cover
Contact Name
Yurnalis
Contact Email
yurnalis@umsb.ac.id
Phone
+6281374631214
Journal Mail Official
yurnalis@umsb.ac.id
Editorial Address
Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Inovasi Pendidikan: Jurnal Pendidikan
ISSN : 19796307     EISSN : 26558475     DOI : https://doi.org/10.31869/ip.v9i1.3272
Core Subject : Education,
Inovasi Pendidikan, merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang diterbitkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang eksakta, pendidikan/sosial dan agama islam untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format tanpa mengubah maksud. Syarat-syarat dan cara penulisan tulisan dapat dilihat pada halaman pedoman bagi penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 218 Documents
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VII SMP DI KECAMATAN RAMBAH HILIR Nurul Afifah, Darmin Sayuti, Pramono
Inovasi Pendidikan Vol 1, No 17 (2017): Inovasi Pendidikan Volume 1 Nomor 17, Maret 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.479 KB) | DOI: 10.31869/ip.v1i17.198

Abstract

This research purposed on knowing the set of problems on curriculum 2013 implementation in biology learning process in VIIth grade junior high school in Rambah Hilir subdistrict. This research has been done from July until December 2015. The method that has been use is descriptive qualitative with questionnaire. Populations and samples of this research are 6 teachers from 11 schools. The result of this research gained from questionnaire data analysis with 87,97% average percentage with very good criteria. The set of problems the VIIth grade junior high school teachers in Rambah Hilir subdistrict deal with on curriculum 2013 implementation in biology learning process are availability of books and supporting infrastructure that not quite enough, very short in time coaching, limited media utilizing and the very hard appraisal that also needs a lot of time. Key Word: descriptive qualitative, curriculum 2013, The set of problems
LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN KONSELING MEMUDAHKAN SISWA/I MEMILIH PERGURUAN TINGGI DAN PROGRAM STUDI SESUAI MINAT DAN KEMAMPUAN PADA SISWA/I KELAS XII IPA3 SMAN 1 PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Ramadhanis Ramadhanis
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6. No 1, Jilid 2, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.78 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1340

Abstract

Action Research This service leads more to career guidance and counseling, aimed at facilitating the development, exploration, aspiration and career decision making throughout the life span of students / counseling. The research subjects were students of class XII IPA 3 at SMAN 1 Pulau Punjung using an open questionnaire in which respondents gave freedom in giving choice answers according to knowledge. In the first cycle of counseling information services carried out 3 students the same or 15% of 20 students / i the condition is quite good level (11-15), and 14 students or 70% of 20 students / i are in poor condition (> 10), 3 students or 15% of 20 students / conditions are in a good level (16-20). In the second cycle, the results of 16 people were drawn or 80% of the 20 students were at a level capable of making decisions to choose universities and study programs in accordance with their interests and abilities with good quality. In the second cycle of the results of the observation the average value of students achieve good quality. In the second cycle the results of reflection III showed a success rate of 18 people or 90% of the 20 students / conditions were at a level capable of making decisions to choose colleges and study programs according to their interests and abilities with good quality (16-20), and 2 people or 10 % of 20 students / i, are very capable of making decisions to choose universities and study programs with good quality.Keywords: Election decision making, universities and study programs, information services
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL TEAM GROUP TOURNAMENT SISWA SDN AMBACANG KAMBA KECAMATAN NELI YARTI NELI YARTI
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.547 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.809

Abstract

Berdasarkan pengalaman penulis di SDN 12 Sitiung bahwa guru belum memanfaatkan media yang sesuai dalam menyajikan suatu materi pembelajaran PKn, sehingga hal ini menyebabkan peserta didik kurang termotivasi dan kurang memahami konsep pembelajaran yang disajikan, hal ini tergambar dari hasil belajar peserta didik   pada saat evaluasi setelah pembelajaran berakhir hanya mencapai nilai rata-rata 62 pada materi yang di ajarkan, sedangkan  standar nilai di sekolah itu adalah 75, jadi nilai yang di capai masih di bawah standar. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa maka penulis menggunakan media Gambar Dalam Pembelajaran PKn dengan Tema Kedisiplinan. Media gambar merupakan sarana yang dapat membantu proses belajar mengajar, sarana itu mencapai proses pembelajaran siswa dan dapat membuat pembelajaran menarik dan relatif lebih mudah. Media gambar dapat membantu siswa dan guru untuk menciptakan proses pembelajaran lebih baik jika dipakai dengan tepat. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Dari data penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa. Ini terlihat dari nilai pra siklus rata-ratanya 61,3 meningkat 8,7% jadi 70. Dan nilai rata-rata pada siklus II meningkat lagi 13% yakni menjadi 83. Jadi setelah proses pembelajaran dilaksanakan dalam 2 siklus didapatkan 13 siswa dari 15 siswa yang nilainya berada diatas KKM yang ditetapkan. Kata Kunci: gambar, hasil belajar PKn, materi kedisiplinan
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENJASKES DI KELAS IV SD NEGERI 44 LUBUK ANAU KECAMATAN BAYANG jon ahmadi
Inovasi Pendidikan Vol 1, No 17 (2017): Inovasi Pendidikan Volume 1 Nomor 17, Maret 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.851 KB) | DOI: 10.31869/ip.v1i17.189

Abstract

PE lesson plan using audio-visual media are arranged in the form of Learning Implementation Plan (RPP) which is adapted to the curriculum. This lesson plan is based on the stages of the use of audio-visual media in teaching PE consists of three stages, namely: a) the preparation phase, b) the stage of implementation / presentation and c) follow-up phase. PE learning implementation using audio-visual media is done in accordance with the learning steps that have been designed. PE learning implementation using audio-visual media can be done in several stages, namely the preparatory phase which includes: studying, preparing and ensuring the tool / media to function properly; express purpose of learning; schemata raise learners; then conditioning the learners to observe film / video gymnastics physical fitness. The results showed an increase in the study of students in learning PE by using audio-visual media in the fourth grade SDN 44 Lubuk Anau. In the first cycle gained 6.5% the percentage of completeness. The percentage of completeness in the second cycle increased to 8.5%. Keywords: Media Audio Visual, Learning Outcomes, PE
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) YANG DIAWALI DENGAN PEMBERIAN TUGAS RUMAH DI KELAS X.3 SMA N 1 PULAU PUNJUNG Agustin, M. N Agustin, M. N
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.138 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.800

Abstract

The problem of this research was students’activities in studying biology at X 3 class of SMAN 1 Pulau Punjung seemed low. Therefore, the researcher did this Classroom Action Research. The objective of this research was to find out whether the students’ activities in studying biology could be improved through applying Numbered Head Together model, which was started by giving home task. The participants of this research were the students of X 3grade in SMA N Pulau Punjung. This research consisted of two cycles that consisting four meetings. Before doing the research, the researcher has done survey for pra observation data. The students did not have good activities in studying biology, although the teacher has motivated them. At the research, the researcher used Numbered Head Together model, which was started by giving home task and the result showed that the students paid attention to be active in studying biology, however there were not many students who were active. In the last cycle, the researcher gave more attention to this group. As the results, all of the students were success to be active in studying biology.Keyword: Students’ activity, Learning Cooperative Numbered Head Together model
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS XII IPS 4 SMA N 1 PULAU PUNJUNG Asmiar Asmiar
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6. No 1, Jilid 2, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.597 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1330

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa  menggunakan pembelajaran kooperatif tipe JIG SAW.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus diadakan dua kali pertemuan.  Tiap pertemuan dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jig Saw (Tim Siswa Kelompok  Asal dan Ahli).  Sebagai alat pengumpul data adalah lembar observasi yang diisi oleh observer, dengan langkah-langkah perencanaan tindakan, pelaksanan tindakan, evaluasi dan refleksi untuk setiap siklus.Penerapan model pembelajaran kooperatif menggunakan Tipe JIGSAW telah mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Hasil aktivitas positif belajar siswa yang diperoleh pada siklus pertama tergolong cukup yaitu 61,25 % dan pada siklus kedua terjadi kenaikan aktifitas positif belajar sebesar 16,25 %, sehingga pada siklus kedua sebesar 77,50 %. Untuk kedua hasil aktifitas negatif belajar siswa yang diperoleh pada siklus pertama tergolong cukup yaitu 14,58 % dan pada siklus kedua terjadi penurunan aktifitas negatif belajar sebesar 10,41%, sehingga pada siklus kedua aktifitas negatif sebesar 4,17 %. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Jigsaw
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DI KELAS IX.2 SMP NEGERI 2 TIMPEH Fatmawetti Fatmawetti
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2018): Vol. 5. No 2, November 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.701 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i2.1137

Abstract

Penulis melakukan penelitian tindakan kelas dilatarbelakangi rendahnya hasil ujian semester I yang diperoleh siswa. Hasil  nilai ujian semester I menunjukkan dari jumlah 21 siswa yang tuntas hanya 8 orang (38 %) sedangkan 13 orang lainnya (62%) belum tuntas. Penulis melakukan perbaikan pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut menggunakan model cooperative learning tipe Jigsaw. Kunci keberhasilan model tipe Jigsaw adalah adanya saling ketergantungan. Setiap siswa tergantung kepada teman dalam satu tim, saling bertukar materi dan menjelaskannya kepada teman dalam kelompoknya. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw terjadi peningkatan hasil belajar. Data awal diperoleh rata-rata nilai siswa 72,3, pada siklus I meningkat menjadi 76,4 dan akhir siklus II menjadi 85,2. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan, data awal siswa yang tuntas hanya 8 orang (38%), akhir siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (52%) dan diakhir siklus II meningkat menjadi 18 (85%). Kata kunci: Hasil Belajar,  Model Cooperative Learning, Tipe Jigsaw
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONSTRUKTIVISME DI KELAS IV SDN 38 API-API KECAMATAN BAYANG HARNI ATI
Inovasi Pendidikan Vol 2, No 18 (2017): Inovasi Pendidikan Volume II Nomor 18, November 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.985 KB) | DOI: 10.31869/ip.v2i18.462

Abstract

Planning learning reading comprehension using cosntruktivisme approach manifested in a lesson plan prepared in accordance with step-by-step approach construktivisme. Implementation of learning reading comprehension using construktivisme approach consists of early learning activities, the core activity of learning that includes the step prabaca, saatbaca, and pascabaca, and the final activity of learning. Implementation of learning reading comprehension using construktivisme approach implemented by the steps of: a) orientation, b) elicitation, c) restructuring ideas, d) the use of the idea in many situations, and (e) review. Assessment of learning in reading comprehension approach construktivisme do with the assessment process and assessment of results. Assessment process as affective and psychomotor. While the results in the form of cognitive assessment. Assessment of learning reading comprehension using construktivisme approach in which the first cycle has increased the average results of the assessment process, namely 73.2 and 44.4% Kentuntasan. while in the second cycle the average results of the assessment process, namely 81.1 and 88.9% completeness. Keywords: reading, approach construktivisme
ANALISIS PEMEROLEHAN SEMANTIK ANAK USIA 5 TAHUN: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK ELAN HALID
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol 6, No.1, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.985 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1565

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa. Pemerolehan bahasa adalah proses dari anak yang belajar menguasai bahasa ibunya, sedangkan pembelajaran bahasa adalah proses formal yang dilalui seseorang dalam memahami bahasa seperti belajar bahasa di kelas. Pada umumnya anak-anak di Indonesia mendapat pendidikan formal setelah berumur 6 tahun dan pada saat itu pula proses pembelajaran bahasa dimulai. Rentang waktu antara umur 0 sampai 5 tahun anak-anak lebih banyak berhubungan dengan keluarga dan lingkungannya serta proses pemerolehan bahasa terjadi pada rentang waktu itu. Pada proses pembelajaran bahasa si anak telah mengenal bahasa kedua setelah mengenal bahasa pertamanya. Penelitian tentang pemerolehan makna kata pada anak-anak khususnya di usia 5 tahun adalah kajian yang sangat menarik bagi peneliti. Hal ini disebakan oleh ketertarikan peneliti terhadap ilmu psikolinguistik dan perkembangan bahasa anak-anak sejak lahir hingga dewasa. Walaupun seorang anak tidak pernah diajarkan secara formal untuk memaknai suatu kata, tetapi dalam proses perkembangannya pengetahuan itu didapatkan secara empiris. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pemerolehan semantik anak usia 5 tahun, dan mendeskripsikan tahap pemerolehan semantik anak usia 5 tahun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metodologi deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: teknik dasar yaitu teknik sadap, teknik simak libat cakap atau teknik SLC, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini antara lain: (1) mendengarkan hasil rekaman tuturan anak usia 5 tahun, (2) mentranskripsikan bahasa lisan (rekaman) ke dalam bahasa tulis, (3) menggarisbawahi data dan memberi pengkodean berdasarkan jenis pemerolehan bahasa, (4) mengklasifikasikan data ke dalam format tabel yang terdapat pada instrumen penelitian, (5) menganalisis data, dan (6) memberikan kesimpulan dari hasil analisis. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemerolehan semantik terdiri dari 2 yaitu Overextension (penggelembungan makna) dan Underextension (penciutan makna). Beberapa tahap pemerolehan semantik pada anak usia 5 tahun yaitu tahap penyempitan makna, tahap generalisasi berlebihan, tahap medan semantik, dan tahap generalisasi. Dari pembahasan pada bab sebelumnya peneliti dapat menyimpulkan bahwa anak usia 5 tahun (Chantika) mengalami proses semantik yang disebut overextension atau penggelembungan makna. Selain overextension anak usia 5 tahun juga mengalami proses semantik yang disebut underextension atau penciutan makna. Underextension terjadi terhadap hewan, namun karena perbedaan suara yang didengarnya anak menganggap bahwa hewan tersebut berbeda. Kata Kunci: Pemerolehan semantik, tahap pemerolehan semantik, dan tinjauan psikolinguistik.
ENHANCING STUDENTS’ ENGAGEMENT IN LEARNING ENGLISH THROUGH ECAFE LEARNING Refnita Refnita
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.182 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.814

Abstract

Pembelajaran ECAFE (Aktivitas Komunikasi Bahasa Inggris yang  Menyenangkan) adalah program yang dirancang untuk membuat siswa secara aktif menggunakan bahasa Inggris. Melalui Pembelajaran ECAFE, siswa mempraktikkan Bahasa Inggris melalui kegiatan komunikatif. Kegiatan dalam ECAFE Learning dirancang untuk melibatkan siswa untuk berbicara dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Program ini dirancang oleh Departemen Pendidikan Sumbar dengan melibatkan dosen, guru, dan praktisi pendidikan untuk merancang kurikulum Pembelajaran ECAFE. Meskipun program ini fokus pada keterampilan berbicara dan mendengarkan, tetapi membaca dan menulis juga terintegrasi di dalamnya. Program ini sebelumnya diusulkan untuk digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler tetapi kemudian penulis menerapkannya dalam proses mengajar regulernya di SMAN 3 Padang. Proses pengajaran menggunakan ECAFE dirancang untuk menyesuaikan dengan kurikulum. Guru harus melihat materi dan merancang strategi untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran. Ada banyak teknik yang telah diterapkan dalam Pembelajaran ECAFE seperti Menemukan Orang Hilang, Menjadi Ilustrator, Menjalankan Dikte, Jalur Garis, Menjual Produk, Berbaur, Talk Show dan Program TV. Setelah menerapkan pembelajaran ECAFE di ruang kelas, terlihat bahwa siswa aktif dalam proses belajar dan terlibat dalam belajar bahasa Inggris. Selain itu, ECAFE juga meningkatnya kemampuan siswa dalam berbicara serta meningkatnya kepercayaan diri mereka untuk berbicara bahasa Inggris. Kata Kunci: ECAFE, Belajar Aktif, Keterlibatan Siswa

Page 4 of 22 | Total Record : 218