cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 201 Documents
Mengharmoniskan Modernitas dan Budaya di Lembang: Desain Villa Berkelanjutan Untuk Pariwisata Dananjaya, Ahmad Ghazy
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9920

Abstract

Fenomena pertumbuhan pariwisata di Lembang, khususnya di Desa Pagerwangi, menghadirkan tantangan dalam menciptakan desain villa yang dapat mengharmoniskan modernitas dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi desain villa berkelanjutan yang mencerminkan nilai-nilai budaya masyarakat setempat, sekaligus memenuhi tuntutan pariwisata modern. Menggunakan metode kuantitatif inferensial, penelitian ini melibatkan 300 responden untuk memahami preferensi desain dan penerimaan terhadap elemen budaya dalam konteks keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain villa yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal mampu meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, sekaligus mendukung pelestarian identitas budaya desa. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka kerja desain yang menggabungkan elemen modern dan tradisional, serta prinsip keberlanjutan dalam konteks pariwisata di Desa Pagerwangi. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembang dan arsitek dalam menciptakan villa yang tidak hanya estetis tetapi juga berkelanjutan dan berakar pada budaya lokal
Keputusan Wisata Generasi Z: Eksplorasi Peran Media Sosial di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi Hana Fibri, Yosi; Ernawati, Ernawati
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9984

Abstract

Pariwisata di era digital mengalami perubahan signifikan, terutama dalam preferensi wisata Generasi Z yang sangat dipengaruhi oleh media sosial. Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan sebagai destinasi edukatif dan budaya memiliki potensi besar, namun terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi keputusan kunjungan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wisata Generasi Z dalam mengunjungi destinasi ini. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan sepuluh informan melalui wawancara semi-terstruktur untuk memahami motivasi dan pengalaman mereka. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dalam keputusan wisata mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, terutama Instagram dan TikTok, berperan penting dalam memberikan inspirasi dan membentuk preferensi wisata Generasi Z. Selain itu, kebutuhan akan pengakuan sosial, proses perencanaan yang matang, kemudahan dalam pemesanan, serta evaluasi pasca kunjungan menjadi faktor signifikan dalam pengalaman wisata mereka. Generasi Z cenderung memilih destinasi yang memiliki daya tarik visual, aksesibilitas informasi yang mudah, serta fasilitas yang mendukung pengalaman mereka untuk dibagikan di media sosial. Temuan ini memberikan wawasan bagi pengelola destinasi dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Rekomendasi utama mencakup optimalisasi pemasaran digital, peningkatan keterlibatan dengan audiens melalui media sosial, serta pengembangan fasilitas dan layanan yang mendukung kebutuhan generasi muda dalam berbagi pengalaman wisata mereka secara daring.      
Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Desa Kupang Kecamatan Jetis Mojokerto Wildan Satya Anendra; I Komang Astina; Yuswanti Ariani Wirahayu; Waode Yunia Silviariza
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10021

Abstract

Ciri khas dari Desa Kupang ini yaitu memiliki potensi daya tarik pemandangan alam dan religinya dengan topografi wilayah di dominasi kawasan perbukitan terutama dimininati oleh masyarakat perkotaan. Terdapat beberapa tantangan seperti kapasitas pengunjung, infrastruktur pendukung, kemampuan sumber daya manusia (SDM), dan pemasaran yang hanya mengandalkan mulut ke mulut tentu menjadi kendala bagi pengunjung untuk berwisata ke obyek wisata Desa Kupang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji strategi pengembangan wisata berkelanjutan yang baru dan inovatif di desa Kupang. Jenis metode penelitian yang diterapkan oleh pengkaji kali ini yaitu deskriptif. Sumber data pengumpulan yang dipakai ialah data primer dengan observasi secara langsung, dan wawancara dengan informan tertentu. Teknik analisis data yang dipakai adalah analisis 4A dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi kuat dari Desa Kupang namun perlu dimaksimalkan kembali agar dapat menjadi desa wisata maju. Adanya keunggulan daya tarik pemandangan pegunungan dan atraksi wisata edukasi Bukit Kayoe Putih. Strategi pengembangan yang paling efektif menggunakan strategi SO Kuadran 1 Progresif. Seperti melakukan promosi dengan lebih mengeksplor keunikan Desa Kupang, membuat inovasi baru dari segi video maupun gambar, mengajak masyarakat ikut andil dalam kegiatan pemasaran, dan lebih memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Diharapkan pula dibentuk POKDARWIS agar pengurus pariwisata setempat berjalan dengan optimal.
Analisis Multiplier Effect Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas Hamdani, Ayu Tiara; Dewi Rachmawati; Yesi Pandu Pratama Wibowo DC; Jati Paras Ayu; Siti Adelita Raif
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10085

Abstract

Labuan Bajo adalah  destinasi pariwisata super prioritas yang  dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2019 untuk mengakselerasi  pengembangan wisata Indonesia. Sehingga tidak hanya mengandalkan Bali sebagai tujuan wisata utama. Pengembangan pariwisata ditujukan untuk  pengembangan berkelanjutan guna  memberikan manfaat sekarang dan masa yang akan datang. Selain itu pembangunan berkelanjutan juga memberikan dampak  positif bagi masyarakat terutama perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak perekonomian berganda  (multiplier effect) dalam pariwisata Labuan Bajo. Bagaimana hasil pariwisata  memberikan manfaat langsung, tidak langsung juga tambahan bagi  masyarakat Labuan Bajo. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap  17 informan yang terdiri dari pemerintah daerah Labuan Bajo, pelaku usaha pariwisata, tenaga  kerja, kelompok sadar wisata, wisatawan dan masyarakat lokal. Nilai efek berganda dihitung untuk mengetahui peningkatan ekonomi masyarakat Labuan Bajo. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan pariwisata di Labuan Bajo sebagai pariwisata super prioritas di Indonesia berkembang pesat yang ditandai dengan peningkatan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal ini juga berimbas pada peningkatan  pendapatan daerah yang meningkat, juga dampak ekonomi  pada masyarakat lokal. Melalui penghitungan multiplier effect dapat diketahui bahwa adanya pariwisata berdampak pada  peningkatan ekonomi masyarakat. Penyebaran wisatawan di destinasi wisata  terfokus pada kawasan Taman Nasional Komodo, sehingga perputaran ekonomi  berdampak langsung pada kawasan  tersebut. Hal ini tentunya menjadi masukan bagi pemangku  kebijakan untuk mengembangkan potensi wisata lain baik alam dan budaya agar  dampak ekonomi dapat  lebih dirasakan oleh seluruh masyarakat Labuan Bajo kabupaten  Manggarai Barat.
Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Komitmen Karyawan: Studi Kualitatif Pada Rocky Plaza Hotel Yosanti, Febrisa; Ferdian, Feri
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10092

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya budaya organisasi, penghargaan, komunikasi internal, dan lingkungan kerja dalam menciptakan kenyamanan karyawan di industri perhotelan. Banyak hotel menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman meskipun telah menerapkan budaya organisasi yang positif. Gap masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya penelitian yang menghubungkan faktor-faktor tersebut secara holistik untuk mengukur pengaruhnya terhadap kenyamanan dan komitmen karyawan, terutama di Hotel Plaza Rocky Padang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya organisasi, penghargaan, dan komunikasi internal mempengaruhi kenyamanan karyawan di Hotel Plaza Rocky Padang, serta tantangan yang dihadapi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, penghargaan, dan komunikasi internal terhadap kenyamanan karyawan, serta memberikan rekomendasi bagi manajemen hotel dalam meningkatkan kenyamanan karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam kepada tujuh informan yang bekerja di berbagai divisi hotel. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk menemukan pola-pola yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang terbuka dan komunikasi internal yang efektif berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan karyawan. Namun, tantangan terkait komunikasi antar departemen masih perlu diperbaiki. Rekomendasi yang diberikan adalah untuk meningkatkan komunikasi internal, memperkuat budaya kekeluargaan, dan meningkatkan fasilitas fisik di lingkungan kerja untuk meningkatkan kenyamanan karyawan.
Efektivitas Komunikasi Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia Sebagai Wisata Sejarah Terhadap Gen Z Batubara, Rima Pratiwi; Angelica, Easter
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9861

Abstract

Museum Munasain adalah salah satu museum yang ada di Kota Bogor yang memamerkan tentang sejarah alam dan hasil-hasil hayati serta pemanfaatan tumbuh-tumbuhan oleh etnis di Indonesia. Salah satu permasalahan dalam wisata sejarah ini adalah museum dianggap kurang menarik minat Gen Z. Eratnya hubungan Gen Z dengan media sosial juga mempengaruhi antusiasme Gen Z untuk berkunjung ke museum. Hal ini menjadikan cara komunikasi menjadi salah satu indikator bagi Gen Z untuk berkunjung ke museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi Museum Munasain sebagai Wisata Sejarah terhadap Gen Z. Penelitian ini dilakukan di Museum Munasain, Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, menampilkan data, dan kesimpulan. Efektivitas komunikasi dinilai berdasarkan tujuh indikator yaitu, credibility, context, content, clarity, continuity and consistency, channel dan capacity of audience. Alat olah data yang dipakai adalah Nvivo 12 Plus. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, semua indikator efektivitas komunikasi berpengaruh pada ketertarikan Gen Z untuk mengunjungi museum. Meskipun demikian, efektivitas komunikasi pada Museum Munasain harus ditingkatkan lagi.
Strategi Keberlanjutan Usaha Sate Ikan Tanjung: Melestarikan Kuliner Khas Lombok di Tengah Persaingan Kuliner Satria Rusdy Wijaya; Hidayatullah, Muhammad Adieb; Muhammad Syarihudin
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan bisnis sate ikan Tanjung sebagai kuliner khas Lombok, mengingat pentingnya pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha kuliner lokal. Industri kuliner yang berkembang pesat memerlukan strategi yang komprehensif untuk mempertahankan keberlanjutan di tengah tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tematik untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Objek penelitian berfokus pada Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sate ikan Tanjung memiliki persepsi positif di kalangan wisatawan dan masyarakat lokal sebagai kuliner unik dengan cita rasa khas. Pedagang menggunakan strategi seperti penggunaan bahan baku ikan segar, penyesuaian harga, promosi media sosial, dan layanan pesan antar untuk menjaga keberlanjutan usaha. Faktor penentu keberlanjutan termasuk kualitas bahan baku, fluktuasi harga, dukungan pemerintah, serta keterlibatan keluarga dalam produksi. Pemerintah daerah berperan penting dalam pembinaan, pemasaran, pelatihan, dan inovasi produk melalui Dinas Pariwisata. Keberlanjutan bisnis ini dipengaruhi oleh sinergi antara pedagang, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang. Novelty penelitian ini terletak pada analisis komprehensif yang menggabungkan faktor internal dan eksternal yang belum banyak dikaji sebelumnya, memberikan kontribusi terhadap pemahaman keberlanjutan usaha kuliner lokal di Lombok.
Wacana Penerapan Geofence Untuk Meningkatkan Edukasi dan Pengalaman Wisatawan Pada Situs Kota Lama Semarang Setiadi, Herman; Romadhona, Aditya; Muhammad, Syarif Kavi
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.9918

Abstract

Kota Lama Semarang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Namun, keterbatasan akses informasi dan kurangnya integrasi infrastruktur pariwisata cerdas menghambat apresiasi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi infrastruktur pariwisata cerdas dan merancang penerapan geofence guna meningkatkan edukasi dan pengalaman wisatawan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis spasial menggunakan kernel density dan buffering area untuk menentukan area optimal penempatan geofence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur pariwisata cerdas yang ada dapat diintegrasikan dengan inovasi geofence. Analisis spasial mengidentifikasi enam area strategis untuk penerapan geofence yang dapat meningkatkan pengalaman wisatawan melalui notifikasi berbasis lokasi. Notifikasi ini memberikan informasi sejarah, panduan arah, dan edukasi pelestarian secara real-time. Inovasi ini diharapkan memperkaya pengalaman wisatawan, meningkatkan kesadaran pelestarian cagar budaya, dan mendukung pengelolaan destinasi berkelanjutan. Namun, tantangan seperti akurasi gps, privasi data, dan konektivitas perlu diatasi melalui kebijakan privasi yang kuat, pengembangan aplikasi yang intuitif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Pengelolaan Ekowisata Berbasis Ketahanan Ekologi dan Sosial untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Gili Trawangan, Lombok Utara Uwi Martayadi; I Wayan Suteja; Wisnu Adi Bhakti; Bunga Fadhila Cantika Dewi
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10011

Abstract

Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang terkenal di Indonesia. Pulau ini memiliki keindahan dan keanekaragaman hayati terutama terumbu karang dan beberapa biota laut yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk snorkeling, diving, dan wisata bahari lainnya. Namun, perkembangan pariwisata yang begitu pesat di Gili Trawangan dapat membawa ancaman dan tantangan. Aktivitas wisata yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang dan pencemaran lingkungan. Kerusakan terumbu karang berdasarkan data awal yang disampaikan Koordinator Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Wilayah kerja Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air per 8 Mei 2024 seluas 1.160 meter, namun bisa diprediksi area kerusakannya bisa meluas karena ada yang belum terlihat. Rumusan masalah penelitian ini yaitu, bagaimanakah pengelolaan ekowisata dalam membangun ketahanan ekologi dan sosial untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Gili Trawangan? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ekowisata dalam membangun ketahanan ekologi dan sosial untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Gili Trawangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata di Gili Trawangan dikelola oleh masyarakat setempat dibantu oleh organisasi peduli lingkungan. Ketahanan ekologi dilakukan dengan melakukan konservasi, pembersihan setiap hari Jum’at, patroli polisi laut, dan pembagian sistem zonasi. Sedangkan ketahanan sosial dilakukan dengan penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat, dan bermitra dengan berbagai pihak. Novelty dari penelitian ini yaitu penggabungan aspek ekologi dan sosial dalam memecahkan masalah, melibatkan stakeholder dalam semua proses, dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata di Gili Trawangan.
Analisis Penerapan Community Based Tourism Pada Wisata Kampung Keramik Dinoyo, Kota Malang Dwi Raharjo; Yuswanti Ariani Wirahayu
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10051

Abstract

Wisata Kampung Keramik Dinoyo adalah destinasi wisata yang terletak di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Destinasi ini dikembangkan dengan menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT). Pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) perlu mencakup lima aspek penting dalam pengembangannya, meliputi; ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan politik. Penelitian tentang Community Based Tourism (CBT) telah banyak dilakukan, namun fokus pada implementasinya di Wisata Kampung Keramik Dinoyo masih terbatas. Studi ini bertujuan mengisi kekosongan literatur dengan mengkaji penerapan aspek-aspek CBT di kawasan tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mendalam terhadap penerapan konsep Community Based Tourism (CBT) di Wisata Kampung Keramik Dinoyo, yang belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini berbeda dengan sebelumnya yang berfokus pada aspek ekonomi atau keberlanjutan secara umum, penelitian ini mengidentifikasi penerapan prinsip CBT, seperti partisipasi aktif masyarakat, distribusi manfaat ekonomi yang adil, serta keberlanjutan sosial dan lingkungan dalam pengelolaan wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek ekonomi, telah diterapkan pendanaan pengembangan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dari pariwisata, dan joint venture. Aspek sosial, terdapat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, peningkatan kualitas hidup, pembagian peran yang setara, serta pemberdayaan komunitas. Aspek budaya terdapat, upaya pelestarian budaya lokal dan pertukaran budaya telah diterapkan. Aspek lingkungan terdapat, diterapkan konsep daya dukung wilayah dan pengelolaan sampah. Aspek politik terdapat, terdapat konsolidasi institusi dan peningkatan keterlibatan masyarakat lokal.