cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
EVALUASI FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) Hidayati, Sholihatil; Ayu Susanti, Dhina; Anggia Destiawan, Rian; Angger Putri M. Soleh, Ayu; Salsa Safitri, Avrillia; Kalyana Meta, Nilanda
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.413

Abstract

Stres oksidatif bertanggung jawab pada permulaan dan/atau perkembangan beberapa penyakit kanker, diabetes, gangguan metabolisme, aterosklerosis, dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan dapat menghambat ROS melalui proses donor elektron sehingga ROS lebih stabil. Antioksidan alami dapat menurunkan insiden penyakit degeneratif akibat stres oksidatif dan meningkatkan kapasitas antioksidan dalam tubuh. Salah satu sumber bahan alam yang berpotensi sebagai antioksidan daun papaya jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi terbaik ekstrak daun papaya jepang dalam sediaan granul effervescent. penelitian dilakukan dengan membuat formulasi granul effervescent dengan metode granulasi basah dengan perbedaan konsentrasi mannitol dan PVP sebagai bahan pengikat. Evaluasi mutu fisik terdiri atas uji laju aliran dan penentuan sudut istirahat, bulk density, tapped density, compressibility index (CI) dan hausner ratio (HR), waktu buih, stabilitas fisik. aktivitas antioksidan di lakukan dengan metode DPPH menggunakan instrument spektrofotometer pada Panjang gelombang 517 nm. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS uji anova dan uji lanjutan post hoc (Tukey) dengan nilai signifikansi di p<0,05. Berdasarkan hasil evaluasi granul effervescent daun pepaya jepang pada formula FI, FII dan FIII telah memenuhi standar dengan hasil laju alir 6,25 g/mL - 7,17 g/mL, sudut istirahat 25,75o - 28,18°, tapped density 0,50 g/mL - 0,55 g/mL, compressibility index 5,78% -14,49%, hausner ratio 0,855 - 0,92, waktu buih 1 menit 31 detik - 1 menit 33 detik, organoleptis berwarna hijau tua, berbentuk granul kasar, aroma khas pepaya dengan pH 5,4 - 5,6 dan kadar lembab 0,62% - 84%. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 adalah FI 22,75 μg/mL, FII 26,87 μg/mL dan FIII 24,84 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi FI merupakan formulasi terbaik yang diperoleh dari formulasi granul effervescent daun pepaya jepang karena mempunyai sifat fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan paling kuat.
PERBEDAAN LAMA PENURUNAN NILAI PT DAN APTT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DIBERIKAN CLOPIDOGREL DI RUMAH SAKIT FATMAWATI TAHUN 2023 Setiadi, Feri; Luthfianti Asna, Novi; Niken Oktovina, Magdalena; Irawati, Maysam
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.415

Abstract

Stroke iskemik merupakan kondisi di mana terjadi gangguan atau kerusakan pada jaringan otak akibat terhambatnya aliran darah menuju otak, yang mengakibatkan sel-sel saraf dan sel-sel lainnya mengalami gangguan karena kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama penurunan nilai PT dan APTT pada pasien stroke iskemik yang diberikan clopidogrel di Rumah Sakit Fatmawati tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan survei. Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi pada penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan menggunakan waktu penelitian cross sectional, yaitu melakukan observasi terhadap data pasien dengan melihat catatan rekam medis pasien. Pengambilan data yang digunakan adalah retrospektif yang dianalisis dengan cara analisis univariat deskriptif melihat demografi pasien (usia, jenis kelamin), penyakit penyerta, penggunaan jenis obat lain selain clopidogrel pada pasien stroke iskemik, serta analisis bivariat melihat perbedaan lama penurunan nilai PT dan APTT sebelum dan sesudah penggunaan clopidogrel pada pasien stroke iskemik dengan mengevaluatif dari data rekam medis pasien menggunakan statistik Wilcoxon. Sampel yang digunakan adalah pasien rawat inap dengan diagnosa stroke iskemik di Rumah Sakit Fatmawati menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah terbanyak pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 32 pasien (62,7%). Stroke iskemik paling banyak terjadi di usia > 60 tahun sebanyak 32 pasien (62,7%). Penyakit penyerta terbanyak pada pasien hipertensi sebanyak 13 pasien (25,5%). Penggunaan golongan obat terbanyak antihipertensi sebanyak 82 obat dengan jenis obat amlodipine sebanyak 24 (12,4%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai P value > 0,05 pada nilai PT dan APTT kelompok hari I, II, dan III yang menunjukkan tidak ada perbedaan lama penurunan nilai PT dan APTT pada pasien stroke iskemik yang diberikan clopidogrel di Rumah Sakit Fatmawati tahun 2023.
EVALUASI TERAPI PADA KASUS DIARE BALITA DI PUSKESMAS RENSING KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2021 Aprilia, Lola; Candra Eka Puspitasari; Mahacita Andanalusia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.342

Abstract

Diare adalah gejala infeksi pada saluran usus, yang disebabkan oleh berbagai organisme seperti bakteri, virus, dan parasit. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pola peresepan obat diare dan profil kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien diare balita di Puskesmas Rensing Lombok Timur Tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 56 pasien. Kriteria dari DRPs dikategorikan berdasarkan PCNE V9.01. Hasil penelitian menunjukan 10 pasien tidak mengalami kejadian DRPs (17,85%) dan 46 pasien mengalami DRPs (82,14%) dengan total kejadian 101. Kategori DRPs yang terjadi berurutan dari yang tertinggi yaitu obat tidak sesuai pedoman (30,69%), dosis terlalu rendah (20,79%), obat tanpa indikasi (16,83%), gejala atau indikasi yang tidak diobati (10,89%), frekuensi penggunaan dosis yang kurang (8,91%), dosis terlalu tinggi (6,9%), frekuensi penggunaan dosis yang tinggi (2,79%) dan duplikasi terapi (1,98%).
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JATI MUDA (TECTONA GRANDIS L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Khalishah, Nurul; Ulfa, Ana Maria; Nurrosyidah, Siti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.376

Abstract

Lip Balm adalah produk yang dioleskan pada bibir dan berfungsi sebagai agen penguat dan penstabil dengan membentuk lapisan minyak tipis tanpa menghalangi lapisan luar bibir. Penggunaan tanaman jati muda pada pembuatan sediaan lip balm ini yaitu melindungi kulit bibir dari paparan sinar matahari langsung serta digunakan sebagai pewarna alami untuk mencerahkan kulit bibir, terutama bagi bibir yang kering dan pecah-pecah akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada tanaman daun jati muda serta pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun jati muda pada formulasi lip balm dan formulasi sediaan yang memenuhi kriteria mutu fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan formulasi dan evaluasi mutu fisik lip balm dengan ekstrak etanol 96% daun jati muda (Tectona grandis L.) dalam konsentrasi 3%, 5%, dan 8%. Analisis mutu fisik meliputi pengukuran pH, daya sebar, homogenitas, dan analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jati muda dapat digunakan dalam formulasi lip balm pada konsentrasi 3% ,5% dan 8%, serta memenuhi standar pengujian homogenitas, pH, dan daya sebar. Pengaruh variasi konsentrasi untuk sediaan lip balm dengan konsentrasi yang berbeda-beda terhadap warna sediaan yaitu Konsentrasi 3% hasil warna merah bening, konsentrasi 5% hasil warna merah kecoklatan bening dan untuk konsentrasi 8% mendapatkan warna merah pekat bening.
HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR Afida, Karuma Barza; Puspaningrum, Dian; Handayani, Sri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.391

Abstract

Pelayanan kefarmasian di apotek merupakan pelayanan yang bertanggungjawab kepada setiap pelanggan yang melakukan transaksi di apotek dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas berpotensi memotivasi keputusan pembelian di Apotek. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melihat hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan memberikan kuesioner kepada 99 sampel menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan datanya. Data dianalisis dengan uji korelasi Somers’d. Data hasil uji Somers’d menunjukkan nilai p-value 0,017<0,05 yang mengindikasikan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Nilai koefisiensi Somers’d sebesar 0,249 mendeskripsikan keeratan hubungan yang rendah dan searah.
PROFIL PERESEPAN PENGOBATAN INFEKSI PADA IBU HAMIL DI KLINIK KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH SAKIT CAHYA KAWALUYAN Mercya, Yovita; Tarida Sinaga, Deborah; Anggoro Parulian, Adi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.406

Abstract

During pregnancy, women are more susceptible to infections due to hormonal changes and a weakened immune system. This study aims to determine the characteristics of maternal age, gestational age, gravida, diagnosis, and the profile of anti-infective prescriptions for pregnant women at the Obstetrics and Gynecology Specialist Clinic of Cahya Kawaluyan Hospital. This observational study utilized medical record data of pregnant women receiving outpatient anti-infective treatment during 2023. Using purposive sampling techniques, data were obtained from 44 patients who received anti-infective drugs according to inclusion criteria. The results showed that the majority of pregnant patients were aged 20-35 years (88.6%), with a gestational age of the third trimester (54.5%), and multigravida (56.8%). The most common diagnosis among pregnant women receiving anti-infective treatment was infectious diseases in pregnancy (code O98), accounting for 77.3%, with upper respiratory tract infections being the most frequent (50%). The most commonly used anti-infective drug was cefadroxil, reaching 47.73%, both as a single antibiotic and in combination with other antibiotics. Additionally, ceftriaxone 1 gram injection was often used for prophylaxis before delivery or other complicating conditions. According to the USA-FDA safety category for pregnant women, the most used category of drugs was Category B, accounting for 53.84%.
PENAPISAN SENYAWA DARI REMPAH-REMPAH KHAS INDONESIA TERHADAP MMP9 DAN TNFα SEBAGAI TARGET PENYEMBUHAN LUKA DIABETES DENGAN METODE PENAMBATAN MOLEKUL Yanuar, Michael Resta Surya; Raharja, Albert; Rollando, Rollando
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.421

Abstract

Pada luka diabetes, kadar TNFα meningkat dan menginduksi sekresi MMP9 secara berlebihan sehingga meningkatkan laju degradasi ECM. Hal ini beresiko menyebabkan luka kronis yang tak kunjung sembuh dan kemungkinan terjadinya infeksi. Oleh karena itu peningkatan proses penyembuhan luka menjadi sangat penting, salah satunya dengan menghambat aktivitas MMP9 dan TNFα. Bahan alam terutama rempah-rempah khas Indonesia dipilih karena memiliki efek samping yang minimal dan ketersediaannya melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah skrining aktivitas konstituen utama dalam rempah-rempah khas Indonesia terhadap MMP9 dan TNF-α dengan metode penambatan molekul secara in silico. Dari skrining terhadap 106 senyawa diperoleh hasil sebanyak 4 senyawa yang memiliki energi ikatan terendah pada kedua protein yaitu hinokinin, procyanidin, xanthorrhizol, cubebin, dan rosmarinic acid yang menunjukkan potensi untuk menghambat kedua protein tersebut sekaligus. Terlebih lagi, procyanidin memiliki energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan ligan natif masing-masing protein (-9,2 kkal/mol terhadap MMP9 dan -9,1 kkal/mol terhadap TNFα) dengan nilai Ki sebesar 0,180 µM dan 0,213 µM secara berturut-turut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa procyanidin merupakan kandidat yang paling menjanjikan sebagai agen terapeutik dalam penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus.
PROFIL PENANGANAN SWAMEDIKASI DEMAM ANAK SETELAH ISU PENARIKAN OBAT SIRUP DI DESA PONDOK MEJA TAHUN 2022 Saputri, Ghina Nabilla Dwi; Dewi, Rasmala; Andriani, Medi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.429

Abstract

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh mencapai ≥ 37,5°C. Demam merupakan suatu keadaan gejala yang menandakan bahwa tubuh terinfeksi ringan hingga berat oleh virus, bakteri atau parasit. Swamedikasi adalah upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi demam pada anak dan perilaku masyarakat mengenai isu penarikan obat sirup anak oleh BPOM di Desa Pondok Meja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu di Desa Pondok Meja yang memiliki balita (0 – 5 tahun) atau anak (5 - 11 tahun) dan pernah melakukan swamedikasi demam. Hasil yang diperoleh sebanyak 100% responden berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 30-42 terbanyak yaitu 60%, pendidikan terbanyak SMA 35% dan Pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga 58,33%. Kesimpulan penelitian ini dari 120 responden, (97,50%) menggunakan paracetamol untuk obat swamedikasi demam anak, (86,67%) menggunakan obat dengan bentuk sediaan sirup, (73,33%) mengatakan aturan pakai obat adalah 3 x sehari setelah makan, (79,17%) menggunakan thermometer untuk mengetahui bahwa anak sedang demam, (65,83 %) memilih menggunakan air hangat untuk mengompres anak yang sedang demam, (75%) terlebih dulu membaca petunjuk pada kemasan obat sebelum memberikannya kepada anak yang demam, (100%) mengetahui berita penarikan obat sirup oleh BPOM dan (38,33%) mendapatkan informasi melalui televisi, (90,83%) mengetahui penyakit yang diduga sebagai alasan penarikan obat sirup oleh BPOM yaitu Gagal Ginjal Akut, (99,17%) memilih apotek untuk tempat membeli obat swamedikasi, (43,33%) memilih membawa anak ke dokter praktek ketika dalam 3 hari swamedikasi demam anak tidak juga mereda dan (65,83%) tetap menggunakan obat setelah adanya berita penarikan obat sirup oleh BPOM namun dalam bentuk sediaan puyer.
AKTIVITAS PENURUNAN INDEKS LEE EKSTRAK KULIT BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP MENCIT MODEL OBESITAS Masaenah, Eem; Lesmono, Wahyu Dwi; Imaniar, Nina; Wahyudin, Deden
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.440

Abstract

ABSTRAK Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu jenis kopi, mengandung asam klorogenat dan kafein yang berpotensi menurunkan berat badan. Selain biji kopi, saat ini penelitian berkembang kepada pemanfaatan limbah kulit biji kopi. Adanya kandungan bioaktif polifenol sebagai sumber antioksidan, menjadikan kulit biji kopi memberikan manfaat kesehatan tambahan, salah satunya untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui golongan senyawa dan menganalisis penurunan indeks Lee (indeks obesitas) dari ekstrak etanol 96% kulit biji kopi robusta terhadap mencit putih jantan model obesitas yang diinduksi pakan tinggi lemak. Penapisan fitokimia dilakukan secara kualitatif dan pengujian aktivitas penurunan indeks Lee menggunakan metode Pretest dan Posttest Control Group Design pada enam kelompok mencit yaitu satu kelompok normal tanpa induksi, lima kelompok induksi yang masing-masing diberi CMC-Na 0,5% (kontrol negatif); Orlistat (kontrol positif); Ekstrak 200; 400; dan 800 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit biji kopi robusta mengandung golongan senyawa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Ekstrak etanol 96% kulit biji kopi robusta berpotensi menurunkan indeks Lee. Penurunan terbesar ditunjukkan oleh kelompok ekstrak 200 mg/kg BB. Kata kunci: Coffea canephora, Indeks Lee, Kulit biji kopi, Mus musculus, Obesitas ABSTRACT Robusta coffee (Coffea canephora) is one type of coffee, containing chlorogenic acid and caffeine which have the potential to reduce weight. In addition to coffee beans, research is currently developing into the utilization of coffee bean skin waste. The presence of bioactive polyphenol content as a source of antioxidants, makes coffee bean skin provide additional health benefits, one of which is to reduce weight in obese people. The purpose of this study was to determine the group of compounds and analyze the decrease in the Lee index (obesity index) from 96% ethanol extract of robusta coffee bean skin on male white mice with obesity models induced by high-fat feed. Phytochemical screening was carried out qualitatively and testing the activity of reducing the Lee index using the Pretest and Posttest Control Group Design method on six groups of mice, namely one normal group without induction, five induction groups each given 0.5% CMC-Na (negative control); Orlistat (positive control); Extract 200; 400; and 800 mg/kg BW. The results showed that robusta coffee bean skin extract contains alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid, and terpenoid compounds. 96% ethanol extract of robusta coffee bean skin can potentially reduce the Lee index. The largest decrease was shown by the 200 mg/kg BW extract group. Keywords: Coffea canephora, Cofee bean skin, Lee index, Mus musculus, Obesity
ANALISA PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA APOTEK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS DI APOTEK X KOTA PALU Stephanie Sulastra, Corry; Linda Sitanggang , Maura; Derriawan
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.394

Abstract

Pelayanan kesehatan telah berkembang untuk meningkatkan kualitas hidup pasien di fasilitas kesehatan, seperti apotek, bukan hanya menyediakan obat. Hal ini berdampak besar pada kualitas pelayanan yang diberikan apotek dan persepsi pelanggan tentang apotek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh kualitas pelayanan dan citra Apotek X pada tingkat kepuasan pelanggan dan dampaknya pada loyalitas pelanggan setelah data pra survei jumlah kunjungan dan pendapatan total di Apotek X menurun secara signifikan sejak tahun 2023. Studi ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan survei cross-sectional. Responden mengisi kuesioner yang terdiri dari 48 pertanyaan, dan 241 orang terlibat dalam penelitian. Perangkat lunak SmartPLS 4 digunakan untuk menganalisis data menggunakan model persamaan struktural (SEM). Studi ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai p-value 0,000, citra apotek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai p-value 0,000, kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai p-value 0,021, dan citra apotek tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai p-value 0,289, dan Kualitas pelayanan dan citra apotek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai p-value sebesar 0,000. Hasil tersebut menjelaskan bahwa kualitas pelayanan dan citra apotek memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen, namun citra apotek tidak langsung mempengaruhi loyalitas.