cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "2018" : 21 Documents clear
PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS DTP JAYAGIRI KABUPATEN BANDUNG BARAT Sri Quintina Indriyana; Suci Rayan Sari; Nina Nurfitriany; Thirafi Mitsali Ungari; Intan Maharani; Rifa Azizah Alamsyah; Nur Muhamad Sidik
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.888 KB)

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah salah satu upaya promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Sasaran UKS adalah peserta didik beserta masyarakat sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis serta optimal. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan di sekolah, pelayanan kesehatan di sekolah, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (trias UKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program UKS di SD, SMP, dan SMA wilayah binaan Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Jayagiri. Metode penelitian ini menggunakan mix method, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan program UKS di sekolah-sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri. Kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi sarana dan prasana sekolah. Responden dalam penelitian ini adalah para pembina UKS dan kepala sekolah yang berjumlah 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 29 sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri, sebanyak 25 sekolah sudah menjalankan program UKS. Sebanyak 25 orang (48,1%) responden termasuk kategori baik dalam menjalankan program pendidikan kesehatan. Sebanyak 33 orang (63,5%). termasuk baik dalam melaksanakan program pelayanan kesehatan dan program pembinaan lingkungan sehat. Sekolah yang termasuk kategori kurang baik dalam menjalankan program trias UKS secara keseluruhan, yaitu 68,4% dari seluruh SD, sedangkan sekolah SD, SMP, dan SMA lainnya sudah baik. Berdasarkan hasil observasi terhadap 25 sekolah mengenai kelengkapan sarana dan prasarana, didapatkan 11 sekolah (44%) memiliki sarana dan prasarana yang tergolong baik, sedangkan 14 sekolah (56%) tergolong kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan trias UKS masih kurang baik. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p47-58
HUBUNGAN ANTARA SUDUT INTER-INSISAL DAN KONVEKSITAS WAJAH PADA SUB-RAS DEUTRO MELAYU Tissa Rahadianti; Pricillia Priska Sianita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.967 KB)

Abstract

Wajah dan profil wajah merupakan bagian utama dari tubuh yang dapat membantu seseorang untuk membentuk kesan dan berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya. Baik wajah maupun profil wajah memberikan beberapa karakteristik khusus pada setiap individu yang berbeda satu dengan yang lain. Harmonisasi dan relasi gigi dengan struktur skeletal yang membentuk profil wajah juga berbeda pada tiap individu. Posisi gigi anterior pada tulang basal dapat mengubah profil wajah, termasuk posisi bibir atas yang pada akhirnya akan mempengaruhi konveksitas wajah tersebut. Karakteristik individual yang terdapat pada gigi geligi dari individu berbeda ini telah lama disadari sebagai faktor penting yang menjadi panduan atau landasan utama dalam forensik identifikasi, khususnya dalam pembuatan sketsa wajah dari orang hilang atau tidak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. Penelitian ini melibatkan 31 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Radiogram sefalometri lateral dan fotograf profil wajah dibuat untuk masing-masing subyek untuk kemudian dilakukan pengukuran sudut inter-insisal dan penentuan konveksitas wajah. Penentuan konveksitas wajah, digunakan fotograf profil untuk mendapatkan evaluasi harmoni yang lebih akurat dari hubungan antara jaringan lunak dan jaringan keras wajah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan hasilnya menunjukkan suatu korelasi yang bermakna dengan nilai p 0,036 (p<0,05) antara sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. Hasil ini membuktikan bahwa terdapat korelasi antara kedua variabel yang diukur. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara besar sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p44-57
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI LARVASIDA PADA LARVA Aedes aegypti DAN Aedes albopictus INSTAR III-IV Emma Mardliyah; Muhammad Fakhri Nur F; Lia Siti Halimah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.974 KB)

Abstract

Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan vektor utama penyakit demam dengue, chikungunya, filariasis, dan virus zika yang masih menjadi masalah di Indonesia. Pengendalian vektor yang mudah diaplikasikan adalah penggunaan larvasida. Biji pepaya (Carica papaya L) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung flavonoid, tanin, coumarin, saponin dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji pepaya sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta perbandingan efek ekstrak tersebut terhadap Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Kelompok uji yang digunakan, yaitu 1,5%, 1,8%, 2,1%, 2,4%, dan 2,7%. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis Test dan Mann Whitney Test dengan p<0,05 sehingga dapat disimpulkan setiap konsentrasi dapat memberikan efek sebagai larvasida secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol negatif. Selanjutnya, dilakukan analisis probit didapatkan nilai LC50 ekstrak etanol biji pepaya terhadap larva Aedes aegypti adalah 1,8% dan larva Aedes albopictus adalah 1,5%. Maka dapat disimpulkan ekstrak etanol biji pepaya berpotensi sebagai larvasida pada Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan efektivitas lebih besar pada Aedes albopictus dibandingkan Aedes aegypti. Hal tersebut terjadi karena Aedes aegypti lebih sering terpapar oleh temefos dibandingkan Aedes albopictus sehingga telah terjadi resistensi. DOI : 10.35990/mk.v1n2.p88-98
HUBUNGAN TIRAH BARING LAMA DENGAN TERJADINYA DEEP VEIN TROMBOSIS PADA PASIEN RAWAT BEDAH DI RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG Raden Hendi; Teguh Marfen Djajakusumah; Putie Hapsari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.713 KB)

Abstract

Deep vein Trombosis (DVT) merupakan suatu kondisi terbentuknya bekuan darah pada sistem sirkulasi vena dalam yang dapat menyebabkan emboli paru yang berujung kematian. Salah satu penyebab terjadinya DVT adalah stasis aliran darah akibat tirah baring lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tirah baring lama (lebih dari 7 hari) dengan kemungkinan terjadinya DVT pada pasien yang dirawat di bangsal perawatan bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin dengan melakukan pemeriksan USG kompresi dan pemeriksaan DDimer. Penelitian ini dilakukan dengan metode kohort prospektif observasional. Hasil penelitian menunjukkan dari 67 subjek penelitian, terdapat 44 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, 57% diantaranya laki-laki. Rerata lama rawat adalah 12 hari. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan r=0,000 yang artinya tidak terdapat korelasi antara tirah baring lama (2 minggu) dengan risiko terjadinya DVT. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan tirah baring lama dengan terjadinya DVT pada pasien-pasien yang dirawat di ruang rawat bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p1-14
POTENSI KOMBINASI EKSTRAK AIR LEMON (Citrus limon L) DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI LARUTAN PEMUTIH GIGI (in Vitro) Asih Rahaju; Daswara Djajasasmita; Ratna Puspita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.307 KB)

Abstract

Pemutihan gigi sangat meningkat penatalaksanaannya di masyarakat untuk keperluan estetik. Bahan pemutih gigi yang sering digunakan yaitu hidrogen peroksida. Bahan tersebut memiliki efek samping, salah satunya dapat menyebabkan sensitivitas pada gigi. Asam sitrat pada lemon diketahui memiliki kemampuan dalam memutihkan gigi yang berubah warna karena memiliki gugus OH yang berpotensi menjadi oksidator sama seperti kandungan pada hidrogen perksida. Natrium bikarbonat diketahui dapat efektif sebagai bahan pemutih gigi karena adanya reaksi oksidasi antara natrium bikarbonat dan oksigen. Struktur kristal natrium bikarbonat yang bersifat besar dan lembut dapat melepaskan noda pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi antara lemon dan natrium bikarbonat sebagai bahan pemutih gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik analitik. Sampel penelitian berupa 24 gigi premolar, akar lengkap, mahkota utuh, dan bebas karies. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yakni kelompok perendaman dalam larutan kombinasi lemon dengan natrium bikarbonat waktu 8 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Pengukuran perubahan warna sebelum dan sesudah perendaman menggunakan Spektrofotometer cm3600d. Data dianalisis statistik dengan Anova dilanjutkan uji beda LSD (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara lemon dan natrium bikarbonat menyebabkan perubahan warna gigi yang bermakna pada waktu 48 jam sampai 72 jam (p=0,011). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara ekstrak air buah lemon dan natrium bikarbonat berpotensi dalam memutihkan gigi. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p59-69
REHABILITASI ORAL PADA PASIEN POST SEGMENTAL MANDIBULAR RESECTION DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI TEKNIK NEUTRAL ZONE: Rahardyan Parnaadji
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.562 KB)

Abstract

Pasien dengan kehilangan sebagian tulang mandibula akan mengalami banyak permasalahan yang berhubungan dengan fungsi pengunyahan, berbicara, dan penelanan yang disebabkan adanya penyesuaian fungsi anatomi karena pengambilan tumor. Hal yang penting untuk diperhatikan pada saat pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan setelah dilakukan rekonstruksi mandibula sebagai rehabilitasi oral adalah menghindari gangguan dari lidah, pipi, bibir maupun mukosa pada saat berfungsi oleh karena itu, diperlukan penempatan gigi tiruan pada daerah neutral zone. Tujuan dari penulisan laporan kasus ini adalah untuk menjelaskan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan dengan penentuan neutral zone pada pasien dengan adanya gerakan lidah yang tidak menguntungkan dan adanya mukosa yang mudah bergerak pada dasar mulut setelah tindakan bedah untuk merekonstruksi mandibula. Pasien laki-laki berumur 43 tahun yang telah dilakukan reseksi mandibula segmental, membutuhkan gigi tiruan yang nyaman dan dapat digunakan untuk memperbaiki estetik dan fungsi kunyahnya. Pasien telah menjalani reseksi mandibula segmental dari permukaan distal molar kedua kanan sampai dengan molar pertama kiri dan telah dilakukan rekontruksi dengan menggunakan bridging plate. Gigi-geligi pada rahang bawah pasien yang tersisa meliputi molar ketiga kanan serta molar kedua dan ketiga kiri. Desain pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan mempertimbangkan sumbu longitudinal dari garis rotasi yang melintang lurus pada gigi yang tersisa. Neutral zone ditentukan dengan menggunakan bahan tissue-conditioning sebagai panduan untuk penyusunan gigi tiruan. Laporan kasus ini menunjukkan kesuksesan penggunaan teknik neutral zone impression untuk menghindari gangguan lidah, pipi, bibir maupun mukosa saat berfungsi setelah mengalami reseksi mandibula segmental. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p58-68
EPISTAKSIS BERULANG YANG DISEBABKAN OLEH BENDA ASING LINTAH DI CAVUM NASI Nurrokhmawati, Yanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Epistaksis adalah perdarahan yang keluar dari lubang hidung, cavum nasi dan nasofaring. Penyakit ini dapat disebabkan kelainan lokal maupun sistemik. Salah satu penyebab lokal dari epistaksis adalah adanya benda asing di cavum nasi, baik benda mati maupun mahluk hidup. Lintah adalah salah satu binatang yang dapat masuk ke cavum nasi dan bertahan hidup yang menyebabkan epistaksis berulang. Tujuan laporan kasus ini adalah melaporkan satu kasus epistaksis berulang yang disebabkan lintah yang hidup di rongga hidung selama satu bulan. Penatalaksanaan kasus dilakukan ekstraksi lintah per endoskopi, tanpa komplikasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia ringan. Hasil tata laksana kasus ini adalah&nbsp; benda asing lintah berhasil diekstraksi dari cavum nasi&nbsp; dengan bantuan endoskopi. Paska ekstraksi tidak didapatkan komplikasi.
GAMBARAN GANGGUAN AUDITORIK DAN NON AUDITORIK PELAJAR SMKN I CIMAHI PENGGUNA PLDs Asti Kristianti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.108 KB)

Abstract

Gangguan pendengaran pada remaja merupakan isu yang saat ini sedang banyak mendapat perhatian. Gangguan dengar pada anak dan remaja memiliki efek yang lebih serius yang akan menyebabkan gangguan belajar dan menurunnya kemampuan proses belajar. Efek bising akibat penggunaan Personal Listening Devices (PLDs) selain menimbulkan gangguan auditorik juga menimbulkan gangguan non auditorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek auditorik dan non auditorik pada pelajar pengguna PLDs di SMKN I Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dilakukan pengisian kuesioner, pemeriksaan otoskopi, dan pemeriksaan Audiometri Nada Murni pada 117 pelajar SMKN I Cimahi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 9,5% memiliki keluhan telinga berdenging, 14,7% memiliki gangguan cemas/cepat lelah, 14,7% memiliki gangguan sulit tidur, sebanyak 12,9% memiliki ganguan konsentrasi/sulit fokus, sebanyak 4,3% mengeluh berdebar-debar saat/sesudah menggunakan PLDs, dan 12,9% mengeluh mual/sakit kepala. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat gangguan auditorik dan non auditorik pada pelajar SMKN I Cimahi yang menggunakan PLDs. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p15-22
AKTIVITAS ANALGESIK MINYAK CENGKIH (Oleum caryophilli) SECARA INTRA ORAL TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR Swiss webster Hayati, Nurani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Minyak cengkih (Oleum caryophilli) mengandung eugenol yang telah lama digunakan masyarakat sebagai obat pereda nyeri gigi untuk waktu yang lama. Aplikasi langsung minyak cengkih pada gigi telah diketahui secara efektif mengurangi rasa sakit, namun efektivitasnya secara peroral belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas analgesik minyak cengkih pada mencit jantan galur Swiss webster secara peroral. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorik yang sebenarnya dengan uji statistik Anava dan pos hoc Tukey. Penelitian ini dilakukan pada mencit jantan galur Swiss webster, berat 20-25 gram, umur 8-10 minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geliat. Dalam tes ini, asam asetat 0,7% digunakan sebagai agen perangsang nyeri, yang diberikan oleh intra-peritoneal. Pengujian efektivitas analgesik pada tikus rumah diberikan per oral menggunakan minyak cengkih (Oleum caryophilli). Mencit diberi 0,5% suspensi Tween80 per oral sebagai kontrol negatif. Kontrol positif menggunakan asam asetilsalisilat yang juga berfungsi sebagai analgesik pada kelompok pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata jumlah geliat pada mencit selama 60 menit pada dosis minyak cengkih 250, 500, 1000 mg/kg, kontrol negatif, dan asam asetilsalisilat menghasilkan Fcalc 16,26. Kapasitas perlindungan minyak cengkih pada dosis 250, 500, dan 1000 mg/kg adalah berturut-turut 27, 82, 35, 41, dan 56. Kapasitas proteksi asam asetilsalisat pada dosis 65 mg/kg adalah 51,08. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak cengkih yang mengandung eugenol memiliki efektivitas analgesik yang signifikan dan terdapat perbedaan dalam efektivitas analgesik dengan pemberian dosis yang berbeda dari minyak cengkih.
STEVENS JOHNSON SYNDROME DISEBABKAN OLEH DRUG ERUPTION OBAT ANALGETIK Putriani, Wivda; Meliawaty, Florence
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Stevens Johnson Syndrome adalah satu bentuk reaksi obat pada kulit yang parah, yang ditandai dengan demam dan luka mukokutan yang berlanjut menjadi nekrosis dan epidermis terkelupas. &nbsp;Laporan kasus ini merupakan tipe observasi di ruangan perawatan rumah sakit, yang disebabkan penggunaan asam mefenamat setelah ekstraksi gigi. Reaksi obat yang parah seperti Stevens Johnson Syndrome dapat berpotensi mengancam jiwa yang memerlukan perawatan ekstra.

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue