Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Articles
178 Documents
DIMENSI EPISTEMOLOGI DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN
Hamdan Akromullah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.1
Tulisan ini membahas tentang Dimensi Epistemologi dalam Pemikiran FazlurRahman. Di akhir tulisan ini disimpulkan bahwa karakteristik mendasar gerakan neomodernismeadalah terletak pada perhatiannya yang dalam pada tradisi Islam. Metodologi, akal, dan Islamisasi ilmu pengetahuan adalah persoalan-persoalanepistemologis yang utama dalam neo-modernisme Fazlur Rahman. Menurut FazlurRahman ilmu pengetahuan itu adalah benar, tergantung pada penggunaannya.Penggunaannya yang menjadikan ilmu itu benar dan salah. Sumbangan terbesar FazlurRahman bagi umat Islam adalah perombakan konsepsi umat Islam tentang epistemologiyang telah membuat pemikiran umat Islam rigid, puritan, dan dikotomis dalammemecahkan persoalan yang mengakibatkan umat Islam sulit untuk berpikir sintesis,elastis, dan pragmatis. Fazlur Rahman telah memberikan alternatif berpikir bagi kaummuslimin.
FENOMENA HIJABERS MOM COMMUNITY PADANG
Fithri, Widia
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.244
Pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam bentuk industri kreatif saat ini salah satunya dikenal dengan Hijabers Community. Pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komunitas ini dipicu oleh berbagai factor diantaranya kesadaran dan pemaknaan terhadap pengembangan diri sebagi muslimah sekaligus dimanfaatkan untuk menambah income keluarga. Fashion dalam hal ini menjadi icon dari hijabers community. Tulisan ini akan menggambarkan realitas yang berkembang dimasyarakat tentang kelompok Hijabers Mom Community Padang.
IJTIHAD DI MATA AMEER ALI
Zaim Rais
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.94
Ijtihad sebagai fondasi kebangkitan dan kemajuan umat Islam jadi terpinggirkan akibat salah paham terhadap spirit ajaran Islam yang dibawa Rasulullah. Menurut Ameer Ali, Ijtihad upaya yang ampuh mewujudkan kebangkitkan Islam kembali. Jika di Eropa Renesans didorong oleh lahirnya gerakan Reformasi, dengan menyingkirkannya belenggu Ecclesiastisisme, maka dalam Islam, pembaharuan (reform) harus didahului oleh gerakan pencerahan (enlightenment). Untuk mewujudkan berperannya kembali ijtihad harus dilakukan dua hal; Pertama, membebaskan umat dari belenggu pemahaman literal terhadap sumber-sumber pokok ajaran Islam. Kedua, membebaskan umat dari doktrin „keseragaman‟ yang dibentuk oleh forma-lisasi dan institusio-nalisasi paham agama, yang tidak memberi ruang umat memiliki penafsiran yang dapat dipertanggungjawabkan.
MENGURAI LINGKUP SHILATURAHIM Sebuah Tinjauan dalam Hadis Nabi
Junizar Suratman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.114
Shilaturahim adalah salah satu ajaran Islam yang tidak hanya dilihat dari sisi hu-bungan manusia dengan manusia, bahkan bermakna hubungan manusia dengan Tuhan. Ka-renanya, shilaturahim merupakan bagian dari keimanan kepada Allah. Orang yang menjalin shilaturahim kepada sesama manusia, berarti ia telah menghubungkan dirinya dengan Allah. Sebaliknya, orang yang memutuskan shilaturahim berarti ia telah memutuskan hubungan dengan Allah. Menjalin shilaturahim, di samping sebagai sebuah kepatuhan kepada Allah, ia juga dapat memberikan hikmah yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Pemaknaan shilaturahim tersebut dijelaskan dalam al-Qur‟an dan lebih rinci juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah. Karenanya, penting untuk mengurai makna shilaturrahim dalam perspektif hadis Nabi.
EPISTIMOLOGI BAYANI, TA’LILI DAN ISTISLAHI DALAM PENGEMBANGAN DAN PEMBAHARUAN HUKUM
Bakhtiar -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v18i1.131
Bayani, ta’lili dan istislahi merupakan model epistimologi yang selalu dan sudah sejaklama digunakan ulama ushul fiqh dalam menyingkap, menemukan dan merumuskan hukum yangbertumpu pada kemaslahatan. Hal ini sangat relevan dalam menyelesaikan dan menjawab persoalanpersoalankontemporer yang semakin komplit dan rumit. Teori bayani dilakukan dengan pendekatanteks nash melalui kaidah-kaidah kebahasaan. Sedangkan ta’lili menggunakan penggalian terhadapsuatu sifat yang dapat dijadikan sebagai tambatan untuk dihubungkan antara dua peristiwa hukumsehingga hukum yang sudah ada dapat diterapkan pada kasus baru. Begitu pula pada saat qiyas biasatidak diterapkan karena faktor lain yang lebih kuat, dapat beralih kepada qiyas yang pengaruhnyalebih kuat. Dalam hal, teori bayani dan ta’lili tidak dapat diterapkan pada kasus-kasus yanghukumnya tidak tidak terdapat pada nash, maka teori istislahi dapat menjadi alternatif. Melalui teorimaslahah al-mursalah dan dzari’ah persoalan-persoalan kontemperer akan dapat diselesaikan denganbaik dan dinamis.
KONSEP MANUSIA DAN MANUSIA BERAGAMA DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI AGAMA
Hasneli hasneli
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.153
Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena memiliki keterpaduan antara aspekjasmani dan aspek rohani yang dilengkapi dengan agama, akal, akhlak, sosial dan seni.Kesempurnaan dan kemuliaan yang dijanjikan Allah kepada manusia itu ditunjang olehpembawaan yang dikaruniakan-Nya kepada manusia sebagai bekal dalam mengemban tugas danfungsinya di muka bumi. Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan, dengan katalain manusia sadar akan kehadiran Tuhan dalam dirinya. Oleh sebab itu segala keraguan dankeingkaran kepada Tuhan timbul ketika manusia itu menyimpang dari fitrah mereka sendiri.Tulisan ini berupaya mengungkap masalah diseputar konsep manusia dalam pandangan psikologidan psikologi agama serta konsep manusia beragama dalam pandangan psikologi agama yangdidahului dengan pembahasan tentang proses penciptaan manusia.
Beban Kerja dan Burnout Pada Tenaga Kerja : Suatu Tinjauan
Winbaktianur Winbaktianur
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v19i2.170
Banyak kajian yang membahas mengenai beban kerja dan burnout. Pada tulisan ini mengulas beban kerja dan burnout sebagai suatu kajian keilmuwan yang bayak dikaji dalam psikologi Industri dan Organisasi serta dalam Manajemen Sumber Daya Manusia.Beban kerja merupakan sekumpulan tugas atau pekerjaan yang ditanggung oleh pekerja yang harus diselesaikan pada rentang waktu tertentu. Sedangkan burnout adalah adalah sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa baik secara fisik, mental maupun emosional, yang menyebabkan seseorang terganggu dan terjadi penuntutan pencapaian prestasi pribadi.
MIGRATION POVERTY AND SLAVERY OF HUMAN BEING (STUDY IN PSYCHOLOGY PERSPECTIVE)
Fahmi, Reza
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v21i2.223
The research aims: (1) Describing a migration of poverty from Indonesian people. (2) Describing a slave of human being. (3) The correlation between migrations of poverty and slavery of human being. The research used mixing methods as an approach. The population of the study was about 128 people. But only 97 people involved in this research. The simple random sampling was using as a technique of sampling. The data collected with psychological scale, data documentation, depth interview and Focus Group Discussion). The research found that: firstly, the average of the mean and percentage of migration poverty were categories high. It means that most of Indonesian people who migrate as a worker are coming from lower class society. Secondly, the average mean and percentage of slavery of human being high. It means that most of Indonesia people could not have bargaining power for doing their job. Then, there are correlation between migrant poverty and slavery of human being involved Indonesian worker.
TEMA SENTRAL DALAM PEMIKIRAN JEAN PAUL SARTRE
Syukri, Ahmad
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v22i1.280
Sartre's philosophical thinking was a reaction to the situation in the first and second world wars, which he considered a humanist. The order of life oriented to materialism and idealism. humans are only considered objects, as 'parts' in large machines called societies and countries. .the relationship between humans and their environment becomes very formal, their thinking is based on profit and loss, everything that does not bring use / productive is considered to be worthless. Sartre's thinking offers a way of liberation by re-enlivening the conversation about human values, by opening up new possibilities that are better for the future life of humans. sartre again directed his analysis to the main problem about who is human who has freedom, independence and as an autonomous personal being.
ELOK DI AWAK, KATUJU DEK URANG; NILAI MULTIKULTURAL DI MINANGKABAU
Faisal Zaini Dahlan
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i1.84
Sumatera Barat yang identik dengan etnis Minang, dikenal sangat menjunjung tinggi adat dan budaya yang berjalin berkelindan dengan ajaran Islam. Adagium Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah menunjukkan dengan jelas kaitan antara adat, budaya, dan agama tersebut. Meski Islam dan etnis Minang mendominasi wilayah ini, tetapi terdapat etnis lain yang sebagiannya beragama non Islam pula. Tetapi mereka hidup dalam keadaan aman dan damai. Hal ini tidak terlepas dari adanya kearifan lokal Minang, elok diawak, katuju diurang.