Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Ruhul Islam terhadap Pembentukan Karakter Mahasiswa di Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Teknologi Informasi Rohandi, Mochamad Malik Akbar; Aziz, Helmi; Taja, Nadri; Yuliawati, Tia; Giraliyandi, Maudina Putri; Sutina, Hani
Taallum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2017.5.2.369-388

Abstract

Ruhul Islam is the core spirit of Islam that is the identity or characteristic of an individual or Islamic institution that has a mental attitude. It always guided by morals, according to the guidance of Islamic teachings so that can create a brotherhood of fellow Muslims in bringing people to a better state. The objective of this research is to know the comparison of Ruhul Islam application level to the embedded character in college student based on Islam and technology. Explanatory research method used primary data of field observation and questionnaire and secondary data, sample using Slovin formula and purposive sampling method with error rate of 10%, interconnection between variables using path analysis. Characteristics of respondents majority of women, active age 18-21 year students, high school graduates and the origin of UNISBA students 67% of Bandung while Telkom 82% outside Bandung. Implementation of Islamic values ​​with character formation in Islamic universities has a stronger relationship than information technology-based colleges with a R2 level of 37% versus 32.8%, more than 60% character formation can be influenced by other factors or variables.
PENGARUH MODEL PAIKEM TERINTEGRASI MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS X DI SMA PGII 2 BANDUNG (Penelitian Tindakan Kelas dengan Tema Materi Meniti Hidup dengan Kemuliaan Pada Siswa Kelas X Di SMA PGII 2 Bandung) Taja, Nadri; Prihantikasari, Novi
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Nalar Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v7i1.8623

Abstract

terintegrasi media sosial, tingkat motivasi belajar dan pengaruh model PAIKEM terintegrasi media sosial terhadap tingkat motivasi belajar pada siswa kelas X di SMA PGII 2 Bandung. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-MIPA 2. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket tertutup dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu silabus, RPP, dokumentasi dan catatan harian. Teknik analisis data dalam PTK dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penyajian data yang digunakan yaitu uji validitas, reliabilitas, normalitas dan regresi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh model PAIKEM terintegrasi media sosial terhadap tingkat motivasi belajar sebesar 99,0% artinya nilai tersebut termasuk kedalam kategori sangat baik. Hasil tersebut dilihat dari variabel yang meliputi aspek dan indikator yang telah dicapai melalui angket seperti pada variabel (X1) model PAIKEM yaitu terdapat aspek aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, variabel (X2) media sosial yaitu terdapat aspek keterampilan teknis, keterampilan sosial dan fungsi media sosial dan variabel (Y) meliputi aspek motivasi belajar baik dilihat dari motivasi intrinsik maupun ekstrinsik.  Kata Kunci: Model PAIKEM, Media Sosial, Motivasi Belajar  
Implementasi Ruhul Islam terhadap Pembentukan Karakter Mahasiswa di Perguruan Tinggi Berbasis Islam dan Teknologi Informasi Mochamad Malik Akbar Rohandi; Helmi Aziz; Nadri Taja; Tia Yuliawati; Maudina Putri Giraliyandi; Hani Sutina
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2017.5.2.369-388

Abstract

Ruhul Islam is the core spirit of Islam that is the identity or characteristic of an individual or Islamic institution that has a mental attitude. It always guided by morals, according to the guidance of Islamic teachings so that can create a brotherhood of fellow Muslims in bringing people to a better state. The objective of this research is to know the comparison of Ruhul Islam application level to the embedded character in college student based on Islam and technology. Explanatory research method used primary data of field observation and questionnaire and secondary data, sample using Slovin formula and purposive sampling method with error rate of 10%, interconnection between variables using path analysis. Characteristics of respondents majority of women, active age 18-21 year students, high school graduates and the origin of UNISBA students 67% of Bandung while Telkom 82% outside Bandung. Implementation of Islamic values ​​with character formation in Islamic universities has a stronger relationship than information technology-based colleges with a R2 level of 37% versus 32.8%, more than 60% character formation can be influenced by other factors or variables.
MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Nadri Taja; Helmi Aziz
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Department of Islamic Education, The State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.523 KB) | DOI: 10.14421/jpai.2016.131-03

Abstract

This paper discusses the anti-corruption values which are supposed to provide a solution to the problems of crime of corruption that are befalling the nation. The research aimed to describe and integrate anticorruption values into subjects of Islamic Education in High School. This is done because the subjects of Islamic Education in High School has a strategic role in achieving the goals of national education which is then internalized into the psyche of learners. The approach used is qualitatively using literature study. From the results of this study found a draft of lesson plan, contained in them values such as honesty, caring, self-reliance, discipline, responsibilities, hard work, temperance, courage and justice.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengajar Baca Tulis Al-Qur`an bagi Guru Nadri Taja; Dinar Nur Inten; Arif Hakim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengajar guru madrasah diniyyah takmiliyyah melalui teknik menyimak, bermain, dan bercerita yang disingkat dengan teknik MATA. Penelitian dilaksanankan pada bulan oktober dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan model analisis kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru madrasah yang berada di 18 diniyyah takmiliyyah yang berlokasi di wilayah kabupaten Bandung tepatnya di kecamatan Pangalengan desa Lamajang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru setelah menggunakan teknik MATA, yakni meningkat rata-rata sampai pada angka 78,9 %, mengalami peningkatan sejumlah 23,3% dari kemampuan awal rata-rata berada pada 49%. Adapun kendala yang dihadapi, misalnya guru sulit mengkondisikan anak untuk tetap fokus, mencari strategi agar anak tetap semangat dan antusias dalam mengikuti pelajaran, dan penguasaan dan penerapan teknik MATA masih belum maksimal. Sedangkan dampak positif penerapan teknik MATA ini meningkatkan keaktifan dan kreatifitas guru dan mampu melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran. Adapun saran yang direkomendasikan dalam penelitian ini adalah hendaknya diadakan pelatihan-pelatihan lainnya bagi guru, kemudian diberikan contoh-contoh praktek pembelajaran yang lebih banyak dalam bentuk buku dan CD pelatihan agar diperluas kembali jangkauannya.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Religius dalam Film Omar dan Hana Mega Nur ‘Afni; Nadri Taja
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.21 KB) | DOI: 10.29313/jrpai.v2i1.986

Abstract

Abstract. The main education that needs to be learned in life, one of which is character education, which is education to develop cultural values ​​and national education. This study explores the value of religious character education in accordance with His rules. With the development of technology, educators need to develop methods and media in providing education. A film that combines audio and visual has benefits in conveying information and education, this shows that the film can be used as an educational medium in the formation of a religious character. The purpose of this study was to analyze and identify the role of Omar Hana's animated film on the character values ​​of religious education that can be used as a medium in the learning process. In finding the results of the analysis, the researcher used Roland Barthes' semiotic analysis. The results of the study found that the animated film Omar and Hana can be used as a medium and source of learning for religious character education because it contains religious character values, namely: worship values, jihad values, trust values, sincere values, moral values, discipline values, and exemplary values. Abstrak. Pendidikan utama yang perlu dipelajari dalam kehidupan salah satunya adalah pendidikan karaker yang merupakan pendidikan untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan pendidikan bangsa. Penelitian ini mengupas tentang nilai pendidikan karakter religius yang sesuai dengan kaidah-Nya. Dengan adanya perkembangan teknologi, pendidik perlu mengembangkan metode dan media dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebuah film yang mengabungkan antara audio dan visual memiliki manfaat dalam penyampaian informasi dan pendidikan, ini menunjukkan bahwa film dapat dijadikan sebuah medua pendidikan dalam pembentukan sebuah karakter religius. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi peran film animasi Omar Hana terhadap nilai karakter pendidikan religius yang dapat dijadikan sebagai media dalam proses pembelajaran. Dalam menemukan hasil analisis, peneliti menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan bahwa film animasi Omar dan Hana mampu dijadikan media dan sumber belajar pendidikan karakter religius karena didalamnya memuat nilai-nilai karakter religius yaitu: nilai ibadah, nilai jihad, nilai amanah, nilai ikhlas, nilai akhlak, nilai kedisiplinan, serta nilai keteladanan.
Strategi Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Al-Qur’an Metode Ummi melalui Program Upgrading Bacaan Al-Qur’an Hodijatun Nahdah; Ikin Asikin; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4314

Abstract

Abstract. The objectives to be achieved in this study are to find out and describe how the strategies adopted by schools and ummi coordinator teachers in improving the professional competence of Al-Qur'an teachers using the ummi method are also to find out and describe how they are implemented and their implications for the professional competence of Al-Qur'an teachers ummi method at SDIT Anni'mah Al-Karimah. This study uses a qualitative approach, and the type of research used is a descriptive study. The data collection technique uses observation, interview and documentation techniques, after that the data is analyzed using the Miles and Hubermant concept including data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study can be concluded that: (1) The objective condition of the competence of the Al-Qur'an teachers in the Ummi Method at SDIT Anni'mah has good competence, (2) In the implementation of the Al-Qur'an reading upgrading program at SDIT Anni'mah has been running continuously and is going well. Of course, this program can have good implications for the professional competence of SDIT Anni'mah teachers, (3) However, in the implementation of the ummi method of upgrading the reading of the Qur'an, there are still obstacles, namely the lack of awareness of the teachers of the Qur'an method. ummi about the importance of the program activities, then the lack of special room facilities for implementation activities, and the lack of time management. Abstrak. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana strategi yang dilakukan oleh sekolah serta guru koordinator ummi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi juga untuk mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana pelaksanaanya serta implikasinya terhadap kompetensi profesional guru Al-Qur’an metode ummi . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah itu data dianalisis menggunakan konsep Miles dan Hubermant meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Kondisi objektif kompetensi guru Al-Qur’an metode Ummi di SDIT Anni’mah memiki kompetensi yang baik, (2) Dalam implementasi pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an sudah berjalan secara kontinue dan berjalan dengan baik. Tentunya program ini dapat berimplikasi baik terhadap kompetensi profesional guru ummi SDIT Anni’mah, (3) Tetapi dalam pelaksanaan program upgrading bacaan Al-Qur’an metode ummi ini masih terdapat hambatan, yaitu kurangnya kesadaran dari guru-guru Al-Qur’an metode ummi akan pentingnya kegiatan program tersebut, kemudian masih kurangnya fasilitas ruangan khusus untuk kegiatan pelaksanaanya, serta masih kurangnya manajemen waktu. Dengan itu, program ini masih terus melakukan perbaikan-perbaikan supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengelolaan Program Cerdas Spiritual dalam Pembentukan Akhlakul Karimah di SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung Iqbal Arfah Gunawan; Nadri Taja; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.176 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4604

Abstract

Abstract. The formation of morality is the most important education in addition to science education. In various ways, schools carry out moral formation for students, one of which is SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung which makes spiritual intelligence programs as a means to form morality. The purpose of this study is to examine the planning, implementation, evaluation and factors that are inhibiting and supporting the spiritual intelligent program to form akhlaq karimah. This study uses a qualitative-descriptive method, namely collecting information about the status of existing symptoms without any engineering. The results of this study indicate that (1) the planning of the spiritual intelligent program includes the background of the formation of the spiritual intelligent program, the objectives of the spiritual intelligent program, indicators of the spiritual intelligent program, the methods used in the spiritual intelligent program and time allocation for the intelligent program. spiritual. (2) The implementation of this spiritual intelligent program is a habit that is carried out every day such as testing the reading of the Qur'an, the habit of reading the Qur'an or Asmaul Husna and continued by praying, habituation of dhuha prayer, habituation of midday prayer in congregation, habituation Friday prayers, the implementation of daughterhood, habituation of infaq and shodaqoh and commemorating major Islamic holidays. (3) Evaluation in forming akhlaq karimah is quite good in its implementation by students, but there are several obstacles and obstacles to achieve it. (4) The inhibiting and supporting factors in this spiritual intelligent program include facilities and infrastructure, student behavior and less than optimal conditioning and support from educators. Abstrak. Pembentukan akhlakul karimah menjadi pendidikan yang paling utama disamping pendidikan ilmu pengetahuan. Dengan berbagai cara sekolah melakukan pembentukan akhlak untuk peserta didik salah satunya SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung yang menjadikan program cerdas spiritual sebagai sarana untuk membentuk akhlakul karimah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji perencanaan, implementasi, evaluasi dan faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual untuk membentuk akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yaitu mengumpulkan informasi mengenai status gejala yang ada tanpa adanya rekayasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan program cerdas spiritual meliputi latar belakang terbentuknya program cerdas spiritual, tujuan program cerdas spiritual, indikator program cerdas spiritual, metode yang digunakan dalam program cerdas spiritual dan alokasi waktu untuk program cerdas spiritual. (2) Implementasi program cerdas spiritual ini merupakan pembiasaan yang dilakukan setiap harinya seperti pengetesan baca Al-Qur’an, pembiasan membaca Al-Qur’an atau asmaul husna serta dilanjutakn dengan berdo’a, pembiasaan shalat dhuha, pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, pembiasaan shalat jum’at, pelaksanaan keputrian, pembiasaan infaq serta shodaqoh dan memperingati hari-hari besar Islam. (3) Evaluasi dalam membentuk akhlakul karimah sudah cukup baik dalam pelaksanaannya oleh peserta didik, namun ada beberapa hambatan serta kendala untuk mencapainya. (4) Faktor yang menjadi penghambat serta pendukung dalam program cerdas spiritual ini meliputi sarana dan prasarana, perilaku peserta didik dan kurang maksimalnya pengondisian dan dukungan dari tenaga pendidik.
Pembinaan Olah Raga Panahan sebagai Media Pendidikan Akhlâq pada Siswa Bandung Archery Club and School Fitri Fitriyani; Ayi Sobarna; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6515

Abstract

Abstract. Moral education is an effort to instill the values of goodness and truth in the human soul, so that they can distinguish between what is right and what is wrong. The process of moral education is not only studied in formal education but can be applied in non-formal education. One of them can be implemented through coaching archery sports. In Bandung there is an archery sports club called BACS (Bandung Archery Club and School). BACS is an archery club and school that accepts training to archery athletes through achievement. This study aims to: (1) what is the planning of moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students?, (2) how is the implementation of moral education through archery sports coaching for Bandung Archery Club and School students?, and 3) how to evaluate moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students? The research method used is descriptive method. While the nature of the research used is a qualitative approach. Data collection techniques using, observation, interviews, and documentation. The stages of data analysis include three activity flows: data reduction, data presentation and conclusion/verification. The research instruments in this study were the head of BACS, BACS trainers, students and parents of students. The results of the research obtained indicate that the implementation of moral education through the development of archery sports in its implementation has several stages including: in terms of planning, implementation and evaluation. Factors supporting and inhibiting the implementation of moral education through archery sports coaching at BACS include, supporting factors include: a) a conducive place, b) a structured program of activities, c) supporting infrastructure facilities, d) certified trainers. Inhibiting factors include: the background conditions of the students are different, making the approach to children carried out with different variations. With the existence of moral education which is implemented through archery, it is hoped that it can train habits so that it can form good morals and personality. Abstrak. Pendidikan akhlâq adalah upaya untuk menanamkan nili-nilai kebaikan dan kebenaran dalam jiwa manusia, sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Proses pendidikan akhlâq tidak hanya di pelajari di pendidikan formal saja melainkan dapat diterapkan di pendididkan non formal. Salah satunya dapat diimplementasikan melalui pembinaan olah raga panahan. Di Bandung terdapat salah satu club olah raga panahan yang bernama BACS (Bandung Archery Club and School). BACS merupakan club dan sekolah panahan yang menerima pembinaan ke atletan olah raga memanah jalur prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) bagaimana perencanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, (2) bagaimana pelaksanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, dan 3) bagaimana evaluasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Sedangkan sifat penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data meliputi tiga alur kegiatan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Instrument penelitian dalam penelitian ini adalah ketua BACS, pelatih BACS, siswa, dan orang tua siswa. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tahapan antara lain: dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan di BACS di antaranya, faktor pendukung meliputi: a) tempat yang kondusif, b) program kegiatan yang sudah terstruktur, c) fasilitas sarana prasarana yang mendukung, d) pelatih yang telah tersertifikasi. Faktor penghambat antara lain: kondisi background siswa yang berbeda-beda, menjadikan pendekatan pada anak dilakukan dengan variasi yang berbeda. Dengan adanya pendidikan akhlâq yang diimplementasikan melalui olah raga panahan, diharapkan dapat melatih habits (kebiasaan) sehingga dapat membentuk akhlâq dan kepribadian yang baik.
Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Hasil Pembinaan Baca Hafal Tulis Al-Qur'an (BHTQ) di SDN Sekarwangi Neng Sri Hernawati; Enoh; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6982

Abstract

Abstract. This research is motivated by competence, which is the ability to do work based on knowledge, skills and attitudes towards work. teachers have four competency standards namely pedagogical competence, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to find out the description of students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers, to find out the results of fostering students' reading, memorizing, and writing of the Qur'an, and to find out how much influence students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers have on the results of coaching. read, memorize, write the Koran at SDN Sekarwangi. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques carried out in this study used questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using product moment correlation and simple linear regression. The results of this research are the results of the calculations that inform the 40 respondents to the questionnaires that have been distributed indicating that the correlation value reaches 0.282 which indicates a weak correlation because it is in the interval 0.21 to 0.40. The calculated F value is 3.271 with a significance value of 0.078 > 0.05, so the regression model cannot be used to predict the pedagogic competency variables of PAI teachers or in other words there is no effect on the outcome variable of BHTQ guidance. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pekerjaan. guru memiliki empat standar kompetensi yakni kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI, untuk mengetahui hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI terhadap hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an di SDN Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini hasil perhitungan menginformasikan dari 40 responden kuesioner yang telah disebar menyatakan secara menunjukkan nilai korelasi yang mencapai 0,282 yang menunjukkan pada korelasi yang lemah karena berada di interval 0,21 s/d 0,40. Nilai F hitung 3.271 dengan nilai signifikansi sebesar 0.078 > 0.05, maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel kompetensi pedagogik guru PAI atau dengan kata lain tidak ada pengaruh terhadap variabel hasil pembinaan BHTQ.