cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
Jl. Kumbang No.23, Bogor, Jawa Barat, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
ISSN : 25026011     EISSN : 26864487     DOI : https://doi.org/10.47219/ath
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam bidang Kimia Bahan Alam, Analisis Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Medicinal, Biologi Molekular dan Bioteknologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Biologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi.
Articles 164 Documents
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS DEPOK II KALASAN SLEMAN Marna Kusumiati; Grace Joy Christiani; Sarah Puspita Atmaja
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.319

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kenaikan tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, yang diukur minimal dua kali. Masalah Terkait Obat (Drug Related Problems / DRPs) adalah sebuah peristiwa yang tidak diinginkan yang muncul dari pengalaman pasien atau diduga disebabkan oleh terapi obat, yang berpotensi menghambat kesuksesan penyembuhan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Masalah Terkait Obat (DRPs) pada Pasien dengan Hipertensi primer, dengan atau tanpa Penyakit Penyerta, di Puskesmas Depok II Kalasan sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, dengan mengumpulkan data secara retrospektif dari rekam medis pasien hipertensi primer, dengan atau tanpa Penyakit Penyerta, di Puskesmas Depok II Kalasan Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 subjek penelitian, 31 subjek berpotensi mengalami DRPs. Kejadian DRPs di puskesmas ini seputar efektivitas terapi, dengan persentase sebesar 100%. Sebab-sebab DRPs dalam terapi pasien hipertensi meliputi adanya indikasi tetapi obat tidak tersedia (4%), ada obat tetapi tanpa indikasi (3%), dosis yang terlalu tinggi (1%) dan kebutuhan terapi obat tambahan (32%). Terdapat korelasi antara penyebab DRPs dan perubahan terapi, dimana semakin banyak DRPs yang terjadi, maka semakin besar pula kemungkinan perubahan terapi yang dilakukan. Kata kunci: Antihipertensi, DRPs, Hipertensi primer, Puskesmas.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DENGAN KOMORBID DIABETES MELITUS DI RS PKU MUHAMMADIYAH WONOSOBO Adhi Wahyu Nugroho; Tatang Tajudin; Marina Kurniawati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.320

Abstract

Salah satu masalah terbesar dalam pengobatan pasien covid-19 adalah mereka yang memiliki komorbid. Sangat penting untuk mempertimbangkan bagaimana obat covid-19 berinteraksi dengan penyakit komorbid tersebut. Interaksi obat lebih mungkin terjadi karena mayoritas penderita penyakit penyerta mengalami polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien rawat inap covid-19 yang terkonfirmasi dengan komorbid diabetes melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo dan hubungan faktor karakteristik pasien yang berkaitan dengan kemungkinan interaksi obat. Desain dalam studi retrospektif ini adalah cross-sectional dengan metode deskriptif kuantitatif, dan analisis potensi interaksi obat menggunakan aplikasi Lexicomp®. Gambaran potensi interaksi obat berdasarkan parameternya secara persentase pada derajat risiko C 384 kejadian (80%), dengan derajat keparahan moderate 420 kejadian (88%), dan derajat realibilitas fair 327 (68%) kejadian. Interaksi obat dengan kategori derajat risiko D terbanyak adalah interaksi antara Levofloxacin dengan Zinc 22 pasien (55%), Interaksi obat dengan kategori X yaitu interaksi antara obat Clopidogrel dengan Omperazole 2 pasien (5%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,055 (p>0,05) dan p-value = 1,000 (p>0,005), hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang nyata antara faktor karakteristik pasien dengan potensi interaksi obat. Kata kunci: Covid-19, Diabetes melitus, Komorbid, Potensi interaksi obat
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI Jenny Adilla Jamtoputri Jenny; Ike Maya Permanasari; Embriana Dinar Pramestyani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.323

Abstract

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup sesorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 < 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.
IDENTIFIKASI PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KANDUNGAN BISPHENOL-A DALAM SAMPEL AIR GALON POLIKARBONAT SERTA VALIDASI METODE PENGUKURANNYA DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS cindy farid febriyantika; udrika lailatul qodri; aqidatun naffiah choirunniza
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.337

Abstract

Temuan BPOM menunjukkan adanya kontaminasi Bisphenol-A (BPA) yang signifikan pada air yang disimpan dalam wadah galon polikarbonat yang biasa digunakan masyarakat Indonesia. Adanya cemaran ini dikarenakan kestabilan dari BPA yang terpengaruh oleh faktor penyimpanan seperti suhu dimana galon disimpan dan lama minuman atau makanan berkontak dengan plastik polikarbonat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak suhu dan waktu penyimpanan terhadap kandungan BPA dalam kemasan polikarbonat, mengingat meluasnya praktik penyimpanan galon yang kurang tepat yakni diletakkan di luar ruangan. Metode yang dilakukan meliputi optimasi pelarut, penentuan panjang gelombang maksimum, preparasi sampel, dan analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan paired sample t-test menggunakan SPSS ver 25. Validasi metode dilakukan menggunakan spektrofotometri Thermo Genesys 150 UV-Vis, meliputi parameter linearitas, LOD, LOQ, akurasi, dan presisi. Pelarut paling optimal adalah kombinasi etanol:akuades (3:1) dengan panjang gelombang maksimum absorbansi pada 230 nm. Linearitas memenuhi syarat (R2 = 0,9999), dengan LOD sebesar 2,44526 ppm dan LOQ sebesar 8,15086 ppm. Akurasi (%Recovery: 80-110%) dan presisi (%RSD <2%) terbilang memuaskan. Hasil kadar BPA pada air galon “X” melampaui batas yang ditetapkan BPOM yaitu 0,6 ppm. Uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh suhu penyimpanan dengan membandingkan kadar BPA antara luar ruangan (32oC) dan suhu ruangan (20oC). Namun, perbedaan kadar BPA signifikan didapatkan pada perbandingan lama penyimpanan air pada kemasan galon selama 8 hari dan 16 hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menggarisbawahi perlunya praktik penyimpanan yang tepat yakni pada suhu ruangan dan menyoroti waktu penyimpanan air dalam galon tidak lebih dari satu minggu.
PENGEMBANGAN KUESIONER KEBUTUHAN DAN HAMBATAN PENERAPAN ETIKET OBAT BERBASIS BRAILE Siti Zamilatul Azkiyah; Aqidatun Naffiah Choirunniza
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.339

Abstract

Indonesia has around 1.5% or more than 3.75 million blind people. Of concern is that people with visual impairment are at high risk of medication errors. Even though there are many solutions for implementing Braille labels in daily practice, there are not many agencies that provide this service. Therefore, it is necessary to have an instrument that can measure the needs and barriers to implementing Braille etiquette. The research includes developing an instrument to measure the needs and barriers to implementing Braille etiquette in pharmaceutical services. The research instrument developed was a questionnaire with the name EKREB, which is an acronym for "Evaluation of Braille Etiquette Needs and Barriers". The development of the questionnaire went through the instrument design stages which included planning, construction, reliability testing and validity testing. The total number of EKREB questionnaire design items was 23 items which were then distributed online. The testing involved 30 respondents consisting of 11 undergraduate pharmacy students, 8 pharmaceutical technical staff, and 11 pharmacists in the Situbondo area. Of the 20 items tested, the Crobach's Alpha value obtained was 0.908 (0.6) so a decision could be made that the questionnaire was declared reliable and entered the high reliability category. The results of the Pearson Product Moment test have a sig value. From each questionnaire item obtained 0.05 so that the questionnaire items are declared valid. Based on the research results that have been obtained, it can be concluded that the results of the development of the EKREB questionnaire are declared as valid and reliable instruments to be used as data collection tools for evaluating needs and barriers to service implementation. Braille labels in clinical-community pharmacy practice.
KARAKTERISTIK HIDROKSI PROFIL METIL SELULOSA (HPMC) DARI SABUT KELAPA YANG DISINTESIS DENGAN NATRIUM HIDROKSIDA KONSENTRASI 20% Silvi Nurafni; Triyani Sumiati; Amelia Putri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.347

Abstract

Sabut kelapa sering kali dibuang dan dianggap limbah oleh masyarakat, padahal sabut kelapa memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi yaitu sebesar 27% yang bisa dimanfaatkan dalam bidang bahan baku farmasi dan pangan. Selulosa tersebut dat dimanfaatkan menjadi Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan HPMC dari sabut kelapa yang optimal dengan karakteristik yang memenuhi standar. HPMC sabut kelapa dibuat dengan mengisolasi selulosa terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan mensintesis HPMC dengan konsentrasi NaOH 20% dan propilen oksida yang ditambahkan 2,5 ml serta dimetil sulfat sebanyak 0,92 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa dari sabut kelapa dapat dimanfaatkan menjadi HPMC dengan karakteristik HPMC yang dihasilkan berbentuk butiran kasar, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau yang samar, memiliki pH 7, nilai Water Holding Capacity (WHC) 7,3 g/g dan nilai Oil Holding Capacity (OHC) 6,6 g/g.
PARAMETER MUTU DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GADI MERAH (ABELMOCHUS MANIHOT (L.) MEDIK Andri Prasetiyo; Wiwi Winarti; Syifa Aulia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.350

Abstract

Secara empiris daun gedi merah (Abelmochus manihot) telah digunakan untuk pengobatan diabetes, hipertensi dan penurun kolesterol. Tujuan penelitian adalah penetapan parameter mutu ekstrak, uji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun gedi merah. Metode penelitian dilakukan dengan pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 70% secara maserasi kinetik, ekstrak yang diperoleh dilanjutkan penapisan fitokimia, pemerikasan parameter mutu ekstrak dan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman DPPH. Hasil penapisan fitokimia diperoleh adanya flavonoid, saponin, kumarin, minyak atsiri, steroid dan triterpenoid. Hasil parameter mutu ekstrak diperoleh warna hijau, bau khas, rasa sepat, kadar sari larut air 55.22%, kadar sari larut etanol 39.76%, susut pengeringan 8.01%, kadar air 4.83%, kadar abu total 6.86%, kadar abu tidak larut asam 0.47%, kadar flavonoid total 1.38%, sisa pelarut 0.83%, kadar Pb 1.3247 mg/kg, Kadar Cd 0.0647, ALT ≤30 koloni/g, AKK 2,65X102 koloni/g, IC50 antioksidan ekstrak daun gedi merah 126.0 µg/mL, IC50 vitamin C sebagai kontrol positif 3.4 µg/mL. Ekstrak etanol 70% daun gedi merah memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sedang dan memenuhi persyaratan mutu
PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL KITOSAN MENGANDUNG ANTIGEN INTI HEPATITIS B (HBcAg) DARI Escherichia coli BL21 (DE3) M. Ikhwan Setiawan; Chaidir; Deni Rahmat; Asrul Muhamad Fuad
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.368

Abstract

Hepatitis B Core Antigen (HBcAg) adalah antigen struktural dari virus hepatitis B yang berpotensi menjadi senyawa aktif dalam vaksin hepatitis B. Dalam penelitian ini, HBcAg dihasilkan melalui biosintesis protein rekombinan dari Escherichia coli BL21 (DE3). Selanjutnya nanopartikel HBcAg disiapkan dengan metode gelasi ionik menggunakan crosslinker kitosan (CHI) dan natrium tripolifosfat (STPP). Analisis menggunakan Particle Scanning Analyzer menunjukkan bahwa nanopartikel terkecil sebesar 126,4 nm diperoleh dari perbandingan 2:1 kombinasi kitosan 0,1% dan STPP 0,1%, sementara kombinasi 5:3 menghasilkan keseragaman nanopartikel terbaik dengan indeks polidispersi 0,319. Stabilitas nanofluida terbaik diperoleh dari kombinasi 2:1 kitosan 0,15% dan STPP 0,1% dengan nilai zeta-potensial 22,2 mV. Efisiensi penangkapan tertinggi sebesar 94,26% diperoleh pada rasio 4:3 CHI:STPP. Uji pelepasan antigen in vitro menunjukkan bahwa pelepasan protein dari struktur nanopartikel lebih rendah dalam larutan asam dibandingkan dalam larutan basa
AKTIVITAS ANTIKOAGULAN EKSTRAK ETANOL BARU CINA (ARTEMISIA VULGARIS L.): ETHNOMEDICINE SUKU TENGGER KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Sulthon, Yaya; Kusumaningrum, Gita; Nafisah, Umi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.343

Abstract

Baru cina (Artemisia vulgaris L.) telah diketahui memiliki potensi sebagai pengobatan herbal alternatif di suku Tangier, termasuk aktivitas antikoagulan. Parameter non-spesifik seperti rasio pengeringan, berat jenis, kandungan air, dan kandungan abu asam tidak larut harus ditentukan untuk memastikan konsistensi kualitas ekstrak.Studi ini bertujuan untuk menyederhanakan ekstrak baru cina dan mengevaluasi potensi sebagai antikoagulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah laboratorium eksperimental mencakup pengujian parameter non-spesifik dan spesifik, serta tes kandungan kimia. Uji antikoagulan dilakukan in vitro menggunakan ekstrak daun baru cina pada konsentrasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengeringan ekstrak adalah 5.37 ± 0.63%, berat jenis adalah 0.849 ± 0.01 g / ml, dan kandungan abu asam tidak larut adalah 2.67 ±0.25%. Tes organoleptik menunjukkan ekstrak memiliki bentuk tebal, warna hijau terkonsentrasi, bau yang khas, dan rasa pahit. Tes kandungan kimia positif pada saponin dan tanin. Tes antikoagulan menunjukkan bahwa waktu pembekuan darah pada kontrol negatif adalah 1,68±0,51 menit, sedangkan pada kontrol positif adalah 75,37±0,47 menit. Pada konsentrasi ekstrak 1 mg/mL, waktu koagulasi adalah 35,19 ± 0,87 menit; pada 1,5 mg / mL, itu adalah 36,57 ±0,65 menit; dan pada 2 mg / ml, itu 40,32 ± 0.21 menit. Dari hasil statistik dari tes satu arah Anova, ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan pengobatan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai p 0.000. Kesimpulan dari penelitian adalah ekstrak baru cina telah berhasil distandardisasi dengan parameter non-spesifik dan spesifik yang memenuhi standar. Hasil positif pada saponin dan tanin menunjukkan potensi ekstrak sebagai antikoagulan.
EVALUASI SIFAT FISIK SUSPENSI REKONSTITUSI AMOKSISILIN GENERIK BERMEREK DI APOTEK KOTA BANGKINANG Nofriyanti; Agistia, Nesa; Pratiwi, Erniza
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.344

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan yang penting, obat andalan untuk mengatasinya adalah antibiotik. Amoksisilin merupakan antibiotik spektrum luas yang banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan bakteri. Amoksisilin bersifat sukar larut di dalam air, sehingga dibuat dalam bentuk suspensi rekonstitusi. Penambahan volume cairan rekonstitusi yang tidak tepat dapat mempengaruhi efektivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sifat fisik sediaan suspensi rekonstitusi amoksisilin yang diambil di apotek di kota Bangkinang memenuhi persyaratan sesuai dengan yang tertera di dalam Farmakope Indonesia Edisi VI dan pustaka lainnya. 30 botol suspensi amoksisillin dengan nomor batch yang sama, ditambahkan air sesuai tanda batas yang tertera pada wadah dan kemudian dievaluasi sifat fisiknya, meliputi organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, volume sedimentasi, waktu redispersi dan volume terpindahkan yang diuji selama 7 hari penyimpanan. Diperoleh hasil uji organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas, volume sedimentasi dan waktu redispersi yang memenuhi persyaratan selama penyimpanan 7 hari. Akan tetapi pada pegujian volume terpindahkan tidak sesuai dengan persyaratan pada Farmakope Indonesia edisi VI.