cover
Contact Name
Yurnalis
Contact Email
yurnalis@umsb.ac.id
Phone
+6281374631214
Journal Mail Official
yurnalis@umsb.ac.id
Editorial Address
Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Inovasi Pendidikan: Jurnal Pendidikan
ISSN : 19796307     EISSN : 26558475     DOI : https://doi.org/10.31869/ip.v9i1.3272
Core Subject : Education,
Inovasi Pendidikan, merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang diterbitkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang eksakta, pendidikan/sosial dan agama islam untuk dipublikasikan di jurnal ini. Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format tanpa mengubah maksud. Syarat-syarat dan cara penulisan tulisan dapat dilihat pada halaman pedoman bagi penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 218 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS IV SD NEGERI 35 AMBACANG KAMBA KECAMATAN BAYANG NOFRIZA NOFRIZA
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.141 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.810

Abstract

IPS learning draft form by using the method of problem solving based on measures of problem solving method that consists of six steps. Learning to use a method of problem solving is divided into three phases, namely initial activity, core activities, and weekend activities. Forms implementing problem solving methods are: the implementation of social studies learning by using the methods of problem solving should be in accordance with the learning steps that have been designed. In the early stages of activation activities conducted prior knowledge of the students and asked questions about the picture. At the core stage implemented measures ranging from the problem solving obvious problems to be solved, formulate the problem, formulate hypotheses, data or information that can be used to solve the problem, test the hypothesis up to determine the choice of completion. In the final phase of activities the students are directed to conclude the lesson and give the final test. Learning problem-solving (problem solving) can improve learning outcomes of students, it is seen from the achievement of learning outcomes of students at the end of the action. Where the learning outcomes of students increased from an average of 6.2 in the first cycle to an average of 8.6 in the second cycle. Keywords: Problem Solving Methods, Results Learning, Students, IPS
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN FONOLOGIS DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA BERSUARA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 PANINGGAHAN Mimi Sri Irfadila
Inovasi Pendidikan Vol 1, No 17 (2017): Inovasi Pendidikan Volume 1 Nomor 17, Maret 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.683 KB) | DOI: 10.31869/ip.v1i17.190

Abstract

Low student learning outcomes are caused by various factors, including the majority of students are less focused and less active during pembelajaan process, which makes difficult students to master the material so that students are lazy for homework given. One effort that can be done is to give teachers some Brain Gym movements (brain exercise) before the learning begins in order to focus more students during the learning process. Learning of Indonesian Language, specially reading aloud in Elementary School 02 Paninggahan not using varied techniques. This causes, less motivated students to learn independently. The solution in order to resolve problems is application of modeling techniques phonological in teaching reading aloud. This study aimed to describe the process of improving reading skills through the application of modeling techniques voiced phonological fourth grade students of SDN 02 Paninggahan. This research is a classroom experimental research. Phonological modeling techniques applied by focusing on the pronunciation of phonemes. Learners are given the opportunity to test their individual skills through modeling provided by the teacher during the learning process. To find a spike in prose learning, evaluation is used to test the performance of the aspect of linguistic and non-linguistic. Beside that, this research using other instrumentation in learning Indonesian language.The concluded of the research are: 1) learners are more motivated to participate in learning Indonesian language with phonological modeling techniques.  2) Increased thoroughness every aspect / indicator on the first cycle and second cycle increased. The increase occurred in the pronunciation of the phoneme /f/, /u/, /a/, /i/, /k/, and /n/. Analysis of the final test result data by using t-test at 95% confidence level (α = 0.05) and 37 degrees of freedom is obtained t_hitung = 2,73> 1,68 = t _ ((0.95; 37)). which means H_0 disvorce and H_1 received. Key Words:  reading aloud, Modelling technique
PENGGUNAN METODE DEBAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SEJARAH DI KELAS XII IPS 4 SMA NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI KABUPATEN DHARMASRAYA EKO PUJI HASTUTI EKO PUJI HASTUTI
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.009 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.801

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti khususnya dalam pembelajaran  Sejarah di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai Kecamatan Sungai Rumbai, terdapat beberapa fakta yang tidak memuaskan dalam pembelajaran berupa rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh aktivitas belajar peserta didik yang rendah dimana sebagian besar peserta didik malas membaca buku, dan dalam proses pembelajaran banyak pasif serta tidak mau bertanya ataupun menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru apalagi memberikan gagasan atau ide dalam proses pembelajaran, untuk itu perlu dilakukan perbaikan dalam pembelajaran dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus,  ternyata peneliti berhasil meningkatkan kemampuan belajar sejarah siswa dan Berdasarkan perhitungan akhir penilaian selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran melalui  metode debat, diperoleh berupa peningkatan indikator aktivitas belajar dan peningkatan  jumlah peserta didik yang tuntas  pada siklus satu yaitu 53,57% menjadi 75,00%  pada siklus kedua. Angka  ini dapat memberikan gambaran bahwa metode debat mampu meningkatkan  aktivitas belajar peserta didik.  Kata Kunci: Metode, debat, aktivitas
PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XII SMAN 1 SUNGAI TARAB MELALUI PENERAPAN METODE MAKE A MATCH Bulkarnaini Nur
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6. No 1, Jilid 2, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.578 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1331

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya partisispasi  dan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran di kelas, masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pembelajaran, sehingga siswa kurang aktif dalam belajar.Perlunya dikembangkan metode pembelajaran yang dapat membangun keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sebagai alternatif pembelajaran yang berpusat kepada siswa.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada kelas XII IPS 3 semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan partispasi dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, yaitu di pra siklus  rata-rata kelas 42,31,  siklus 1 rata-rata kelas 74,96 dan siklus 2 rata-rata kelas 80,77. Berdasarkan angka-angka tersebut memberikan gambaran bahwa  metode pembelajaran cooperative tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Keywords: metode make a match, hasil belajar
ANALISIS MISKONSEPSI MATERI BUKU PELAJARAN BIOLOGI KELAS XII UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Imran Syahyani
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2018): Vol. 5. No 2, November 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.138 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i2.1138

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh Miskonsepsi pada buku biologi di kelas XII Yudhistira yang diterbitkan sekolah menengah oleh Arif Priadi pada tahun 2010.Penelitian ini dilakukan melalui biologi membandingkan buku dengan hati-hati dengan buku teks sebagai referensi. Hasil analisis menggunakan teknik triangulasi menunjukkan bahwa ada miskonsepsi dalam buku-buku Biologi kelas XII SMA yang diterbitkan oleh Yudhistira pada tahun 2010. Kesalahpahaman tersebut adalah (1).Pertumbuhan dan perkembangan, dua konsep; (2).Metabolisme, tiga konsep; (3).Heredity Subtance dan Reproduksi Sel, empat konsep; (4).Evolusi, satu konsep; dan (5) Bioteknologi, satu konsep.Kata Kunci: Analisis Miskonsepsi, materi buku pelajaran, teknik triangulasi
INTEGRATING INTERCULTURAL COMMUNICATION COMPETENCE IN ENGLISH LITERATURE TEACHING: THE APPLICATION OF READING NOVEL IRWAN DI
Inovasi Pendidikan Vol 2, No 18 (2017): Inovasi Pendidikan Volume II Nomor 18, November 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.01 KB) | DOI: 10.31869/ip.v2i18.463

Abstract

As English becomes the global lingua Franca, the correlation between the English language and particular culture is problematic. Consequently, English Foreign Language (EFL) learners should have intercultural competence while improving their linguistic competence. Moreover, intercultural communication is more complex than communication between persons of the same culture. Thus, the practitioners of English language teaching need to know how to integrate the knowledge of intercultural communication in English language classes. This paper emphasizes the strategy of integrating the language learners’ intercultural communication competence in English literature teaching, especially in reading novel. Through reading novel, students are exposed to more cultural varieties and understand the culture concepts. The strategy mostly encompasses activating learners’ cultural awareness, considering context, and understanding obstacles in English reading comprehension from the perspective of cross-culture, and designing classroom tasks for the intercultural competence. By employing these, it is hoped that learners can improve their intercultural communicative competence during reading English literature
STRATEGI INKLUSI DALAM BERITA KRIMINALITAS TEMA PERKOSAAN SURAT KABAR HARIAN PAGI POSMETRO PADANG: Kajian Analisis Wacana Kritis Perspektif Theo Van Leeuwen ERMI ROSMITA
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol 6, No.1, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.863 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan strategi inklusi dalam berita kriminalitas tema perkosaan surat kabar Harian Pagi Posmetro Padang yang merupakan kajian analisis wacana kritis perspektif Theo Van Leeuwen dan (b) mendeskripsikan proses pemarjinalan seseorang/kelompok dalam berita kriminalitas tema perkosaan surat kabar Harian Pagi Posmetro Padang yang merupakan kajian analisis wacana kritis perspektif Theo Van Leeuwen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah berita kriminalitas yang memuat kasus perkosaan dalam surat kabar Harian Pagi Posmetro Padang. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan lembaran pencatatan data. Data yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis (analisis isi) dengan menggunakan model analisis wacana Theo Van Leeuwen. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa (a) strategi inklusi yang digunakan dalam berita kriminalitas tema perkosaan surat kabar Harian Pagi Posmetro Padang, diantaranya (1) objektivasi – abstraksi, (2) kategorisasi, (3) identifikasi, (4) determinasi, dan (5) individualisasi dan (b) pemarjinalan selalu terjadi pada masyarakat golongan bawah dan wanita.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ LEXICOGRAMMATICAL PROBLEMS IN WRITING A RECOUNT TEXT Rini Hendrita Rini Hendrita; Lingga Geni Lingga Geni
Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 No 1 Maret 2018
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.222 KB) | DOI: 10.31869/ip.v5i1.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah lexicogrammatical yang dialami siswa dalam menulis recount text dan penyebab dari masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IXa di MTsN Ganting Padangpanjang yang terdiri dari 32 siswa. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data pada penelitian ini adalah tes menulis dan quesioner. Tes menulis digunakan untuk menganalisa masalah lexicogrammatical siswa dalam menulis recount text sedangkan quesioner digunakan untuk menganalisa faktor penyebab dari masalah siswa dalam menulis recount text. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa ada beberapa masalah lexicogrammatical yang dihadapi oleh siswa dalam menulis recount text, yaitu penggunaan past tense, past action verb, nouns and pronouns, adverb, adjective, dan conjunction. Peneliti juga menemukan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya kosakata, kurangnya pengetahuan tentang komponen recount text, dan kurangnya motivasi. sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa masih mempunyai masalah dalam menulis recount text. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 27 RAWANG KECAMATAN SUTERA Suri ani
Inovasi Pendidikan Vol 1, No 17 (2017): Inovasi Pendidikan Volume 1 Nomor 17, Maret 2017
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.835 KB) | DOI: 10.31869/ip.v1i17.195

Abstract

IPA as one of the subjects in elementary school is a program to inculcate and develop the knowledge, skills, and attitudes scientific value to the students, as well as a sense of love and respect for the greatness of God Most EsaSesuai with the process of learning science that emphasizes providing learning experiences directly to develop their potential in understanding the nature around. Forms of implementation science learning tailored to the steps using a constructivist approach are: the initial activity is to determine the purpose, on core activities tailored to the steps of constructivism, namely: to enable existing knowledge, acquiring new knowledge, understanding of knowledge, applying the knowledge and experience gained , as well as reflections. And at the end of the activities that follow-up and evaluation in accordance with the material already in the learning. By using a constructivist approach to learning science, learning outcomes fourth grade students of SDN 27 Rawang has increased. This increase can be seen the level of mastery in the first cycle reaches 56%, the second cycle increased to 89%. The number of students who achieve mastery in the first cycle of 10 people, and the second cycle increased to 16 students from 18 students. Key words: results learning, science, constructivism approach, students
PENINGKATAN AKTIFITAS BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DISCOVERY LEARNING DI KELAS XI MIPA 1 SMA N 1 PULAU PUNJUNG Juni Desti
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6. No 1, Jilid 2, Maret 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.457 KB) | DOI: 10.31869/ip.v6i1.1337

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI.MIPA.1 SMAN 1 Pulau Punjung  yang berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data berdasarkan lembaran obsersvasi untuk mengetahui aktivitas Peserta Didik dalam pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase, metode grafik, dan analisis statistik deskriptif.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan  dapat dikemukakan dua hasil utama dari penelitian ini. Pertama, secara umum penerapan model pembelajaran kooperatif menggunakan Discovery Learning telah mampu meningkatkan aktivitas Peserta Didik dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari peningkatan semua aktivitas belajar Peserta Didik pada 5 aspek yang diamati pada siklus pertama dan siklus kedua. Kedua, hasil aktivitas positif belajar Peserta Didik yang diperoleh pada siklus pertama tergolong cukup yaitu 61 % dan pada siklus kedua terjadi kenaikan aktifitas positif belajar sebesar 20 %, sehingga pada siklus kedua sebesar 81 %. Untuk kedua hasil aktifitas Negatif belajar Peserta Didik yang diperoleh pada siklus pertama tergolong cukup yaitu 13,67 % dan pada siklus kedua terjadi penurunan aktifitas negatif belajar sebesar 3,67 %, sehingga pada siklus kedua  aktifitas  negatif sebesar 10 %.Kata Kunci: Aktifitas Belajar, Discovery Learning

Page 6 of 22 | Total Record : 218