cover
Contact Name
Wahyu Hidayat
Contact Email
wahyu@ikipsiliwangi.ac.id
Phone
+62226658680
Journal Mail Official
jpmi@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif)
ISSN : 2614221X     EISSN : 26142155     DOI : 10.22460/jpmi.v1i3.1-6
Core Subject : Education,
JPMI – Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in mathematics education on current science issues, namely: 1. Mathematics educator in elementary, secondary and high school level 2. Mathematics observers and researchers 3. Educational decisions maker on regional and national level
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): JPMI" : 11 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA Yuni Hajar; Ridwan Yanwar; Aflich Yusnita Fitrianna
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.771 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p79-92

Abstract

Reflective thinking ability and mathematical disposition in mathematics learning is very important to be improved. Reflective thinking ability can help students to get more optimal learning outcomes and mathematical disposition is required by students to solve a mathematical problem. The purpose of this study is to analyze the difficulties faced by junior high school students in working on the problem of reflective thinking ability that review based on students' mathematical disposition ability. The research method used is descriptive analysis method to analyze the available data and processed so as to obtain a clear description of the facts and the relationship between the phenomena studied. The sample in this research is the students of class IX B in SMPN 5 Cimahi. The results of this study is that almost allindicators ofreflective thinking abilityare still not achieved review bases on student’smathematical disposition. this is due to the following factors : (a) mathematic material that is still poorly understood so that students have difficulty when solving difficult mathematical problems ; (b) student made a mistake in concept when do reflective thingking ability test; (c) the student has never experienced a test with reflective thinking ability before.
MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Dwi Candra Kusuma; Risma Amelia
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.841 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p45-52

Abstract

Pendekatan yang berpeluang dapat meningkatkan disposisi matematis siswa adalah pembelajaran berbasis masalah, sehingga tampil aktif dan memberi respon yang positif terhadap pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan dan pencapaian disposisi matematis siswa sekolah menengah pertama yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan yang menggunakan pendekatan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi yang diambil adalah siswa SMP Negeri di Purwakarta dengan sampel kelas VIIA dan kelas VIIB. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen non-tes berupa skala disposisi dan skala pandangan siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah.Analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata yaitu uji t, uji t’ dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menyatakan bahwa disposisi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan konvensional. Sementara pandangan siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah menunjukkan kriteria yang cukup. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah sebaiknya digunakan dengan perencanaan yang matang karena memerlukan waktu yang relatif lama dalam pelaksanaannya.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK Tommy Tanu Wijaya; M Afrilianto
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.474 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p53-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis mengenai: (1) Kemampuan siswa dalam membuat konjektur, menyusun argumen, merumuskan definisi dan generalisasi, (2) Kemampuan siswa dalam menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, (3) Kemampuan siswa dalam menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika, (4) Kemampuan siswa dalamn menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematik secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK TI PEMBANGUNAN CIMAHI. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh yaitu kemampuan siswa dalam membuat konjektur, menyusun argument, merumuskan definisi dan generalisasi tergolong kurang dengan persentase 37,5%. Kemampuan siswa dalam menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika tergolong tinggi dengan presentase 86,7%. Kemampuan siswa dalam menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam ide matematika tergolong kurang dengan persentase 48,3%. Kemampuan siswa dalam menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematik secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar tergolong kurang dengan persentase 25%.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING Amalia Septiani Hermawan; Wahyu Hidayat
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.133 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p7-12

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan penalaran matematik siswa SMP yang masih sangat rendah. Pentingnya kemampuan tersebut karena merupakan salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika. salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematik siswa adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan penemuan terbimbing. Tujuan penelitian ini untuk mengamati dan menelaah pencapaian kemampuan penalaran matematik siswa SMP melalui pendekatan penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran biasa, mengamati dan menelaah peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa SMP melalui pendekatan penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran biasa. Metode penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dan desain penelitian menggunakan pretes dan postes kelas eksperimen dan kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 9 Cimahi. Sampel diambil hanya dua kelas secara purposive sampling yaitu kelas VII j sebagai kelas eksperimen dan kelas VII i sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pencapaian kemampuan penalaran matematik siswa SMP melalui  pendekatan penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran biasa, Peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa SMP melalui pendekatan penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran biasa.
ANALISIS KESULITAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SIWA SMP KELAS VIII PADA MATERI BANGUN DATAR Nurainah, Nurainah; Maryanasari, Risna; Nurfauziah, Puji
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.819 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p61-68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa pada pokok bahasan bangun datar. Metode penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif, dengan mendeskripsikan indikator kemampuan koneksi matematis mana saja yang paling mudah dan sukar untuk dikuasai siswa. Subjek dari penelitian ini adalah  Siswa kelas VIII SMPN 7 Cimahi sebanyak 39 siswa. Insteumen yang digunakan yaitu soal tes kemampuan komunikasi matematik yang mengacu pada indikator kemampuan koneksi matematik. Berdasarkan analisis data bahwa siswa menguasai dengan baik indikator kemampuan koneksi dalam kemampuan siswa dalam mengenali hubungan pokok bahasan yang berbeda dalam matematika, dan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta siswa mengalami kesusahan pada indikator koneksi dalam menggunakan matematika dalam studi lainnya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Yuanita, Ade; Sugandi, Asep Ikin
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.484 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p13-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematik dan kemandirian belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik daripada pembelajaran biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen, pada awal dan akhir pembelajaran kedua kelas diberi tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA di Kota Cimahi, sedangkan sampel sekolahnya yaitu SMA Pasundan 1 Cimahi yang terdiri dari dua kelas yang dipilih secara tidak acak, yaitu kelas X-1 sebagai kelas Eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas Kontrol. Instumen seperangkat tes berbentuk uraian sebanyak 6 soal yang telah di uji cobakan dan dihitung validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukarannya. Kemudian soal tersebut disajikan dalam bentuk pretest dan posttest. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes uraian sebanyak lima soal, Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan koneksi matematik dan angket untuk mengetahui kemandirian belajar menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan koneksi matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran biasa. kemudian kemandirian belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran biasa. Dengan ketercapaian tersebut berada pada kategori tinggi dan sedang.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Tugas Problem Posing Materi SPLDV Siswa MTs Mela Setianti; Mirayanti Mirayanti; Nur Afriani Agustin; Solihat Solihat; Veny Triyana Andika Sari
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.533 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p37-44

Abstract

Kemampuan matematis adalah kemampuan untuk menghadapi permasalahan, baik dalam matematika maupun kehidupan nyata. Kemampuan matematis terdiri dari Penalaran matematis, komunikasi matematis, pemecahan masalah, pemahaman konsep, pemahaman matematis, berpikir kreatif dan berpikir kritis. Dalam aspek pemecahan masalah matematika diperlukan pemikiran-pemikiran kreatif dalam merumuskan dan menyelesaikan model atau perencanaan pemecahan masalah. Salah satu materi yang dapat mendorong siswa untuk berpikir kreatif yaitu SPLDV, siswa dituntut untuk menuangkan ide-ide kreatifnya, karena penyelesaian soal SPLDV banyak cara metode yang dapat  digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis terhadap siswa MTs Kelas VIII melalui tugas Problem Posing pada materi SPLDV. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa yang terdiri dari 2 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang berkemampuan rendah. Segala sesuatu yang akan diukur diantaranya tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang berdasarkan indikator-indikatornya sebanyak 5 soal berbentuk essay. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh pola Persentase penyelesaian masalah seluruh subjek penelitian tiap indikator kemampuan berpikir kreatif matematik yaitu : (1) kelancaran (Fluency) 64,63% ; (2) Kelenturan (Flexibility) 44,20% ; (3) Keaslian/ orisinalitas (Originality) 48,58% ; (4) Elaborasi (Elaboration) 62,50%.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Inur Nurmala; Wahyu Hidayat; Heris Hendriana
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.889 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p21-28

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi matematik siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat, sehingga memerlukan penyelesaian yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu alternatif dalam pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hasil pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa SMP. Metode yang digunakan dalam peneitian ini adalahkuasi eksperimen dengan penelitian dalam bentuk the non-equivalent petest-posttest control group design, yaitu sebelum penelitian kedua kelompok diberi pretes, di akhir pembelajaran kedua kelompok diberi tes akhir (postes). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat yang karakteristiknya memiliki kemampuan komunikasi matematik yang rendah, dari seluruh SMP di Kabupaten Bandung Barat dipilihlah SMP Bhakti Mulya Batujajar yang mewakili karakteristik populasi. Sampelnya terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VII-C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-D sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes uraian sebanyak 5 soal kemampuan komunikasi matematik yang telah diujicobakan, kemudian data skor kemampuan komunikasi matematik tersebut dianalisis menggunakan software SPSS 20 dan software Minitab. 17. Dari hasil penelitian, baik dari hasil analisis data maupun pengujian hipotesis, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat yang pembelajarannya menggunakan pendekatan CTL lebih baik daripada yang menggunakan pembelajaran konvensional.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA MATEMATIK MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING BERBANTUAN VISUAL BASIC APPLICATION FOR MICROSOFT EXCEL Bernard, Martin
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.65 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p69-78

Abstract

Mata pelajaran matematika saat ini merupakan pelajaran yang masuh ditakuti oleh banyak siswa-siswa dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas. Hal ini mendorong setiap mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kemampuan untuk memunculkan ide baru untuk mengatasi kesulitan siswa-siswa untuk belajar matematika. Salah satunya adalah mahasiswa harus menciptakan media pembelajaran menggunakan alat peraga. Tentunya alat peraga yang dibuat akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu, TIK merupakan suatu media yang paling efektif untuk menciptakan alat peraga yang berupa visual dan menjadikan belajar matematika siswa menjadi aktif dan menyenangkan. Program yang digunakan oleh mahasiswa adalah Microsoft Excel dengan menggunakan bahasa program Visual Basic Application. Program tersebut membantu mahasiswa-mahasiswa menciptakan kemampuan kreatif matematika untuk membuat media pembelajaran matematika yang baru berdasarkan pernyataan dari berbagai obyek yang dibentuk menjadi sebuah media. pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan problem posing dimana dari satu pernyataan sebagai masalah yaitu gambaran-obyek obyek  yang tersedia akan disusun dalam komputer, tugas mahasiswa-mahasiswa membuat cara yang berbeda yang dijalankan dengan Visual Basic Application for Microsoft Excel. Penilaian kreatif mahasiswa-mahasiswa dapat dilihat saat tugas awal pembuatan karyanya dan akhir pembuatannya dan akan terlihat seberapa besar perubahan kreatif mahasiswa yang lebih baik saat menggunakan Visual Basic Microsoft Excel, dan penilaian tersebut menggunakan uji t  pada dua kelas untuk melihat perbedaan rata-rata dua kelas yaitu pembelajaran matematika yang menggunakan TIK yang menggunakan pendekatan problem posing dang cara biasa.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DENGAN HABITS OF MIND SISWA SMK YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) Hanifah, Agfie Nurani; Mirna, Mirna; Mulianty, Hana Rizkia; Fitriani, Nelly
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 1, No 1 (2018): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.644 KB) | DOI: 10.22460/jpmi.v1i1.p29-36

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan habits of mind siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dengan diambil dua kelas yang berbeda, dimana kelas pertama mendapatkan pembelajaran dengan Pendekatan MEAs dan kelas kedua menggunakan pembelajaran biasa. Populasinya merupakan seluruh siswa pada salah satu SMK di kabupaten Bandung dengan sampel yang diambil dua kelas. Kedua kelas diberikan pretes dan angket awal untuk mengetahui kemampuan awal mereka, selanjutnya pada kelas eksperimen diberikan pembelajaran dengan pendekatan MEAs dan kelas kontrol diberikan pembelajaran biasa, dan di akhir kedua kelas diberikan postes dan juga angket akhir, yang mana data di akhir tersebut akan di olah dan di analisis korelasinya menggunakan Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis matematis dan habits of mind siswa dalam pembelajaran matematika.

Page 1 of 2 | Total Record : 11