cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
ANALISIS KADAR ASAM KLOROGENAT PADA EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Setiawan, Abdul Aziz; Imaniar, Nina; Rustandi , Adam
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.419

Abstract

Kulit biji kopi merupakan limbah dari hasil produksi bubuk biji kopi yang dijadikan minuman yang kini banyak digemari oleh banyak orang, kulit biji kopi memiliki manfaat untuk tubuh manusia antara lain sebagai antidiabetes dan antioksidan karena senyawa asam klorogenat yang terkandung dalam kulit biji kopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kulit biji kopi dan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam kulit biji kopi robusta (Coffea canephora). Karakterisitik yang di lakukan pada kulit biji kopi robusta antara lain uji kadar air pada simplisia, rendemen ekstrak, uji tingkat keasamaan pada ekstrak, uji oranoleptik pada ekstrak, dan skrining fitokimia pada ekstrak. Kemudian dilakukan pengukuran kadar asam klorogenat menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari uji karakteristik, kadar air yang terkandung dalam simplisia sebesar 8,5%, rendemen ekstrak sebesar 10,73% dengan ekstrak yang diperoleh sebanyak 64,43 gram, tingkat keasaman sebesar 4,10. Organoleptisk ekstrak memiliki bentuk cairan kental, berwarna hitam kecoklatan, dan memiliki bau khas kopi, senyawa metabolit skunder yang terkandung antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin. Kadar asam klorogenat yang terkandung dalam ekstrak kulit biji kopi robusta dengan rata – rata sebesar 15,32%. Kata kunci: Asam Klorogenat, Ekstrak, Kulit biji kopi robusta (Coffea canephora), Spektrofotometri UV-Vis.
PENGUATAN PRAKTIK FARMASI KLINIS MELALUI APLIKASI BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLLGENCE) UNTUK PEMANTAUAN TERAPI OBAT DI RUMAH SAKIT. Setiadi, Feri; Utami, Hesty; Ratih , Dian; Subhan, Ahmad
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.485

Abstract

Salah satu pelayanan farmasi klinis adalah Pemantauan Terapi Obat (PTO) yang berfokus pada deteksi dan penanganan masalah terkait obat Drug Related Problems (DRPs), seperti interaksi obat, regimen dosis, klirens kreatinin (CrCl), dan Body Mass Index (BMI). Studi dilakukan oleh Setiadi 2024 di Rumah Sakit Fatmawati (78.4%) potensi interaksi obat. Implementasi PTO di rumah sakit masih secara manual, sehingga membuat keterbatasan komunikasi langsung, jumlah intervensi terbatas, penulisan yang tidak terbaca, akses dokumentasi terbatas sehingga proses PTO kurang maksimal dan beberapa aplikasi penunjang kerja apoteker yang masih terpisah-pisah membuat apoteker harus mebuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Oleh karena itu diperlukan sistem pemantauan yang lebih efisien yaitu dalam bentuk aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Tujuan Penelitian ini untuk mengoptimalkan Aplikasi PTO berbasis AI yang dapat memantau interaksi obat, regimen dosis, BMI, dan CrCl secara terpadu dalam satu platform, untuk meningkatkan pelayanan farmasi klinis. Design thinking proses inovatif berbasis pahami kebutuhan pengguna yaitu apoteker, memanfaatkan teknologi framework codeIgniter dan JavaScript untuk menciptakan aplikasi PTO. AI ini memberikan hasil pengembangan Aplikasi SETIA (Sistem E- Telefarmasi Apoteker) untuk PTO, dengan isi fitur-fitur sebagai berikut: pemantauan interaksi obat, regimen dosis, perhitungan kreatinin klirens dan analisa BMI. Aplikasi ini membantu mengenali risiko saat pasien mengonsumsi beberapa obat sekaligus dan pertimbangan sesuai kondisi klinis pasien. Kesimpulan penelitian ini aplikasi SETIA ini berpotensi untuk membantu dan mengurangi kesalahan penggunaan obat yang di pantau apoteker untuk pelayanan farmasi klinis.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) FRAKSI DAUN MURBEI (Morus alba L) SEBAGAI TABIR SURYA Saryanti, Dwi; Nur Rahmawati, Aulia; Utami , Nastiti; Putri Atmaja, Aulia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.354

Abstract

Nilai Sun Protection Factor (SPF) merupakan salah satu indikator kefektifan suatu produk dalam menangkal sinar UV. Daun murbei mempunyai kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Flavonoid dapat digunakan sebagai pelindung kulit karena adanya gugus kromofor sehingga mampu menangkal radiasi UV A serta UV B sehingga mereduksi paparan di permukaan kulit manusia dapat direduksi. Penelitian yang dilakukan mempunyai maksud untuk menentukan nilai SPF fraksi air, etil asetat dan n-heksana daun murbei. Daun murbei dimaserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diekstraksi menggunakan air, etil asetat dan n-heksana. Nilai SPF ditentukan secara in vitro dengan metode spektrofotometri UV. Hasil penelitian diperoleh fraksi etil asetatmempunyai nilai SPF tertinggi sebesar 37,224. Nilai SPF pada fraksi air dan n-heksana daun murbei sebesar 31,276 dan 17,002. Nilai SPF pada fraksi etil asetat dan air daun murbei termasuk kategori tinggi (30-50) dan pada fraksi n-heksana termasuk kategori sedang (15-30).
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE Susanti, Dwi; S, Septi Nurhaliza; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.424

Abstract

Disentri adalah penyakit yang umum di Indonesia dan mungkin merupakan penyakit Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering menyebabkan kematian. Cabai merah keriting memiliki senyawa metabolit sekunder sebagai aktivitas antibakteri yang dapat dijadikan alternatif pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit sekunder, perbedaan aktivitas antibakteri, dan konsentrasi ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) yang paling efektif dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae. Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting dibuat dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Media yang digunakan sebagai uji antibakteri pada penelitian ini adalah Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysentriae zona bening pada buah hanya terdapat di konsentrasi 100% sedangkan zona bening tangkai terdapat pada konsentrasi 40% sampai 100%. Disimpulkan bahwa Konsentrasi yang paling efektif digunakan dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae pada buah dan tangkai adalah dengan konsentrasi 100% dengan rata rata zona hambat 4,16 mm dan 0,7 mm.
EVALUASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN CARBOPOL ULTREZ 20 SEBAGAI GELLING AGENT Bayu Chandra, Pra Panca; Listy Kartika Falestin, Senny; Musdhalifah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.435

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif medis oleh masyarakat semakin bertambah, sehingga perlu dijamin secara ilmiah mengenai efektivitas, keselamatan, dan mutu produknya. Daun jambu biji bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif karena memiliki aktivitas farmakologi, salah satunya berfungsi sebagai obat untuk luka. Studi mengenai sediaan gel ekstrak etanol 96% daun jambu biji bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi dari gel tersebut. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksperimental untuk menganalisis atau memahami evaluasi sediaan gel. Sediaan ini menggunakan carbopol ultrez 20 dengan dua formula variasi konsentrasi yaitu 0,5% dan 0,75%. Sediaan gel dievaluasi dengan melakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, serta uji daya lekat. Hasil evaluasi sediaan gel menunjukkan bahwa formula 1 dan 2 memberikan hasil yang memuaskan padauji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Dapat disimpulkan bahwa formula 1 dan 2 sediaan gel ekstrak daun jambu biji adalah formula sediaan gel yang baik karena memenuhi standar dalam setiap evaluasi sediaan gel.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK DARI YOGHURT SARI KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) Amaliah, Putri; Yuningtyas, Sitaresmi; Noviardi, Harry
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.446

Abstract

Antioksidan merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagi penyakit. Antioksidan dibedakan berdasarkan sumbernya, yaitu antioksidan alami dan buatan. Senyawa antioksidan alami umunya berasal dari senyawa fenolik dan polifenolik, yang merupakan golongan flavonoid. Kedelai mengandung flavonoid berupa isovlafon yang berperan sebagai antioksidan. Selain kedelai, jahe merah juga merupakan antioksidan alami, mengandung senyawa aktif fenolik seperti, gingreol, shagaol dan ginggerdiol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan menguji karakteristik dari yoghurt kacang kedelai yang ditambah sari jahe merah. Yoghurt sari kedelai yang diperoleh diuji karakteristik meliputi, pH, uji total asam, uji total bakteri asam laktat, uji organoleptik, uji aktivitas antioksidan dan uji toal fenol. Yoghurt sari kedelai dengan penambahan sari jahe merah yang difermentasi oleh Lactobacillus casei Shirotta strain, Lactobacillus acidophillus, dan kombinasinya mempunyai aktivitas peredaman radikal bebas DPPH beruturut-turut adalah 78,80%; 78,44%; dan 94,65%. Aktivitas tertinggi peredaman radikal bebas DPPH pada yoghurt sari kedelai yang difermentasi oleh Lactobacillus acidophillus dengan persentasi inhibisi 94,65%. Karakteristik yoghurt tersebut adalah pH 4,2 total asam laktat 0,51%, total bakteri asam laktat 2,9 x 1013 CFU/mL, dan total fenol 352,97 mg/L.
PENGARUH EKSTRAK MORINGA OLEIFERA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN SERUM Putri Rose Amanda Puri; Suparno
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.461

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai "miracle plant" karena kandungan senyawa antioksidannya yang sangat tinggi, menjadikannya sumber antioksidan alami yang potensial dan bermanfaat bagi tubuh. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan mengekstrak daun kelor dan mengolahnya menjadi sediaan serum yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor terhadap aktivitas antioksidan dalam sediaan serum. Ekstrak daun kelor diperoleh menggunakan metode maserasi yang kemudian diformulasikan dalam sediaan serum. Untuk mengukur aktivitas antioksidan sedian serum, digunakannya metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) dengan spektrofotometer UV-Vis sehingga diperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 sediaan serum dengan ekstrak daun kelor sebanyak 0%, 3%, dan 6% secara berturut-turut 19467.42 μg/ml, 11910.89 μg/ml, dan 7889.45 μg/ml. Dengan demikian, terdapat pengaruh penambahan ekstrak daun kelor pada formula sediaan serum. Aktivitas antioksidan akan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak daun kelor yang digunakan. Namun, untuk mencapai efektivitas antioksidan yang maksimal, diperlukan metode ekstraksi dan formulasi serum yang lebih tepat dan efisien.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI TABLET EKSTRAK DAUN SIRIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI AMILUM ZEA MAYS L. SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR Latifah, Luluk; Lukman, Hilmia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.464

Abstract

Daun sirih (Piper betle L.) mengandung senyawa aktif yang berkhasiat sebagai antiseptik dan antiinflamasi, serta telah dikembangkan dalam berbagai sediaan farmasi seperti kapsul dan sediaan cairan. Amilum Zea mays L. atau pati jagung merupakan salah satu bahan penghancur alami yang umum digunakan dalam formulasi tablet. Amilum ini menyerap air dan mengembang, sehingga mempercepat disintegrasi tablet. Selain itu, amilum Zea mays L. memiliki daya hancur yang baik karena memiliki struktur granulosa yang mudah menyerap cairan tubuh, sehingga mempercepat pecahnya tablet menjadi partikel kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi tablet ekstrak daun sirih menggunakan variasi konsentrasi amilum Zea mays L. (5%, 10%, 15%) sebagai bahan penghancur dengan metode granulasi basah. Evaluasi meliputi karakterisasi fisikgranul (kecepatan waktu alir dan sudut diam) serta tablet (organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, dan kerapuhan). Hasil pengujian menunjukkan peningkatan konsentrasi amilum Zea mays L. meningkatkan kecepatan waktu alir (7,23±0,44 gram/detik, 8,35±0,47 gram/detik, dan 9,07±1,47 gram/detik masing-masing untuk konsentrasi 5%, 10%, dan 15%), dan menurunkan sudut diam (27,92±0,07°, 27,47±0,06°, dan 27,02±0,12° masing-masing untuk konsentrasi 5%, 10%, dan 15%). Tablet dari ketiga formula memiliki bau khas sirih, berbentuk bulat, dan warna agak kehijauan. Semua formula memenuhi syarat keseragaman bobot tablet. Sementara itu, peningkatan konsentrasi amilum menyebabkan penurunan kekerasan tablet dan peningkatankerapuhan. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih dapat diformulasikan menjadi tablet menggunakan amilum Zea mays L. sebagai bahan penghancur alami. Formula dengan konsentrasi 10% (F2) memberikan hasil paling optimum dengan keseimbangan terbaik antara kekerasan dan kerapuhan tablet.
ANALISIS ANTIOKSIDAN TANAMAN PETAI (PARKIA SPECIOSA) SECARA IN VITRO DAN IN SILICO Mai Cing, Jap; Alfarabi, Muhammad; Suryani Arodes, Evy
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.465

Abstract

Pangan fungsional merupakan makanan yang memiliki khasiat kesehatan dan aman dikonsumsi secara berkelanjutan dan biasanya berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Petai (Parkia speciosa) merupakan pangan yang banyak menjadi masakan di daerah Indonesia. Biji petai merupakan bagian yang banyak dikaji efek kesehatannya. Namun, tidak banyak laporan ilmiah yang mengkaji mengenai bioaktivitas bagian lain dari tanaman petai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan membandingkan aktivitas antioksidan dari biji, batang, daun, dan kulit polong biji petai. Aktivitas tersebut dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Kajian in silico juga dilakukan sebagai pendekatan lebih lanjut terhadap aktivitas antioksidannya. Hasil menunjukkan bahwa esktrak dari biji, batang, daun, dan kulit polong biji petai memiliki aktivitas antioksidan dengan kemampuannya menghambat radikal bebas. Aktivitas hambatan ini bernilai 53-68% untuk biji, 74-88% untuk batang, 54-80% untuk daun, dan 73-82% untuk kulit polong biji petai. Hasil analisis in silico menunjukkan bahwa kandungan metabolit dari petai yang berpotensi sebagai agen pereduksi radikal bebas adalah quercetin. Metabolit ini mampu berinteraksi kuat dengan enzim mieloperoksidase. Oleh karenanya, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi ilmiah untuk pengembangan pangan fungsional berbasis petai sebagai antioksidan.
POTENSI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU BOL (SYZYGIUM MALACCENSE (L.) MERR. & L.M. PERRY) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASE PADA MENCIT Dewi, Rika Sari; Dwi Sandhiutami , Ni Made; Tasya K. Siagian , Inneke
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.353

Abstract

Daun Jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) memiliki senyawa polifenol seperti flavonoid, asam fenolat dan tannin telah dianggap sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) berdasarkan parameter kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Mencit dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberikan vitamin C (2,6 mg/20gBB), dan 3 kelompok dosis ekstrak etanol 70% daun jambu bol (5; 10; 20 mg/20gBB). Pengukuran kadar MDA dilakukan dengan metode TBARs dan pengukuran aktivitas SOD dilakukan dengan metode Adrenochrome Assay. Hasil pengukuran kadar MDA pada kelompok normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok dosis 5 mg/20gBB; 10 mg/20gBB; 20 mg/20gBB secara berturut-turut adalah 2,4814 nmol/mL; 5,0557 nmol/mL; 3,0153 nmol/mL; 4,7122 nmol/mL; 4,1289 nmol/mL; 3,5013 nmol/mL sedangkan untuk hasil pengukuran aktivitas SOD pada hati mencit adalah 124,9967 U/mL; 60,34 U/mL; 188,76 U/mL; 129,31 U/mL; 148,85 U/mL; 168,9667 U/mL. Kesimpulan hasil yang didapatkan adalah ekstrak etanol 70% daun jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M.Perry) memiliki potensi antioksidan dengan menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas SOD.