cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 261 Documents
PERBANDINGAN KEBOCORAN MIKRO PADA PENGISIAN SALURAN AKAR DENGAN TEKNIK SINGLE CONE DAN TEKNIK GUTTA-PERCHA THERMOPLASTIK MENGGUNAKAN SEALER BERBAHAN DASAR RESIN Hasthiono FF; Aryanto M
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.762 KB)

Abstract

Obturasi yang hermetis dalam arah tiga dimensi dan lengkap dengan koronal dan apikal seal adalah salah satu tujuan yang penting dari perawatan saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kebocoran mikro pada pengisian saluran akar dengan teknik single cone dan teknik gutta-percha thermoplastik menggunakan sealer berbahan dasar resin. Penelitian ini menggunakan 32 gigi premolar pertama mandibular. Gigi tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri atas 16 gigi. Kedua kelompok dilakukan preparasi saluran akar dengan teknik crown down (rotary protaper instrument). Kelompok 1 diobturasi dengan teknik single cone dan kelompok 2 diobturasi dengan teknik gutta-percha thermoplastik, setelah obturasi selesai, semua gigi disimpan dalam inkubator (37oC, 24 jam). Seluruh permukaan gigi dilapisi dengan cat kuku sebanyak dua lapis kecuali 1 mm pada bagian apikal, dan direndam dalam laurutan biru metilen selama 7 hari. Setelah itu cat kuku dibersihkan, sampel didekalsifikasi, dehidrasi dan gigi dibelah dalam arah longitudinal. Penetrasi warna dievaluasi menggunakan mikroskop stereo dengan pembesaran 40x dan diberi skor 0-1. Data dianalisis dengan uji chi-square (P <0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebocoran mikro apikal pada pengisian saluran akar dengan teknik gutta-percha thermoplastik menggunakan sealer berbahan dasar resin menunjukkan kebocoran apikal terkecil. Obturasi dengan teknik gutta-percha thermoplastik lebih efektif dan baik untuk pengisian saluran akar. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p34-43
PERBANDINGAN LATIHAN AEROBIK INTENSITAS RINGAN SORE DENGAN PAGI HARI TERHADAP BERAT BADAN TIKUS WISTAR MODEL OBESITAS Ike Rahmawaty; Ambrosius Purba; Setiawan Setiawan
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.554 KB)

Abstract

Obesitas adalah penumpukan lemak di dalam tubuh dan menjadi permasalahan yang penting karena merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit metabolik. Latihan aerobik intensitas ringan merupakan upaya untuk menurunkan berat badan selain dengan pengaturan diet. Jaringan lemak juga dipengaruhi oleh ritme sirkadian sehingga akan mempengaruhi kapan seharusnya latihan itu dilakukan dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik untuk melihat perbedaan pengaruh latihan aerobik intensitas ringan pada sore dibandingkan pagi hari dengan melihat perubahan berat badan pada tikus model obesitas. Pembagian kelompok pada subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok yang diberikan latihan aerobik intensitas ringan pada pagi hari, pada sore hari dan tidak dilakukan latihan, masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor tikus yang telah digemukkan terlebih dahulu dan disesuaikan dengan standar obesitas pada tikus. Data dianalisis dengan uji parametrik Anova untuk melihat hubungan diantara ketiganya. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang sangat bermaknaerubahan berat badan akibat pemberian latihan aerobic intensitas ringan baik pagi dan sore hari dengan kelompok yang tidak diberikan latihan (p<0,01). Namun tidak ada perbedaan yang bermakna perubahan berat badan antara latihan aerobik intensitas ringan sore dibandingkan latihan aerobik intensitas pagi (p>0,05) walaupun rerata perubahan berat badan pada sore hari lebih besar dibanding rerata perubahan pada latihan aerobik pada pagi hari. Pada penelitian ini latihan aerobik intensitas ringan terbukti dapat menurunkan berat badan baik yang dilakukan pada pagi hari maupun sore hari. DOI : 10.35990/mk.v1n2.p77-87
EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) DIBANDINGKAN DENGAN HIDROKLOROTIAZID PADA KELINCI (Lepus negricollis) JANTAN Siska Telly Pratiwi; Avira Riska; Welly Ratwita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.038 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan flora yang berkhasiat obat, salah satunya putri malu (Mimosa pudica Linn). Masyarakat Indonesia menganggap bahwa tanaman putri malu ini memiliki banyak efek pengobatan, salah satunya sebagai peluruh air seni (diuretik) yang sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek diuretik ekstrak daun putri malu dengan hidroklorotiazid yang sering digunakan sebagai terapi hipertensi. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci (Lepus negricollis) jantan sebagai hewan coba. Hewan coba dikelompokkan menjadi 3, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberi 14 mL akuades sedangkan kontrol positif diberi hidroklorotiazid (HCT) 25 mg sebanyak 3,4 cc/ekor. Kelinci pada kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun putri malu 30% sebanyak 14 mL. Urine dikumpulkan dan diukur volumenya 8 kali 30 menit. Hasilnya dianalisis dengan uji Wilxocon dan One-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%.Hasilnya, rata-rata volume urine kelinci setelah pemberian akuades adalah 4,32 mL; setelah pemberian HCT adalah 6,04 mL; dan setelah pemberian ekstrak etanol daun putri malu 30% adalah 8,05 mL. Ekstrak etanol daun putri malu 30% memiliki efek diuretik, dengan efektivitasnya yang lebih besar dibandingkan dengan HCT 25 mg dengan nilai p sebesar 0,018 sehingga dapat dikatakan bermakna secara statistika. Selain itu, mula kerja obat dari ekstrak etanol daun putri malu 30% sama dengan mula kerja HCT 25 mg, namun nilai p hitung yang diperoleh sebesar 0,477 sehingga padanya tidak bermakna secara statistika. Ekstrak etanol daun putri malu 30% memiliki efek diuretik yang lebih baik dibandingkan dengan HCT 25mg. DOI : 10.35990/mk.v2n2.p88-97
IKAN TERI (Stolephorus spp.) SEBAGAI BAHAN PENCEGAH GIGI BERLUBANG Githa Syah Putri; Myrna Nurlatifah Zakaria
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.377 KB)

Abstract

Karies merupakan demineralisasi jaringan keras gigi yang diinisiasi oleh aktivitas mikrobial pada lapisan gigi. Salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya karies adalah dengan penggunaan fluor sehingga terbentuk ikatan fluoroapatit pada gigi. Salah satu bahan alami yang mengandung konsentrasi fluor dan kalsium tinggi adalah, ikan teri (Stolephorus insularis), yang mengandung fluor sebanyak 15,7-38,3 ppm terutama dalam bentuk senyawa CaF2. Ikan teri sangat mudah ditemukan di Indonesia dan merupakan sumber fluor dan kalsium alami yang sangat baik, namun pembahasan mengenai potensi ikan teri untuk mencegah gigi berlubang masih sangat minim. Artikel ini merupakan ulasan telaah pustaka yang membahas mengenai potensi ikan teri untuk pencegahan gigi berlubang dari berbagai sumber literatur imiah dan penelitan ilmiah. Kandungan fluor dan kalsium pada ikan teri sangat tinggi, konsumsi ikan teri sebanyak 50 gram setiap hari dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan mencegah gigi berlubang. Ikan teri dapat dikonsumsi langsung dengan diolah menjadi berbagai jenis makanan, bahan aktif dalam pasta gigi dan obat kumur, atau diolah menjadi krim dan gel sebagai fluor yang diaplikasikan secara topikal. Ikan teri merupakan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dengan kandungan fluor dan kalsium yang tinggi. Bahan ini relatif murah dan mudah didapat. Sosialisasi mengenai kebaikan ikan teri dan studi lebih lanjut mengenaik pengolahan ikan teri sebaiknya terus dilakukan. Melihat potensi yang baik dari ikan teri, diharapkan bahan ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pencegahan gigi berlubang di masyarakat. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p90-101
PENGARUH PERAWATAN ORTODONTI DENGAN BEBERAPA JENIS ALAT ORTODONTI TERHADAP PERUBAHAN pH DAN VOLUME SALIVA Rudi Satria Darwis; Hartanto Endro Wahyudi; Wulan Kartika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.317 KB)

Abstract

POTENSI EKSTRAK AIR KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DALAM MELARUTKAN ION KALSIUM GIGI (in Vitro) Ratih Widyasari; Euis Reni Yuslianti; Mirza Muthia Sari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.515 KB)

Abstract

Demineralisasi adalah hilangnya sebagian atau seluruh ion mineral gigi termasuk kalsium, terjadi apabila pH mulut <5,5. Kulit manggis sebagai bahan alam memiliki efek pengobatan pada rongga mulut, namun mengandung tanin dengan pH 3 sehingga kulit manggis sebagai obat-obatan herbal memiliki kecenderungan sifat asam. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi kulit manggis dalam melarutkan ion kalsium gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik analitik. Sampel penelitian berupa 30 gigi premolar, akar lengkap, mahkota utuh, dan bebas karies. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yakni kelompok ekstrak air kulit manggis, ekstrak air kulit manggis dengan saliva, dan saliva yang direndam dengan durasi 30 detik, 1 menit, dan 3 menit. Pengukuran kelarutan kadar kalsium gigi dilakukan dengan metode cresolpthalein complexone spektrofotometri. Data dianalisis statistik dengan Anova dilanjutkan uji beda Tuckey (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air kulit manggis tidak menyebabkan kelarutan kalsium gigi pada waktu perendaman 30 detik dan 1 menit tetapi menyebabkan kelarutan kalsium gigi pada waktu perendaman 3 menit (p=0,001). Ekstrak air kulit manggis dengan saliva berpotensi menyebabkan kelarutan ion kalsium. Dapat disimpulkan bahwa kulit manggis berpotensi melarutkan ion kalsium gigi dengan perendaman lebih dari 3 menit dimana semakin lama waktu perendaman semakin meningkat rerata jumlah ion kalsium gigi yang terlarut. DOI : 10.35990/mk.v1n1.p32-44
PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS DTP JAYAGIRI KABUPATEN BANDUNG BARAT Sri Quintina Indriyana; Suci Rayan Sari; Nina Nurfitriany; Thirafi Mitsali Ungari; Intan Maharani; Rifa Azizah Alamsyah; Nur Muhamad Sidik
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.888 KB)

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah salah satu upaya promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Sasaran UKS adalah peserta didik beserta masyarakat sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis serta optimal. Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan di sekolah, pelayanan kesehatan di sekolah, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (trias UKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program UKS di SD, SMP, dan SMA wilayah binaan Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Jayagiri. Metode penelitian ini menggunakan mix method, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan program UKS di sekolah-sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri. Kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi sarana dan prasana sekolah. Responden dalam penelitian ini adalah para pembina UKS dan kepala sekolah yang berjumlah 52 responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 29 sekolah binaan Puskesmas DTP Jayagiri, sebanyak 25 sekolah sudah menjalankan program UKS. Sebanyak 25 orang (48,1%) responden termasuk kategori baik dalam menjalankan program pendidikan kesehatan. Sebanyak 33 orang (63,5%). termasuk baik dalam melaksanakan program pelayanan kesehatan dan program pembinaan lingkungan sehat. Sekolah yang termasuk kategori kurang baik dalam menjalankan program trias UKS secara keseluruhan, yaitu 68,4% dari seluruh SD, sedangkan sekolah SD, SMP, dan SMA lainnya sudah baik. Berdasarkan hasil observasi terhadap 25 sekolah mengenai kelengkapan sarana dan prasarana, didapatkan 11 sekolah (44%) memiliki sarana dan prasarana yang tergolong baik, sedangkan 14 sekolah (56%) tergolong kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan trias UKS masih kurang baik. DOI : 10.35990/mk.v2n1.p47-58
HUBUNGAN ANTARA SUDUT INTER-INSISAL DAN KONVEKSITAS WAJAH PADA SUB-RAS DEUTRO MELAYU Tissa Rahadianti; Pricillia Priska Sianita
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.967 KB)

Abstract

Wajah dan profil wajah merupakan bagian utama dari tubuh yang dapat membantu seseorang untuk membentuk kesan dan berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya. Baik wajah maupun profil wajah memberikan beberapa karakteristik khusus pada setiap individu yang berbeda satu dengan yang lain. Harmonisasi dan relasi gigi dengan struktur skeletal yang membentuk profil wajah juga berbeda pada tiap individu. Posisi gigi anterior pada tulang basal dapat mengubah profil wajah, termasuk posisi bibir atas yang pada akhirnya akan mempengaruhi konveksitas wajah tersebut. Karakteristik individual yang terdapat pada gigi geligi dari individu berbeda ini telah lama disadari sebagai faktor penting yang menjadi panduan atau landasan utama dalam forensik identifikasi, khususnya dalam pembuatan sketsa wajah dari orang hilang atau tidak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. Penelitian ini melibatkan 31 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Radiogram sefalometri lateral dan fotograf profil wajah dibuat untuk masing-masing subyek untuk kemudian dilakukan pengukuran sudut inter-insisal dan penentuan konveksitas wajah. Penentuan konveksitas wajah, digunakan fotograf profil untuk mendapatkan evaluasi harmoni yang lebih akurat dari hubungan antara jaringan lunak dan jaringan keras wajah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan hasilnya menunjukkan suatu korelasi yang bermakna dengan nilai p 0,036 (p<0,05) antara sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. Hasil ini membuktikan bahwa terdapat korelasi antara kedua variabel yang diukur. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara besar sudut inter-insisal dan konveksitas profil wajah. DOI : 10.35990/mk.SE.PIT.X.p44-57
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI LARVASIDA PADA LARVA Aedes aegypti DAN Aedes albopictus INSTAR III-IV Emma Mardliyah; Muhammad Fakhri Nur F; Lia Siti Halimah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.974 KB)

Abstract

Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan vektor utama penyakit demam dengue, chikungunya, filariasis, dan virus zika yang masih menjadi masalah di Indonesia. Pengendalian vektor yang mudah diaplikasikan adalah penggunaan larvasida. Biji pepaya (Carica papaya L) adalah salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung flavonoid, tanin, coumarin, saponin dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji pepaya sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta perbandingan efek ekstrak tersebut terhadap Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Kelompok uji yang digunakan, yaitu 1,5%, 1,8%, 2,1%, 2,4%, dan 2,7%. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis Test dan Mann Whitney Test dengan p<0,05 sehingga dapat disimpulkan setiap konsentrasi dapat memberikan efek sebagai larvasida secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol negatif. Selanjutnya, dilakukan analisis probit didapatkan nilai LC50 ekstrak etanol biji pepaya terhadap larva Aedes aegypti adalah 1,8% dan larva Aedes albopictus adalah 1,5%. Maka dapat disimpulkan ekstrak etanol biji pepaya berpotensi sebagai larvasida pada Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan efektivitas lebih besar pada Aedes albopictus dibandingkan Aedes aegypti. Hal tersebut terjadi karena Aedes aegypti lebih sering terpapar oleh temefos dibandingkan Aedes albopictus sehingga telah terjadi resistensi. DOI : 10.35990/mk.v1n2.p88-98
POLA PENYEBARAN TUBERKULOSIS PARU DI KELURAHAN UTAMA KECAMATAN CIMAHI SELATAN TAHUN 2018 Anastasia Yani Triningtyas; Thiara Haifa Kuntara Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.772 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu dari sepuluh penyebab kematian utama di dunia. Angka kejadian TB tahun 2017 di Kota Cimahi mencapai 541 kasus, tertinggi ditemukan di Kecamatan Cimahi Selatan yaitu mencapai 134 kasus dengan Kelurahan Utama paling banyak yaitu 49 kasus. Surveilans dengan menggunakan analisis spasial akan menunjukkan lokasi penyebaran pasien TB Paru sehingga memudahkan untuk dilakukan perencanaan dan intervensi penanggulangan dengan memprioritaskan daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penyebaran TB Paru dilihat dari jenis kelamin dan usia, serta analisis spasial berdasarkan kepadatan penduduk dan jumlah keluarga miskin di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan analisis univariat dan analisis spasial. Sampel dalam penelitian ini adalah semua kasus TB Paru yang bertempat tinggal di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan dan tercatat di Puskesmas Cimahi Selatan tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan sebaran kasus TB Paru di Kelurahan Utama paling banyak terdapat di RW 08, RW 11 dan RW 15. Distribusi kasus TB Paru di Kelurahan Utama lebih banyak terjadi pada perempuan (52,5%) pada usia produktif (85%). Kejadian TB paru tersebar di seluruh RW di Kelurahan Utama yang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk sangat padat. RW 03, RW 04, RW 06, RW 07, dan RW 16 merupakan wilayah dengan kepadatan yang tinggi namun memiliki sebaran yang rendah. Analisis spasial pola penyebaran TB Paru di Kelurahan Utama cenderung tidak mengikuti pola jumlah keluarga miskin. Kesimpulannya analisis spasial pola penyebaran TB Paru di Kelurahan Utama cenderung tidak mengikuti pola kepadatan penduduk dan jumlah keluarga miskin. DOI : 10.35990/mk.v2n2.p98-109

Page 2 of 27 | Total Record : 261


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue