERITAAN KUMPARAN.COM DAN METROTV Puji Laksono; Laila Akmalia
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.110247

Abstract

Candidate pair No. 01, Anies Baswedan, is supported by the National Awakening Party (PKB), the Prosperous Justice Party (PKS), and the Nasdem Party. He served as the Governor of DKI Jakarta (2017-2022) and as the Minister of Education and Culture in the Working Cabinet (2014-2016). His running mate, Muhaimin Iskandar, also known as Gus Imin, serves as the Chairman of the National Awakening Party (2019-2024) and was the Minister of Manpower and Transmigration in the United Indonesia Cabinet II (2009-2014). The heated identity politics issue surrounding candidate pair No. 01, Anies Baswedan and Cak Imin, originated from Anies Baswedan attending the ulama ijtima, sparking accusations that the AMIN pair is using identity politics to secure the majority vote and win the 2024 presidential election. The mass media serves as a means of communication and information dissemination, capable of spreading and absorbing information on a large scale, thereby influencing social change.  The power of the mass media to shape public opinion is then utilized by certain groups. This study aims to examine how the representation of the identity politics issue surrounding Anies–Cak Imin in the 2024 presidential election is portrayed in the news coverage of Kumparan.com and MetroTV, known for their professionalism and ideological stances, using Robert N. Entman's framing analysis. This model is built on the assumption of how media discussions reflect or select the appropriate perspective to tell a news story (news frame). Keywords: Anies-Cak Imin's, Framing Analysis, Identity Political Issue, Kumparan.com, Representation, , Metro TV ABSTRAKPasangan calon Nomor urut 01 Anies Baswedan yang diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (2017-2022), Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Kerja (2014-2016) dan wakilnya Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa dengan nama Gus Imin menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (2019-2024), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Isu politik identitas yang berlangsung panas dari pasangan calon nomor urut 01 yakni Anies Baswedan dan Cak imin berawal dari Anies Baswedan yang menghadiri ijtima ulama dan muncul isu-isu Pasangan AMIN menggunakan politik identitas untuk mengambil suara terbanyak dan menang di Pilpres 2024. Media massa merupakan sarana komunikasi dan informasi yang dapat menyebar dan menyerap informasi dalam jumlah besar sehingga dapat memengaruhi perubahan sosial. Kekuatan yang dimiliki media massa untuk membentuk opini publik ini kemudian digunakan oleh beberapa kalangan. Kata Kunci: Analisis Framing, Representasi, Anies-Cak Imin, Kumparan.co, MetroT, Pemberitaan, Politik Identitas
IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERUNDUNGAN DI TINGKAT BAWAH DI PONDOK PESANTREN Agus Qowiyuddin; Miftachul A'yun Nisa; Moch Kholili
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.81495

Abstract

This research is related to the phenomenon of bullying in Islamic boarding schools and focuses on the effectiveness of guidance and counseling. Using qualitative descriptive methods, This study aims to learn more deeply related to the phenomenon of bullying as well as solutions to overcome bullying violence. the study identified three main themes: "Mentally Debilitating," "Torturing," and "Gaining Power." The bully, by seniors against juniors, uses power to intimidate and demean the victim. The implementation of guidance and counseling aims to understand the factors that influence adolescent aggressive behavior.The discussion highlighted the role of the family, the pesantren environment, and the need for preventive action and intervention through guidance and counseling. The holding of special socialization is a direction to follow up bullying behavior in pesantren.This research contributes to understanding the dynamics of bullying in Islamic boarding schools and encourages efforts to create a safe environment for all students.AbstrakPenelitian ini terkait fenomena bullying di pondok pesantren dan fokus pada efektivitas bimbingan dan konseling. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam terkait fenomena bullying juga solusi untuk mengatasi tindak kekerasan bullying. Penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: "Melemahkan Mental," "Melakukan Penyiksaan," dan "Mendapatkan Kekuasaan." Pelaku bullying, oleh senior terhadap junior, menggunakan kekuasaan untuk mengintimidasi dan merendahkan korban. Adanya pelaksanaan bimbingan dan konseling bertujuan memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresif remaja. Diskusi menyoroti peran keluarga, lingkungan pesantren, dan perlunya tindakan preventif serta intervensi melalui bimbingan dan konseling. Diadakannya Sosialisasi khusus menjadi arahan untuk menindaklanjuti perilaku bullying di pesantren . Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman dinamika bullying di pondok pesantren dan mendorong upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh santri.
ADAPTASI ALAT UKUR STUDENT-LIFE STRESS INVENTORY (SLSI) PADA MAHASISWA Fatikha Putri Lidya; Kintania Sura Hapsari
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.97603

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang alat ukur stress yang dirasakan oleh mahasiswa dengan kriteria; mahasiswa sarjana S1, rentang usia 18 tahun hingga 21 tahun, dan mahasiswa yang mengikuti kelas reguler pagi, dengan fokus pengukuran pada; (1) stress akademik yang dirasakan,(2) stress fisik,(3) stress hubungan interpersonal, dan (4) tekanan lingkungan yang dirasakan. Ciri-ciri dari stress yang dirasakan oleh mahasiswa ditandai dengan berbagai perilaku yang bisa dirasakan oleh masing-masing responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Sehingga pengambilan data dilakukan dengan menyebarluaskan angket dalam google form yang berisikan 40 pernyataan favourable yang diadaptasi dari Edition 2020 (Arip, M., dkk. 2020). Responden penelitian sebanyak 150 responden dan hasil uji validitas diketahui bahwa seluruh pernyataan variabel yang diajukan untuk responden adalah valid karena dilihat dari nilai r hitung > r tabel (0,159). Kemudian hasil uji reliabilitas penelitian dinyatakan reliabel karena telah memenuhi nilai yang disyaratkan yaitu Cronbach Alpha > 0,6. Pada uji kualitas instrumen dan data per aspek diketahui bahwa seluruh pernyataan variabel yang diajukan untuk responden adalah valid dan reliabel, karena nilai r hitung > r tabel (0,159) dan nilai Cornbach Alpha > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang ada dalam kuesioner tersebut dapat dikatakan layak sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian.Kata Kunci: Alat Ukur Stress, MahasiswaABSTRACTThis study examines the stress measurement tool felt by students with the criteria; undergraduate students, age range 18 years to 21 years, and students who attend regular morning classes, with a focus on measurement on; (1) perceived academic stress, (2) physical stress, (3) interpersonal relationship stress, and (4) perceived environmental pressure. The characteristics of stress felt by students are marked by various behaviors that can be felt by each respondent that are in accordance with the research criteria. So that data collection was carried out by distributing a questionnaire in a google form containing 40 favorable statements adapted from Edition 2020 (Arip, M., et al. 2020). The research respondents were 150 respondents and the results of the validity test showed that all variable statements submitted to respondents were valid because they were seen from the calculated r value> r table (0.159). Then the results of the research reliability test were declared reliable because they had met the required value, namely Cronbach Alpha> 0.6. In the instrument and data quality test per aspect, it was found that all variable statements submitted to respondents were valid and reliable, because the calculated r value > r table (0.159) and the Cornbach Alpha value > 0.6, so it can be concluded that all statements in the questionnaire can be said to be suitable as instruments for measuring research data.Keywords: Stress Measuring Instrument, Students
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENILAIAN DALAM BENTUK PENILAIAN PORTOFOLIO SEBAGAI METODE EVALUASI PEMBELAJARAN BAGI PESERTA DIDIK SDN SUKABUMI 6 KOTA PROBOLINGGO Wulan dari
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian portofolio adalah metode penilaian berkelanjutan yang menggunakan kumpulan data atau dokumentasi yang berbeda dari pekerjaan seseorang yang dikumpulkan selama proses pembelajaran dan disusun serta disatukan dalam sebuah portofolio. Dengan bantuan data dan dokumentasi yang tepat, evaluasi portofolio bertujuan untuk menginformasikan kepada orang tua tentang perkembangan anak mereka secara keseluruhan. Beberapa sarjana pendidikan melihat tes ini sebagai tes alternatif di masa sekarang yang secara signifikan lebih dapat dipercaya dan valid daripada tes tradisional. Tiga domain perkembangan psikologis anak kognitif, emosional, dan psikomotorik diperiksa dalam evaluasi portofolio.Kata Kunci: Hasil; Penilaian; Portofolio; Pembelajaran; Perkembangan  AbstractA portfolio assessment is a continuous assessment method that uses different collections of data or documentation of one's work that were collected over the course of the learning process and arranged and bundled together in a portfolio. With the aid of precise data and documentation, the portfolio evaluation aims to inform parents about their children's overall development. Some educational scholars view this test as an alternative test in the present day that is significantly more trustworthy and valid than traditional tests. The three domains of child psychological development cognitive, emotional, and psychomotor are examined in the portfolio evaluation.Keywords: Assessment; Development; Learning; Portfolio; Result
PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI (8-10 TAHUN) DI WONOKARTO SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Nadya Yulfi Cemara
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 2 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i2.85146

Abstract

This research activity aims to determine the importance of character education for the morality of early childhood in the surrounding community in the digital era. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Traditional games are activities that have existed and been played by people for decades. Traditional games always involve physical skills, strategy and social interaction, and are still passed down from generation to generation. Traditional games also reflect the culture, values and identity of the communities to which they originate. Through traditional games we can also improve the character education found in each individual's character. Character education requires methods and approaches that are in sync with the potential or personality of young children. Seeing today's developments, many students use technology for entertainment and lack good social or moral attitudes in society. Keywords: Traditional game; Character building; Early childhood; Ineraction; Personality ABSTRAKKegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi moralitas anak usia dini di lingkungan masyarakat sekitar pada era digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Permainan tradisional merupakan suatu aktivitas yang sudah ada dan dimainkan oleh masyarakat selama puluhan tahun. Permainan tradisional selalu  melibatkan keterampilan fisik, strategi, dan interaksi sosial, dan tetap diwariskan dari generasi ke generasi secara turun menurun. Permainan tradisional juga mencerminkan budaya, nilai, dan identitas masyarakat tempat mereka berasal. Melalui permainan tradisional kita juga dapat meningkatkan pendidikan karakter yang terdapat pada masing-masing karakter setiap individu. Pendidikan karakter membutuhkan metode dan pendekatan yang sinkron dengan potensi atau kepribadian anak usia dini. Melihat perkembangan zaman sekarang banyak pelajar yang  menggunakan  teknologi  untuk  hiburan  serta  kurang  memiliki  sikap sosial atau moral yang baik  di  masyarakat. Kata Kunci: Permainan Tradisional; Pendidikan Karakter; Anak Usia Dini; Ineraksi; Kepribadian
KELAPA SAWIT PRIMADONA PERKEBUNAN YANG MAMPU MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI MANDIRI DI DESA SUMBER JAYA KECAMATAN SIGINGI HILIR Abdina Putri Qiasa; Niswatin Niswatin
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.82136

Abstract

Kebun kelapa sawit menjadi primadona dalam sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia meningkat pesat, mencapai 16,38 juta hektar, dengan Riau sebagai provinsi terluas, menguasai 20,68% dari total luas perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia.Di Kabupaten Kuantan Singingi, Desa Sumber Jaya menjadi salah satu subsektor unggulan dengan memanfaatkan sebagian besar lahan pertanian sebagai kebun kelapa sawit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberadaan kebun kelapa sawit memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat, meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan aksesibilitas. Namun, keberadaan kebun kelapa sawit juga menimbulkan sejumlah tantangan, seperti masalah perizinan, biaya perawatan yang tinggi, serta dampak lingkungan dan sosial yang signifikan. Meskipun memberikan pendapatan yang menjanjikan, manajemen pertanian yang bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sosialnya sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari kebun kelapa sawit terhadap pendapatan petani mandiri di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan mewawancarai petani mandiri untuk memahami perubahan yang terjadi, tantangan yang dihadapi, dan pandangan mereka terkait pengelolaan kebun kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun kelapa sawit memberikan pendapatan tetap bagi petani mandiri meskipun ada tantangan seperti biaya perawatan yang tinggi dan perubahan praktik pertanian. Penelitian ini memberikan gambaran tentang kompleksitas praktik pertanian kebun kelapa sawit dan tantangan yang dihadapi petani mandiri. Kesimpulannya, sambil memberikan pendapatan yang menjanjikan, pertanian kebun kelapa sawit memerlukan manajemen yang lebih bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sosialnya. Kata Kunci: Kelapa Sawit; Petani Mandiri; PendapatanAbstractOil palm plantations are excellent in the agricultural sector in various regions in Indonesia. In recent years, the area of oil palm plantations in Indonesia has increased rapidly, reaching 16.38 million hectares, with Riau as the largest province, controlling 20.68% of the total area of oil palm plantations throughout Indonesia.In Kuantan Singingi Regency, Sumber Jaya Village has become one of the leading subsectors by utilizing most of the agricultural land as oil palm plantations. Previous research has shown that the existence of oil palm plantations has a positive impact on the community's economy, increasing income, creating jobs, and increasing accessibility. However, the existence of oil palm plantations also poses a number of challenges, such as licensing issues, high maintenance costs, and significant environmental and social impacts. Although it provides promising income, responsible management of the farm to minimize its environmental and social impact is indispensable. This study aims to explore the impact of oil palm plantations on the income of independent farmers in Sumber Jaya Village, Singingi Hilir District. Qualitative research methods were used by interviewing independent smallholders to understand the changes that occurred, the challenges faced, and their views regarding oil palm plantation management. The results showed that oil palm plantations provide a steady income for independent smallholders despite challenges such as high maintenance costs and changes in agricultural practices. This research provides an overview of the complexity of oil palm plantation farming practices and the challenges faced by independent smallholders. In conclusion, while providing promising incomes, oil palm plantation farming requires more responsible management to minimize its environmental and social impacts. Keywords: Independent Farmer; Income; Oil Palm
BENTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA Adelia Shintia Ningrum
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.96861

Abstract

ABSTRACTMulticultural education in Indonesia plays a critical role in addressing the nation's vast diversity in culture, religion, and language. This study explores the theoretical, policy, and practical developments of multicultural education in the Indonesian context. Using a qualitative approach and narrative literature review, the research analyzes key dimensions such as the integration of Pancasila values, the development of inclusive teaching methods, and the challenges of implementation. Findings reveal that while significant progress has been made, obstacles remain, including infrastructural disparities and limited educator capacity to implement multicultural principles effectively.The study highlights the potential of digital technology and global-local integration to enhance the effectiveness of multicultural education. Recommendations include developing contextually relevant policies, strengthening local implementation capacities, and fostering stakeholder collaboration. Future research is needed to design adaptive and transformative educational models. Multicultural education is presented not only as a necessity but also as a strategic imperative for building an inclusive and cohesive Indonesian society capable of meeting global challenges while maintaining its cultural authenticity.Keywords: Cultural Diversity; Education Policy; Globalization; Inclusive Pedagogy; Multiculturalism ABSTRACTPendidikan multikultural di Indonesia memiliki peran penting dalam menghadapi keberagaman budaya, agama, dan bahasa yang sangat luas. Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan teoretis, kebijakan, dan praktik pendidikan multikultural dalam konteks Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan kajian literatur naratif, penelitian ini menganalisis dimensi utama seperti integrasi nilai-nilai Pancasila, pengembangan metode pembelajaran inklusif, serta tantangan dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan signifikan, hambatan seperti disparitas infrastruktur dan kapasitas pendidik yang terbatas dalam menerapkan prinsip multikultural masih menjadi tantangan.Penelitian ini menyoroti potensi teknologi digital dan integrasi lokal-global untuk meningkatkan efektivitas pendidikan multikultural. Rekomendasi mencakup pengembangan kebijakan yang relevan secara kontekstual, penguatan kapasitas implementasi di tingkat lokal, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk merancang model pendidikan yang adaptif dan transformatif. Pendidikan multikultural dipaparkan tidak hanya sebagai kebutuhan tetapi juga sebagai imperatif strategis untuk membangun masyarakat Indonesia yang inklusif dan kohesif serta mampu menghadapi tantangan global sambil mempertahankan keautentikan budayanya.Kata Kunci: Kebijakan Pendidikan; Keberagaman Budaya; Multikulturalisme; Pedagogi Inklusif; Teknologi Digital
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PUZZLE PADA UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMAN 4 KOTA PASURUAN Marsela Diah; Choirun Nisak; Putri Ayu
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.81256

Abstract

Masalah serius yang timbul akibat rendahnya keterlibatan belajar peserta didik pada proses pembelajaran menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah penerapan model pembelajaran puzzle dapat meningkatkan tingkat keaktifan peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang menyertakan serangkaian langkah, termasuk perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Subjek penelitian mencakup 34 peserta didik dari kelas X3 SMA Negeri 4 Pasuruan. Metode pengumpulan data menyertakan observasi dan wawancara. Analisis data menunjukkan bahwa pada tahap pra siklus, tingkat keaktifan peserta didik sebesar 55,00%. Angka tersebut mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 63,72%, dan terus meningkat pada siklus II hingga mencapai 78,43%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada keaktifan belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran puzzle.Kata Kunci: Keaktifas belajar, Puzzle,Proses Pembelajaran. Abstract Serious problems that arise due to low learning involvement of students in the learning process are the focus of this research. The aim of this research is to assess whether the application of the puzzle learning model can increase the level of student activity. This type of research is classroom action research (PTK) which involves a series of steps, including planning, implementation, observation and evaluation. The research subjects included 34 students from class X3 of SMA Negeri 4 Pasuruan. Data collection methods involve observation and interviews. Data analysis shows that at the pre-cycle stage, the level of student activity was 55.00%. This figure increased in cycle I to 63.72%, and continued to increase in cycle II until it reached 78.43%. The conclusion of this research is that there is a significant increase in students' learning activeness through the application of the puzzle learning model.Keywords: Active learning, puzzles, learning process. 
KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW SOCIOLOGICAL THINKING DALAM PEMBELAJARAN Rintia Rintia; Tutin Aryanti
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.103071

Abstract

Kemampuan sociological thinking merupakan kompetensi kunci dalam pendidikan sosiologi yang berperan penting dalam membentuk kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial. Namun demikian, belum banyak studi yang secara sistematis mengkaji bagaimana konsep ini diintegrasikan dalam pembelajaran sosiologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep, dimensi, dan indikator sociological thinking, serta mengevaluasi strategi implementasinya dalam pembelajaran sosiologi berdasarkan studi literatur yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu tertentu. Proses penyaringan dilakukan melalui tahapan title and abstract screening hingga full-text analysis, dengan mempertimbangkan kesesuaian tema terhadap pendidikan sosiologi dan sociological thinking. Data dianalisis dengan mengelompokkan temuan ke dalam tiga klaster tematik: (1) urgensi sociological thinking dalam pendidikan, (2) posisi pembelajaran sosiologi sebagai wadah pengembangannya, dan (3) strategi serta tantangan implementasi sociological thinking dalam konteks kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa sociological thinking tidak hanya relevan dalam konteks pembelajaran sosiologi, tetapi juga sebagai kerangka berpikir lintas disiplin. Pembelajaran sosiologi ideal yang berbasis refleksi, proyek, studi kasus, serta integrasi nilai dan teknologi terbukti efektif dalam membentuk pola pikir sosiologis siswa. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan antara tujuan kurikulum nasional dengan praktik pengajaran di lapangan, terutama dalam hal strategi eksplisit dan evaluasi berpikir sosiologis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengembangan model pembelajaran sosiologi yang secara sistematis mengintegrasikan sociological thinking dalam sintaks pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta perumusan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap tuntutan sosial abad ke-21. Kata Kunci: Sociological Thinking, Pendidikan Sosiologi, Sekolah dan Pembelajaran.ABSTRACTSociological thinking is a key competency in sociology education, serving as a strategic foundation for developing students’ critical awareness of social realities. However, few studies have systematically examined how this concept is integrated into sociology learning at the senior high school level. This study aims to identify the concepts, dimensions, and indicators of sociological thinking, and to evaluate its implementation strategies in sociology education based on relevant academic literature. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study analyzes 20 peer-reviewed articles. The screening process involved title and abstract evaluation, followed by full-text analysis, with a focus on articles relevant to sociology education and sociological thinking. The findings are categorized into three thematic clusters: (1) the urgency of sociological thinking in education, (2) the role of sociology subjects as a platform for cultivating it, and (3) strategies and challenges in implementing sociological thinking in classroom settings. The review reveals that sociological thinking is not only essential in sociology learning but also serves as a cross-disciplinary cognitive framework. Ideal sociology learning integrating reflection, project-based learning, case studies, and digital literacy proves effective in fostering students’ structural and critical thinking skills. Nevertheless, there is a gap between curricular goals and classroom practices, particularly in terms of explicit strategies and assessment of sociological thinking. This study recommends the development of instructional models that systematically embed sociological thinking into each phase of the learning process. These findings are expected to contribute to curriculum development, teacher training, and educational policy formulation responsive to 21st-century social demands. Keywords: Learning, Schools, Sociological Education and Sociological Thought.

Page 9 of 11 | Total Record : 106