cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rajab.ritonga@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
ISSN : 08534470     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Digitalisasi dan Imperialisme Masakan Korea: Tantangan Melestarikan Makanan Warisan Budaya dalam Pariwisata Global Linda Ratnawiasih; Armaini Akhirson
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wjsw4x68

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana platform digital dan sistem algoritma memengaruhi cara masakan Korea ditampilkan dan dipahami dalam pariwisata global. Berangkat dari kritik terhadap teori imperialisme budaya klasik yang menekankan dominasi negara dan media besar, penelitian ini memperkenalkan gagasan imperialisme kuliner algoritmik—sebuah konsep yang melihat bagaimana kekuasaan simbolik bekerja melalui sistem digital yang mengatur apa yang terlihat dan tidak terlihat. Melalui mixed method—survei terhadap 420 responden, analisis SEM, dan studi konten digital—penelitian ini menemukan: paparan konten kuliner Korea secara online meningkatkan persepsi autentisitas dan minat wisata. Namun, pada saat yang sama, logika algoritma cenderung menyederhanakan budaya agar lebih menarik dan mudah viral. Temuan ini menunjukkan bahwa platform bukan sekadar saluran distribusi, melainkan ruang yang membentuk cara kita memahami nilai dan makna budaya. Secara lebih luas, studi ini mengajak kita merefleksikan tantangan, menjaga kedalaman warisan kuliner di tengah arus komersialisasi digital yang serba cepat dan visual.
Konstruksi Realitas Gaib dalam Jurnalisme Lokal: Analisis Framing Pan & Kosicki pada Rubrik "Jumat Misteri" Harian Vokal Eka Putra
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/a49xe447

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi realitas gaib dalam rubrik "Jumat Misteri" di Harian Vokal dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Tujuannya untuk menganalisis bagaimana fenomena paranormal dikonstruksi sebagai fakta jurnalistik melalui empat struktur framing yang terintegrasi: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, dengan hipotesis bahwa keempat struktur tersebut bekerja secara sinergis untuk menyajikan peristiwa transendental bukan sekadar sebagai cerita rakyat, melainkan sebagai wacana berita yang layak dan faktual bagi pembaca lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing, berfokus pada empat berita pertama yang terbit pada Januari-Februari 2015, meliputi liputan di Rusunawa Tangkerang, Taman Makam Pahlawan Simpang Tiga, Jembatan Siak I, dan Komplek Makam Marhum Pekan, dengan data primer berupa teks berita dan data sekunder dari catatan redaksi. Temuan penelitian mengungkapkan sinergi keempat struktur framing dalam mengonstruksi wacana gaib. Struktur sintaksis merancang alur naratif yang sensasional dan diakhiri tausiah, sementara struktur skrip melengkapi unsur kelengkapan berita dengan menempatkan entitas gaib setara narasumber manusia. Struktur tematik merangkai argumen berbasis logika sebab-akibat, dan struktur retoris memanfaatkan diksi khas serta foto "penampakan" untuk pengesahan. Integrasi ini melahirkan genre paranormal journalism yang melegitimasi realitas transendental sebagai wacana bernilai berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Harian Vokal berhasil mengonstruksi realitas gaib sebagai wacana jurnalistik yang kredibel, serta berkontribusi pada pengembangan kajian analisis framing dengan objek material jurnalisme gaib dan pemahaman tentang strategi wacana media lokal dalam merespons preferensi audiens.
Makna Film “Sore: Istri dari Masa Depan” Ditinjau dari Grande Syntagmatique Christian Metz Nyimas Najla Mumtaz; Jefri Audi Wempi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/6a043k28

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk membedah proses konstruksi makna pada film Sore: Istri dari Masa Depan melalui pendekatan struktur naratif nonlinear, dengan menerapkan teori Grande Syntagmatique karya Christian Metz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka paradigma konstruktivisme sebagai landasan terhadap realitas yang dikaji. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi mendalam yaitu, pemutaran film secara intensif. Kemudian, mengelompokkan adegan berdasarkan delapan jenis syntagmatique Christian Metz. Dari sana, data direduksi dan ditafsirkan secara bertahap untuk mengidentifikasi pola makna sinematik yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukan bahwa sequence biasa adalah sintagma yang paling dominan, yang dalam kasus film ini muncul melalui pengulangan adegan selama 20 kali sepanjang film. Pengulangan ini tidak hanya Menyusun alur cerita, melainkan sekaligus bekerja membangun respons emosional penonton serta mempertegas makna pada film. Selain itu, syntagma pendukung lainnya juga berperan dalam memperkaya lapisan sinematik melalui sudut pandang dan komposisi visual. Temuan ini selaras dengan hasil kajian terdahulu yang menyatakan bahwa penerapan alur non linear beserta pengulangan waktu mampu memperkuat muatan emosional dan kerumitan naratif dalam film.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintagmatik memiliki kemampuan untuk membedah makna yang berlapis, terlihat dalam pengulangan waktu dan variasi susunan naratif dalam konteks film yang diteliti. Secara teori, studi ini ikut memperkaya kajian semiotika film di Indonesia, khususnya dalam pendekatan konsep Grande Syntagmatique Christian Metz dalam pembacaan struktur naratif non-linear pada konteks perfilman Indonesia
Digital Preaching in HIV/AIDS Prevention: An Analysis of Engagement on @victoryplus.yogyakarta Achmad Dzikri Fanshabi; Andi Faisal Bakti
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/n3adka48

Abstract

This study examines a local case of HIV/AIDS prevention and stigma reduction in Yogyakarta, Indonesia, focusing on the role of the Victory Plus Yogyakarta Foundation in integrating social and religious approaches. HIV/AIDS prevention programs in Indonesia continue to face major challenges, including unequal access to health services, social inequality, and persistent stigma against people living with HIV/AIDS (PLWHA). This study aims to analyze the role of religious leaders in HIV/AIDS prevention from both global and local perspectives, as well as the role of religious leadership within the Victory Plus Yogyakarta Foundation. Employing a constructivist paradigm and a qualitative approach, the research uses in-depth interviews, literature reviews, and data and source triangulation. The theoretical framework is based on Jan Servaes’ development communication perspective, which emphasizes the interaction between global and local dimensions and the importance of participatory social actors. The study is further enriched by Patchanee Malikhao’s perspective on the strategic role of religious leaders in health communication. The findings show that HIV/AIDS prevention efforts continue to encounter barriers such as limited public participation, unequal access to services, and persistent stigma toward PLWHA. Nevertheless, the digital da'wah communication approach implemented by the Victory Plus Yogyakarta Foundation has proven effective in increasing public awareness, reducing stigma, and encouraging empathy and social acceptance. Religious leaders play a strategic role in communicating humanistic moral values, although capacity-building remains necessary to prevent the reproduction of stigmatizing narratives. This study contributes theoretically by integrating Jan Servaes’ participatory development communication framework with Patchanee Malikhao’s faith-based health communication perspective, offering a new perspective on inclusive and culturally grounded HIV/AIDS communication strategies in local religious communities.
Representasi Citra Publik dan Otherness dalam Short Film Ghosts Karya Michael Jackson Zhafran Tsany Yudizon; Kartini Dwi Sartika; Sri Ulya Suskarwati
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/9s2w5h78

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi citra publik dan konstruksi “keberlainan” (otherness) dalam film pendek Ghosts (1996) karya Michael Jackson yang disutradarai oleh Stan Winston sebagai teks komunikasi yang merefleksikan stigma media dan politik identitas selebritas. Berlandaskan teori semiotika Roland Barthes serta didukung teori representasi, pembingkaian media (media framing), dan komunikasi stigma, penelitian ini berhipotesis bahwa Ghosts berfungsi sebagai bentuk resistensi simbolik terhadap narasi publik negatif yang mengelilingi Jackson pada era 1990-an. Penelitian menggunakan pendekatan komunikasi kualitatif dengan menerapkan tiga tingkat makna Barthes—denotasi, konotasi, dan mitos—untuk menganalisis tanda visual, dialog, dan struktur naratif dalam adegan terpilih. Analisis difokuskan pada simbol komunikasi yang membangun “keberlainan,” merepresentasikan eksklusi sosial, dan menantang representasi dominan media. Temuan menunjukkan bahwa Ghosts membalik relasi kuasa dominan dengan menggambarkan sosok yang distigmatisasi sebagai pribadi kreatif, kuat, dan secara moral lebih unggul dibanding komunitas “Normal Valley” yang penuh prasangka. Film ini memperlihatkan bagaimana masyarakat arus utama membangun batas antara yang “normal” dan “menyimpang,” sementara mitos tentang ketakutan, abnormalitas, dan eksklusi dikonstruksi sekaligus didekonstruksi melalui simbol sinematik. Kesimpulan: studi ini, Ghosts berfungsi sebagai ekspresi artistik sekaligus strategi komunikasi yang menantang stigma, merekonstruksi identitas selebritas, dan menyoroti peran budaya populer dalam membentuk ulang wacana publik.
Pengaruh Komunikasi Persuasif dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Perilaku Pencegahan Tuberkulosis dengan Persepsi Risiko pada Remaja di Kota Pekanbaru Rahmi Nurul Zahara; Rumyeni; Anuar Rasyid
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/vtajq640

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menginfeksi semua kalangan, termasuk remaja. Hal ini dikarenakan remaja direntang usia 10-18 tahun merupakan kelompok usia yang sedang menghadapi masa pubertas. Pada usia ini risiko berkembangnya infeksi TB menjadi sakit TB meningkat, karena secara alamiah terjadi penurunan sistem imun terkait kondisi pubertas. Oleh karena itu, TB pada remaja perlu mendapat perhatian khusus. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi persuasif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dukungan teman sebaya pada remaja di kota Pekanbaru terhadap perilaku pencegahan penyakit TB yang juga dimediasi oleh Persepsi Risiko. Penelitian ini menggunakan Teori Health Belief Model, Asumsinya ialah individu akan merubah perilaku kesehatannya ketika mereka menyadari risiko dan keparahan dari sebuah penyakit, serta menyadari bahwa manfaat dari perilaku kesehatan lebih besar daripada hambatan ataupun dampak negatifnya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan 348 siswa yang telah teredukasi pencegahan penyakit TB di empat sekolah dengan teknik sampling yang digunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis Data menggunakan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif memiliki pengaruh yang paling kuat dan signifikan baik terhadap persepsi risiko maupun perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Sementara itu, dukungan teman sebaya belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut.
Makna Komunikasi Ritual Rujakan dalam Tradisi Munggahan pada Masyarakat Desa Lemahabang Kabupaten Karawang Yulia Putri Nadilah; Firdaus Yuni Dharta; Eka Yusup
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/7469jb83

Abstract

Tradisi Munggahan merupakan budaya masyarakat Sunda yang masih dipertahankan sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan. Pada masyarakat Desa Lemahabang, Kabupaten Karawang. Tradisi ini disertai ritual rujakan, yaitu penyajian sesajen berupa kopi pahit, kopi manis, teh pahit, teh manis, air putih, bubur merah, bubur putih, dawegan, bunga rampai, dan bukhur. Penelitian ini bertujuan memahami makna komunikasi ritual rujakan dalam tradisi Munggahan pada masyarakat Desa Lemahabang. Penelitian menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz untuk melihat makna berdasarkan pengalaman subjektif individu, serta interaksionisme simbolik Herbert Blumer untuk membaca simbol, interaksi sosial, dan proses interpretasi dalam ritual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, dengan penekanan pada dua informan utama yang memiliki pengalaman langsung dan pengetahuan mendalam mengenai ritual rujakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rujakan dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, sarana memperoleh keberkahan hidup, dan sumber ketenangan batin. Makna tersebut terbentuk melalui stock of knowledge yang berasal dari pewarisan keluarga, keterlibatan berulang, serta pengalaman pribadi. Setiap komponen rujakan dipahami sebagai simbol yang maknanya dibentuk melalui kesepakatan keluarga dan diwariskan melalui proses sosialisasi antargenerasi. Interaksi sosial dalam keluarga berperan menjaga kesinambungan makna, sedangkan pengalaman pribadi memungkinkan terjadinya penafsiran ulang terhadap ritual. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya konsep komunikasi ritual James W. Carey dengan menunjukkan bahwa dalam masyarakat rural modern, komunikasi ritual tidak hanya menjaga kebersamaan komunitas, tetapi juga menjadi mekanisme keluarga dalam mewariskan, menegosiasikan, dan menafsirkan ulang makna simbolik antargenerasi.
Diskontinuitas Penggunaan Penyiar Artificial Intelligence di Ruang Redaksi iNewsTV Sri Wahyunis; Rajab Ritonga; Reza Praditya Yudha
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/n70kjm82

Abstract

Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam jurnalisme memunculkan penyiar (presenter virtual). Namun, beberapa stasiun televisi menghentikan penggunaannya dalam waktu singkat. Penelitian ini menganalisis faktor diskontinuitas presenter AI di iNews TV menggunakan teori Difusi Inovasi. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Wakil Pemimpin Redaksi iNews TV dan analisis dokumen. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu iNews TV mengadopsi presenter AI pada 2023 tetapi dihentikan dalam tiga bulan karena waktu produksi lebih lama (1–2 hari vs instan oleh manusia), biaya infrastruktur tinggi, ketidakmampuan improvisasi saat breaking news, dan kurangnya sentuhan manusia. Temuan mengonfirmasi bahwa keuntungan relatif rendah dan kesesuaian juga rendah, sementara kerumitan tinggi, menyebabkan diskontinuitas. Kesimpulan: Presenter AI belum menjadi inovasi berkelanjutan untuk jurnalisme televisi. Diskontinuitas merupakan pembelajaran organisasi, bukan kegagalan.
Strategi Komunikasi Persuasif Rahmah El-Yunusiyyah dalam Pendidikan Perempuan Atikah Rahmah; Sondi Silalahi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/xb8e9p24

Abstract

Rendahnya peran dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan perempuan pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia dipengaruhi oleh kuatnya paradigma patriarki yang membatasi peran perempuan hanya pada ranah domestik. Kondisi tersebut menyebabkan pendidikan perempuan belum dipandang sebagai kebutuhan penting dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif yang digunakan Rahmah El-Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan analisis dilakukan menggunakan teori strategi komunikasi persuasif Melvin L. DeFleur dan Sandra J. Ball-Rokeach yang mencakup strategi psikodinamika, sosiokultural, dan konstruksi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahmah El-Yunusiyyah menerapkan pendekatan emosional melalui keteladanan dan aksi kemanusiaan, memanfaatkan nilai-nilai agama dan budaya yang ada dalam masyarakat, serta membangun konstruksi makna baru mengenai pentingnya pendidikan dan peran perempuan dalam kehidupan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi persuasif tidak hanya bergantung pada penyampaian pesan, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan nilai, norma, dan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pemberdayaan perempuan melalui pendidikan di era kontemporer.