cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Makna Tanggung Jawab Anak Perempuan pada Karakter Sew dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Aprilinda Nurjanah; Reddy Anggara; Adzkia Kirana Dipa
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/0phng338

Abstract

Tanggung jawab anak terhadap orang tua merupakan nilai yang masih dijunjung dalam kehidupan keluarga Asia. Dalam praktiknya, anak perempuan sering menjadi pihak yang lebih banyak terlibat dalam perawatan orang tua dibanding anggota keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna tanggung jawab anak perempuan yang dibangun melalui karakter Sew dalam film How to Make Millions Before Grandma Dies menggunakan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos pada adegan, dialog, tindakan, ekspresi, serta situasi naratif yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab anak perempuan dimaknai sebagai kewajiban moral yang diwujudkan melalui pengorbanan, perhatian, kehadiran emosional, dan kesetiaan terhadap orang tua. Karakter Sew ditampilkan sebagai anak perempuan yang terus memprioritaskan kebutuhan ibunya di tengah tuntutan pekerjaan, konflik keluarga, dan kepentingan pribadi. Pada tingkat mitos, film menegaskan pandangan budaya bahwa perawatan orang tua lebih dekat dilekatkan kepada anak perempuan sebagai penjaga relasi keluarga. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi dan semiotika film dengan menunjukkan bagaimana sinema populer Asia membangun makna tanggung jawab, peran gender, dan perawatan antargenerasi melalui tanda verbal dan visual yang berlapis.
Hubungan Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan Partisipatif dengan Komitmen Berorganisasi pada Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Jakarta Selatan Ahmad Yani Abd Gani; Harmonis; Nani Nurani Muksin; Tria Patrianti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/f0ys1w03

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) hubungan antara Komunikasi Organisasi dan Komitmen Berorganisasi; (2) hubungan Kepemimpinan Partisipatif dan Komitmen Berorganisasi; serta (3) hubungan simultan kedua variabel terhadap Komitmen Berorganisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Musli Indonesia (KAMMI) Jakarta Selatan. Penelitian ini menguji teori komunikasi organisasinya GoldHaber, kepemimpinan kartisipatifnya Yukl dan komitmen berorganisasi yang dikembangkan Robbins & Judge. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian dilakukan pada lima komisariat KAMMI dengan populasi 357 anggota dan sampel 78 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah divalidasi melalui uji coba. Analisis data meliputi korelasi, regresi sederhana dan ganda, serta uji prasyarat normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan independensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi organisasi berhubungan signifikan terhadap Komitmen Berorganisasi dengan koefisien korelasi ry.x1 = 0,885 dan kontribusi 44,7%; (2) Kepemimpinan Partisipatif berhubungan sangat signifikan dengan koefisien ry.x2 = 0,767 dan kontribusi 58,8%; (3) secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 55,8% terhadap Komitmen Berorganisasi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan kepemimpinan partisipatif berbanding lurus dengan penguatan komitmen anggota, meskipun masih terdapat 44,2% variabel lain di luar penelitian yang turut memiliki hubungan.
Audience Reception Analysis of Sexual Education in the Film Dua Garis Biru Stefanus Andriano; Elvina Estelita Pasaribu
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wvb7bg76

Abstract

The film Dua Garis Biru (2019) is an Indonesian production that addresses social issues surrounding adolescent sexuality within the teenage drama genre. The film follows a high school couple whose decision to engage in premarital sex leads to severe consequences, including unplanned pregnancy and compromised futures. This issue highlights a widespread lack of understanding regarding sex and reproductive education, which ultimately yields negative impacts. This study aims to analyze the reception of undergraduate student audiences from three Indonesian universities after watching Dua Garis Biru, as well as their comprehension of the sex education messages conveyed through narrative scenes. Utilizing Stuart Hall’s reception theory with a descriptive qualitative approach, data were gathered from five informants through in-depth interviews to determine their decoding positions, supplemented by document analysis. The findings indicate that all five informants adopted a dominant-hegemonic position, with no informants falling into the negotiated or oppositional positions. They agreed that Dua Garis Biru successfully delivers both entertainment and education, addresses youth social issues, and opens up discussions on sex education, which is still widely considered taboo. Hopefully, this film can provide inspiration and shift public perception regarding the vital importance of sex education.
Analisis Framing Pemberitaan Isu Ijazah Palsu Joko Widodo pada Media Daring CNN Indonesia dan Liputan6.com Sudarto; Aprilyanti Pratiwi; Muklis Efendi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/r0aqj566

Abstract

Tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi salah satu isu politik yang paling diperdebatkan di ruang publik digital Indonesia sepanjang 2025 dan memunculkan pertanyaan tentang bagaimana media daring arus utama mengonstruksi realitas politik pada isu sensitif yang menyangkut legitimasi negara. Berlandaskan perspektif konstruksi sosial atas realitas dan teori framing, penelitian ini bertujuan membandingkan cara CNN Indonesia dan Liputan6.com membingkai isu tersebut dengan menggunakan model analisis framing Pan dan Kosicki yang menelaah teks berita melalui empat struktur, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis isi kualitatif berbasis framing terhadap enam teks berita yang terbit pada April hingga Agustus 2025, masing-masing tiga berita dari setiap media, dibantu proses koding dan kategorisasi menggunakan perangkat lunak HyperResearch. Hasil penelitian menunjukkan CNN Indonesia membangun bingkai institusional-prosedural yang menonjolkan verifikasi forensik, proses hukum yang sah, dan profesionalisme kepolisian, sedangkan Liputan6.com membangun bingkai konklusif-afirmatif yang memosisikan Jokowi sebagai korban fitnah yang ijazahnya telah terbukti asli secara hukum. Meskipun strategi diskursifnya berbeda, kedua media sama-sama menolak narasi ijazah palsu dan menyelaraskan pemberitaan dengan legitimasi negara serta stabilitas politik. Penelitian menyimpulkan bahwa perbedaan framing antarmedia arus utama bekerja pada level strategi wacana, bukan oposisi ideologis, dan temuan ini berkontribusi pada penguatan literasi media digital masyarakat.
Resepsi Khalayak Perempuan Terkait Kecemasan Menjadi Ibu Ideal dalam Iklan Prenagen“Siapa Takut Jadi Ibu” Novita Ika Purnamasari; Wiwid Adiyanto
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/g6j3yv36

Abstract

Iklan Prenagen “Siapa Takut Jadi Ibu” mengusung kampanye ajakan pada perempuan terutama calon ibu untuk percaya diri dan melawan rasa cemas saat masa kehamilan dan persiapan menjadi ibu. Prenagen menggunakan kalimat “Siapa Takut” untuk menantang stigma bahwa menjadi ibu membuat hidup perempuan berubah tidak seru, tidak bahagia, rumit dan membatasi kebebasan. Masalahnya, iklan ini seolah menjadi solusi dan ajakan pada perempuan modern sebagai calon ibu untuk percaya diri, padahal iklan ini mengkomodifikasi kecemasan dan ketakutan dalam logika bisnis yaitu agar produknya dibutuhkan. Alih-alih mengusung pemberdayaan perempuan, iklan ini melanggengkan logika patriarki terkait peran ibu yang ideal dalam masyarakat, bahwa ibu bertanggungjawab atas kehamilan, kesehatan  anak, keberhasilan memiliki keturunan dan penjaga moral keluarga. Penelitian ini bertujuan membongkar pemaknaan khalayak yaitu perempuan perempuan sebagai calon ibu maupun perempuan yang sudah menjadi ibu dengan kode dominan atau prefereed reading yaitu kecemasan menjadi ibu dan persiapan dalam menjalankan peran sebagai ibu. Metode analisis menggunakan resepsi khalayak Stuart Hall dengan melibatkan lima informan yang terdiri dari perempuan yang belum menikah, dua perempuan yang sedang hamil namun salah satunya sudah bercerai, serta perempuan yang sudah memiliki anak. Hasil penelitian menunjukan empat informan berada dalam posisi negotiated yang bernegosiasi atas kode dominan iklan berdasarkan pengalaman, pengetahuan, pendidikan, praktek dalam rumah tangga dan latar belakang yang bervariasi sehingga pesan dimaknai secara berbeda oleh masing-masing informan. Hanya ada 1 informan yang berada di posisi oposittional yang menerima pesan teks dalam iklan.
Pola Komunikasi Interpersonal Psikolog dengan Pasien Bipolar Firyal Athiyah Maulida; Rangga Galura Gumelar
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.264

Abstract

Gangguan kesehatan mental di Indonesia masih menjadi topik tabu, menyebabkan stigma yang menghambat perawatan dan pemulihan. Gangguan bipolar, dengan episode manik dan depresi, adalah salah satu gangguan emosional yang sulit dikelola dan berdampak serius pada kehidupan sehari-hari individu. Penelitian ini fokus pada pola komunikasi interpersonal antara psikolog dan pasien bipolar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi antara kedua pihak. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan psikolog dan pasien bipolar. Teori yang digunakan adalah Teori Penetrasi Sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi selama fase manik atau depresi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Komunikasi nonverbal dan tatap muka memainkan peran krusial dalam hubungan psikolog-pasien. Sejumlah hambatan, seperti keterbatasan waktu, kesulitan dalam berbagi masalah, dan kendala bahasa menjadi tantangan dalam komunikasi. Analisis berdasarkan Teori Penetrasi Sosial menunjukkan tahapan-tahapan yang terjadi dalam hubungan ini, mulai dari pembangunan kepercayaan, pengenalan sisi kepribadian pasien, komitmen, hingga tercapainya kejujuran dan keintiman dalam hubungan. Tahapan-tahapan ini membutuhkan waktu dan upaya untuk mencapai keterbukaan serta kepercayaan yang mendalam di antara keduanya.  Penanganan hambatan komunikasi dengan strategi yang tepat, sesuai dengan tahapan pengembangan hubungan, menjadi kunci keberhasilan. Kesadaran pasien akan peran mereka dalam proses penyembuhan juga memegang peranan penting dalam dinamika ini.
Implementasi Pemasaran Digital Melalui Instragram untuk Mengenalkan Kesenian Khas Cirebon Mira Adita Widianti; Vivitri Endah Andriani; Muhammad Alfahrezi Baihaqi Ramadhan
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.269

Abstract

Media sosial memiliki fungsi memberi informasi kepada masyarakat ingin mengetahui berbagai hal tertentu. Melalui media sosial para pengguna dapat berpartisipasi aktif interaktif secara terbuka untuk menyampaikan, menerima dan mendiskusikan ide-ide baru sebagai dasar pembuatan keputusan bisnis. Untuk memberitahukan kepada halayak tentang kesenian khas kota Cirebon, Sanggar seni Sekar Pandan memerlukan konten-konten yang dapat menarik perhatian masyarakat luas. Konten-konten yang diperlukan oleh sanggar seni Sekar Pandan adalah konten yang mendidik, menghibur, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Fokus penelitian ini adalah bagaimana sanggar seni Sekar Pandan mengembangkan konten-konten media sosial instagram mereka guna memperkenalkan sanggar mereka dan juga kebudayaan Kota Cirebon. Data diambil dari wawancara dengan pengelola sanggar seni Sekar Pandan dan menganalisis media sosial Sekar Pandan. Temua penelitiannya adalah, sanggar seni Sekar Pandan melalui pesan-pesannya di intagram, berhasil mengenalkan berbagai kegiatan seni yang dilaksanakan dengan menerapkan pemasaran digital di media sosial.  
Pengelolaan Media Sosial Instagram @ikn_id Berdasarkan The Circular Model of SoMe Vega Aulia Pradipta
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik pengelolaan media sosial Instagram @ikn_id, apakah sudah ideal berdasarkan The Circular Model of SoMe. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan pada aspek Share, penyebaran informasi sudah bagus dengan diproduksinya berbagai jenis konten, tidak hanya dalam bentuk foto. Pada aspek optimize, masukan dari netizen dipertimbangkan untuk pembuatan konten selanjutnya. Pada aspek Manage, evaluasi konten hanya mengandalkan Instagram Insight dan Metricool, serta kurangnya sumber daya manusia membuat tidak semua komentar netizen bisa direspons dengan cepat. Untuk aspek engage, sudah diadakan lomba-lomba yang menciptakan engagement yang sangat baik. Kesimpulannya, pengelolaan media sosial Instagram @ikn_id sudah menerapkan aspek-aspek dalam model komunikasi The Circular Model of SoMe, meski belum cukup ideal. Pengelolaan akun Instagram ini bisa lebih dioptimalkan dengan menggunakan tools evaluasi lain serta menciptakan komunikasi dua arah dengan publik atau netizen.
Memahami Format Iklan di Dalam Video Games Alvian Alrasid Ajibulloh; Nurfian Yudhistira
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.271

Abstract

Evolusi industri game dan perubahan lanskap periklanan di masa pandemi bertanggung jawab atas meningkatnya minat pemasar dalam menggunakan game untuk tujuan periklanan. Para pembuat game juga mulai melakukan diversifikasi format iklan, sejak itu menurut data pada tahun 2020 mereka mengalami peningkatan pendapatan dari iklan sebesar 75%. Oleh karena itu kita perlu memahami jenis-jenis format iklan dalam game. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa jenis format iklan dalam game, yakni; static in-game advertising, dynamic in-game advertising, advertising games (pure advertising games). Adapun untuk format dynamic in-game advertising memiliki beberapa jenis, yaitu; (1) interstitial ads, (2) in-game video, (3) native banners, (4) contextual ads, (5) rewarded ads, (6) expandable ads, (7) the secret area, (8) the in-game marketplace. Kesemua jenis ini dapat memberikan manfaat dalam proses pemasaran seperti mampu menciptakan experiential marketing, brand engagement, product placement.
Patients’ Perceptions of Health Care Providers’ Communication in Nigerian Hospitals Muhammad Mukhtar Aliyu; Aminu Umar Kura; Alhaji Usman Gamawa
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v7i1.272

Abstract

This study investigates patients' perceptions of healthcare providers' communication in Nigerian hospitals. The study adopts a survey research design and 177 patients were randomly selected from six hospitals in Northeastern Nigeria. Data were collected through a questionnaire. The data were subjected to descriptive statistical analysis and independent sample t-tests. The results of the analysis indicate that most of the patients have moderate perceptions towards the health care providers’ communication in hospitals in Nigeria, in terms of communication clarity, respect, and information adequacy. The study results highlight notable variations in patient perceptions of communication, revealing significant differences influenced by various sociodemographic factors. Notably, patients residing in rural areas have more positive perceptions than those residing in urban areas. Also, those aged 45 years and above exhibited higher rates of positive perceptions than those of 18 to 44 years old. Similarly, patients in private hospitals have higher positive perceptions compared to those attending public hospitals. Finally, patients with no formal education have higher levels of positive perceptions than those with formal education. The study makes recommendations for enhancing communication practices in Nigerian hospitals and suggestions for future research.