cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "2025: Special Issue Pharmacoscript" : 12 Documents clear
PELEPASAN SECARA IN-VITRO MANGOSTIN, PIPERIN, DAN CURCUMIN DALAM SEDIAAN PATCH ORAL Ine, Suharyani; Nor, Latifah; Ani, Fatonah; Azhar Dimas, Putra; Siti, Fatma; Amelia, Ramadhita; Isti, Daruwati; Ade, Meisa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.1983

Abstract

Sediaan patch sudah mulai digunakan sebagai alternatif sediaan padat yang inovatif dan menyenangkan ketika digunakan secara oral. Pada penelitian sebelumnya, bentuk patch berbasis kitosan dan alginat dipilih untuk penghantaran mangostin, namun memberikan masalah pada saat pencampuran. Mangostin yang diformulasikan dalam sediaan patch oral dengan basis natrium alginat dan kitosan mengikuti pelepasan Korsmeyer-Peppas sebanyak 80,34+0,32% pada jam ke-3, sementara pelepasan kurkumin hanya sekitar 13%. Pada penelitian ini, dibuat patch patch oral mangostin, piperin dan kurkumin dengan basis yang berbeda yaitu kitosan, hidroksipropilmetilselulosa dan gelatin. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelepasan tiga zat yang berbeda, yaitu mangostin, piperin, dan kurkumin dalam patch oral dengan basis yang sama. Pelepasan patch oral mangostin, piperin, dan kurkumin diuji menggunakan media saliva buatan dan waktu uji selama 3 jam. Studi ini memperlihatkan bahwa profil pelepasan mangostin, piperin, dan kurkumin, dari sediaan patch oral mengikuti model Korsmeyer-Peppas dengan nilai R2 masing-masing 0,9536; 0,9091; dan 0,903. Untuk mangostin mencapai konsentrasi tertinggi yaitu 14,93% pada menit ke-90, dan pada jam ke-3 melepaskan zat aktif 90,96%. Sementara kurkumin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 24,34% dengan pelepasan 95,72% pada jam ke-3, dan piperin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 11,52% dan pada jam ke-3 sebesar 92,33%. Pada model pelepasan Korsmeyer-Peppas, terjadi difusi dan erosi yang disebabkan oleh penggunaan polimer dalam sediaan patch, sehingga pelepasan akan cepat di awal dan menjadi stagnan di akhir. Fenomena ini bermanfaat untuk mendapatkan onset of action yang cepat, namun stabil dalam waktu lama.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN EYE PATCH EKSTRAK ETANOL BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) Nina, Karlina; Rima Yulia, Senja; Siti Azzahra Nurul, Fazri; Dea, Martelinda; Lela, Sulastri; Sulistiorini, Indriaty
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2368

Abstract

Tanda-tanda Penuaan seperti keriput, kantung mata, dan lingkar hitam sering muncul di sekitar mata akibat paparan sinar matahari. Senyawa metabolit pada Buah kupa seperti flavonoid bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses penuaan. Ekstrak etanol buah kupa dibuat sediaan Eye patch dengan konsentrasi 0,5%;1%;2%. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak buah kupa (Syzygium polycephalum) sebagai produk Eye Patch dan untuk mengetahui kemapuan aktivitas antioksidannya. Ekstrak buah kupa diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, evaluasi eye patch mencakup pengamatan terhadap organoleptic, penentuan bobot, pengukuran pH, rasio swelling, dan pengujian ketahanan lipatan. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Berdasarkan penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak etanol 70% buah kupa (Syzygium polycephalum) Dapat diformulasikan menjadi sediaan eye patch. Aktivitas antioksidan eye patch dengan konsentrasi ekstrak buah kupa 0,5%; 1%; dan 2% masing-masing memiliki nilai IC50 64,07 ± 0,14 µg/mL; 56,97 ± 0,27 µg/mL dan 53,21 ± 0,34 µg/mL dengan kategori antioksidan Kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan eye patch berbasis ekstrak buah kupa memberikan pendekatan baru dalam kosmetik antioksidan alami dengan aktivitas antioksidan yang kuat.
ANALISIS KCN MENGGUNAKAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI LIEBIG-DENIGES PADA AIR RENDAMAN SINGKONG YANG DIRENDAM AIR KELAPA Emma, Emawati; Jigan Az, Zahra; Winasih, Rachmawati
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2429

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam, Keanekaragaman tersebut membuka banyak peluang alternatif terhadap pengganti produk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Salah satu pemanfaatan tanaman ialah sebagai pengendali hama tikus alami (rodentisida). Singkong diketahui memiliki kandungan senyawa berbahaya yakni sianida (HCN) jika dilakukan pengupasan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, air kelapa merupakan sumber kalium elektrolit yang baik, dan menyediakan 600 miligram dalam satu cangkir. Jika dilakukan perendaman singkong menggunakan air kelapa maka Ion kalium (K+) akan bereaksi dengan sianida (CN-) dalam singkong dan membentuk senyawa Kalium Sianida (KCN) yang memiliki efek racun. Pemanfaatan racun KCN tersebut telah banyak digunakan untuk mengendalikan hama pengerat oleh masyarakat, akan tetapi penelitian mengenai kandungan dan kadar senyawa KCN pada air rendaman tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar KCN pada air rendaman singkong dengan air kelapa sebagai racun untuk hewan pengerat. Metode yang digunakan untuk analisis KCN adalah argentometri Liebig-Deniges dimana digunakan larutan AgNO3 sebagai pentiter dengan indikator ammonia dalam KI. Sebelum penetapan kadar, dilakukan validasi metode presisi dan akurasi. Hasil analisis KCN dalam sampel air rendaman dengan perbandingan 1 kg singkong : 2 liter air kelapa memiliki kadar KCN sebesar 2,229 mg/20 mL. Dengan kadar tersebut, pemberian sebanyak 20,6 mL sediaan pada tikus berbobot 200 g setara dengan dosis 11,5 mg/kg BB, yang merupakan nilai LD50 KCN pada tikus dewasa.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI DAUN PUCUK MERAH Syzygium myrtifolium (Roxb.) Walp. TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus DENGAN METODE MIKRODILUSI M07-A6 CLSI Shendi, Suryana; Belya Anindia, Hermawan; Dea Aulia, Ramadhanty
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2433

Abstract

Tanaman pucuk merah (Szygium myrtifolium) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antimikroba fraksi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram dan mikrodilusi 96-sumur dengan tiga kali replikasi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas paling efektif, menghasilkan zona hambat terbesar mencapai 16,5 mm terhadap S. aureus dan 16,3 mm terhadap E. coli pada konsentrasi 40%. Nilai KHM terendah diperoleh sebesar 3,12% pada fraksi etil asetat dan n-heksana terhadap S. aureus, sedangkan KHM untuk E. coli pada seluruh fraksi adalah 6,25%. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling efektif, memberikan penghambatan yang lebih kuat pada kedua bakteri uji dibandingkan fraksi lainnya. Penelitian lebih lanjut sangat disarankan untuk fokus pada isolasi senyawa aktif spesifik dari fraksi ini dan melakukan uji toksisitas untuk memastikan keamanannya untuk pengembangan farmasi.
PENGEMBANGAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI UNTUK ANALISIS MIKONAZOL NITRAT DAN HIDROKORTISON ASETAT DALAM SEDIAAN KRIM Winasih, Rachmawati; Salsabila, Putri; Fauzan Zein, Muttaqin
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2441

Abstract

Infeksi jamur pada kulit dapat diatasi dengan sediaan krim yang mengandung mikonazol nitrat (MN) dan hidrokortison asetat (HA). Penetapan kadar kedua zat tersebut dapat dilakukan secara simultan menggunakan beberapa metode seperti KCKT, spektrofotometri UV dan FTIR, akan tetapi penggunaan metode KLT video densitometri belum pernah dilaporkan di literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan KLT video densitometri untuk analisis MN dan HA yang efektif dalam formulasi krim. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan larutan baku, optimasi sistem KLT, validasi metode analisis dan penetapan kadar MN dan HA pada sediaan krim. Sistem KLT terbaik untuk pemisahan yaitu menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak campuran n-heksan:kloroform:metanol (6:3:1). Bercak pada plat KLT divisualisasikan di bawah lampu UV254, kemudian direkam menggunakan kamera digital, dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan software ImageJ untuk menghitung luas area. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor selektivitas (α) sebesar 1,52. Nilai koefisien korelasi (r) untuk keduanya diatas 0,99. Nilai batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 30,63 dan 102,10 bpj untuk MN, serta 12,12 dan 40,39 bpj untuk HA. Perolehan kembali sebesar 100,84±1,25% untuk MN dan 100,27±0,89% untuk HA, sedangkan nilai presisi (%SBR) untuk MN dan HA sebesar 0,647% dan 0,547%. Kadar MN dan NA dalam sediaan krim berturut-turut adalah 100,41±0,27% dan 101,15±0,18%. Metode KLT video densitometri dapat digunakan sebagai metode analisis alternatif yang sederhana, cepat dan andal dalam penetapan kadar zat aktif MN dan HA dalam sediaan krim kombinasi.
STUDI KOMPUTASI TURUNAN FLAVONOID DAUN SAMBUNG NYAWA TERHADAP ENZIM COX-1 DAN COX-2 SEBAGAI KANDIDAT ANTIINFLAMASI Himyatul, Hidayah; Ruswanto, Ruswanto; Yeni Ari Safitri, Dalimunthe; Surya, Amal
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2447

Abstract

Penggunaan bahan alami sebagai sumber obat semakin meningkat sebagai alternatif terapi untuk berbagai penyakit, termasuk inflamasi dan kanker. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) ada sekitar 11,9 juta orang yang menderita radang sendi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi turunan flavonoid yang terkandung dalam daun sambung nyawa (Gynura procumbent) terhadap enzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) sehingga dapat diprediksi mempunyai aktivitas sebagai kandidat antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara in silico. Hasil Virtual screening pada turunan flavonoid dalam daun sambung nyawa yang berinteraksi dengan reseptor 1EQG terdapat satu senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah yaitu senyawa homoorientin -9,3 kal/mol, sedangkan senyawa yang memiliki energy Gibbs terendah saat berintraksi dengan reseptor 3LN1 yaitu senyawa apigenin -9,9 kal/mol. Hasil molecular dinamic pada senyawa homoorintin terhadap reseptor COX-1 memiliki nilai RMSD 2,40 Å dan nilai RMSF 1,09, untuk senyawa apigenin terhadap reseptor COX-2 yaitu memiliki nilai RMSD 3,25 Å dan nilai RMSF 1,36. Berdasarkan hasil simulasi molekular dinamik dari interaksi terhadap reseptor cyclooxygenase-1 dan cyclooxygenase-2 terlihat bahwa homoorientin memiliki interaksi yang cukup stabil terhadap reseptor cyclooxygenase-1 (1EQG) dibandingkan interaksi antara cyclooxygenase-2 (3LN1) dengan apigenin.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) PADA MODEL HEWAN UJI ZEBRAFISH DIABETES Raden Maya, Febriyanti; Shannon, Patricia; Miski Aghnia, Khairinnisa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2452

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui mengandung flavonoid, seperti kuersetin, yang berpotensi antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi pemodelan diabetes melitus (DM) pada zebrafish dan mengevaluasi aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun kersen. Ekstrak distandardisasi melalui penetapan kadar air dan identifikasi KLT menggunakan pembanding kuersetin. Dua pendekatan model DM dievaluasi, yakni perendaman dalam glukosa 4% serta kombinasi glukosa 2% dengan pakan tinggi lemak. Uji hipoglikemik membandingkan kontrol normal, kontrol negatif (glukosa 4%), kontrol positif (metformin 1,65 mg/dL), dan tiga dosis ekstrak (50, 100, 150 mg/L) pada hari ke-0, 3, 5, 7, dan 14. Ekstrak memenuhi mutu awal (kadar air 3,69%; bercak KLT dengan Rf 0,346 ko-migrasi dengan kuersetin). Perendaman dalam glukosa 4% menghasilkan zebrafish hiperglikemia dengan kadar gula darah >1,5x dari nilai baseline, responsif terhadap metformin, dan bermortalitas rendah, sedangkan induksi dengan kombinasi pakan dan glukosa gagal karena mortalitas ±30%/hari. Pada pengujian hipoglikemik, kadar glukosa kontrol negatif meningkat hingga 227 ± 5,37 mg/dL (H14), sementara metformin menurunkannya menjadi 29,5 ± 2,43 mg/dL (H14; −73,5%). Ekstrak menurunkan glukosa secara bermakna pada seluruh dosis; dosis 150 mg/L mencapai 24,5 ± 1,05 mg/dL (−78,0%) dan lebih rendah daripada metformin, sedangkan dosis 50–100 mg/L berada pada 40,17–38,83 mg/dL (−63,9% s.d. −65,1%). Analisis ANOVA satu arah/Welch menunjukkan perbedaan signifikan antar-kelompok dan antar-waktu (p<0,001), dan uji lanjut Games–Howell mengonfirmasi bahwa seluruh dosis ekstrak berbeda bermakna dari kontrol negatif, dengan dosis 150 mg/L lebih efektif dibanding 50–100 mg/L pada H14. Temuan ini menegaskan bahwa model zebrafish glukosa 4% optimal untuk skrining antidiabetes dan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas hipoglikemik signifikan yang mendukung pengembangannya sebagai kandidat obat antidiabetes alami.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENOREA DAN SIKAP TERHADAP PENANGANAN DISMENOREA PADA SISWI DI KABUPATEN GARUT Genialita, Fadhilla; Harlena Pratama, Putri; Sinta, Fitriyani
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2475

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, termasuk nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penanganan dismenorea pada siswi MA di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (51,7%), sementara sebagian besar responden juga menunjukkan sikap cukup dalam menangani nyeri haid (80,8%). Mayoritas responden mengunakan terapi non-farmakologi sebesar 95% untuk meredakan nyeri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam penanganan dismenorea, dengan nilai signifikansi <0,001 dan koefisien korelasi sebasar 0,329. Nilai koefisien tersebut menunjukkan hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan kekuatan hubungan lemah, sehingga semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka semakin baik pula sikap yang ditunjukkan dalam menangani dismenorea, meskipun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap yang lebih baik dalam memilih Tindakan penangan yang tepat dalam mengatasi dismenorea.
PENILAIAN POTENSI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DISERTAI PENETAPAN KADAR KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK DAUN DAN BUNGA Lavandula angustifolia Kania, Fajarwati; Asep, Roni
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2486

Abstract

Lavender (Lavandula angustifolia) dikenal luas sebagai tanaman aromatik yang memiliki berbagai khasiat farmakologis, terutama sebagai antioksidan, antibakteri, dan agen pencerah kulit alami. Seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk perawatan kulit berbahan dasar alami, lavender memiliki komponen utama yaitu linalool asetat, senyawa yang berfungsi untuk membantu relaksasi sistem saraf serta melemaskan otot-otot yang tegang, dan flavonoid yang terbukti mampu menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, serta menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin. Radikal bebas diketahui sebagai pemicu stres oksidatif yang merusak sel kulit dan mempercepat penuaan dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan antioksidan sampel menggunakan dua pendekatan, yaitu metode DPPH dan metode CUPRAC juga menetapkan kandungan senyawa aktif sampel dan menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode KHM dan KBM. Hasil yang didapatkan dari aktivitas antioksidan tertinggi dengan metode DPPH dan CUPRAC terdapat pada ekstrak n-Heksan daun sebesar 18,39 ± 0,01 dan 29,75 ± 0,02 dengan kadar flavonoid total tertinggi sebesar 6,52 ± 0,03 dan kadar fenolat total sebesar 11,51 ± 0,05. Aktivitas antibakteri paling signifikan diamati pada ekstrak metanol bunga lavender, dengan diameter zona hambat terhadap Escherichia coli sebesar 12,61 mm dan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 14,00 mm pada konsentrasi 10%.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ORAL ANTIDIABETES (OAD) PASIEN PROLANIS KLINIK X DI GARUT Genialita, Fadhilla; Harlena Pratama, Putri; Elsa, Maritsa
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2489

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, di mana keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien mengonsumsi obat antidiabetes. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien DM, tingkat ketidakpatuhan tetap menjadi masalah, khususnya di fasilitas kesehatan primer. Hingga saat ini, masih terbatas penelitian yang secara spesifik mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepatuhan pada peserta Prolanis di tingkat klinik, terutama di wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuam untuk menilai faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada pasien Prolanis di salah satu klinik di Kabupaten Garut. Metode cross-sectional dengan teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini sebagai pendekatan studi observasional analitik. Kuesieoner divalidasi, data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sedang untuk faktor pengetahuan (50%), sikap (43,8%), kondisi psikologis (43,8%), status sosial ekonomi (50%), dukungan keluarga (53,1%), serta kompleksitas regimen pengobatan (46,9%). Mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan konsumsi obat antidiabetes pada kategori sedang (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan faktor pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, status sosial ekonomi, dukungan keluarga, dan kompleksitas regimen pengobatan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa intervensi seperti edukasi dan konseling rutin dapat meningkatkan kepatuhan pasien DM dalam pengobatan jangka panjang.

Page 1 of 2 | Total Record : 12