cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 261 Documents
HUBUNGAN TIRAH BARING LAMA DENGAN TERJADINYA DEEP VEIN TROMBOSIS PADA PASIEN RAWAT BEDAH DI RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG Raden Hendi; Teguh Marfen Djajakusumah; Putie Hapsari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.713 KB)

Abstract

Deep vein Trombosis (DVT) merupakan suatu kondisi terbentuknya bekuan darah pada sistem sirkulasi vena dalam yang dapat menyebabkan emboli paru yang berujung kematian. Salah satu penyebab terjadinya DVT adalah stasis aliran darah akibat tirah baring lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tirah baring lama (lebih dari 7 hari) dengan kemungkinan terjadinya DVT pada pasien yang dirawat di bangsal perawatan bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin dengan melakukan pemeriksan USG kompresi dan pemeriksaan DDimer. Penelitian ini dilakukan dengan metode kohort prospektif observasional. Hasil penelitian menunjukkan dari 67 subjek penelitian, terdapat 44 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, 57% diantaranya laki-laki. Rerata lama rawat adalah 12 hari. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan r=0,000 yang artinya tidak terdapat korelasi antara tirah baring lama (2 minggu) dengan risiko terjadinya DVT. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan tirah baring lama dengan terjadinya DVT pada pasien-pasien yang dirawat di ruang rawat bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p1-14
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI CINA (Leucaena glauca. Benth.) TERHADAP FUNGSI DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS (Rattus novergicus) GALUR WISTAR MODEL FIBROSIS HATI Ardella Tri Novianti; Endry Septiadi; Vita Murniati Tarawan; Andri Rezano; Achadiyani Achadiyani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.033 KB)

Abstract

Kerusakan hati kronis berkaitan kerusakan sel hati, aktifnya sel stelat, akumulasi protein matriks ekstraselular, dan menyebabkan fibrosis hati. Petai cina (Leucaena glauca, Benth.) secara empiris digunakan untuk mengobati penyakit hati. Daun petai cina mengandung antioksidan dan zat aktif seperti tanin, saponin, alkaloid, dan saponin yang dapat membantu perbaikan fungsi hati pada fibrosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek ekstrak etanol daun petai cina terhadap perbaikan fungsi dan histolopatologis hati tikus model fibrosis. Kelompok uji dibagi menjadi kontrol negatif yang diberi aquades, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 diberikan ekstrak etanol daun petai cina selama 14 hari dengan dosis 2,25; 4,5 dan 9 mg/200gBB. Uji Analisis data SGOT, SGPT, dan jumlah sel hepatosit normal menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji a Scheffe. Data perubahan derajat fibrosis menggunakan uji Kruskall-Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney. Terdapat perbedaan signifikan kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol terhadap penurunan kadar SGOT (p=0,001), SGPT (p=0,000), peningkatan jumlah hepatosit normal (p=0,000), dan penurunan derajat fibrosis (p=0,04). Hasil uji Krusskall Wallis menunjukkan derajat fibrosis pada kelompok kontrol berbeda bermakna (p=0,04) dengan kelompok perlakuan. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan derajat fibrosis pada kelompok kontrol berbeda bermakna (p<0,05) dengan kelompok perlakuan 3 (p=0,015). Ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena glauca,Benth.) memiliki efek memperbaiki fungsi hati dengan menurunkan kadar SGOT dan SGPT, meningkatkan proliferasi sel hati yang normal, serta menurunkan derajat fibrosis. DOI : 10.35990/mk.v1n1.p1-14
HIPERTENSI PADA ANAK Rahmah, Elly Noer
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini di masyarakat terdapat kecenderungan peningkatan prevalensi hipertensi pada anak karena penyebab yang tidak dapat dijelaskan atau tidak diketahui penyakit dasarnya serta hipertensi yang terjadi akibat adanya penyakit lain. Faktor diduga berperan dalam timbulnya hipertensi pada anak adalah faktor keturunan, masukan garam, stres fisik dan psikologis, dan kegemukan sehingga pengetahuan mendasar tentang hipertensi pada anak sangat diperlukan. Tujuan penulisan ini membahas dan memberikan informasi mengenai definisi, epidemiologi, etiopatogenesis, diagnosis, penatalaksanaan, komplikasi, dan prognosis hipertensi pada anak. Pembahasan hipertensi pada anak akan memperkuat dasar pencegahan, penatalaksanaan, dan promotif di masyarakat.
POTENSI KOMBINASI EKSTRAK AIR LEMON (Citrus limon L) DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI LARUTAN PEMUTIH GIGI (in Vitro) Asih Rahaju; Daswara Djajasasmita; Ratna Puspita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.307 KB)

Abstract

Pemutihan gigi sangat meningkat penatalaksanaannya di masyarakat untuk keperluan estetik. Bahan pemutih gigi yang sering digunakan yaitu hidrogen peroksida. Bahan tersebut memiliki efek samping, salah satunya dapat menyebabkan sensitivitas pada gigi. Asam sitrat pada lemon diketahui memiliki kemampuan dalam memutihkan gigi yang berubah warna karena memiliki gugus OH yang berpotensi menjadi oksidator sama seperti kandungan pada hidrogen perksida. Natrium bikarbonat diketahui dapat efektif sebagai bahan pemutih gigi karena adanya reaksi oksidasi antara natrium bikarbonat dan oksigen. Struktur kristal natrium bikarbonat yang bersifat besar dan lembut dapat melepaskan noda pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi antara lemon dan natrium bikarbonat sebagai bahan pemutih gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik analitik. Sampel penelitian berupa 24 gigi premolar, akar lengkap, mahkota utuh, dan bebas karies. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yakni kelompok perendaman dalam larutan kombinasi lemon dengan natrium bikarbonat waktu 8 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Pengukuran perubahan warna sebelum dan sesudah perendaman menggunakan Spektrofotometer cm3600d. Data dianalisis statistik dengan Anova dilanjutkan uji beda LSD (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara lemon dan natrium bikarbonat menyebabkan perubahan warna gigi yang bermakna pada waktu 48 jam sampai 72 jam (p=0,011). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara ekstrak air buah lemon dan natrium bikarbonat berpotensi dalam memutihkan gigi. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p59-69
REHABILITASI ORAL PADA PASIEN POST SEGMENTAL MANDIBULAR RESECTION DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI TEKNIK NEUTRAL ZONE: Rahardyan Parnaadji
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.562 KB)

Abstract

Pasien dengan kehilangan sebagian tulang mandibula akan mengalami banyak permasalahan yang berhubungan dengan fungsi pengunyahan, berbicara, dan penelanan yang disebabkan adanya penyesuaian fungsi anatomi karena pengambilan tumor. Hal yang penting untuk diperhatikan pada saat pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan setelah dilakukan rekonstruksi mandibula sebagai rehabilitasi oral adalah menghindari gangguan dari lidah, pipi, bibir maupun mukosa pada saat berfungsi oleh karena itu, diperlukan penempatan gigi tiruan pada daerah neutral zone. Tujuan dari penulisan laporan kasus ini adalah untuk menjelaskan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan dengan penentuan neutral zone pada pasien dengan adanya gerakan lidah yang tidak menguntungkan dan adanya mukosa yang mudah bergerak pada dasar mulut setelah tindakan bedah untuk merekonstruksi mandibula. Pasien laki-laki berumur 43 tahun yang telah dilakukan reseksi mandibula segmental, membutuhkan gigi tiruan yang nyaman dan dapat digunakan untuk memperbaiki estetik dan fungsi kunyahnya. Pasien telah menjalani reseksi mandibula segmental dari permukaan distal molar kedua kanan sampai dengan molar pertama kiri dan telah dilakukan rekontruksi dengan menggunakan bridging plate. Gigi-geligi pada rahang bawah pasien yang tersisa meliputi molar ketiga kanan serta molar kedua dan ketiga kiri. Desain pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan mempertimbangkan sumbu longitudinal dari garis rotasi yang melintang lurus pada gigi yang tersisa. Neutral zone ditentukan dengan menggunakan bahan tissue-conditioning sebagai panduan untuk penyusunan gigi tiruan. Laporan kasus ini menunjukkan kesuksesan penggunaan teknik neutral zone impression untuk menghindari gangguan lidah, pipi, bibir maupun mukosa saat berfungsi setelah mengalami reseksi mandibula segmental. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p58-68
EPISTAKSIS BERULANG YANG DISEBABKAN OLEH BENDA ASING LINTAH DI CAVUM NASI Nurrokhmawati, Yanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Epistaksis adalah perdarahan yang keluar dari lubang hidung, cavum nasi dan nasofaring. Penyakit ini dapat disebabkan kelainan lokal maupun sistemik. Salah satu penyebab lokal dari epistaksis adalah adanya benda asing di cavum nasi, baik benda mati maupun mahluk hidup. Lintah adalah salah satu binatang yang dapat masuk ke cavum nasi dan bertahan hidup yang menyebabkan epistaksis berulang. Tujuan laporan kasus ini adalah melaporkan satu kasus epistaksis berulang yang disebabkan lintah yang hidup di rongga hidung selama satu bulan. Penatalaksanaan kasus dilakukan ekstraksi lintah per endoskopi, tanpa komplikasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia ringan. Hasil tata laksana kasus ini adalah&nbsp; benda asing lintah berhasil diekstraksi dari cavum nasi&nbsp; dengan bantuan endoskopi. Paska ekstraksi tidak didapatkan komplikasi.
GAMBARAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER BERDASARKAN RASIO PROFIL LIPID PADA USIA DEWASA MUDA Rini Roslaeni; Rini Sundari; Muhammad Hanif Baswedan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.599 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, dan diprediksi akan menjadi masalah utama kesehatan seiring meningkatnya faktor risiko. Profil lipid (kolesterol total, high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), dan trigliserida (TG)) merupakan salah satu parameter risiko PJK. Indeks risiko Castelli (kolesterol total/HDL dan LDL/HDL) dan indeks aterogenik plasma (IAP) yaitu Log [TG/HDL] memiliki nilai prediksi lebih baik dibanding profil lipid secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko PJK pada usia dewasa muda menggunakan indeks risiko Castelli dan IAP. Subjek penelitian berjumlah 38 orang berusia 17-23 tahun, terdiri dari 10 laki-laki dan 28 wanita. Kebiasaan merokok, alkoholik, diabetes melitus, hipertensi, dan familial hiperlipidemi dieksklusi. Kolesterol total, HDL, dan trigliserida diukur dengan fotometer, dan LDL menggunakan rumus Friedewald. Hasil penelitian menunjukkan rerata kolesterol total, HDL, trigliserida, dan LDL dalam batas normal. Menurut indeks risiko Castelli seluruh laki-laki berisiko rendah PJK, sedangkan menurut IAP 5 laki-laki (50%) berisiko rendah, 4 (40%) berisiko sedang, dan 1 (10%) berisiko tinggi PJK. Menurut indeks risiko Castelli 24 wanita (87,5%) berisiko rendah, 3 (10,7%) berisiko sedang, dan 1 (3,5%) berisiko tinggi PJK. Sedangkan IAP menunjukkan 15 wanita (53%) berisiko rendah, 9 (17,2%) berisiko sedang, dan 4 (14,2%) berisiko tinggi PJK. Kesimpulannya risiko PJK lebih banyak terdeteksi dengan IAP dibandingkan indeks Castelli bahkan pada usia dewasa muda yang memiliki profil lipid normal. DOI : 10.35990/mk.v2n2.p110-122
GAMBARAN GANGGUAN AUDITORIK DAN NON AUDITORIK PELAJAR SMKN I CIMAHI PENGGUNA PLDs Asti Kristianti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.108 KB)

Abstract

Gangguan pendengaran pada remaja merupakan isu yang saat ini sedang banyak mendapat perhatian. Gangguan dengar pada anak dan remaja memiliki efek yang lebih serius yang akan menyebabkan gangguan belajar dan menurunnya kemampuan proses belajar. Efek bising akibat penggunaan Personal Listening Devices (PLDs) selain menimbulkan gangguan auditorik juga menimbulkan gangguan non auditorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek auditorik dan non auditorik pada pelajar pengguna PLDs di SMKN I Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dilakukan pengisian kuesioner, pemeriksaan otoskopi, dan pemeriksaan Audiometri Nada Murni pada 117 pelajar SMKN I Cimahi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 9,5% memiliki keluhan telinga berdenging, 14,7% memiliki gangguan cemas/cepat lelah, 14,7% memiliki gangguan sulit tidur, sebanyak 12,9% memiliki ganguan konsentrasi/sulit fokus, sebanyak 4,3% mengeluh berdebar-debar saat/sesudah menggunakan PLDs, dan 12,9% mengeluh mual/sakit kepala. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat gangguan auditorik dan non auditorik pada pelajar SMKN I Cimahi yang menggunakan PLDs. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p15-22
AKTIVITAS ANALGESIK MINYAK CENGKIH (Oleum caryophilli) SECARA INTRA ORAL TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR Swiss webster Hayati, Nurani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.719 KB)

Abstract

Minyak cengkih (Oleum caryophilli) mengandung eugenol yang telah lama digunakan masyarakat sebagai obat pereda nyeri gigi untuk waktu yang lama. Aplikasi langsung minyak cengkih pada gigi telah diketahui secara efektif mengurangi rasa sakit, namun efektivitasnya secara peroral belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas analgesik minyak cengkih pada mencit jantan galur Swiss webster secara peroral. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorik yang sebenarnya dengan uji statistik Anava dan pos hoc Tukey. Penelitian ini dilakukan pada mencit jantan galur Swiss webster, berat 20-25 gram, umur 8-10 minggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geliat. Dalam tes ini, asam asetat 0,7% digunakan sebagai agen perangsang nyeri, yang diberikan oleh intra-peritoneal. Pengujian efektivitas analgesik pada tikus rumah diberikan per oral menggunakan minyak cengkih (Oleum caryophilli). Mencit diberi 0,5% suspensi Tween80 per oral sebagai kontrol negatif. Kontrol positif menggunakan asam asetilsalisilat yang juga berfungsi sebagai analgesik pada kelompok pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata jumlah geliat pada mencit selama 60 menit pada dosis minyak cengkih 250, 500, 1000 mg/kg, kontrol negatif, dan asam asetilsalisilat menghasilkan Fcalc 16,26. Kapasitas perlindungan minyak cengkih pada dosis 250, 500, dan 1000 mg/kg adalah berturut-turut 27, 82, 35, 41, dan 56. Kapasitas proteksi asam asetilsalisat pada dosis 65 mg/kg adalah 51,08. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak cengkih yang mengandung eugenol memiliki efektivitas analgesik yang signifikan dan terdapat perbedaan dalam efektivitas analgesik dengan pemberian dosis yang berbeda dari minyak cengkih.
BRONKOPNEUMONIA ANAK PADA PROGRAM PENDAMPINGAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Desy Linasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.055 KB)

Abstract

Sejak tahun 2014 FK Unjani melaksanakan Modul Pembelajaran Berbasis Komunitas (PBK). Bentuk Utama pembelajaran pada modul eksternal PBK ini adalah program pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam program ini satu orang mahasiswa melakukan pendampingan pada satu orang ibu sasaran. Ibu sasaran didampingi sejak ibu hamil sampai ibu melahirkan dan anak usia kurang lebih 2,5 tahun. Ibu sasaran adalah seorang ibu dengan riwayat kehamilan sebanyak 4 kali. Selama masa kehamilan anak yang ke 4 ini ibu tidak mengalami masalah dan bayi lahir sehat. Tumbuh kembang dan status gizi anak selama proses pendampingan baik dan selalu dalam kategori normal. Riwayat imunisasi bayi lengkap. Saat usia 14 bulan, anak pernah dirawat di Rumah Sakit terdekat selama satu minggu dengan keluhan batuk. Anak didiagnosis bronkopneumonia oleh dokter yang merawat. Faktor risiko yang memungkinkan terjadinya bronkopneumonia pada anak adalah usia yang kurang dari 24 bulan dan dari faktor lingkungan. Ibu tinggal didaerah pemukimam padat penduduk dengan sosioekonomi rendah. Ibu sasaran menempati tipe rumah 21. Kondisi rumah sasaran sebagian atap rumah sudah rusak dan sangat minim ventilasi. Edukasi yang dapat diberikan oleh mahasiswa yang mendampingi adalah edukasi tentang pentingnya ventilasi dan sanitasi yang baik. Jendela rumah sebagai ventilasi agar difungsikan dengan baik yaitu dengan cara dibuka sehingga sirkulasi udara baik. Edukasi tentang sanitasi adalah membuang sampah dengan benar dan tidak membakar sampah lagi. Nilai akhir yang didapatkan adalah sampai saat ini ibu sasaran dapat menjalankan edukasi yang telah diberikan dan anak dari ibu sasaran tumbuh dengan sehat. DOI : 10.35990/mk.v1n1.p56-66

Page 3 of 27 | Total Record : 261


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue