cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 213 Documents
Potensi Penggunaan Influencer Virtual Indonesia Bagi Pemasaran Pariwisata Indonesia Mira Rustine; Indriana Indriana
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7875

Abstract

Pesatnya perkembangan pemasaran digital dan teknologi kecerdasan buatan telah melahirkan sebuah strategi baru yaitu penggunaan influencer virtual untuk membantu aktivitas pemasaran. Influencer virtual adalah karakter fiksional hasil teknologi komputer namun memiliki fitur, persona dan interaksi seperti manusia. Penggunaan strategi ini dalam bisnis kian marak, namun belum terdapat kajian yang komprehensif mengenai influencer virtual Indonesia serta peranan mereka dalam pemasaran, termasuk dalam pemasaran jasa pariwisata yang merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan influencer virtual Indonesia dan mengetahui kemungkinan penggunaan mereka untuk pemasaran jasa pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur terhadap literatur ilmiah, artikel serta laporan dari situs yang spesialis membahas influencer virtual serta melakukan observasi media sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat ini di Indonesia terdapat empat influencer virtual wanita yang telah menjadi ikon dari beberapa produk dan jasa. Keempat influencer virtual tersebut memiliki jumlah pengikut media sosial yang banyak, engagement rate yang tinggi, cukup sering mengunggah postingan terkait gaya hidup dan hal-hal yang terkait dengan budaya Indonesia sehingga memiliki potensi untuk membantu aktivitas pemasaran jasa pariwisata Indonesia agar dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dari generasi milenial dan z. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku usaha maupun pemangku kepentingan lainnya dibidang jasa pariwisata Indonesia pada saat merumuskan strategi pemasaran.
Stakeholder Management Pada Situs Warisan Budaya Rifa Jauza Fadilah; Ina Nuraeni; Ibnu Sholeh; Any Ariani Noor; Hennidah Karmawati
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7849

Abstract

Candi Borobudur adalah salah satu destinasi wisata yang menjadi World Heritage Site (WHS) yang ditetapkan oleh UNESCO. Sebagai WHS tentunya pengelolaan candi Borobudur ini tidak terpaku pada bidang pariwisata saja, namun diiringi dengan pelestarian cagar budaya. Kedua hal ini tentunya saling bertolak belakang. Pada awal pandemi, candi Borobudur sempat ditutup dengan tujuan pelestarian. Hal ini memberikan dampak besar bagi stakeholders seperti masyarakat, HPI, dan juga PT TWC. Karena jumlah wisatawan yang berkurang mengakibatkan penurunan pendapatan bagi stakeholders tersebut. Penelitian ini fokus membahas mengenai stakeholder management di situs warisan dunia. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan kepustakaan. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 6 stakeholders yang terlibat dalam program ini dan memiliki perannya masing masing. PT TWC berperan sebagai pengelola zona 2 pada bidang pariwisata, MCB berperan sebagai pengelola zona 1 dalam hal pelestarian cagar budaya, HPI berperan sebagai pemandu wisata, masyarakat berperan sebagai pengrajin sandal upanat, dan media berperan menyebarkan dan mempromosikan candi Borobudur. Penelitian ini memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan manajemen pemangku-kepentingan khususnya dalam pengelolaan situs warisan dunia. Hasilnya juga diharapkan membantu para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan harapan mereka dalam pengelolaan situs warisan dunia tersebut.
Upaya Pengembangan Daerah Wisata: Strategi Pengembangan UKM Indonesia Melalui Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Jajat Sudrajat; Abdul Haris Rangkuti; Adrianto Wibowo Tjokrowerdojo; Doni Morika; Natalia Marijani Wijanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7896

Abstract

Menindaklanjuti dan mendukung Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 (Perpres 2/2022) tentang Pembinaan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021 – 2024. Permasalahannya Perpres ini berlaku sampai tahun 2024, sehingga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KEMENKOPUKM) Republik Indonesia mengundang perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang tergabung dalam Aliansi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) untuk mengadakan Workshop Kewirausahaan Pusat Kewirausahaan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam membuat Kebijakan Pengembangan Kewirausahaan Nasional dalam Rencana Pembangunan Pemerintah melalui KEMENKOPUKM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) melalui Focus Group Discussion dengan 59 perguruan tinggi yang tergabung dalam APSKI. Hasil dari penelitian ini adalah APSKI mendorong Program Studi Kewirausahaan untuk melakukan branding kewirausahaan dan menjadikan pertumbuhan kewirausahaan sebagai salah satu Indikator Kegiatan Utama. Sebagai studi kasus dalam penelitian ini, Prodi Kewirausahaan Binus Bandung bekerjasama dengan Kelurahan Batununggal Kota Bandung untuk menata dan melengkapi Taman Kota Kelurahan Batununggal sebagai salahsatu solusi membranding UKM di sekitar Taman Kota dan mendukung pengembangkan infrastruktur wisata kuliner Kota Bandung, sebagai model pengembangan ekosistem kewirausahaan dan pengembangan Pariwisata Kota Bandung. Hasil penelitian di taman Kelurahan Batununggal Kota Bandung, banyak infastruktur yang harus ditingkatkan pemeliharaannya, sehingga pengunjung akan lebih nyaman dan UKM yang tertata di sekitar taman kota akan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Revisit Intention di Museum Wayang Kawasan Kota Tua Jakarta Gloria Angelica; Imam Ardiansyah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7855

Abstract

Kawasannkota tua merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang memiliki beberapa daya tarik salah satunya adalah Museum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan sejauh mana daya tarik wisata mempengaruhi minat wisatawan untuk kembali berkunjung ke Museum Wayang Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atraksi dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Hal ini menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Museum Wayang tidak menarik perhatian pengunjung, serta beberapa fasilitas kurang dikelola dengan baik. Aksesibilitas dan layanan tambahan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali ke Museum Wayang Jakarta. Kemudahan akses dan layanan tambahan menuju Museum Wayang menjadi salah satu faktor wisatawan ingin berkunjung kembali ke Museum Wayang. Saran bagi pengelola Museum Wayang agar dapat meningkatkan dan mengembangkan atraksi wisata dan fasilitas yang ada, serta mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan.
Peran Tentara Nasional Indonesia (Kodam I Bukit Barisan) Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba Nalindro Nusantoro; I Made Chandra Mandira; Hanief Saha Ghaur; Arthur Josias Simon Runturambi
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.6886

Abstract

Penelitian ini dilakuan untuk melihat bagaimana peran TNI khususnya Kodam I Bukit Barisan dalam melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yaitu dalam mendukung pengembangan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba yang berkelanjutan dalam bidang sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi. Selanjutnya penelitian ini juga dimaksudkan untuk melihat respon dari kementerian dan lembaga terkait terhadap peran dan keterlibatan TNI melalui berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan DPSP Danau Toba. Tujuan terakhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan merumuskan langkah-langkah TNI selanjutnya dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di DPSP Danau Toba. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan wawancara kepada narasumber kunci, dan didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian yakni peran TNI cukup penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Wilayah Danau Toba dikarenakan TNI memiliki tugas dalam OMSP yang bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mewujudkan kepentingan nasional yakni mendukung pengembangan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba yang berkelanjutan dalam bidang sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi. Kodam I Bukit Barisan telah melaksanakan tugas OMSP salah satunya di bidang pariwisata untuk mendongkrak pariwisata berkelanjutan. Sebagai saran diharapkan penelitian ini bisa dilanjutkan dengan menggunakan metodologi yang berbeda, selanjutnya penelitian ini bisa digunakan sebagai masukan kepada Kodam lainnya yang berada di wilayah DPSP yang ada di Indonesia.
Analisis Strategi Pengembangan Smart Destinations: Perspektif Service-Dominant Logic Angga Wijaya Holman Fasa; Dini Andriani; Irwan Haribudiman; Mahardhika Berliandaldo
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7520

Abstract

Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital (TIK) memberikan pengaruh yang signifikan bagi semakin maraknya usaha pariwisata yang membangun konsep smart destination guna memenuhi keinginan wisatawan. Berdasarkan hasil temuan dari beberapa referensi dan literatur, ternyata terdapat research gap mengenai belum adanya kajian lebih dalam tentang pengembangan strategi smart destination di Indonesia, terutama dalam penggunaan kerangka kerja service-dominant logic yang melibatkan wisatawan dalam pengembangan produk baru (value co-creation). Pendekatan deskriptif kualitatif juga digunakan untuk menggambarkan tingkatan strategi yang dibuat berdasarkan jangka waktu pelaksanaan. Diperoleh tiga berdasarkan jangka waktu pelaksanaan. Pertama, strategi jangka pendek (1-5 tahun) digolongkan dengan fokus program tata kelola smart destination, penggunaan alat berbayar elektronik dan pemasaran berbasis internet. Berikutnya, jangka menengah (5-10 tahun), program yang dilaksanakan antara lain penggunaan kendaraan listrik ramah lingkungan, GPS tracking tourist activity, monitoring pengelolaan lingkungan yang disimpan melalui database online, serta augmented reality for visitor management and interpretation. Terakhir, strategi jangka panjang (>10 tahun) penerapan destination low energy, otomatisasi layanan dan artificial intelegence. Utamanya semua penerapan strategi high technology yang menyesuaikan perkembangan jaman dirancang untuk memberikan kepuasan bagi wisatawan dengan tujuan agar berkunjung kembali dan berimbas pada keberlanjutan destinasi pariwisata. Secara keilmuan, studi ini dapat memberikan usulan alternatif kebijakan yang dapat digunakan bagi pengambil kebijakan dan menambah referensi bagi studi lanjutan terkait pengembangan smart destination.
Potensi Industri Pangan dalam Pengembangan Pariwisata Bromo: Persepsi Penduduk Desa Wonokitri Oki Krisbianto; Hari Minantyo; Juliuska Sahertian
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7656

Abstract

Pembangunan pariwisata di kawasan Bromo berpotensi merusak budaya Tengger akibat masuknya budaya asing yang dibawa wisatawan, seperti tergilasnya pangan warisan budaya Tengger oleh jenis makanan yang lebih populer dikenal wisatawan. Peran industri pangan penting untuk mendukung citra pangan warisan budaya Tengger, antara lain meningkatkan kapasitas produksi, sanitasi, keamanan, standar kualitas, umur simpan, dan penanganan limbah makanan. Permasalahan yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia hingga teknologi masyarakat Tengger serta seberapa jauh kesediaan masyarakat Tengger dalam menyerap perkembangan zaman tanpa mengubah adat budaya tradisional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Pasuruan, terhadap potensi pengembangan industri pangan di sana. Metode penelitian yang dipilih adalah penelitian kuantitatif secara sampling kuota terhadap 400 orang penduduk Desa Wonokitri di Pasuruan dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa meskipun mayoritas responden berpendapat bahwa industri pangan sangat mungkin untuk didirikan di Wonokitri, kurangnya minat penduduk dan kurangnya keterampilan menjadi penghambat yang paling utama. Selain itu, kurang dari separuh responden terjangkau penyuluhan dan kurang dari seperempatnya terjangkau bantuan modal pemerintah. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata Bromo yang berkelanjutan, baik untuk konservasi alam maupun konservasi budaya Tengger.
Kajian Pengembangan Desa Wisata Ngilngof Terintegrasi Melissa Justine Renjaan; Rahmat Abdullah; Musa Putnarubun; Fikih Madilis
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7345

Abstract

Desa wisata Ngilngof telah dikenal melalui destinasi unggulannya yaitu pantai Ngurbloat dengan branding pasir terhalus di Indonesia dan mendapat pengakuan melalui MURI pada tahun 2022. Perkembangan desa wisata Ngilngof saat ini lebih berfokus pada pengembangan destinasi Pantai Ngurbloat, dilain sisi desa wisata Ngilngof memiliki 10 daya tarik wisata lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan potensi desa dan menyusun roadmap pengembangan desa wisata Ngilngof secara terintegrasi. Tujuan penelitian ini untuk memetakan potensi desa wisata dan merumuskan skema pengembangan desa wisata Ngilngof yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskusi kelompok terfokus (FGD). Pendekatan tersebut dipakai untuk memfokuskan diskusi pada penyusunan skema pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pengembangan desa wisata Ngilngof memerlukan 3 tahapan pengembangan meliputi tahap pertama yakni konektivitas dan penguatan tata kelola, kemudian tahap kedua meliputi tahapan transformasi dan inovasi serta tahapan yang ketiga yakni desa wisata Ngilngof berstandar internasioal. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa desa wisata Ngilngof dapat terintegrasi dengan desa–desa penunjang disekitar desa wisata Ngilngof melalui skema pengembangan terintegrasi.
Inovasi Kewirausahaan Sosial Dalam Menangani Produk Agrowisata (Buah Apel dan Strawberi) Melalui Paket Wisata Agro di Kota Batu Garsione Agni Andrea
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7529

Abstract

Inovasi, adaptasi dan kolaborasi sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini agar sebuah produk barang dan/atau jasa dapat selalu diminati dan mendapatkan manfaat secara maksimal. Inovasi ini sangat dibutuhkan oleh pengelola agrowisata agar tidak terjadi kerugian karena adanya pembuangan produk secara langsung. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk menganalisasi inovasi pada kewirausahaan sosial dalam menangani produk agrowisata yang berupa 1) penyelamatan produk agrowisata yang berupa buah (Apel dan Strawberry), dan 2) rangkaian inovasi paket wisata. Metode penelitian untuk menyusun artikel ini dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara langsung pada pengelola agrowisata dan pengelola organisasi sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa produk agrowisata dapat diselamatkan oleh para organisasi sosial melalui pembelian produk agrowisata dengan nilai jual rata-rata (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi) dengan tetap menyelenggarakan aktivitas agrowisata dengan menginovasikan rangkaian paket wisata yang sesuai dengan elemen kepariwisataan. Inovasi dalam paket wisata terdapat perubahan unsur yaitu pada unsur something to buy yang pada dasarnya produk yang dibeli oleh volunter selaku wisatawan berubah menjadi Something to give. Karena barang dan/atau jasa yang dibeli oleh volunter atau wisatawan akan disalurkan kepada masyarakat menengah kebawah untuk meningkatkan gizi makanan hariannya.
Strategi Pengembangan Potensi Gunung Demang Dalam Mendukung Pencanangan Desa Wisata Di Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya Wita Yustiana; Siti Fadjarajani; Ruli As`ari
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7793

Abstract

Pengembangan pariwisata sangat dibutuhkan agar dapat menarik wisatawan untuk dapat berkunjung pada suatu objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wisata Gunung Demang yang dapat digunakan oleh pemerintah desa, pengelola wisata maupun masyarakat lokal dalam mendukung pencanangan Desa Wisata di Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa objek wisata Gunung Demang memiliki potensi alam, potensi budaya dan potensi buatan yang ideal untuk dikembangkan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pengembangan potensi wisata Gunung Demang yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam proses pengembangan potensi wisata desa Gunung Demang dalam mendukung pencanangan Desa Wisata di Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya yaitu: 1) Strategi pengembangan wisata berbasis kepedesaan melalui potensi alam dan budaya 2) Strategi pengembangan sarana dan prasarana wisata 3) Strategi pengembangan wahana 4) Strategi pengembangan makanan/minuman khas Kawasan Gunung Demang 5) Strategi pengembangan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia 6) Strategi pengembangan pemasaran dan promosi pariwisata 7) Strategi pengembangan penampilan kesenian tradisional dan atraksi 8) Strategi pengembangan Sapta Pesona.