cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Sosialisasi Literasi Digital untuk Mengurangi Risiko Kecanduan Game Online pada Pelajar di Kabupaten Siak Ismandianto; Suyanto; Nurjanah; Yesicha, Chelsy; Ersa Putri, Winda; Wahidar, Tutut Ismi; Sari, Genny Gustina
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.376

Abstract

Pengaruh perkembangan internet yang pesat di Kabupaten Siak, Riau telah meningkatkan ketergantungan anak-anak pada game online. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi literasi digital terhadap dampak game online pada pelajar SMA di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif dengan melibatkan remaja, guru, dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap dampak positif dan negatif game online, serta meningkatnya kesadaran tentang pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. Sosialisasi ini membantu menumbuhkan sikap positif terhadap literasi digital dan mengurangi risiko kecanduan game online.
Efektivitas Grup WhatsApp sebagai Media Komunikasi Organisasi di UMKM Pengolah Limbah Tekstil Abdurrohman, Haidar; Nur A’lam, Naufal; Hidayati, Qonita Diah; Swarnawati, Aminah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan grup WhatsApp sebagai media komunikasi di lingkungan UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah karyawan dari berbagai departemen serta observasi langsung interaksi di grup WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan grup WhatsApp sebagai media komunikasi organisasi memiliki beberapa keuntungan, seperti kemudahan berbagi informasi, peningkatan keterlibatan karyawan, dan efisiensi waktu. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran teknologi komunikasi dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan membangun hubungan kerja yang lebih baik di lingkungan perusahaan rendahan (UMKM).
Peningkatan Kemampuan Komunikasi pada Komunitas Kelompok Sadar Wisata "Puja Berhias" Kepulauan Seribu Girsang, Lasmery RM; Situmeang, Ilona VO; Ramadaniar, Putri; Nataleo, Sally
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.378

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mengkaji potensi wisata alam di Kepulauan Seribu dikelola secara maksimal sejalan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusianya. Dalam abdimas ini, penulis menaruh perhatian pada belum seluruh wilayah mengalami kemajuan optimal di bidang pariwisata. Salah satunya adalah Pulau Untung Jawa yang memiliki potensi wisata alam berupa pantai pasir putih. Pada kenyataannya, masih dibutuhkan upaya menggerakkan sumber daya manusia dengan peningkatan keahlian berkomunikasi untuk menarik minat pengunjung agar tinggal lebih lama di pulau. Tampil di garda terdepan di sektor pariwisata, penduduk lokal yang berperan selaku tour guide seyogyanya dibekali dengan kemampuan komunikasi yang handal. Berlatar belakang situasi tersebut, pada Selasa 17 Desember 2024, tim pelaksana kegiatan abdimas memfasilitasi para anggota Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) “Puja Berhias” dengan pelatihan komunikasi efektif.  Oleh karenanya, tujuan kegiatan abdimas berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal  menunjang kemampuan mempromosikan destinasi wisata yang ada di pulau. Berbekal materi dan praktik komunikasi efektif, narasumber membekali keterampilan komunikasi dasar dimana hal ini sebagai implementasi teori dan konsep dari komunikasi efektif. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta dapat memanfaatkan materi dan pelatihan guna melengkapi kemampuan komunikasi yang lebih profesional.
Budaya Organisasi sebagai Strategi Membangun Reputasi melalui Employee Advocacy Laurentius Iwan Pranoto; Bertha Sri Eko Murtiningsih; Nuria Astagini
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/xyzt5594

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya organisasi di Asuransi Astra mendorong keterlibatan karyawan dalam EA serta kontribusinya terhadap reputasi Perusahaan. Penelitian ini didukung oleh teori budaya organisasi (Schein), strategi komunikasi (Smith), serta employee advocacy (Thelen; Men & Yue). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 11 partisipan yaitu steering committee, project leader, pelaksana harian, dan employee influencer (POMfluencer) dan satu informan ahli, dilengkapi analisis dokumen. Analisis secara tematik deskriptif digunakan untuk memahami keterkaitan budaya organisasi, strategi komunikasi, dan keterlibatan emosional karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EA bukan sekadar alat komunikasi atau aktivitas distribusi pesan, tetapi tumbuh dari budaya organisasi yang dijalankan dalam keseharian. Budaya yang suportif, terbuka, dan inklusif memberi ruang bagi karyawan untuk mengekspresikan nilai perusahaan melalui gaya personal dengan dukungan manajemen. Karyawan tidak sekadar menyampaikan pesan perusahaan, tetapi membagikan pengalaman kerja yang mereka alami sendiri, sehingga EA menjadi penghubung antara komunikasi internal dan reputasi eksternal yang terbentuk secara organik dan autentik. Keberhasilan EA tidak terutama ditentukan oleh teknis distribusi pesan, tetapi oleh konsistensi nilai, pengalaman, dan relasi yang dibangun dalam organisasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan menunjukkan bahwa employee advocacy lebih tepat dipahami sebagai proses komunikasi berbasis pengalaman internal karyawan, bukan sekadar alat penyebaran pesan dalam komunikasi organisasi.
Self-Disclosure dalam Interaksi Manusia dan AI: Studi Kualitatif Pengguna ChatGPT melalui Perspektif Social Construction of Technology Iqra Ardini; Dinda Shafira
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/p8kvy260

Abstract

Perkembangan teknologi AI yang semakin canggih, responsif, dan personal meningkatkan kecenderungan iindividu untuk menggunakannya. Chatbot seperti ChatGPT tidak hanya dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan, melainkan untuk berbagi perasaan dan pikiran pribadi melalui self-disclosure. Dalam konteks ini, ChatGPT bukan hanya produk AI, melainkan produksi yang dikonstruksi secara sosial oleh penggunanya. Penelitian ini mengeksplorasi mengapa pengguna lebih memilih melakukan self-disclosure kepada ChatGPT dibandingkan kepada manusia dalam konteks interaksi manusia dan AI. Dengan menggunakan konsep Human-AI Communication, Social Construction of Technology (SCOT) dan self-disclosure, penelitian ini menganalisis empat tahap proses self-disclosure terhadap ChatGPT. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur via aplikasi Zoom terhadap tiga informan yang dipilih secara purposif. Hasilnya menunjukan bahwa pengguna memilih untuk melakukan self-disclosure kepada ChatGPT bukan hanya karena fungsinya sebagai alat bantu teknis, tetapi juga karena perannya sebagai entitas sosial yang kompleks. ChatGPT juga memberikan respons yang cepat, validatif, dan tanpa penilaian. Fenomena ini menegaskan bahwa ChatGPT berfungsi sebagai teknologi AI yang mendengarkan dan mendukung, sehingga menjadikannya pilihan yang menarik untuk self-disclosure para penggunanya.
Citizen Journalism Debacle: A Case Study of Codeblu’s Clairmont Reportage Ari S. Widodo; Diana Anggraini; Chawla Fatmaduri
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/6c35tv88

Abstract

The emergence of digital platform has transformed content creators into citizen journalists, often operating outside the ethical principles of professional journalism. This study highlights the conflict between food vlogger Codeblu and Clairmont Patisserie as an illustration of the clash of information production standards between new media and professional journalism. The main objective of this study is to understand in depth how the tension between citizen journalism practices and professional journalism standards affects the public information ecosystem, particularly in verification, accountability and transparency. Using Grounded Theory approach with a constructivist basis from Kathy Charmaz and situational mapping from Adele Clarke. Data was obtained from three main sources: Codeblu viral videos, online media reports (Kompas.com and Liputan6.com) and Clairmont's official statements. The analysis was carried out through qualitative coding, and discursive analysis of the power relations and ethical standards involved. Most studies on citizen journalism in Indonesia have mainly addressed its role in democratizing information and its legal or regulatory implications. However, little is known about the epistemic tension that arises when citizen journalism adopts the form of professional reportage, particularly in viral conflicts such as the Codeblu–Clairmont case. This study fills that gap by critically examining how ethical standards, verification practices, and accountability is negotiated in the digital public sphere.
Komparasi Penanganan Krisis Komunikasi Program Pangan Publik di India dan China serta Implikasi Strategis bagi Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Narendra Angkita; Faizal Yusuf Abdulgani; Hendra Syaputra
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/5aa4zj11

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia merupakan kebijakan strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, namun pelaksanaannya rentan terhadap krisis komunikasi, baik terkait isu anggaran maupun kualitas implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan implikasi strategis bagi komunikasi krisis MBG melalui studi komparatif terhadap penanganan krisis pada program pangan publik di India (Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman) dan China (Nutrition Improvement Program). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif, penelitian ini menganalisis pola respons krisis kedua negara melalui kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Two-Way Symmetrical Model. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan: India cenderung menerapkan strategi Rebuilding yang mengedepankan akuntabilitas terbuka dan tindakan korektif dialogis, sementara China berfokus pada pemulihan citra otoritas melalui kontrol informasi dan penindakan hukum tegas. Berdasarkan pembelajaran tersebut, penelitian ini merekomendasikan bahwa pemerintah Indonesia harus mengadopsi strategi "Akuntabilitas Proaktif" dengan menjadikan strategi Rebuilding—meliputi permintaan maaf tulus (mortification) dan perbaikan terukur—sebagai mandat respons krisis. Pendekatan ini perlu didukung oleh mekanisme dialog simetris untuk menjaga legitimasi kebijakan dan kepercayaan publik dalam sistem demokrasi.
Strategi Komunikasi dan Inovasi Kementerian Komunikasi dan Digital dalam Menghadapi Tantangan Evolusi Hoaks Arie Kristian; Hery Ramdhani; Ibnu Hamzah
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/yz1d6b66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dan inovasi yang diterapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan evolusi hoaks di era digital. Perkembangan ekosistem media digital yang ditandai oleh masyarakat jaringan, algoritma platform, serta meningkatnya disinformasi terorganisir dan potensi ancaman deepfake telah menjadikan hoaks sebagai isu strategis yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan kesehatan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap pengambil kebijakan, perencana strategis, dan pelaksana teknis di lingkungan Komdigi, serta didukung analisis dokumen kebijakan dan program komunikasi publik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima strategi utama, yaitu orkestrasi komunikasi multi-kanal yang terintegrasi, desain pesan yang adaptif dan evolutif, sinergi lintas pemangku kepentingan, evaluasi berbasis data dan responsif, serta fungsi komunikasi yang bersifat informatif sekaligus persuasif. Temuan ini menunjukkan pergeseran komunikasi pemerintah dari pendekatan satu arah menuju komunikasi strategis yang partisipatif, persuasif, dan berbasis data real-time. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas penanggulangan hoaks tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan komunikasi strategis pemerintah dalam memengaruhi kognisi, sikap, dan perilaku publik.
Stigmatisasi Penggemar Budaya Jepang dan Manifestasi Cyberbullying di Platform Media Sosial X Agnes Winda Noventia; Rahma Sugihartati; Dessy Harisanty; Dina Septiani
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/yyyhxs13

Abstract

Industri hiburan digital menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi dan budaya global karena menyediakan ruang ekspresi, kontestasi, dan pembentukan identitas melalui platform seperti YouTube, Instagram, hingga TikTok. Di tengah kemudahan akses dan perluasan ekosistem hiburan tersebut, muncul fenomena baru berupa stigma dan praktik cyberbullying terhadap kelompok tertentu, salah satunya penggemar budaya Jepang (wibu) yang kerap distereotipkan dan dijadikan objek ejekan di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk stigmatisasi dan manifestasi cyberbullying terhadap penggemar budaya Jepang di platform media sosial yang dilakukan oleh kelompok non penggemar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis konten terhadap komentar warganet pada konten-konten yang berkaitan dengan jejepangan, serta mengidentifikasi kategori pelabelan negatif, stereotip, dan kekerasan simbolik yang dialami wibu di ruang daring. Kerangka literasi digital digunakan untuk membaca sejauh mana perilaku pengguna media sosial merefleksikan kemampuan memahami, mengevaluasi, dan berperilaku etis di ruang hiburan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital, normalisasi humor yang merendahkan, serta budaya sensasi di media sosial berkontribusi pada suburnya stigma dan siklus cyberbullying terhadap penggemar budaya Jepang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi literasi digital dan kebijakan pencegahan perundungan daring yang lebih peka terhadap komunitas subkultur dalam industri hiburan digital.
Pengaruh Kampanye #Loveavoskinloveearth terhadap Environmental Concern di Instagram @Avoskinbeauty Sulistiyawati; Hafidzah Ihsani Syifamahfudzah; Mufni Alida; Dwi Agitashera; Karina Jayanti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/0fq22n06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kampanye #LoveAvoskinLoveEarth terhadap Environmental Concern di Instagram @avoskinbeauty. Metode penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pendekatan teori yang digunakan adalah teori Elaboration Likehood Model. Populasi penelitian ini adalah 692 ribu orang yang mengikuti akun Instagram @avoskinbeauty di mana pengambilan sampelnya menggunakan rumus Slovin sehingga memperoleh jumlah 100 responden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kampanye #LoveAvoskinLoveEarth terhadap Environmental Concern di Instagram @avoskinbeauty. Serta terdapat pengaruh pada variabel X (Kampanye Digital) terhadap variabel Y (Environmental Concern) sebesar 77,5% dan sisanya 22,5% dapat dipengaruhi dari variabel atau indikator lain. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemasar, khususnya dalam merancang strategi kampanye lingkungan yang lebih menarik dan interaktif melalui media sosial guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan (environmental concern) audiens. Melalui pemanfaatan konten edukatif dan ajakan partisipatif seperti kampanye #LoveAvoskinLoveEarth di Instagram @avoskinbeauty, media sosial terbukti dapat dioptimalkan tidak hanya sebagai sarana komunikasi merek, tetapi juga sebagai media edukasi yang efektif dalam membentuk sikap peduli lingkungan di kalangan pengikut.