cover
Contact Name
Bambang Subekti
Contact Email
-
Phone
+62274898444
Journal Mail Official
abdimas@uii.ac.id
Editorial Address
Directorate of Research and Public Services Universitas Islam Indonesia (DPPM UII) Jl. Kaliurang Km.14,4 Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI)
ISSN : -     EISSN : 2686097X     DOI : -
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer. JAMALI terbit 2 kali setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 02, Issue 02, September 2020" : 7 Documents clear
Pengembangan wisata religi petilasan Pangeran Benowo di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Junaidi Safitri; Dyah Hendrawati
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art7

Abstract

The existence of religious sites is currently very popular among the community, so that the existence of this religious site is not only a site to be visited as a destination for takziyah but also along with the development of the existing religious sites can provide other economic values, namely as a medium for preaching and trading.One such religious site is located in Benowo Village, Bener District, Purworejo Regency. namely the Prince Benowo site which became the forerunner to the existence of Benowo Village in Purworejo Regency. Prince Benowo is the son of the king of the Pajang kingdom named sultan Hadiwijaya or better known as Jaka Tingkir, where during the Dutch colonial period around 1600 AD Prince Benowo and his followers stepped aside or took refuge somewhere on the way from the Pajang kingdom to the Mataram kingdom and stopped at Menoreh Mountains, to be precise on a hill called Batur, which is currently known to the general public as Benowo Village.Prince Benowo's petilasan is currently being used as religious tourism which can be a special attraction for tourists to visit Benowo village. Tourists can see the historical value of the existence of Prince Benowo's petilasan, including the existence of the sendang used by the followers of Prince Benowo for drinking and cleaning, as well as items used by Prince Benowo's entourage, including ceramic plates, stone bowls, umbrellas, and etc.The existence of special religious interest tourism has made the managers of the Benowo tourism village start to improve by optimizing the existing tourism potential, both natural, cultural and artistic tourism to be able to attract more tourists to visit Benowo tourism village. The weaknesses of the development of this religious tourism village in Benwo Village are 1) There is no development plan for the development of existing religious tourism potential, and 2) Prince Benowo Religious Tourism has not been managed properlyBased on the above problems, the service and partners will solve the above problems through planning training activities for the development of religious tourism, Prince Benowo, and 2) Assistance in the management of religious tourism through strengthening human resources. So that the output target of this service activity is 1). The creation of religious tourism development in Benowo village, 2) The creation of religious tourism governance
Pemodelan tempat pemberian ASI ekslusif di lingkungan pekerjaan Jaji Jaji; Antarini Idriasari; Muhammad Zainal Fikri
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art2

Abstract

Rendahnya cakupan pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak. Beberapa hal yang menghambat pemberian ASI eksklusif diantaranya adalah rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai manfaat ASI, serta cara menyusui yang benar. Selain itu kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, faktor sosial budaya, gencarnya pemasaran susu formula, dan faktor ibu yang bekerja. Beberapa hal yang dapat menfasilitasi pemberian ASI pada ibu bekerja yaitu dukungan lingkungan kantor, dukungan dari atasan, teman kerja, jadwal kerja yang fleksibel, waktu istirahat, sikap rekan kerja yang positif terhadap pemberian ASI, sikap ibu bekerja. Sedangkan beberapa hal yang dapat menghambat pemberian ASI adalah stress psikologis yang disebabkan oleh waktu bekerja yang ketat dan ketidak nyamanan pada saat pemberian ASI. Kurangnya waktu dan lokasi ruangan menyusui juga diakui sebagai salah satu hambatan dalam pemberain ASI selama jam kerja. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan pemberian ASI ekslusif merupakan bentuk nyata trias prevensi yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terutama perawat di PUSKESMAS. Memerah ASI merupakan salah satu solusi untuk tetap memberikan ASI di tempat kerja. 5 fasilitas yang dapat disediakan oleh tampat kerja untuk tetap memberikan ASI yaitu: pompa ASI, ruangan untuk memerah ASI atau ruangan untuk menyusui, waktu istirahat untuk memerah ASI atau untuk menyusui, adanya lemari pendingin untuk tempat menyimpan ASI dan adanya dukungan dari tempat bekerja. Para ibu agar berkomitmen memberikan ASI ekslusif kepada anaknya, dan bagi institusi tempat kerja agar memberikan kesempatan kepada ibu yang mempunyai anak usia 0-6 bulan, tetap memberikan ASInya dengan melonggarkan waktu untuk manajemen ASI perah.
Aplikasi progressive muscle relaxation sebagai upaya reduksi nyeri dan kecemasan Jum Natosba; Sigit Purwanto; Jaji Jaji; Firnaliza Rizona
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art3

Abstract

Nyeri dan kecemasan merupakan dua gejala yang paling sering dirasakan oleh penderita kanker. Pengobatan terhadap keluhan penderita kanker ini dapat ilakukan melalui terapi komplementer sebagai pelengkap. Salah satu teknik relaksasi yaitu PMR yang dilakukan dengan cara menegangkan otot secara sementara, kemudian kembali diregangkan dimulai dari kepala sampai kaki secara bertahap. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan adaptasi pasien kanker terhadap nyeri dan kecemasan yang dirasakannya.  Kegiatan dilakukan selama satu hari dengan latihan bertempat di ruangan serbaguna di wisma RSMH Palembang. Sebelumnya pada awal kegiatan dilakukan pengukuran terkait nyeri dan kecemasan. Selanjutnya akhir sesi latihan dilakukan pengukuran lagi untuk nyeri dan kecemasan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wisma RSMH Palembang, 12 orang pasien kanker yang menghadiri kegiatan tersebut. Selama penyuluhan peserta penyuluhan antusias dalam mendengarkan, melaksanakan senam, mengulangi gerakan senam dan berdiskusi dengan narasumber. Terdapat penurunan nyeri dan kecemasan sebelum dan sesuedah dilakukan PMR. PMR bekerja meningkatkan kerja saraf parasimpatis dan menurunkan stimulasi sistem saraf simpatis serta hipotalamus sehingga pengaruh stres fisik terhadap keduanya menjadi minimal. Berdasarkan pemahaman inilah latihan PMR mampu mengurangi distress akibat gejala fisik.
Optimalisasi pelayanan apotik panjen di Desa Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Lutfi Chabib; Akhmad Fauzy
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art4

Abstract

Community service activities have been completed to optimize Panjen Pharmacy services. Pharmaceutical services are integrated activities aimed to identify, prevent, and resolve drug problems and health-related problems. The demands of patients and society for improving the quality of pharmaceutical services require the expansion of the old drugs-oriented paradigm into a new patient-oriented paradigm with the philosophy of Pharmaceutical Care. The Panjen Pharmacy in Wedomartani Village, Sleman is still constrained in implementing pharmaceutical services. Based on the results of observations to partners, these problems resulted from A limited number of human resources, lack of facilities and infrastructure, the absence of standardized etiquette, no drug information handbook, and there is no counseling card. The average number of visits by patients who buy drugs at the Panjen Pharmacy per day reaches 35-70 people. So it is necessary to improve services to provide a sense of security to patients about the use of drugs to be consumed. The outcome of this service activity is to optimize Panjen Pharmacy services through increasing human resource capacity, improving infrastructure, availability of standard etiquette, counseling cards, and drug information book achieved with the Participatory Rural Appraisal (PRA) participatory community empowerment model. The continuity of this service activity is the achievement of consistency in the application of a good and correct rationing system, both in terms of Human Resources Utilization (Human Resources), as well as in terms of a management information system that can guarantee the availability of the right type of drug, the right amount, the right quality and the right time. , thus making the pharmacy better in terms of service to the community and healthier.
Penyuluhan tentang penanganan udem pada kaki dan kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Air Dingin Padang Rini Rahmayanti; Delvi Hamdayani; Yaumul Rhama Saputra; Ria Utami Yuliani; Darmaji Efrad
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art5

Abstract

The risk of pregnancy is quite anxious for pregnant women, although it is known that physical and psychological changes will occur in the pregnancy process. These physical changes are in the form of increased hormones which can also affect a person's mood, back pain, leg cramps or tingling, and swollen feet that often occur at night and interfere with the quality of sleep of pregnant women. The purpose of this activity is to provide knowledge to pregnant women about edema and anxiety in the 3rd trimester and complementary therapies that can be done. This activity is carried out by the method of lectures, discussions and demonstrations. This activity was held on October 10, 2019 and was attended by 22 pregnant women. The results obtained were an increase in the knowledge, understanding, and ability of participants in understanding the material presented in this service activity. It was found that 80% of the audience present were able to mention the meaning of foot edema and anxiety, 75% of the audience present were able to mention and demonstrate how to soak feet in warm water. Health education can be carried out by health workers to increase the knowledge of pregnant women about edema and anxiety and its handling.Resiko kehamilan cukup membuat resah ibu hamil, meskipun diketahui dalam proses kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan fisik tersebut berupa peningkatan hormon yang juga dapat mempengaruhi suasana hati seseorang, sakit punggung, kram atau kesemutan kaki, dan kaki bengkak yang sering terjadi di malam hari dan mengganggu kualitas tidur ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tetang udem dan kecemasan pada trimester III dan terapi komplementer yang dapat dilakukan, Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 oktober 2019 dan diikuti oleh 22 orang ibu hamil. Didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan pada kegiatan pengabdian ini. Didapatkan 80% Audiens  yang hadir  mampu menyebutkan pengertianudem kaki dan kecemasan, 75% Audiens  yang hadir  mampu menyebutkan dan mendemonstrasikan  cara rendam  kaki air hangat. Pendidikan kesehatan ini dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang udem dan kecemasan serta penanganannya. Kata Kunci : Udem, Kecemasan, Ibu Hamil, Trimester III ABSTRACTThe risk of pregnancy is quite anxious for pregnant women, although it is known that physical and psychological changes will occur in the pregnancy process. These physical changes are in the form of increased hormones which can also affect a person's mood, back pain, leg cramps or tingling, and swollen feet that often occur at night and interfere with the quality of sleep of pregnant women. The purpose of this activity is to provide knowledge to pregnant women about edema and anxiety in the 3rd trimester and complementary therapies that can be done. This activity is carried out by the method of lectures, discussions and demonstrations. This activity was held on October 10, 2019 and was attended by 22 pregnant women. The results obtained were an increase in the knowledge, understanding, and ability of participants in understanding the material presented in this service activity. It was found that 80% of the audience present were able to mention the meaning of foot edema and anxiety, 75% of the audience present were able to mention and demonstrate how to soak feet in warm water. Health education can be carried out by health workers to increase the knowledge of pregnant women about edema and anxiety and its handling.Keywords  : Udem, Anxiety, Pregnant Women, 3rd Trimester
Kader bola salju: role model penggunaan obat di masyarakat Yosi Febrianti; Yulianto Yulianto; Saepudin Saepudin; Novyan Lusiana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art6

Abstract

Perilaku pencarian pertolongan kesehatan yang utama atau paling banyak dilakukan jika penduduk sakit adalah melakukan pengobatan mandiri / swa medikasi (self medication) dengan membeli obat di warung, toko swalayan dan apotek. Masyarakat hanya mengandalkan iklan, referensi keluarga, teman, tetangga yang tidak memiliki dasar pendidikan kefarmasian sebagai panduan dalam menggunakan obat. Hal tersebut potensial menimbulkan permasalahan di bidang kesehatan. Metode kegiatan didasarkan pada model promosi kesehatan, melalui pemberian edukasi dan pelatihan kader terpilih tentang penggunaan obat secara rasional. Kegitan ini melibatkan ibu-ibu PKK dusun Candi 3, Desa Sardonoharjo, Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK di dusun Candi 3 dan terbentuknya kader bola salju yang akan membantu masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan rasional.
Pelatihan kemampuan berfikir sebagai keterampilan melalui konsep knowledge convergence pada komunitas pengembang aplikasi di DiLo Depok Ahmad Zakki Abdullah; Supratman Supratman; Fatkhuri Fatkhuri
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art1

Abstract

Pengembangan apps memerlukan sebuah pendekatan yang partisipatif melalui upaya kolaboratif untuk mencapai tujuannya. Upaya ini adalah menggabungkan beberapa aspek seperti Bisnis, seni dan teknis yang mana sebuah fenomena yang dikenal dengan knowledge convergence. Melalui pengabdian masyarakat ini diharapkan para pegembang apps mampu mengaplikasikan beberapa kaedah dalam keterampilan berfikir yakni kritis dan kreatif untuk mampu meliputi masalah yang rumit yang memerlukan evauasi pada sudut pandang tertentu dalam mengkaji dan menyelesaikan masalah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di DiLO Depok untuk memenuhi kebutuhan tentang knowledege management pada komunitas pengembang aplikasi (apps). Konsep yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Knowledge management dan kolaborasi melalui berfikir kreatif dan kritis pada proses bergagasan (ideation) hingga muncul inovasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7