cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 226 Documents
Strategi Pengembangan Lahan Sawah sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Segaran Karawang Budiman, Christian Julianto; Pamungkas, Kasno; Endyana, Cipta
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11362

Abstract

Desa Segaran di Kabupaten Karawang memiliki potensi lahan sawah produktif seluas lebih dari 300 hektar yang terintegrasi dengan Kawasan Percandian Batujaya yang bersejarah. Namun, pemanfaatan lahan sawah sebagai daya tarik wisata belum dikembangkan secara optimal, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengembangan agrowisata di daerah lain tanpa menyentuh potensi integrasi dengan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan lahan sawah sebagai daya tarik wisata di Desa Segaran yang terintegrasi dengan kawasan percandian. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam persepsi dan pengalaman para pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan yang mewakili unsur pentahelix, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi agrowisata Desa Segaran didukung oleh lanskap sawah yang asri, kedekatan dengan wilayah metropolitan, serta masyarakat yang telah terbiasa dengan pariwisata. Namun, pengembangan terkendala oleh keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, kapasitas sumber daya manusia, dan promosi. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama yang diintegrasikan ke dalam peta jalan empat fase: penguatan kapasitas komunitas, pengembangan produk dasar, ekspansi pasar, dan konsolidasi berkelanjutan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada pendekatan kualitatif yang tidak dapat digeneralisasi dan belum dikajinya aspek kelayakan ekonomi. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau campuran direkomendasikan untuk menguji efektivitas strategi yang dirumuskan.
Analisa Potensi dan Pengembangan Wisata Berbasis Senior Tourism di Yogyakarta Pramusita, Arina; Carlos Iban
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11437

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia secara global dan nasional mendorong berkembangnya senior tourism sebagai salah satu segmen pariwisata yang strategis. Meskipun Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan edukatif yang potensial bagi wisatawan lansia, kajian empiris dan konseptual mengenai kesiapan fasilitas serta layanan wisata ramah lansia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi dan merumuskan strategi pengembangan senior tourism di Yogyakarta dengan menelaah kesiapan fasilitas dan layanan pada tiga destinasi wisata budaya dan sejarah, yaitu Museum Sonobudoyo, Benteng Vredeberg, dan Monumen Jogja Kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konseptual dengan dukungan observasi eksploratif lapangan dan studi literatur. Analisis didasarkan pada kerangka age-friendly tourism yang mencakup dimensi aksesibilitas fisik, layanan sosial-emosional, serta dukungan manajemen dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga destinasi tersebut memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah lansia, namun tingkat kesiapan fasilitas dan layanan masih bersifat parsial dan belum terintegrasi dalam strategi pengelolaan destinasi. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan pendekatan konseptual integratif berbasis budaya, rekreasi, dan wellness sebagai model pengembangan aktivitas senior tourism di Yogyakarta. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian pariwisata inklusif serta implikasi praktis bagi pengelola destinasi dan perumus kebijakan pariwisata Sonobudoyo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Jogja Kembali.
Implementasi Safety & Security Bus Pariwisata Indonesia: Studi Kasus pada Operator Bus Big Bird Irgi Wibowo, Noor Sultan; Parantika, Asep
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11455

Abstract

Jumlah kecelakaan yang terjadi pada bus pariwisata di Indonesia menunjukkan bahwa peningkatan keamanan dan keselamatan transportasi wisata masih merupakan masalah yang sangat penting. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa sering pengelola bus pariwisata mematuhi kebijakan keselamatan dan keamanan saat menjalankan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah mengenai penerapan kebijakan keselamatan dan keamanan pada operator bus pariwisata Big Bird Jakarta, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi pelaksanaannya. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif dan menggunakan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan pengemudi, pengguna layanan, dan manajemen operasional, serta pemeriksaan dokumen seperti catatan perawatan kendaraan, alat keselamatan, dan standar operasional prosedur (SOP). Keabsahan data dijamin melalui metode triangulasi sumber. Di sisi lain, analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Bird Jakarta telah menerapkan sistem keselamatan dan keamanan yang lengkap, termasuk pembatasan waktu berkendara, pengaturan kecepatan, pemeriksaan kesehatan pengemudi, perawatan rutin armada, dan pelatihan keselamatan. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan meningkat sebagai hasil dari penerapan kebijakan. Meskipun demikian, karena perusahaan sangat bergantung pada sumber daya, masih ada kesulitan untuk memastikan bahwa kebijakan diterapkan secara konsisten di semua level operasional. Studi ini hanya melihat satu pengelola bus wisata, jadi harus ada penelitian tambahan yang melibatkan lebih banyak operator dan menggunakan pendekatan metodologi campuran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang bagaimana Sistem Manajemen Keselamatan (SMS) diterapkan dalam transportasi darat di Indonesia.
Eksplorasi Nilai-nilai Budaya Betawi sebagai Ruh SOP Hospitality Ramah Budaya Pada Industri Hotel di Jakarta Lu'luwatin Rosdiana Aprilia; Alqorri Alalia Suharja; Pasha Qamila Idris; Kartika Alifia Julie; Nayla Syakira Balqis; Marthika Nour Chofifah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11458

Abstract

Integrasi budaya lokal dalam layanan hotel merupakan strategi penting untuk menciptakan pengalaman tamu yang autentik sekaligus memperkuat identitas destinasi. Namun, praktik perhotelan di Jakarta masih didominasi pendekatan layanan modern-global, sementara nilai budaya Betawi umumnya hanya dihadirkan secara simbolik melalui dekorasi dan elemen visual. Kesenjangan riset muncul karena belum adanya kajian yang secara sistematis mengintegrasikan nilai-nilai budaya Betawi ke dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan hotel yang aplikatif. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana mengidentifikasi nilai budaya Betawi yang relevan dengan praktik hospitality modern serta merumuskannya ke dalam model SOP berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan merancang model SOP Hospitality Ramah Budaya (Betawi Values) melalui pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) di dua hotel di Jakarta dan satu pusat budaya Betawi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi empat nilai utama budaya Betawi—kesantunan, gotong royong, keterbukaan, dan musyawarah—yang dioperasionalkan ke dalam SOP melalui lima tahapan: identifikasi nilai, seleksi nilai, perumusan SOP per divisi, pelatihan dan implementasi, serta evaluasi berkala. Temuan menunjukkan bahwa SOP berbasis budaya Betawi mampu menciptakan layanan yang lebih personal, hangat, dan autentik tanpa mengabaikan standar profesional hospitality. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup lokasi yang terbatas dan belum mengukur dampak kuantitatif terhadap kepuasan tamu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek studi dan mengombinasikan pendekatan kuantitatif guna menguji efektivitas model SOP secara empiris.
Pengaruh Servqual dan Customer Value Terhadap Consumer Loyalty: Studi Empiris Restoran Sushi di Kota Batam Sihombing, Dame Afrina; Lie, Susanto; Hariyanto, Oda Ignatius Besar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11530

Abstract

Persaingan industri restoran Jepang di Indonesia, khususnya restoran sushi, semakin ketat sehingga menuntut pengelola untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjungan kembali konsumen. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap kepuasan dan perilaku konsumen, kajian empiris yang secara spesifik menguji hubungan variabel-variabel tersebut pada konteks restoran sushi di Kota Batam masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap revisit intention dengan satisfaction sebagai variabel mediasi pada pelanggan restoran sushi di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 285 responden yang pernah berkunjung ke restoran sushi di Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived service quality dan perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap satisfaction, serta secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Satisfaction terbukti memiliki peran penting dalam memperkuat niat kunjungan kembali konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur pemasaran jasa, khususnya dalam konteks wisata kuliner Jepang, serta implikasi praktis bagi pengelola restoran dalam meningkatkan kualitas layanan dan nilai yang dirasakan konsumen. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu kota dengan desain cross-sectional dan belum memasukkan variabel lain seperti e-WOM, kepercayaan, dan inovasi layanan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks dan model penelitian.
Dampak Strategi Kampanye Digital Marketing terhadap Peningkatan Kunjungan pada Taman Botani Sukorambi Jember Ahmad, Alifian Rizzalul; Suryadinata, Ningrum; Aprilia, Jesika Wanda
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11564

Abstract

Taman Botani Sukorambi di Kabupaten Jember merupakan destinasi agrowisata yang memiliki potensi besar melalui konsep edukatif dan alami, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berfluktuasi sehingga menunjukkan belum optimalnya strategi promosi yang diterapkan. Dalam konteks perkembangan teknologi digital, strategi kampanye digital marketing menjadi alternatif yang relevan untuk meningkatkan daya saing destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Marketing (SMM), Website Marketing (WM), dan User Generated Content (UGC) terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan (PKW), serta menguji peran UGC sebagai variabel moderasi pada hubungan tersebut di Taman Botani Sukorambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Website Marketing dan User Generated Content berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan, sedangkan Social Media Marketing tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, Social Media Marketing dan Website Marketing berpengaruh signifikan terhadap pembentukan User Generated Content, namun UGC tidak terbukti memoderasi hubungan antara SMM maupun WM terhadap peningkatan kunjungan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi website resmi dan penguatan partisipasi pengunjung dalam menghasilkan konten digital lebih efektif dalam meningkatkan kunjungan dibandingkan promosi media sosial yang bersifat informatif semata. Penelitian ini terbatas pada satu objek wisata dan menggunakan pendekatan cross-sectional, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek kajian pada beberapa destinasi sejenis serta menggunakan pendekatan longitudinal atau menambahkan variabel lain seperti citra destinasi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.