cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 202 Documents
PENGARUH EDUKASI APOTEKER PADA PENGETAHUAN PASIEN TERKAIT BEYOND USE DATE DI APOTEK KOTA SEMARANG Fatiha, Chilmia Nurul; Clara Saputri, Dita; Daud Dhandy Kusuma, Zamal
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.395

Abstract

Beyond use date dan expired date tentunya berbeda, dimana ED dicantumkan oleh industri farmasi sedangkan BUD tidak selalu tercantum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pada pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. Data dikumpulkan dengan metode one grup pretest postest dan diukur menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Sampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pretest dan postest dianalisis dengan wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, didapatkan hasil signifikansi wilcoxon test 0,000 (<0,05) sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa edukasi apoteker memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan pasien terkait BUD di apotek.
EVALUASI REAKSI OBAT TIDAK DIKEHENDAKI AMLODIPINE DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WINDUAJI PAGUYANGAN TAHUN 2024 Hidayat, Luthfi; Pamulasih, Puput; Hary Kartono, Teguh
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.418

Abstract

Hypertension is a condition in which a patient's blood pressure is higher than normal, namely 140/90 mmHg. Seeing the reality that antihypertensive treatment causes several unwanted drug reactions and patients who are treated with complaints and symptoms of hypertension will get antihypertensive prescriptions such as amlodipine or captopril. The purpose of this study was to determine the type of adverse drug reactions to amlodipine or captopril in hypertensive patients and the percentage of patients who experienced adverse drug reactions. This study uses an observational method that is descriptive in nature. Data collection was carried out prospectively, namely direct interviews. The population of hypertensive patients from April to September 2023 is 1,011 patients with an average sample in this study of 168 patients. The sampling technique in this study uses purported sampling by examining subjects against inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria in this study were hypertensive patients who received amlodipine or captopril therapy and patients who were willing to become respondents while the exclusion criteria in this study were hypertensive patients who were not willing to become respondents and hypertensive patients who did not use amlodipine or captopril. The total sample included in the inclusion criteria was 108 patients. The results showed that there were unwanted drug reactions in patients who received amlodipine therapy in 12 patients (11.1%) and the types of unwanted drug reactions in hypertensive patients with amlodipine therapy were 1% edema, 2.9% gastrointestinal , gastrointestinal and back pain as much as 2.9%, back pain as much as 2.9%, palpitation as much as 1%, frequent urination as much as 1% and no unwanted drug reactions as much as 88.5%. In hypertensive patients who received captoril therapy, there were no unwanted drug reactions in 4 patients with a percentage of 100%.
EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN PUSKESMAS DAN KONSEP SYARIAH ISLAM DI PUSKESMAS PANDANARAN Nastiti, Nindita Sari; Alya Soraya, Sofa; Puspitasari , Vica
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.431

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Salah satu alur pengelolaan sediaan farmasi dalam menejemen logistik adalah fungsi penyimpanan. Menurut ajaran islam kegiatan penyimpanan obat seharusnya harus diperhatikan terkait obat yang halal dan obat yang belum mendapatkan sertifikasi halal, hal ini dilakukan dengan tujuan agar meminimalisir tercampurnya zat yang berpotensi dapat mengkontaminasi pada saat penyimpanannya tercampur sehingga sebaiknya diatur dengan baik dan digolongkan sesuai kehalalannya. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi kesesuaian penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan standar kefarmasian puskesmas dan konsep syariah islam di Puskesmas Pandanaran. Metode observasional, dengan jenis penelitian deskriptif analitik, melalui pendekatan cross sectional, Sumber data yang dipakai dalam penelitian adalah lembar observasi yang dibuat dalam bentuk checklist. Hasil penelitian hasil kesesuaian dengan standar didapatkan dengan dua variabel kesesuaian pada pengaturan ruang penyimpanan obat didapatkan 95% yang artinya memiliki kesesuaian tinggi dan untuk variabel persyaratan sistem penyimpanan obat didapatkan hasil 88,24% yang artinya kesesuaian tinggi sedangkan hasil kesesuaian penyimpanan dengan syariah islam didapatkan hasil 20% yang artinya memiliki kesesuaian buruk.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN Susanti, Debi; Mutiasih , Pipit; Aulia, Gina; Rahmah Fahriati, Andriyani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.498

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat dan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, pendekatan pelayanan kefarmasian perlu bergeser dari yang berfokus pada obat (drug oriented) menjadi berorientasi pada pasien (patient oriented). Oleh karena itu, apoteker dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang kefarmasian, sangat menentukan kepuasan pasien, yang didefinisikan sebagai tingkat kepuasan yang dirasakan setelah membandingkan harapan dengan kenyataan layanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional), dilakukan pada tanggal 27 Mei hingga 29 Juni 2024, menggunakan kuesioner terhadap 334 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kepuasan diukur berdasarkan lima dimensi, yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan pada kehandalan sebesar 78,81%, ketanggapan 80,67%, jaminan 82,91%, empati 81,90%, dan bukti fisik 78,71%. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker mencapai 80,35% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Sementara itu, hasil uji hubungan antara karakteristik pasien dan tingkat kepuasan menunjukkan nilai P > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, pasien merasa sangat puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DAN EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Clarissma Fitri Amelia Male; Mamik Ponco Rahayu; Destik Wulandari
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.229

Abstract

Buah belimbing wuluh memiliki kandungan senyawa pada yaitu flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid dan alkaloid yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, etil asetat dan air dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923; mengetahui fraksi teraktif dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari buah belimbing wuluh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Buah belimbing wuluh diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Fraksinasi dari ekstrak buah belimbing wuluh dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh terhadap Staphylococcus aureus dilakukan dengan metode difusi pada konsentrasi 20%, 10%, dan 5%, sedangkan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari fraksi teraktif dengan metode dilusi pada konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,12%; 1,56%; 0,78%; 0,39%. Data diameter zona hambat yang diperoleh dari hasil uji difusi dianalisis statistik menggunakan metode one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi buah belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Fraksi etil asetat buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri teraktif dengan rata- rata diameter zona hambat sebesar 26,32 mm. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 sebesar 12,5%.    
POTENSI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU BOL (SYZYGIUM MALACCENSE (L.) MERR. & L.M. PERRY) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASE PADA MENCIT Rika Sari Dewi; Ni Made Dwi Sandhiutami; Inneke Tasya K. Siagian
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.353

Abstract

Daun Jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) memiliki senyawa polifenol seperti flavonoid, asam fenolat dan tannin telah dianggap sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) berdasarkan parameter kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Mencit dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberikan vitamin C (2,6 mg/20gBB), dan 3 kelompok dosis ekstrak etanol 70% daun jambu bol (5; 10; 20 mg/20gBB). Pengukuran kadar MDA dilakukan dengan metode TBARs dan pengukuran aktivitas SOD dilakukan dengan metode Adrenochrome Assay. Hasil pengukuran kadar MDA pada kelompok normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok dosis 5 mg/20gBB; 10 mg/20gBB; 20 mg/20gBB secara berturut-turut adalah 2,4814 nmol/mL; 5,0557 nmol/mL; 3,0153 nmol/mL; 4,7122 nmol/mL; 4,1289 nmol/mL; 3,5013 nmol/mL sedangkan untuk hasil pengukuran aktivitas SOD pada hati mencit adalah 124,9967 U/mL; 60,34 U/mL; 188,76 U/mL; 129,31 U/mL; 148,85 U/mL; 168,9667 U/mL. Kesimpulan hasil yang didapatkan adalah ekstrak etanol 70% daun jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) memiliki potensi antioksidan dengan menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas SOD.
PENGARUH EDUKASI APOTEKER PADA PENGETAHUAN PASIEN TERKAIT BEYOND USE DATE DI APOTEK KOTA SEMARANG Chilmia Nurul Fatiha; Dita Clara Saputri; Zamal Daud Dhandy Kusuma
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.395

Abstract

Beyond use date dan expired date tentunya berbeda, dimana ED dicantumkan oleh industri farmasi sedangkan BUD tidak selalu tercantum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pada pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. Data dikumpulkan dengan metode one grup pretest postest dan diukur menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Sampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pretest dan postest dianalisis dengan wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, didapatkan hasil signifikansi wilcoxon test 0,000 (<0,05) sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa edukasi apoteker memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan pasien terkait BUD di apotek.
PENAMBATAN MOLEKUL TURUNAN BENZOFURAN SEBAGAI INHIBITOR ENZIM Polyketide synthase 13 M. tuberculosis RESISTEN Syaiful Prayogi; Feri Kanti Rahayu; Teguh Hary Kartono; Eka Trisnawati; Rafi Adham Alkahfi; Mila Ulfaiturroiqoh
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.412

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit penyebab kematian terbesar ke-2 di dunia setelah Covid-19. Peningkatan kasus dan prevalensi TB berkaitan dengan resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap obat. Ketidakpatuhan pasien terhadap rejimen obat salah satu penyebab resistensi. Kebutuhan klinis mendesak pengembangan obat untuk tuberculosis dengan menyasar target baru. Polyketide synthase13 (Pks13) satu enzim yang jarang ditargetkan pada pengobatan tuberkulosis. Satu senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan dalam mengatasi resistan obat adalah senyawa turunan benzofuran. Namun, ditemukan toksisitas tidak bisa diterima pada TAM (senyawa Turunan benzofuran) sehingga masih sangat memerlukan modifikasi struktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memodifikasi struktur senyawa turunan benzofuran untuk menemukan kandidat potensial obat baru tuberkulosis. Modifikasi senyawa baru menggunakan subtituen skema Topliss. Selanjutnya dilakukan analisis Lipinski’s menggunakan SWISSADME dan penambatan molekuler terhadap enzim Mtb Pks 13 menggunakan iGem-Dock. Hasil penelitian menunjukan senyawa hasil modifikasi (senyawa 16a) memiliki energi ikatan (delta G) yang lebih rendah (-9,03 kkal/moL) jika dibandingkan senyawa/ligan reference (TAM16) (-7,77 kkal/moL) dan memenuhi aturan Lipinski’s. Senyawa hasil modifikasi berpotensi untuk dilakukan sintesis dan di uji secara in vitro pada enzim Pks 13.
EVALUASI REAKSI OBAT TIDAK DIKEHENDAKI AMLODIPINE DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WINDUAJI PAGUYANGAN TAHUN 2024 Luthfi Hidayat; Puput Pamulasih; Teguh Hary Kartono
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.418

Abstract

Hypertension is a condition in which a patient's blood pressure is higher than normal, namely 140/90 mmHg. Seeing the reality that antihypertensive treatment causes several unwanted drug reactions and patients who are treated with complaints and symptoms of hypertension will get antihypertensive prescriptions such as amlodipine or captopril. The purpose of this study was to determine the type of adverse drug reactions to amlodipine or captopril in hypertensive patients and the percentage of patients who experienced adverse drug reactions. This study uses an observational method that is descriptive in nature. Data collection was carried out prospectively, namely direct interviews. The population of hypertensive patients from April to September 2023 is 1,011 patients with an average sample in this study of 168 patients. The sampling technique in this study uses purported sampling by examining subjects against inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria in this study were hypertensive patients who received amlodipine or captopril therapy and patients who were willing to become respondents while the exclusion criteria in this study were hypertensive patients who were not willing to become respondents and hypertensive patients who did not use amlodipine or captopril. The total sample included in the inclusion criteria was 108 patients. The results showed that there were unwanted drug reactions in patients who received amlodipine therapy in 12 patients (11.1%) and the types of unwanted drug reactions in hypertensive patients with amlodipine therapy were 1% edema, 2.9% gastrointestinal , gastrointestinal and back pain as much as 2.9%, back pain as much as 2.9%, palpitation as much as 1%, frequent urination as much as 1% and no unwanted drug reactions as much as 88.5%. In hypertensive patients who received captoril therapy, there were no unwanted drug reactions in 4 patients with a percentage of 100%.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN AKALIFA (Acalypha wilkesiana Müell. Arg) Dhina Ayu Susanti; Sholihatil Hidayati; Iski Weni Pebriarti; Khrisna Agung Cendekiawan; Diah Yuli Pangesti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.420

Abstract

Paparan sinar matahari dapat menimbulkan efek negatif jangka pendek seperti munculnya kemerahan dan reaksi fotosensititasi pada kulit manusia dan juga dapat menimbulkan efek jangka seperti penuaan dini. Tabir surya sebagai salah satu alternatif produk kosmetik perlindungan terhadap sinar matahari. Saat ini banyak dikembangkan sediaan tabir surya berbahan dasar herbal salah satunya adalah daun Akalifa (Acalypha wilkesiana Müell. Arg) yang sangat tinggi kandungan flavonoidnya. Tujuan penelitian memformulasi krim tabir surya daun akalifa dalam tiga konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 3% dan selanjutnya diuji mutu fisik sediaannya meliputi organoleptis, uji daya sebar, uji pH, daya lekat, viskositas, dan tipe krim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim tabir surya ketiga formula memiliki pH, daya sebar, dan viskositas memenuhi syarat mutu krim. Daya lekat pada konsentrasi 2% dan 3% sangat baik. F1, F2, dan F3 memiliki tipe krim M/A.