cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 266 Documents
Search results for , issue "Content Digitized" : 266 Documents clear
Peran Cranberry Terhadap Rekurensi Infeksi Saluran Kemih: Sebuah Review Dimas Tara, Audina aliansa; Tambunan, Bella Chechelia; Khatimah, Gita Khusnul; Pasya, Aurora Rahyu; Susanti, Kezia
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) berulang didefinisikan sebagai setidaknya tiga episode ISK dalam dua belas bulan, atau setidaknya dua episode dalam enam bulan. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit infeksi kedua tersering dan sebanyak 8,3 juta kasus dilaporkan per tahun. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan dan kekambuhan ISK. Wanita yang pernah mengalami ISK berulang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah terdiagnosis ISK. Antibiotik merupakan tatalaksana profilaksis pada ISK berulang. Namun ada alternatif yang tersedia, seperti cranberry, probiotik, dan obat tradisional cina. Cranberry merupakan alternatif yang dapat dipilih dalam pencegahan ISK di era tingginya angka resistensi terhadap antibiotik dan ISK berulang. Cranberry bekerja terutama dengan mencegah perlekatan pili tipe 1 dan strain p-fimbriae ke epitel saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan cranberry terhadap ISK berulang serta efektivitas penggunaan cranberry terhadap profilaksis terjadinya ISK berulang dibandingkan dengan antibiotik profilaksis. Metode penelitian ini merupakan literature review dengan pencarian dan pemilihan literatur-literatur yang diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir kemudian telah dilakukan seleksi jurnal dengan kriteria akses terbuka dan yang memenuhi didapatkan 47 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan jus Cranberry dikatakan dapat menurunkan pH urin untuk mengobati ISK dan memiliki zat proanthocyanidins sehingga mencegah perlekatan bakteri dalam saluran kemih. Studi lain melaporkan bahwa konsentrasi asam hipurat dalam urin tidak cukup untuk efek antibakteri. Selain itu beberapa studi menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan produk Cranberry dengan pasien yang menerima placebo. Sehingga konsumsi ekstrak Cranberry ini tidak dapat menggantikan antibiotik saat terjadi ISK yang sedang aktif. Konsumsi ekstrak cranberry dapat disarankan untuk terapi tambahan pada ISK yang sedang aktif, maupun sebagai profilaksis ISK berulang, namun harus tetap bersamaan dengan antibiotik..
Efikasi Suplementasi Kolagen Dalam Mencegah Tanda Penuaan Agnes Jap, Claudia; Pertiwii, Amelia Suci; Andrew, Johannes; Eric, Eric
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia dan menyumbang sekitar 16% dari total berat badan. Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan pada tubuh termasuk kulit. Manifestasi yang jelas adalah kerutan, pigmentasi dan elastisitas kulit yang berkurang. Kulit mengandung sekitar 70% kolagen yang memberikan efek mengencangkan pada kulit. Komposisi kolagen akan berkurang seiring bertambahnya usia. Beberapa tahun terakhir, suplemen kolagen semakin banyak digunakan sehingga literatur ini dibuat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pemberian suplementasi kolagen dalam hal dapat mencegah terjadinya proses penuaan di Indonesia. Sumber literatur yang digunakan adalah Pubmed, Google Scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science Direct dan Cochrane. Setelah itu dilakukan seleksi untuk memilih literatur yang sesuai serta dilakukan penyusunan artikel. Penggunaan suplementasi kolagen untuk memperlambat proses penuaan telah menjadi trend pada bidang dermatologi dan kosmetik. Suplemen kolagen yang terdiri atas sediaan oral dan topikal dikatakan berkontribusi dalam mencegah terjadinya proses penuaan. Berdasarkan penelusuran literatur yang telah dilakukan, kolagen memiliki efek positif dalam mencegah penuaan kulit dengan cara meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, mengurangi kerutan serta mengkompensasi kerusakan oksidatif pada fibroblas. Penuaan kulit merupakan suatu proses biologis multifaktorial dan normalnya terjadi pada dekade ketiga kehidupan. Tanda penuaan kulit ditandai dengan kerutan, elastisitas kulit yang berkurang dan tekstur yang kasar. Suplementasi kolagen telah terbukti dapat mencegah terjadinya proses penuaan kulit dengan berbagai mekanisme fisiologisnya.
Patofisiologi Otitis Media Efusi (OME) Pada Pasien Dengan Refluks Laringofaringeal (LPR) Pasya, Aurora Rahyu; Alica, Tri Yunita; Liow, Chanelia Dirgatni; Rinaldo, Alvin; Adinata, Yonatan
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media dengan efusi (OME) adalah suatu kondisi di mana terdapat efusi non-purulen pada telinga tengah tanpa disertai perforasi membran timpani. Selama beberapa dekade terakhir, refluks gastroesofageal, yang kemudian dapat berkembang menjadi refluks laringofaringeal, telah diusulkan sebagai salah satu faktor etiologi yang penting untuk OME. Sebuah studi prevalensi pada tahun 2019 menyatakan kejadian OME ditemukan 4,5 kali lebih banyak pada kelompok pasien dengan LPR dibandingkan kelompok tanpa riwayat LPR. Mekanisme patofisiologis ini sering dipertanyakan dalam penelitian terdahulu, karena terdapat berbagai hipotesis yang dapat menjelaskan pengaruh LPR terhadap patogenesis OME. Tujuan: Penulis ingin memberikan referensi baru yang lebih akurat mengenai patofisiologi terjadinya otitis media efusi pada kasus refluks laringofaringeal berdasarkan referensi-referensi yang telah dibuat sebelumnya. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database seperti PubMed, Cochrane Library, dan Science Direct dengan kata kunci “patofisiologi”, “otitis media efusi", “OME”, “refluks laringofaringeal” dan “LPR”. Kriteria inklusi dalam studi ini adalah semua studi yang membahas definisi, etiologi, epidemiologi dan mekanisme patofisiologi OME pada pasien dengan LPR. Literatur-literatur yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis dan disajikan dalam bentuk artikel, tabel dan diagram yang sesuai untuk mempermudah pemahaman mengenai patofisiologi otitis media efusi pada kasus refluks laringofaringeal. Hasil: Mekanisme LPR dalam mengembangkan OME dapat dibagi menjadi beberapa kemungkinan sugestif: a) disfungsi tuba Eustachius karena LPR; b) stimulasi inflamasi di telinga tengah oleh H. pylori; dan c) aktivitas proteolitik pepsin di telinga tengah. Konten yang mengalami refluks dari gaster dapat mencapai tuba Eustachius dan menyebabkan obstruksi tuba secara langsung atau menyebabkan inflamasi, adhesi, dan kolaps pada saluran tersebut sehingga memfasilitasi mikroorganisme untuk mengembangkan OME. Di sisi lain, konten refluks yang mengandung bakteri H. pylori dan pepsin juga berperan dalam memicu respon inflamasi yang menyebabkan OME. Kesimpulan: Mekanisme yang paling mungkin menjelaskan patogenesis otitis media efusi (OME) pada kasus refluks laringofaringeal (LPR) terbagi dalam tiga proses patofisiologi utama sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Pembahasan lebih lanjut mengenai upaya eradikasi H. pylori dan modifikasi gaya hidup yang bersifat preventif untuk LPR perlu dilakukan.
Dampak Masalah Psikologis Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung: Systematic Review Arifudin, Navian Fauzi; Kristinawati, Beti
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Jantung dikenal juga dengan Heart Failure atau Cardiac Failure, merupakan peyakit kronis yang prevalensinya meningkat setiap tahun. Gagal jantung mengakibatkan tingginya angka mortalitas, morbiditas, selain itu berdampak secara finansial terutama pada pasien lanjut usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, merangkum dan menganalisis dampak masalah psikologis pada pasien gagal jantung terhadap kualitas hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review. Literature dicari dari database Scopus dan Science Direct pada bulan November–Desember 2022. Sejumlah 1.083 artikel diperoleh dalam pencarian. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan seleksi duplikasi, judul, abstrak dan kata kunci dilanjutkan seleksi pada fulltext. Hasil seleksi diperoleh 8 artikel memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Telaah kritis dilakukan menggunakan alat dari Joanna Briggs Institute untuk desain Cross Secional. Pelaporan review menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses/ PRISMA. Hasil analisis diperoleh 6 artikel yang menyatakan bahwa masalah psikologis berdampak besar pada kualitas hidup pasien gagal jantung. Masalah psikoligis yang dialami pasien gagal jantung meliputi kecemasan dan depresi, selain itu masalah tersebut berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Udayan, Ni Nyoman Wahyu; Dwianingsih, I Gusti Ayu
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TBC paru-paru, juga dikenal sebagai TBC paru, adalah infeksi yang mempengaruhi paru-paru dan disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycoterium tuberculosis. Tuberkulosis paru masih menjadi masalah yang menyerang masyarakat di seluruh dunia. Lebih dari tujuh puluh lima persen orang yang berada dalam usia kerja akan menderita tuberkulosis paru pada suatu saat dalam hidup mereka. Pasien yang menderita tuberkulosis paru mungkin lebih sulit untuk sembuh dari penyakitnya tergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, tingkat pendidikan, status gizi, kondisi lingkungan, dan kepatuhan minum obat. Pasien yang menderita TB paru sedang diteliti di Rumah Sakit Pemerintah X di Denpasar, Indonesia, untuk mengetahui bagaimana kepatuhan pengobatan mempengaruhi peluang pasien untuk sembuh dari penyakitnya. Studi berdasarkan pengamatan akan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan ini. Pasien disurvei menggunakan data yang diambil dari file medis mereka sebagai sumber informasi. Ukuran sampel untuk penyelidikan khusus ini terdiri dari 53 pasien yang berbeda. Nonprobability Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pasien yang tidak meminum obatnya sesuai petunjuk dapat dibagi menjadi dua kategori: mereka yang sesat dan mereka yang tidak patuh. Para peneliti yang melakukan penelitian di RS Pemerintah X Denpasar menemukan bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan pasien berobat dengan tingkat kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Ada hubungan yang bermakna secara statistik (p = 0,000) antara pasien di RS Pemerintah X Denpasar yang minum obat sesuai resep dengan tingkat keberhasilan penyembuhan tuberkulosis paru dengan obat lebih tinggi. Tingkat kerjasama memainkan peran besar dalam keseluruhan signifikansi penyembuhan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tingkat penyembuhan sebanding dengan kekuatan hubungan kekuatan, yang dalam hal ini sama dengan nilai 0,681 Pasien yang membaik, minum obat sesuai resep, dan tuberkulosis.
Model - Model Pengukuran Beban Kerja Perawat Di Rumah Sakit: A Literature Review Susilawati, Yeni
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja perawat merupakan seluruh kegiatan, aktivitas, tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat selama perawat tersebut bertugas di suatu unit peayanan Rumah sakit. Tujuan literature ini untuk mengidentifikasi metode mana yang lebih efektif dan efisien untuk melakukan pengukuran beban kerja perawat. Penelaahan artikel dilakukan melalui beberapa data base elektronik meliputi Google Scholar, Google Cendekia, Pubmed dengan kata kunci “nurse workload”, kriteria inklusi meliputi artikel yang di publikasikan antar tahun 2015 sampai 2022, teks lengkap baik dalam bahasa inggis ataupun indonesia. Pencarian literature ditemukan 72 artikel, selanjutnya 51 artikel di keluarkan sesuai kriteria ekslusi, sehingga hanya 8 artikel yang diidentifikasi. Hasil dari penelitian lieterature menunjukan bahwa metode WISN paling sering digunakan untuk menentukan beban kerja tenaga kesehatan tidak hanya tenaga perawat, Kesimpulan dari artikel ini adalah Berdasarkan hasil dari beberapa artikel yang di dapat menunjukan bahwa metode WISN paling sering digunakan dibandingkan metode lain, misalnya salah satu artikel yang di buat oleh beberapa orang diantaranya Richa Noprianty et al, 2020 dengan topik Analysis of Nurses Staff Needs Using Workload Indicate Staff Need in Pediatric Ward with Time Motion Study, Taufique Joarder et al, 2020 dengan topik Assessment of staffing needs for physicians and nurses at Upazila health complexes in Bangladesh using WHO workload indicators of staffing need (WISN) method dan Angélica Araújo de Menezes et al, 2022 dengan topik Application of the workload indicators of stafng need method to calculate the size of the medical staf at a maternity hospital in the state of Bahia, Brazil. Tapi di luar itu bukan berarti metode Lain tidak efektif, karena setiap metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing, kembali lagi ke pihan peneliti atau pihak rumah sakit mau menggunakan metode yang mana.
Skrining Disfagia Pada Pasien Post Stroke : Tinjauan Sistematis Sholiha, Siti Robiatus; Septianingrum, Yurike; Afiyah, Raden Khairiyatul; Faizah, Imamatul
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Protokol skrining disfagia telah direkomendasikan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami aspirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menentukan validitas berbasis bukti dari item skrining disfagia menggunakan evaluasi instrumental sebagai standar referensi. Metode Ada empat data base yang digunakan, Science Direct, SAGE journal, ProQuest dan PubMed untuk pe carian skrining disfagia dan post stroke. Kriteria inklusi yang digunakan adalah untuk publikasi dalam 5 tahun terakhir dari 2017-2022, artikel teks lengkap dan berbicara bahasa Inggris, sesuai judul, dan penelitian retrospective cohort studies. Hasil : Total artikel yang diperoleh dari data base berjumlah 476 artikel. 7 artikel ditinjau secara lengkap dan memenuhi kriteria inklusi. Kualitas studi adalah variabel Pengujian menelan, umumnya dengan air, adalah item yang paling umum diberikan di seluruh studi. Keduanya Item menelan dan nonswallowing diidentifikasi sebagai prediktif aspirasi. Baik protokol menelan maupun validitas konsisten di seluruh studi Kesimpulan: Kombinasi terbaik dari nonswalloing dan menelan barang serta protokol menelan terbaik masih belum jelas. Temuan ulasan ini akan membantu dalam pengembangan instrumen skrining klinis yang valid
Efektivitas Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK )Terhadap Peningkatan Pengetahuan Akseptor KB Suntik 1 Bulan di PMB Bidan Mira Kurnia Tahun 2022 Kurnia, Mira; Khairiah, Khairiah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu kesehatan preventif yang palin dasar dan utama bagi wanita. Banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Salah satu cara yang bisa digunakan dalam membantu ibu dalam memilih KB adalah menggunakan alat bantu pengambilan keputusan. Data dari PLKB Kecamatan Rangkasbitung di bulan Januari-Agustus tahun 2022 didapati hasil bahwa pasangan usia subur yang aktif menggunakan KB sebanyak 9539 diantaranya yang berhenti menggunakan KB sebanyak 106 pus penyebabnya adalah mereka yang tidak cocok menggunakan KB sebelumnya, ingin memiliki anak lagi, dan pasangan yang sudah meninggal. Tujuan: Untuk Mengetahui “Efektivitas Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK ) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Akseptor KB Suntik 1 Bulan Di Pmb Bidan Mira Kurnia Tahun 2022. Metode penelitian :Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah adalah penelitian kuantitatif Penelitian ini merupakan penelitian metode quasi eksperimental dengan design Pre and Post Test with Control Group Design. Jenis penelitian yang digunakan bersifat penelitian berdasarkan Angket .Teknik pengambilan sampel ini dengan purposive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu 88 orang lansia sedangkan sempel diambil dengan menggunakan teknik sempel size sebanyak 48 orang analisis data dengan menggunakan quisioner uji statistic Wilcoxon. Hasil: Setelah dilakukan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square di peroleh nilai p- value = 0,012 (p<0,05) yang berarti ada hubungan penggunaan alat bantu pengambilan keputusan dengan pemilihan alat kontrasepsi. Kesimpulan : Bahwa “ Ada Efektivitas Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Akseptor KB Suntik 1 Bulan Di Pmb Bidan Mira Kurnia Tahun 2022’’.
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Depresi Pada Penyandang Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Hermawan, Graha Dwi; Purwanti, Okti Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus suatu penyakit yang terjadi karena gangguan metabolisme tubuh pada fungsi insulin yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh. Diabetes mellitus dapat menyebabkan komplikasi. Hal ini dapat menyebabkan munculnya gangguan psikologis salah satunya depresi. Depresi merupakan masalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada peyandang diabetes mellitus. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi depresi salah satunya tipe kepribadian introvert dan esktrovert. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan tingkat depresi pada penyandang diabetes mellitus dengan komplikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah responden 58 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner BDI-II untuk mengetahui tingkat depresi, jung’s type indicator untuk mengetahui tipe kepribadian. Analisa univariat menggunakan statistic deskriptif dan bivariat dengan spearmen’s rho. Hasil penelitian menunjukkan Penyandang diabetes mellitus mayoritas memiliki kepribadian introvert dan tingkat depresi minimal. Ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat depresi dengan nilai P-value 0.014 < 0,05 dengan korelasi cukup dan tidak searah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa memperluas tipe kepribadian dengan macam yang berbeda dan dapat faktor lain yang berhubungan dengan diabetes mellitus.
Cognitive Behavior Therapy (Cbt) Sebagai Terapi Tingkat Stress Pada Lansia Laili, La’isal; Yuniartika, Wachidah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan masa penutupan perubahan.kondisi.fisik merupakan rentang hidup seseorang perubahan ini dimulai dari penandaan pada usia 60 sampai kematian, psikologis dan sosial yang saling berinteraksi. Lansia lebih cenderung mengalami stres sebagai akibat dari perubahan fisik, psikologis, spiritual, dan psikososial yang dialaminya. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk melihat apakah Cognitive Behavior Therapy (CBT) membantu lansia di Desa Gumpang Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo untuk mengurangi stresnya. Penelitian kuantitatif dilakukan, dan desain praeksperimental digunakan untuk penelitian. dengan metode accidental sampling untuk pengambilan sampel. Lansia berusia antara 65 dan 70 tahun, lansia yang mampu melakukan aktivitas fisik sendiri, dan lansia yang menyelesaikan semua aktivitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) memenuhi kriteria inklusi untuk penelitian ini. Data diambil menggunakan instrumen kuesioner DASS yang telah diuji validitas oleh peneliti sebelumnya. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat berbentuk uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, Nilai Z yang didapat -8.122 dengan p-value sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian sebesar 0,05 (0,000 < 0,05) didapati antar pre test dan post test mempunyai perbedaan bermakna yang dilakukan pada Cognitive Behavior Therapy.

Page 3 of 27 | Total Record : 266