cover
Contact Name
Nikmarijal
Contact Email
nikmarijal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawiojs2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 24074462     EISSN : 26145812     DOI : -
This journal aim is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Islamic religious education. Its scope in Islamic education, Spiritual education, morals education, values education, and character education; the place and function of education institutions in the formation and establishment of religious identity; Islamic religious education in various belief groups, public life, and multicultural settings; Education practices at all levels of privately or publicly owned educational institutions; modern and traditional models, trends, and methods toward Islamic religious education; Islamic religious education in communities and environments outside of school; Spiritual, cultural, and social issues in education related to Islam; the effect of school identity; acceptance toward a school; school leadership, culture, and climate; or school family units on educational institutions that conduct Islamic religious education; teacher and administrator identity; and educational programs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 129 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGONTROL PRILAKU PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH DARUSSALAM PANGKALPINANG Dewi, Ratna
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i1.3476

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengontrol prilaku peserta didik di Madrasah Aliyah Darrusalam Pangkalpinang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengelola atau menyederhanakan data yang terkumpul, dari penyerderhaan data itu dilakukan analisis data yaitu resuksi data, penyajian data kemudian baru ditarik kesimpulan. Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru PAI dalam mengontrol prilaku peserta didik di Madrasah Aliyah Darussalam Pangkalpinang adalah menggunakan metode latihan dan pembiasaan sehingga guru senantiasa memberikan kontrol kepada peserta didik dalam kegiatan keagamaan seperti: berdo’a, membaca buku tentang keagamaan, beribadah dan mengaji. Adapun terkait dengan kemampuan guru yang wajib dimiliki oleh guru di MA tersebut antara lain memiliki kopetesnsi kepribadian, kopetensi pedagogik, kopetensi sosial, dan kopetensi profesional. Kemudian faktor-faktor Penyebab Prilaku Peserta Didik di Madrasah Aliyah Darussalam Pangkalpinang seperti: faktor lingkungan, faktor sekolah, faktor keluarga dan faktor pribadi. Sedangkan Upaya untuk membuat keadaan peserta didik agar mempunyai akhlak yang baik di MA Aliyah Darrusalam Pangkalpinang adalah: Peserta didik tidak diperbolehkan memakai perhiasan, berambut panjang atau bermodel yang tidak pantas, kuku panjang serta diwajibkan berlaku sopan dalam ucapan dan perbuatan.
INOVASI PEMBELAJARAN PAI DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA GENERASI DIGITAL NATIVE Umam, Muhammad Syahru Khoiril; Nasyor, Hilmy Salahudin; Arifin, Muhammad Zainul; Syafi'i, Imam
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i1.3517

Abstract

Di era digital yang terus berkembang, pendidikan karakter menjadi semakin penting untuk membentuk generasi yang memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat. Dalam menghadapi perubahan dan tantangan era digital, inovasi pembelajaran PAI yang tepat akan membantu dalam menanamkan pendidikan karakter pada generasi digital native, sehingga memastikan bahwa mereka memiliki landasan moral dan etika yang kokoh dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital. Dalam penelitian ini, beberapa inovasi pembelajaran PAI telah diidentifikasi, termasuk pembelajaran berbasis teknologi dan interaktif, kolaborasi dengan orang tua dan komunitas, pembelajaran berbasis game, serta pembelajaran etika digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis teknologi dan interaktif memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi generasi digital native. Kolaborasi dengan orang tua dan komunitas memperkuat penerapan nilai-nilai karakter dalam kehidupan siswa. Pembelajaran berbasis game memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kolaboratif, sementara pembelajaran etika digital membantu siswa memahami implikasi etika dalam penggunaan teknologi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM DI SDIT ALAM CAHAYA TOBOALI BANGKA SELATAN Oktaviana, Saska Okta
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i1.3531

Abstract

Penelitian ini diambil dari permasalahan pada sistem pendidikan saat ini kurang memperhatikan tumbuh kembang peserta didik apa yang menjadi kebutuhan di saat pembelajaran utamanya ruangan kelas membuat pembelajaran terasa bosan dan jenuh sebab banyak ditemui di sekolah formal, membuat tujuan pendidikan tidak tercapai umumnya dijenjang SD. Maka adanya sekolah yang pembelajarannya berbasis alam di SDIT Alam Cahaya Toboali Bangka Selatan, agar tetap adanya peran pendidikan Islam harus tetap berfungsi dan berkembang di dalam sekolah ini telah adanya keterpaduan pendidikan Islam didalamnya. Penelitian ini merupakan hasil kajian dan pengamatan dari proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pembelajaran berbasis alam di SDIT Alam Cahaya Toboali. Dimana termasuk penelitian kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi berupa foto dan RPP. Dalam menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik, dimana data yang telah dikumpulkan tersebut di ujikan dengan kesamaannya yang akan dihasilkannya data temuan. Hasil penelitian akan dibenturkan dengan teori-teori yang relevan agar didapat data kompherensif atas kondisi obyektif.Hasil penelitian menunjukkan proses dari internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pembelajaran berbasis alam di SDIT Alam Cahaya Toboali Bangka Selatan ternyata mampu menjadikan peserta didik dalam melakukan kebiasaan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam di dalam kehidupan sehari-hari, juga menjadikan peserta didik menjaga lingkungan alam sekitar.
ANALISIS INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PAI wenti, wenti; Wahyuni, Vera
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i1.3560

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Tukak Sadai yang memiliki gadget tersendiri. Penggunaan gadget yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan hasil belajar peserta didik yang menurun. Penggunaan gadget yang mempengaruhi hasil belajar perlu diperhatikan agar hasil belajar peserta didik tidak menurun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas penggunaan gadget apakah memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Tukak Sadai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan angket dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini yakni seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Tukak Sadai yang berjumlah 42 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 25 dan menggunakan analisis regresi linier sederhana adapun uji yang digunakan diantaranya, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas, dan analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi ( ). Berdasarkan output yang diolah melalui SPSS 25 diperoleh hasil = 2,248 dengan nilai signifikansi sebesar 0,030<0,05 dan dengan taraf signifikansi 5% uji dua pihak dan df = N-1-1 = 2,021, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak dan diterima dengan signifikansi 5% artinya variabel penggunaan gadget memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik sebesar 11,2% dan sisanya 88,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
CINTA DAN RUPIAH TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM DAN SOSIAL MASYARAKAT BUGIS DI DESA DALIL KEC BAKAM DAN SUNGAI LIAT DG Tujuh, syarifah21 HR
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i1.3646

Abstract

Love is one of the basic things that exists to perfect a couple's marriage as they navigate the household. In Bugis society apart from love, rupiah is also an important thing that must exist before stepping into marriage. Usually this rupiah is termed Panaik Money. For the Bugis community, there is no banknote/rupiah, so there is no marriage. Even when two lovebirds like each other and even fail to get married because there is no agreement regarding the rupiah that the man must hand over to the woman in a fantastic amount, then something called silariang or elopement appears. In this study, researchers will see how the position of the rupiah is if it has been linked to Islamic education and social education. Giving Panaik money in traditional Bugis Makassar marriages is not regulated in Islamic law. Islamic law only requires the prospective groom to pay a dowry to the prospective bride and even then it is recommended for the woman not to ask for excessive dowry.The amount of Panaik money that must be submitted depends on the social status, education, physical condition, and occupation of the prospective bride. The higher the social status of his future wife, the higher the amount that must be given. Social education is related to the values contained in giving rupiah, which are sometimes fantastic amounts, especially the transmigrant community in the Bangka Belitung Islands. In this study, the Bugis community in Kec. Bakam and Clay River. Research data was collected using interview techniques and documentary observation.
METODE USWATUN HASANAH PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK Wati, Mirli Widiya
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i2.3438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengupas secara tuntas dan mendiskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan Metode Uswatun Hasanah pada Pembelajaran Aqidah Akhlak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dimana studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan berbagai sumber data atau teori yang mendukung dalam terbentuknya karya ilmiah tersebut. Pembahasan dalam penelitian ini mencakup masalah yang berkaitan dengan metode uswatun hasanah dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, kelebihan dan kekurangan metode uswatun hasanah. Selanjutnya, peneliti mendapatkan informasi bahwa hasil belajar Aqidah AKhlak peserta didik mengalami peningkatan ketika diterapkannya metode uswatun hasanah saat pembelajaran berlangsung. Dan dalam penerapan metode ini banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh peseta didik. Sehingga dengan menerapkan metode uswatun hasanah ini dapat membimbing dan mearahkan ppeserta didik untuk senantiasa berperilaku baik dan berakhlak mulia.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA MI Ariyanti, Dwi; Munawir, Munawir; Mas'uliyyah, Mas'uliyyah
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i2.3653

Abstract

A bitter reality frequently encountered regarding student morality is the emergence of problems in daily life, such as the prevalence of students bullying their own peers, children mistreating their parents, and so on. This indicates the need for an improvement in the moral education system for students. This research aims to reveal the urgency of Islamic Religious Education in shaping the morality of students in Islamic Elementary School. The approach used is descriptive-qualitative, with data collection techniques including case studies, literature studies, and research instruments such as current news articles obtained from online news websites, books, journals, articles, and previous studies related to the issues being examined in this research. This study's target and subjects are Islamic Elementary School students. The data analysis techniques used in this research include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that Islamic Religious Education plays a significant role in shaping the morality of Islamic Elementary School students. Instilling faith in students through Islamic Religious Education can build noble character, shield them from potential immoral behavior, and shape them into a pious, intelligent, and morally upright generation to become the nation's future leaders.
KELOMPOK KEPENTINGAN (INTEREST GROUP) DALAM DINAMIKA POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Amin, Khoirul; Sari, Ana Kurnia; Sirozi, Muhamaad
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i2.3671

Abstract

Politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. Usaha untuk mencapai kehidupan yang baik ini menyangkut bermacam-macam kegiatan yang di antaranya menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem, serta cara-cara melaksanakan tujuan itu. Dari sini diperlukan kekuasaan dan kewenangan. Adapun politik pendidikan dapat dipahami sebagai bidang kajian mengenai hubungan antara proses munculnya berbagai tujuan pendidikan dan cara-cara pencapaiannya. Kajian politik pendidikan terfokus pada peranan negara dalam bidang pendidikan, sehingga dapat menjelaskan pola, kebijakan, dan proses pendidikan serta berbagai asumsi, maksud, dan outcome dari berbagai strategi perubahan kebijakan dan suatu masyarakat secara lebih baik. Sejak Indonesia menyatakan kemerdekaannya, telah lahir berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa negara memperhatikan masalah pendidikan. Namun produk peraturan mengenai pendidikan menjadi kontra produktif manakal kebijakan-kebijakan tersebut justru hanya mementingkan kelompok kepentingannya saja dan mengaburkan arah dari tujuan pendidikan itu sendiri.
PENANAMAN KARAKTER KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM GOOD MORNING STUDENT (Studi Kasus di MI Al-Ghzali Rombasan Sumenep Madura) arief, Durhan
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i2.3787

Abstract

AbstractArtikel ini membahas tentang penanaman karakter kedisiplinan terhadap peserta didik yang berada di Madrasah Ibtidaiyah al-Ghazali Rombasan Pragaan Sumenep Madura. Penaman karakter kedisiplinan ini bagian dari program Good Morning Student.Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan peserta didik melalui program good morning student.Data sementara menunjukkan, sebelum good morning student dilaksanakan, terdapat 10 siswa yang jadi sampel, 5 diantaranya datang terlambat, artinya ada 5% anak yang masih terlambat. Setelah program ini diterapkan terdapat perkembangan signifikan dengan data dari 10 siswa yang jadi sampel, terdapat 1 siswa yang masih datang terlambat. Namun dalam penelitian ini tidak hanya fokus pada keterlambatan peserta didik, namun terdapat hal-hal lain karakter kedisiplinan peserta didik yang diteliti.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk memberikan kontribusi positif dalam penyelesaian masalah kedisiplinan di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif-analisis-rasionalis. Sedangkan penggalian datanya dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Dari penelitian yang dilakukan, ternyata banyak temuan yang harus segera diperbaiki seperti kerapian, kebersihan serta keterlambatan peserta didik Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif akademik pada Madrasah Ibtidaiyah al-Ghazali dengan harapan mampu menjadi solusi terhadap masalah-masalah yang ada di madrasah tersebut. Key Word : Penanaman, Karakter dan Good Morning Student
PENDIDIKAN KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN Rudini, Rudini; Syarifudin, Achmad
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v10i2.3788

Abstract

Pendidikan dalam Islam (al-Qur’an) memiliki makna sentral dan berarti sebagai sebuah proses pencerdasan secara utuh, “as a whole”, dalam rangka mencapai “sa’adatuddaraini”, kebahagiaan dunia akherat, atau keseimbangan materi ”religious-spiritual”. Salah satu ajaran dasar Nabi adalah intelektualisasi total, yakni proses penyadaran kepada umat dalam pelbagai dimensi dengan “mauidzah hasanah” (wisdom) atau hikmah dan “wajadilhum billati hia ahsan” (excellent argumentation)”. Dari segi pendidikan Nabi mendidik para sahabat dari belenggu jahiliyah, kegelapan spiritual dan intelektual yang mencakup budaya diam “culture of silence” dan kemiskinan terstruktur “structural poverty”. Keluarga adalah kelompok terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat. Oleh karena masyarakat adalah himpunan dari beberapa keluarga maka baik buruknya sebuah masyarakat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Sebaliknya, keluarga yang “amburadul” adalah pertanda hancurnya sebuah masyarakat. Individu-individu yang baik akan membentuk keluarga yang harmonis. Keluarga-keluarga yang harmonis akan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai. Selanjutnya masyarakat-masyarakat yang damai akan mengantarkan kepada negara yang kokoh dan sejahtera. Untuk mewujudkan negara yang kokoh dan sejahtera dimulai dari masyarakat yang damai. Dan untuk menciptakan masyarakat yang damai harus diawali oleh keluarga-keluarga yang baik dan harmonis. Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sejahtera, masyarakat yang baik dan sejahtera menciptakan negara yang baik dan sejahtera pula, maka Islam melalui ayat-ayat al-Qur’an mengisyaratkan untuk memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga. Diantara wujud perhatian kitab suci ini adalah dengan memberi kesempatan bagi keluarga untuk memulainya dengan format pendidikan. Dengan aksentuasi Pendidikan yang dimulai dari dalam keluarga inilah akan menjadikan manusia-manusia yang berpendidikan, beradab dan berbudaya.

Page 11 of 13 | Total Record : 129