cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PARADIGMA IJTIHAD KONTEMPORER: Studi terhadap Metode Ijtihad Majmu’ al-Buhuts -, Bakhtiar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.104

Abstract

Ijtihad jama‟i saat ini dipandang lebih dapat memberikan jawaban hukum yang lebih komprehensif dibandingkan dengan ijtihad individual. Hal itu disebabkan keterbatasan sumber daya seiring dengan kecenderungan spesialisasi keilmuan yang semakin tajam dan munculnya persoalan yang semakin kompleks dan rumit. Model ijtihad ini berkembang secara terorganisir dan terlembaga yang dipelopori oleh Majmu‟ al-Buhuts al-Islamiyyah. Lembaga yang didirikan Muhammad Ali Pasya ini produktif dalam melahirkan fatwa dan menjadi rujukan dari berbagai belahan dunia Islam. Dalam berijtihad, al-Qur‟an dan hadis diposisikan sebagai sumber pokok hukum sedangkan metode ijtihad yang digunakan tidak jauh berbeda dengan model yang sudah terkonsepsi sebelumnya seperti maslahah, sadd al-dzari‟ah, istihsan dan sejenisnya. Penerapan metode tersebut sangat jelas terlihat dalam beberapa contoh fatwa seperti aliran Qadiyaniyah (Ahmadiyah), bank ASI, penentuan awal bulan qamariah dan baitul mal sebagai ahli waris serta ihtikar (penimbunan kebutuhan pokok).
EFIKASI DIRI, OPTIMISME, DAN DUKUNGAN DOSEN PEMBIMBING TERHADAP STRES MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL PADANG YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI Sudirman, Subhan Ajrin
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran efikasi diri, optimisme, serta dukungandosen pembimbing terhadap stres mahasiswa yang menyusun skripsi. Subjek terdiri dari 65mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan telah melaksanakan proses bimbingan dengan dosenpembimbing skripsi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) semakin tinggi efikasidiri dengan mengontrol optimisme dan dukungan dosen pembimbing, semakin rendah stresmahasiswa yang menyusun skripsi; (2) semakin tinggi optimisme dengan mengontrol efikasi diri dandukungan dosen pembimbing, semakin rendah stres mahasiswa yangmenyusun skripsi; dan (3)semakin tinggi dukungan dosen pembimbing dengan mengontrol efikasi diri dan optimisme,semakin rendah stres mahasiswa yang menyusun skripsi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan(1) ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan mengontrol optimisme dandukungan dosen pembimbing dan stres mahasiswa yang menyusun skripsi (r = -0,357, p <0,01); (2)Tidak ada korelasi yang signifikan antara optimisme dengan mengontrol efikasi diri dan dukungandosen pembimbing, dan stres mahasiswa yang menyusun skripsi (r = -0,101; p>0,05); dan (3) Adakorelasi negatif yang signifikan antara dukungan dosen pembimbing dengan mengontrol efikasi diridan optimisme, dan stres mahasiswa yang menyusun skripsi (r = -0,233;p < 0,05). Sumbanganvariabel efikasi diri, optimisme, dan dukungan dosen pembimbing terhadap penurunan stresmahasiswa yang menyusun skripsi masing-masing sebesar 12,745%, 1,02%, dan 5,429%.
AGNOSTISISME MODERN faisal, Faisal
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.164

Abstract

Pemikiran tentang Tuhan sebagai tema utama dalam agama, mengalami dinamika sepanjang sejarah manusia. Pencarian Tuhan ternyata tidak berhenti ketika konsep Teisme memberi jawaban dengan berbagai argumentasi. Salah satu paham yang muncul kemudian adalah agnostisisme yang pada prinsipnya memandang bahwa manusia tidak bisa memberikan jawaban mengenai apakah Tuhan ada atau tidak. Bagi penganut paham ini, jawaban ada atau tidak, memiliki nilai yang sama karena eksistensi Tuhan tidak bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan empiris dan positivistik. Tulisan ini akan membahas paham agnostik ini, baik tentang pengertian, akar pemahaman, maupun tentang kaitannya dengan sains.
KRITIK HADIS DALAM PENDEKATAN FILOSOFIS Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.217

Abstract

The research or criticism of hadith is always directed at the criticism of sanad (external criticism; naqd al-khariji) and matan criticism (internal criticism; naqd al-dakhili). In the criticism of sanad (naqd al-khariji) the focus of the study is always directed at the quality of the narrators and the method of transmission used; whether the credibility of the narrators and the hadith is acknowledged and whether the traditions of tahammul and there 'indicate that he is a hadith of the Prophet. Whereas in the criticism of matan (naqd al-dakhili) it is more directed at the provisions that matan hadith must not conflict with the Koran; Mutawatir traditions or those of higher quality; historical facts; common sense; the five senses; and avoid syadz and ‘illah.Departing from the focus of the study of criticism of Sanad on the assessment of the quality of the narrators, the existence of the Science of Jarh wa Ta'dil is absolutely necessary. It is through this knowledge that the judgment of the critical scholars against the narrators is revealed by jarh or ta'dil or from the point of view of whether or not their transmission is accepted.
HAKIKAT MANUSIA MENURUT MUHAMMAD IQBAL Nurmaliyah, Yayah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.253

Abstract

Sejarah mencatat bahwa umat Islam pernah berada di posisi terdepan dalam peradaban  dunia.  Belakangan  sebuah  kenyataan  juga  tidak  terbantahkan  ketika  umat Islam harus mengakui keunggulan komunitas lain dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai upaya mengembalikan kejayaan masa lalu, Muhammad  Iqbal menyeru umat Islam untuk tidak terbuai dengan kegemilangan atau romantika masa lalu dan melarang untuk taqlid buta pada pemikiran masa lalu yang mengakibatkan hilangnya kreasi dan inovasi  dalam  menghadapi  realitas  perkembangan  zaman.  Muhammad  Iqbal  juga menyeru umat Islam untuk tidak bersikap apriori terhadap Barat, sebaliknya dapat memanfaatkannya dan meresponsnya dengan kritis. Hal ini disebabkan Muhammad Iqbal cukup lama mengikuti pendidikan di Barat yang dipenuhi oleh semangat penelaahan dan penelitian ilmu pengetahuan yang tinggi, sehingga ia dengan jelas melihat dan merasakan langsung bergantinya aktifitas ilmiyah dari Timur ke Barat. Hal ini cukup membuatnya kagum dan menginginkan umat Islam untuk mengikuti semangat Barat dalam melakukan kajian-kajian ilmiyah yang notebene pernah dilakukan sebelumnya. Muhammad Iqbal juga menyadari bahwa faktor tersebut di atas tidak akan bermanfaat apa-apa apabila umat Islam sendiri tidak memiliki semangat dan kemauan untuk berobah.  Kemunduran umat Islam dewasa ini secara garis besar disebabkan oleh   2 faktor; internal dan eksternal. Kedua faktor itu harus dibenahi demi mengembalikan kecemerlangan masa lalu. Dengan mengutip QS. Al-Ra’d ayat 11, Muhammad Iqbal mencoba mengembangkan gagasannya mengenai khudi yang notabene merupakan hakikat dari kemanusiaan itu sendiri. Menurutnya moralitas suatu bangsa ditentukan oleh pandangan masyarakatnya mengenai khudi ini, dan segala sesuatu di alam ini memiliki khudinya sendiri-sendiri. Setiap khudi akan bergerak maju sehingga mencapai titik perkembangannya masing-masing.
BADONCEK DALAM TRADISI MASYARAKAT PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT Widia Fitri
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i2.78

Abstract

Salah satu kearifan lokal Minangkabau yang terus dilestarikan adalah tradisi Badoncek. Daerah yang terkenal sangat intens melestarikan tradisi Minangkabau ini yakni masyarakat Padang Pariaman. Badoncek yang berarti sikap spontan dalam pengumpulan dana secara patungan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing tanpa paksaan merupakan wujud kegotong-royongan masyarakat dalam berbagai kegiatan social. Kegotongronyongan merupkN akar budaya ketimuran. Tradisi ini tidak saja dapat meringankan dan membantu sesama tapi lebih dari itu Badoncek menggambarkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat sehingga mampu mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera. Tradisi Badoncek juga sangat membantu mensukseskan program-program yang digalakkan oleh pemerintah, karena tidak semua pendanaan untuk masyarakat mampu dipenuhi oleh dana pemerintah. Melalui tradisi Badoncek masyarakat tidak terlalu bergantung pada pemerintah. Tulian ini akan menelusuri sejarah tentang kapan tradisi ini muncul di tengah masyarakat terutama masyarakat Padang Pariaman ? Dalam kegiatan social apa saja tradisi Badoncek ini dilaksanakan ? Apa makna filosofis dari tradisi Badoncek bagi masyarakat Padang Pariaman? Apakah tradisi Badoncek mampu menawarkan model pembangunan masyarakat untuk pembangunan bangsa? Penelitian ini akan menelusuri dokumen yang bercerita tentang tradisi Badoncek, kemudian melakukan observasi serta wawancarai beberapa tokoh untuk menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan diatas.
PIDANA HUDUD ( Sebuah Tinjauan Filosofis) -, Ikhwan
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.99

Abstract

dalam tinjauan filsafat hukum Islam, perubahan hukum merupakan suatu keniscayaan jika perubahan hukum itu tidak bertentangan dengan tujuan hukum. Perubahan hukum tersebut harus memenuhi persyaratan yang menjamin tetap terjaga tujuan hukum dan aturan syari‟at. Perubahan hukum malah menjadi suatu keharusan ketika kemaslahatan sebagai tujuan utama hukum menuntut demikian.
ABU HAMID AL-GHAZALI : DIALEKTIKA LOGIKA DAN INTUISI Wirman, Eka Putra
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i2.121

Abstract

Sebagai seorang filosof, al-Ghazali mencintai objektifitas dan rasionalitas. Baginya, filsafat bukanlah benda haram yang tidak boleh dijamah oleh umat Islam. Filsafat baginya adalah berkah bagi manusia pada porsi tertentu dan juga sangat bermanfaat bagi kehidupan. Di bidang tasawuf, al-Ghazali memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan tasauf di dunia Islam. Ia berada di barisan terdepan baik sebagai tokoh pelaku maupun sebagai konseptor dan ideolog. Keunggulan al-Ghazali dibanding tokoh sufi lainnya, ia memberikan penghargaan yang tinggi kepada intuisi sebagai sumber pengetahuan yang valid. Konsep al-mukasyafah merupakan implikasi dari eksistensi pengetahuan intuitif. Begitu pula dengan konsep al-‘ilm al-laduni yang digagas oleh al-Ghazali, merupakan aplikasi dari proses al-mukasyafah.
CORAK TEOLOGI IBNU TAIMIYAH Syafrial. N -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.142

Abstract

Dalam sejarah umat Islam telah muncul di kalangan u1ama mazhab Hanbali yang dikenal dengan Gerakan Salafiyah. Aliran ini tampil lagi pada abad ke-7 H yang digagas oleh Syekh al-Islam Ibn Taimiyah. Ibn Taimiyah dalam pemikiran teologis mempunyai tujuan untuk mengajak umat Islam agar kembali kedasar agama dalam bentuk yang murni yakni al-Qur an dan Sunnah. Dari hal ini, penting untuk melihat  tawaran Ibn Taimiyah secara komprehensif melalui corak teologinya. Setelah itu, dilanjutkan dengan melihat perbandingan dengan teologi yang sudah mapan sebelumnya.
HARUN NASUTION (Sebuah Biografi Intelektual) Amin, Saidul
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.158

Abstract

Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia lazimnya dilakukan oleh organisasi, sepertiMuhammadiyah, NU, Persis, al-Irsyad dan lainnya. Bisa juga melalui kelompok tertentu, sepertiGerakan Kaum Muda di Minangkabau. Namun Harun Nasution tampil berbeda. Dia mampumelukis, mewarnai dan memberi corak baru dalam kanvas perubahan dan pembaharuan pemikiranIslam di Indonesia. Tampil tanpa organisasi dan kelompok namun mampu melahirkan nuansa baruyang signifikan. Siapa sesungguhnya Harun Nasution? Tulisan ini mencoba menapaktilasibiografi inteletual tokoh kontroversi ini.

Page 5 of 18 | Total Record : 178