cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 193 Documents
Korelasi FOMO Makanan Viral dengan Risiko Diabetes Melitus pada Mahasiswa Keperawatan Shally Shalawati; Dewi Dolifah; Delli Yuliana Rahmat
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i2.1427

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan lebih dari 537 juta penderita (Magliano and Boyko, 2021) dan diperkirakan melebihi 830 juta kasus . Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan prevalensi 1,7% dan meningkat menjadi 2,2% pada penduduk usia ?15 tahun, sementara proporsi kasus tidak terdiagnosis pada usia 15–24 tahun mencapai 1,8%. Mahasiswa keperawatan sebagai bagian dari kelompok dewasa muda memiliki paparan tinggi terhadap konten makanan viral di media sosial. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dapat mendorong konsumsi impulsif makanan tinggi gula dan kalori sehingga berpotensi meningkatkan risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 115 responden berusia 15–24 tahun di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, yang dipilih melalui rumus Slovin dan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Viral Food FOMO Scale (20 item tervalidasi) dan FINDRISC versi Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Cramer’s V. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat FOMO sedang serta risiko diabetes sangat rendah hingga rendah. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus dengan kekuatan hubungan sedang. Simpulan: FOMO terkait makanan viral berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diabetes melitus pada kelompok dewasa muda. Meskipun risiko keseluruhan rendah, keberadaan potensi kasus tidak terdiagnosis menegaskan pentingnya skrining dini, edukasi gizi, dan upaya promotif untuk mencegah risiko metabolik di masa mendatang.  
Gambaran Risiko Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual pada Mahasiswa dengan Maskulinitas Ersa Ratmi Tiara; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i2.1438

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual di lembaga pendidikan tinggi merupakan fenomena yang semakin umum terjadi, dengan konsekuensi fisik, psikologis, dan sosial yang serius bagi korban. Fenomena ini dipengaruhi oleh konstruksi sosial maskulinitas yang menekankan kekuatan, dominasi, penekanan emosi, dan penegasan superioritas melalui perilaku agresif. Ketika ekspresi emosional dihambat dan konsep diri dibangun berdasarkan nilai-nilai tersebut, individu mungkin mengalihkan tekanan internal ke dalam tindakan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, menunjukkan bagaimana maskulinitas yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko menjadi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat risiko menjadi pelaku kekerasan seksual di kalangan mahasiswa dengan karakteristik maskulin. Metode: Teknik sampling menggunakan total sampling, yaitu seluruh populasi diundang untuk mengikuti tahap skrining maskulinitas. Dari 162 mahasiswa, sebanyak 139 mahasiswa bersedia berpartisipasi dan mengisi informed consent sehingga mengikuti skrining maskulinitas (response rate 85,8%), sedangkan 23 mahasiswa tidak bersedia berpartisipasi sehingga tidak diikutsertakan dalam penelitian. , menggunakan alat skrining maskulinitas Thompson dan Bennett, dengan hasil uji validitas sebesar 0,92 dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,795. Kuesioner tindak lanjut menggunakan Skala Risiko Perilaku Kekerasan Seksual, dengan hasil reliabilitas sebesar 0,964. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori risiko sedang terkait dengan pelanggaran kekerasan seksual. Temuan ini menunjukkan adanya potensi kerentanan yang belum berkembang menjadi risiko tinggi, namun tetap memerlukan perhatian. Maskulinitas bukanlah satu-satunya faktor penentu, tetapi berinteraksi dengan faktor lain seperti regulasi emosi, pengendalian diri, dan pengaruh lingkungan sosial. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas mahasiswa pria dengan karakteristik maskulinitas berada pada kategori risiko sedang untuk menjadi pelaku kekerasan seksual.
Efektivitas Penatalaksanaan Sleep Hygiene Terstruktur Terhadap Gangguan Pola Tidur dengan Gerd Rinda Exsantri Herdiyanti; Ahmad Purnama Hudaya; Ria Inriyana
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i2.1440

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur sering dialami mahasiswa keperawatan dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) dan berdampak negatif terhadap kesehatan serta performa akademik. Hubungan dua arah antara gangguan tidur dan GERD menciptakan siklus patologis yang memerlukan intervensi terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur dalam mereduksi gangguan pola tidur pada mahasiswa S1 Keperawatan UPI Kampus Sumedang dengan GERD. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest. Dalam penelitian ini melibatkan 40 mahasiswa keperawatan (20 intervensi, 20 kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan skor GERD-Q ?8 dan PSQI >5. Kelompok intervensi menerima penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur selama tujuh hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi khusus. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank untuk perbandingan dalam kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk perbandingan antar kelompok. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor PSQI yang sangat signifikan dari 10,05±2,67 menjadi 4,50±1,64 (p<0,001), dengan penurunan rata-rata 5,55 poin, mengubah kualitas tidur dari kategori buruk menjadi baik. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan dengan median skor tetap 8,00 (p=0,053). Perbedaan selisih perubahan skor PSQI antar kelompok sangat signifikan secara statistik (p<0,001), dengan kelompok intervensi menunjukkan penurunan median sebesar -5,500 poin dibandingkan 0,000 pada kelompok kontrol, mengindikasikan effect size yang substansial. Kesimpulan: Penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur sangat efektif dalam mereduksi gangguan pola tidur pada mahasiswa keperawatan dengan GERD. Intervensi nonfarmakologis ini memberikan pendekatan praktis, mudah diakses, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas tidur pada populasi rentan ini serta dapat diimplementasikan secara mandiri oleh mahasiswa.