Articles
213 Documents
Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pasca Covid Melalui Ekowisata Bahari di Kabupaten Sidoarjo
Pujianto, Wahyu Eko
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7651
Pandemi Covid-19 telah menjadi penghambat bagi perekonomian Indonesia, salah satunya yaitu kegiatan ekonomi di wilayah pesisir Sidaorjo. Pemerintah telah merancang program pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui sektor pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pasca Covid-19 melalui ekowisata bahari di Sidaorjo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan terhadap masyarakat pesisir, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin rendah, dan terhambatnya sistem perekonomian masyarakat. Melalui hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat pesisir Sidaorjo dapat dilakukan melalui pendekatan ekowisata bahari. Pengembangan ekowisata bahari di wilayah pesisir Desa Kalanganyar dan Desa Tlocor dapat dikembangkan melalui strategi ekowisata berkelanjutan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip (1) pengelolaan destinasi, (2) pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat lokal, (3) pelestarian budaya bagi masyarakat lokal dan pengunjung, serta (4) konservasi lingkungan. Strategi pengembangan ekowisata bahari memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di masa pasca pandemi Covid-19, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah terkait kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, khususnya pada sektor ekowisata bahari yang memiliki kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat dan sistem perekonomian nasional.
Potensi Industri Pangan dalam Pengembangan Pariwisata Bromo: Persepsi Penduduk Desa Wonokitri
Krisbianto, Oki;
Minantyo, Hari;
Sahertian, Juliuska
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7656
Pembangunan pariwisata di kawasan Bromo berpotensi merusak budaya Tengger akibat masuknya budaya asing yang dibawa wisatawan, seperti tergilasnya pangan warisan budaya Tengger oleh jenis makanan yang lebih populer dikenal wisatawan. Peran industri pangan penting untuk mendukung citra pangan warisan budaya Tengger, antara lain meningkatkan kapasitas produksi, sanitasi, keamanan, standar kualitas, umur simpan, dan penanganan limbah makanan. Permasalahan yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia hingga teknologi masyarakat Tengger serta seberapa jauh kesediaan masyarakat Tengger dalam menyerap perkembangan zaman tanpa mengubah adat budaya tradisional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Pasuruan, terhadap potensi pengembangan industri pangan di sana. Metode penelitian yang dipilih adalah penelitian kuantitatif secara sampling kuota terhadap 400 orang penduduk Desa Wonokitri di Pasuruan dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa meskipun mayoritas responden berpendapat bahwa industri pangan sangat mungkin untuk didirikan di Wonokitri, kurangnya minat penduduk dan kurangnya keterampilan menjadi penghambat yang paling utama. Selain itu, kurang dari separuh responden terjangkau penyuluhan dan kurang dari seperempatnya terjangkau bantuan modal pemerintah. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata Bromo yang berkelanjutan, baik untuk konservasi alam maupun konservasi budaya Tengger.
Strategi Pengembangan Potensi Gunung Demang Dalam Mendukung Pencanangan Desa Wisata Di Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya
Yustiana, Wita;
Fadjarajani, Siti;
As`ari, Ruli
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7793
Pengembangan pariwisata sangat dibutuhkan agar dapat menarik wisatawan untuk dapat berkunjung pada suatu objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wisata Gunung Demang yang dapat digunakan oleh pemerintah desa, pengelola wisata maupun masyarakat lokal dalam mendukung pencanangan Desa Wisata di Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa objek wisata Gunung Demang memiliki potensi alam, potensi budaya dan potensi buatan yang ideal untuk dikembangkan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pengembangan potensi wisata Gunung Demang yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam proses pengembangan potensi wisata desa Gunung Demang dalam mendukung pencanangan Desa Wisata di Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya yaitu: 1) Strategi pengembangan wisata berbasis kepedesaan melalui potensi alam dan budaya 2) Strategi pengembangan sarana dan prasarana wisata 3) Strategi pengembangan wahana 4) Strategi pengembangan makanan/minuman khas Kawasan Gunung Demang 5) Strategi pengembangan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 6) Strategi pengembangan pemasaran dan promosi pariwisata 7) Strategi pengembangan penampilan kesenian tradisional dan atraksi 8) Strategi pengembangan Sapta Pesona.
Pemulihan Sektor Pariwisata: Memahami Kepribadian UMKM
Setiawan, Margareth
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7811
Kepribadian merek merupakan topik yang banyak dibahas dalam banyak penelitian. Namun, sebagian besar penelitian tersebut berbicara tentang kesesuaian kepribadian merek dengan kepribadian pengguna. Belum banyak yang membahas mengenai kesesuaian antara kepribadian pemilik-manajer di UMKM dengan kepribadian merek yang mereka miliki. Padahal dengan menyadari adanya kesesuaian antara kepribadian pemilik-manajer dengan kepribadian merek yang dibentuknya, akan lebih mudah bagi pelaku UMKM untuk menentukan tujuan dan strategi bisnis. Dengan demikian, tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa memang ada keselarasan antara kepribadian pemilik-manajer UMKM dengan kepribadian merek yang mereka bentuk, meskipun proses ini tidak mereka sadari. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dengan empat manajer pemilik UMKM di destinasi wisata belanja dan kuliner Kota Bandung. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan hasil bahwa pemilik-manajer UMKM secara naluriah memanusiakan usahanya. Peta jalan manajerial untuk membentuk kepribadian merek juga diberikan berdasarkan hasil penelitian ini. Ini adalah studi pertama yang membuktikan dampak atribut pribadi pemilik-manajer UMKM destinasi wisata belanja dan kuliner terhadap personifikasi merek yang terlihat melalui identitas dan citra merek yang sesuai dengan nilai diri dan sifat pemilik. Studi ini membantu memberikan saran dalam pemulihan sektor pariwisata khususnya di Kota Bandung. Para pemilik-manajer UMKM dapat menggunakan model yang dikembangkan oleh penulis untuk menerapkan strategi pemerekan yang lebih baik dalam menarik wisatawan. Semakin banyak bisnis yang mampu mengembangkan citra merek yang berbeda, maka semakin tinggi daya saing mereka.
Stakeholder Management Pada Situs Warisan Budaya
Fadilah, Rifa Jauza;
Nuraeni, Ina;
Sholeh, Ibnu;
Noor, Any Ariani;
Karmawati, Hennidah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7849
Candi Borobudur adalah salah satu destinasi wisata yang menjadi World Heritage Site (WHS) yang ditetapkan oleh UNESCO. Sebagai WHS tentunya pengelolaan candi Borobudur ini tidak terpaku pada bidang pariwisata saja, namun diiringi dengan pelestarian cagar budaya. Kedua hal ini tentunya saling bertolak belakang. Pada awal pandemi, candi Borobudur sempat ditutup dengan tujuan pelestarian. Hal ini memberikan dampak besar bagi stakeholders seperti masyarakat, HPI, dan juga PT TWC. Karena jumlah wisatawan yang berkurang mengakibatkan penurunan pendapatan bagi stakeholders tersebut. Penelitian ini fokus membahas mengenai stakeholder management di situs warisan dunia. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 6 stakeholders yang terlibat dalam program ini dan memiliki perannya masing masing. PT TWC berperan sebagai pengelola zona 2 pada bidang pariwisata, MCB berperan sebagai pengelola zona 1 dalam hal pelestarian cagar budaya, HPI berperan sebagai pemandu wisata, masyarakat berperan sebagai pengrajin sandal upanat, dan media berperan menyebarkan dan mempromosikan candi Borobudur. Penelitian ini memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan manajemen pemangku-kepentingan khususnya dalam pengelolaan situs warisan dunia. Hasilnya juga diharapkan membantu para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan harapan mereka dalam pengelolaan situs warisan dunia tersebut.
Analisis Pola Pergerakan Wisatawan Gen Z Di Yogyakarta yang Berkunjung Ke Candi Prambanan
Ikhwan, Safira Wahida Fajri;
Chendraningrum, Dinarsiah;
Karnawati, Hennidah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7850
Banyaknya wisatawan Gen Z yang datang berkunjung ke Candi Prambanan dari berbagai daerah dan latar belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pergerakan wisatawan Gen Z yang ada di Yogyakarta dengan indikator jenis wisata, akomodasi, dan transportasi. Manfaat penelitian ini sebagai media informasi yang dapat dijadikan sebuah referensi bagi para pelaku usaha pariwisata mengenai pergerakan wisatawan Gen Z. Saat berwisata, tentunya wisatawan Gen Z akan membentuk sebuah pola pergerakan. Pola pergerakan merupakan sebuah perpindahan oleh wisatawan dari satu atraksi ke atraksi wisata lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terstruktur kepada beberapa informan. Hasil dari penelitian ini adalah wisatawan Gen Z lebih menyukai atraksi wisata alam baik itu pegunungan maupun pantai. Kenyamanan dan kebersihan merupakan hal penting dalam pemilihan akomodasi yang sesuai selera wisatawan Gen Z. Mobil merupakan jenis akomodasi yang paling banyak dipilih sebagai moda transportasi saat berwisata, dan pola pergerakan wisatawan Gen Z ada tiga yaitu single point, base site, dan destination region loop. TRANSLATE with x English Arabic Hebrew Polish Bulgarian Hindi Portuguese Catalan Hmong Daw Romanian Chinese Simplified Hungarian Russian Chinese Traditional Indonesian Slovak Czech Italian Slovenian Danish Japanese Spanish Dutch Klingon Swedish English Korean Thai Estonian Latvian Turkish Finnish Lithuanian Ukrainian French Malay Urdu German Maltese Vietnamese Greek Norwegian Welsh Haitian Creole Persian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster Portal Back //
Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Revisit Intention di Museum Wayang Kawasan Kota Tua Jakarta
Angelica, Gloria;
Ardiansyah, Imam
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7855
Kawasannkota tua merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang memiliki beberapa daya tarik salah satunya adalah Museum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan sejauh mana daya tarik wisata mempengaruhi minat wisatawan untuk kembali berkunjung ke Museum Wayang Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atraksi dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Hal ini menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Museum Wayang tidak menarik perhatian pengunjung, serta beberapa fasilitas kurang dikelola dengan baik. Aksesibilitas dan layanan tambahan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali ke Museum Wayang Jakarta. Kemudahan akses dan layanan tambahan menuju Museum Wayang menjadi salah satu faktor wisatawan ingin berkunjung kembali ke Museum Wayang. Saran bagi pengelola Museum Wayang agar dapat meningkatkan dan mengembangkan atraksi wisata dan fasilitas yang ada, serta mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan.
Potensi Penggunaan Influencer Virtual Indonesia Bagi Pemasaran Pariwisata Indonesia
Rustine, Mira;
Indriana, Indriana
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7875
Pesatnya perkembangan pemasaran digital dan teknologi kecerdasan buatan telah melahirkan sebuah strategi baru yaitu penggunaan influencer virtual untuk membantu aktivitas pemasaran. Influencer virtual adalah karakter fiksional hasil teknologi komputer namun memiliki fitur, persona dan interaksi seperti manusia. Penggunaan strategi ini dalam bisnis kian marak, namun belum terdapat kajian yang komprehensif mengenai influencer virtual Indonesia serta peranan mereka dalam pemasaran, termasuk dalam pemasaran jasa pariwisata yang merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan influencer virtual Indonesia dan mengetahui kemungkinan penggunaan mereka untuk pemasaran jasa pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur terhadap literatur ilmiah, artikel serta laporan dari situs yang spesialis membahas influencer virtual serta melakukan observasi media sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat ini di Indonesia terdapat empat influencer virtual wanita yang telah menjadi ikon dari beberapa produk dan jasa. Keempat influencer virtual tersebut memiliki jumlah pengikut media sosial yang banyak, engagement rate yang tinggi, cukup sering mengunggah postingan terkait gaya hidup dan hal-hal yang terkait dengan budaya Indonesia sehingga memiliki potensi untuk membantu aktivitas pemasaran jasa pariwisata Indonesia agar dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dari generasi milenial dan z. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku usaha maupun pemangku kepentingan lainnya dibidang jasa pariwisata Indonesia pada saat merumuskan strategi pemasaran.
Upaya Pengembangan Daerah Wisata: Strategi Pengembangan UKM Indonesia Melalui Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Pemerintah
Sudrajat, Jajat;
Rangkuti, Abdul Haris;
Tjokrowerdojo, Adrianto Wibowo;
Morika, Doni;
Wijanto, Natalia Marijani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7896
Menindaklanjuti dan mendukung Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 (Perpres 2/2022) tentang Pembinaan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021 – 2024. Permasalahannya Perpres ini berlaku sampai tahun 2024, sehingga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KEMENKOPUKM) Republik Indonesia mengundang perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Aliansi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) untuk mengadakan Workshop Kewirausahaan Pusat Kewirausahaan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam membuat Kebijakan Pengembangan Kewirausahaan Nasional dalam Rencana Pembangunan Pemerintah melalui KEMENKOPUKM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) melalui Focus Group Discussion dengan 59 perguruan tinggi yang tergabung dalam APSKI. Hasil dari penelitian ini adalah APSKI mendorong Program Studi Kewirausahaan untuk melakukan branding kewirausahaan dan menjadikan pertumbuhan kewirausahaan sebagai salah satu Indikator Kegiatan Utama. Sebagai studi kasus dalam penelitian ini, Prodi Kewirausahaan Binus Bandung bekerjasama dengan Kelurahan Batununggal Kota Bandung untuk menata dan melengkapi Taman Kota Kelurahan Batununggal sebagai salahsatu solusi membranding UKM di sekitar Taman Kota dan mendukung pengembangkan infrastruktur wisata kuliner Kota Bandung, sebagai model pengembangan ekosistem kewirausahaan dan pengembangan Pariwisata Kota Bandung. Hasil penelitian di taman Kelurahan Batununggal Kota Bandung, banyak infastruktur yang harus ditingkatkan pemeliharaannya, sehingga pengunjung akan lebih nyaman dan UKM yang tertata di sekitar taman kota akan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Transformasi Ekonomi Masyarakat Desa Karangsalam, Baturaden melalui Wisata Curug Telu
Sandrina Anastasya Violin;
Ayu Nur Anisah;
Fanny Seisha Sabrina;
Kartika Prima Dani;
Cika Ayuadela;
Sampari Timotius Msiren
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9862
Era globalisasi saat ini, menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu industri utama dalam pembiayaan ekonomi global. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, khususnya Desa Karangsalam, Kecamatan Baturaden memiliki potensi wisata alam yang besar, seperti Curug Telu. Pengembangan Curug Telu ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal. Beberapa penelitian sebelumnya hanya berfokus pada pengaruh adanya perkembangan desa wisata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana pengembangan objek wisata Curug Telu telah mengubah ekonomi masyarakat Desa Karangsalam, Kecamatan Baturaden, serta memberikan analisis bagaimana masyarakat dan pemerintah desa berperan dalam proses pengembangan objek wisata Curug Telu, sehingga terjadi tranformasi ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif yang melibatkan observasi, wawancara secara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive, serta studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan destinasi wisata Curug Telu memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat desa Karangsalam, Baturaden. Hal ini terlihat dari adanya peralihan profesi yang digeluti oleh masyarakat, yang semula bekerja sebagai buruh tani atau bekerja pada sektor pertanian menjadi buruh harian lepas yaitu sebagai pengelola destinasi wisata serta menjadi pedagang di sekitar Wisata Curug Telu. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang peluang dan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dalam perkembangan suatu wisata. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembang tujuan wisata dan pemerintah lokal dalam merencanakan strategi dalam membangun sebuah wisata dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan sebuah destinasi wisata.