Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Articles
178 Documents
TINJAUAN TERHADAP HADIS-HADIS ISRA’ SEBELUM KENABIAN
Andi, Nofri
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i2.174
Makalah akan membahas tentang pemahaman ulama terhadap hadis isrâ’ sebelum wahyu dan isrâ’ setelah wahyu dan perbedaan pendapat ulama dalam memahami hadis tersebut, dan sudut pandang historis dari peristiwa isrâ’ tersebut.Dalam pembahasan makalah ini, penulis menggunakan metode maudhû’iy Muqâranah, yaitu penelitian dengan mengumpulkan hadis-hadis dalam satu tema, mengemukakan pendapat ulama, lalu memperbandingkan pendapat mana yang paling rajîh.Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa para ahli memahami hadis tentang isrâ’ sebelum wahyu adalah : pertama isrâ’ terjadi satu kali dan setelah kenabian, kedua isrâ’ terjadi dua kali dan menetapkan sebelum kenabian dan pendapat yang ketiga mencoba memadukan antara kedua pendapat yaitu isrâ’ terjadi sebelum kenabian dan setelah kenabian walaupun pada kali pertama dalam mimpi dan belum menjadi Nabi hal ini belum bisa dikatakan sebagai peristiwa isrâ’.
KEAKUAN INDIVIDU SEBAGAI INSAN TAQWIM (Potret Kajian Filsafat)
Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.243
God’s statement in Surah al-Tin, verse 4 is a suggestion for mankind to make an introduction to itself. It's like a person's behavior makes a circle with anchors. When the circle is very small, one must be extra careful to set the center point to keep the circle full. Truly the perfect message of the Qur'an in Surah al-Kahf, verse 19, which is precisely the point of the whole verse; which calls on humans to be walyatalaththaf, ie extra caution, full of lathifeness, self-sensitivity. Therefore, the caution in passing through this life is often likened to passing through a haircut split seven. What is that meaning? The sharpest self-sensitivity, so that human beings become like super filaments.
ISLAM AND MINANGKABAU CUSTOM IN HAMKA’S VIEW: PAUL RICOEUR’S HERMENEUTIC PERSPECTIVE
Widia Fithri
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.93
Islam dan adat Minangkabau menurut Hamka memilikihubungan dialektika yang saling menguatkan. Keduanya, kendatimemiliki watak dan berasal dari sumber yang berbeda, tumbuhdan hibup dalam kultur Minangkabau. Kekuatan kedua entitatasini menjadi fondasi bagi kemajuan masyarakat Minangkabau.Akan tetapi, memang tidak bisa diabaikan bahwa kedua unsur inimemiliki potensi untuk menimbulkan konflik. Dalam konteks ini,menjadi sangat penting untuk menggunakan pendekatanhermenetik yang diperkenalkan oleh Paul Ricoeur. Pendekatan inimemungkinkan kedua unsur ini menjadi kekuatan pendorongkemajuan masyarakat modern.
PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA MODERN DALAM ISLAM
-, Susilawati
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.113
Umumnya manusia memiliki tiga langkah dasar proses dalam hidup mereka , yaitu periode prenatal , masa bayi, dan balita . Periode ini sangat menarik bagi perkembangan manusia di masa depan. Tapi kadang-kadang orang tua tidak peduli tentang periode ini; ke tika kandungan ibu berusia enam bulan, bayi bisa berkomunikasi dengan orang lain, teru-tama dengan ibu dan ayah . Ketika anak lahir, orang tua harus memiliki keterampilan merawat anak mereka , berpendidikan mereka dengan sesuatu yang lebih baik menurut mereka usia karena pendidikan dalam keluarga adalah yang pertama belajar mereka dapatkan. Umumnya anak kami tinggal bersama orang tua dalam keluarga sekitar lima tahun sebelum mereka pergi ke sekolah. Sejauh ini mereka akan menyalin sikap kita semua . Jadi melakukan yang terbaik untuk anak, karena mereka adalah masa depan .
PEMAHAMAN HADITS SAINS : MENGUJI VALIDITAS HADIS DENGAN KEBENARAN ILMIAH
-, Faizin
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.130
Apakah secara formal kritik matan dengan kebenaran fakta ilmiah memiliki korelasidalam pembuktian autentitas hadits atau hanya legitimasi kebenaran materi hadits. Apakahpembuktian ilmiah atas hadits nabi merupakan varian kritik matan yang dapat memperkuat validitashadits. Apakah hadits yang dinilai maqbul secara keimuan ahl al-hadits kemudian terbukti secarailmiah dapat memperkuat validitas hadits. Sebaliknya, apakah hadits yang dinilai secara keilmuanahl al-hadits mardud kemudian terbukti secara ilmiah dapat dikategorikan sebagai hadits yang dapatditerima. Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan ungkapan akademis yang senantiasa mengemukaketika pembahasan mengenai pengujian validtas hadis dengan kebenaran ilmiah diapungkan.Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan representasi dari studi hadis, khusunya menyangkutpemahaman hadits sains yang kemudian didorong oleh adanya al-‘Ijaz al-‘Ilmi. Tulisan ini akanmengelaborasi secara detail benang merah antara pemahaman hadis dan sains modern dalamhubungannya dengan keshahihan hadits.
شبهة الإسراء والمعراج في القرآن والحديث
ماريسون ماريسون
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.152
إف العلماء عندما رأوا الاختلافات الشديدة بتُ الروايات بعأ كثتَ منهم إلى بضلها على التعدد ىرباً من التوفيقلصعوبتو ، خاصة مع عد الاقتصار على الروايات الصحيحة والنظر في ضبط الرواة ؛ فمن أىل العلم من قاؿ بتكررالإسراء وتكرر ابؼعراج عدة مرات ، ومنهم من قاؿ بحدوثهما مناماً ثم حدوثهما يقظة ، وغتَ ذلك . وبحمد الله تعالى بعددراستي للروايات دراسة ممحصة متعمقة : من جهة الأسانيد أولا ثم من جهة ابؼتوف ثانيا ثم من جهة موافقة العقل للنقلثالثا تبتُ لي ما جعل الروايات كلها تلتئم : )) وىو القوؿ بكوف ابؼعراج الذي حدث في ليلة الإسراء كاف بالروح فقط أثناءالنو توطئة وبسهيداً لرحلة الإسراء بابعسد والروح معاً ، وأف ابؼعراج بالروح مناماً تكرر ولا مانع من ذلك ، وقد يكوف مرةوقد يكوف عدة مرات حيث إنو لا يعدو أف يكوف انطلاقة للروح ، وىو أمر غتَ مستبعد تكرره لغتَ الأنبياء فكيفبالأنبياء ؟.(( فمثلاً حديث بظرة في ابؼعراج مناماً وحديث أبي أمامة وحديث أبي موسى الأشعري كلها تدؿ على تكررابؼعراج ، وكما أنها كانت بالاتفاؽ مناماً فشبيهها يكوف مثلها مناما عند النظر , وقد فرؽ ابن القيم وابن كثتَ وغتَنذا بتُالعروج بالروح وبتُ ابؼنا المحض
HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU TAUHID
Darmansyah, Darmansyah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.169
Basically, there is a connection between every science whether the connection is tight, mediocre, or relatively far. Some subject that have a close connection with Ethical science are Tasawuf, Theology, Education Science, Psychiatry and Philosophy. Whereas, some science that have mediocre connection with Ethics are Law, Sosiology, History ad Anthropology. Some science that have far connection with Ethics are Physics, Biology and Politics.In this article, we will investigate the very close relationship between Ethics and Theology.
PERANAN ASBAB AL-NUZUL DALAM PENEMUAN HUKUM
bakhtiar, Bakhtiar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i2.222
Ketentuan-ketentuan hukum yang terdapat pada Alquran cara pengungkapannya muncul dengan bervariasi. Untuk menemukan hukum yang dalam keadaan demikian selain memerlukan pendekatan kaidah-kaidah kebahasaan juga diperlukan pendekatan asbab al-nuzul. Pendekatan ini sangat penting karena turunnya Alquran tidak dalam satu waktu, tidak satu tempat dan tidak satu keadaan tertentu melainkan berlangsung dalam rentang waktu yang lama, turun di beberapa tempat dan keadaan yang berbeda-beda. Asbab al-nuzul sebagai bagian terpenting dalam menemukan hukum merupakan peristiwa, pertanyaan dan komentar atau petunjuk yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat sebagai penjelasan terhadap peristiwa, pertanyaan dan komentar atau petunjuk tersebut tentang hukumnya. Asbab al-nuzul sangat diperlukan dalam penemuan hukum agar sejalan dengan tujuan syarak, yaitu memelihara kebutuhan dasar manusia yang meliputi agama (hifz al-din), jaminan hidup (hifz al-nafs), kebebasan berfikir (hifz al-‘aql), kepemilikan harta (hifz al-mal) dan berketurunan atau keluarga (hifz al-nasb). Peranan asbab al-nuzul dalam penemuan hukum adalah alat untuk mengetahui dialektika antara nash dan seting sosial, mengetahui rahasia ditetapkannya suatu hukum, menghindari kesalahpahaman dalam memahami maksud nash, menghindari pembatasan hukum, mengetahui takhsis hukum, menyingkap makna hukum dari suatu lafaz dan mengetahui identitas orang yang menyebabkan diturunkannya suatu ayat.
PENGARUH GRIT DAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR MAHASISWA
Sovi Septania;
Khairani Khairani
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v22i1.279
Rapid development of technology and challenges in upcoming industrial revolution 4.0 require students to equip themselves with relevant competencies. The success of students as prospective workers will depend on this. Initial stage for students is to have clarity on the direction of career preparation. Adequate career preparation, including the accuracy of career decision making is synchronized between their potential versus what is desired (Sharf, 2002). Internal factorof students’ success in choosing a future career is by having strong characters. Character with perseverance and great desire to achieve long-term goals in a long time is known as grit ((Duckworth, Peterson, Matthews & Kelly, 2007). This study aims to identify the influence of grit and gender on career decision making among Psychology faculty’s students in UniversitasMuhammadiyah Lampung. The research involved 83 students from 4 classes and using quantitative research method using a scale as a data collection tool. Results of empirical research prove that grit and gender are proven to significantly influence students' career decision making. Grit correlate to career decision making with pearson-correlation score 0.519 (p <0.001) and gender correlate to career decision making with pearson-correlation score 0.277 (p <0.005). Simultaneously, grit and gender make 28% (p<0.000) effective contribution to student’s career decision making. Further research is expected to be able to examine the interventions that can be done to improve the ability of taking career decisions for students.
LIMA PERSOALAN AKAL MENURUT MUHAMMAD ABDUH BERDASARKAN BUKU HASYIAH
Eka Putra Wirman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.83
Di antara pendapat krusial Muhammad Abduh tentang teologi dalam bukunya Hasyiah adalah, Manusia wajib menganalisis keberadaan Allah dan alam semesta berdasarkan nash dan ijtima‟ ulama. Namun akal tidak punya otoritas mewajibkan manusia mengetahui Tuhan dan menentukan baik dan buruk, halal dan haram, kewajiban berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk. Semuanya itu adalah otoritas wahyu bukan akal. Akal tidak boleh memberikan kewajiban kepada Allah untuk memelihara kemaslahatan manusia. Tidak ada kewajiban Allah untuk menjga kemaslahatan manusia seperti menciptakan kehidupan bagi orang kafir yang memilih telah kafir.