Psychocentrum Review
Psychocentrum Review focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments in the fields of Psychology, Counseling, and Psychotheraphy in a cross settings.
The scope of this journal encompasses to study of psychotherapy, counseling, mental health, parenting, work-life balance, work-family conflict, group behavior, emotion regulation, cognition, addictions, substance abuse, trauma, illness - loss & grief, social relation, psychosocial support, marriage, couple relationships, violence, psychometrics, educational psychology, anxiety, health and workforce, gender & sexuality, healthcare, psychological injury, ethical profession, and quality of life.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review"
:
14 Documents
clear
Kedisiplinan Belajar Siswa Ditinjau dari Pola Asuh dan Kepedulian Orang Tua
Trice Dorce Sayuri;
Yansen Alberth Reba;
Andika Ari Saputra
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32663
Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan pola asuh dan kepedulian orang tua terhadap kedisplinan belajar siswa kelas VIII F dan G di SMP negeri 5 kota jayapura. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrument yang berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa, sampel penelitian ini sebanyak 52 siswa yang ditentukan dengan rumus Isaac dan Michael.dengan taraf kesalahan 5% selanjutnya teknik pengambilan sampel dilakukan secara random. Hasil penelitian ini terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan variabel pola asuh orang tua diperoleh nilai sebesar +0.752 (X1) dengan sig 0.030 < 0,05. Variabel kepedulian orang tua mendapatkan nilai +0.473 (X2) dengan sig 0,015 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat hubungan yang positif dan signifikan pola asuh dan kepedulian orang tua dengan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII F dan G di SMP Negeri 5 kota Jayapura.
Penggunaan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk Pengembangan Skala Kecemasan Statistik dalam Pendidikan
Utami Nurhafsari Putri
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32686
Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pada pengembangan awal skala kecemasan statistik dalam pendidikan melalui Exploratory Factor Analysis (EFA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 230 (laki-laki, n = 66; perempuan, n = 164) responden dari berbagai fakultas di Univeristas Negeri Medan dengan rentang usia 19-25 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala kecemasan statistik dengan 51 item pada skala likert 5 poin. Teknik analisis data menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil penelitian menunjukkan EFA mengidentifikasi empat faktor dari 51 item, dengan nama faktor yaitu: Faktor 1, worth of statistics (24 item; loading faktor mulai dari 0.443 hinga 0.748); Faktor 2, interpretation anxiety (16 item; loading faktor mulai dari 0.448 hingga 0.777); Faktor 3, test and class anxiety (7 item; loading faktor mulai dari 0.477 hingga 0.661); Faktor 4, fear of statistics teachers (4 item; loading faktor mulai dari 0.367 hingga 0.757). Penelitian ini menetapkan item dengan loading faktor di bawah 0.50 tidak digunakan, seperti pada Faktor 1 terdapat tiga item, Faktor 2 terdapat tiga item, Faktor 3 terdapat dua item, Faktor 4 terdapat dua item.
Kesejahteraan Psikologis Remaja Korban Body Shaming
Nurul Aisyah Sartika;
Yusi Riksa Yustiana;
Ipah Saripah
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32721
The purpose of the study was to describe the psychological well-being profile of adolescent victims of body shaming. The research method is descriptive analysis with a quantitative approach. The instrument uses Ryff's Psychological Well-Being Scale and body shaming questionnaire. The distribution of the questionnaire was carried out with the help of the Google Form application with a total of 30 respondents. 40% of respondents victims of body shaming indicate good enough psychological well-being, 26.67% of respondents indicate a good category, 26.67% of respondents indicate a very good category, and 6.67% of respondents indicate a poor category. Adolescent victims of body shaming based on the percentage of the total score on each dimension of psychological well-being the largest is purpose in life (18.62%), followed by the autonomy dimension (17.80%), personal growth (17.72%), positive relations with others (16.08%), environmental mastery (16.08%), and the smallest percentage was obtained by self-acceptance dimension (13.70%). There is no significant difference in psychological well-being of adolescent victims of body shaming based on gender and age.
Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Kecanduan Game Online dan Motivasi Belajar
Briti Nursita;
Yansen Alberth Reba;
Sirjon Sirjon
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32592
The low student achievement is indicated because it is influenced by the level of game online and students learning motivation. The purposes of this study are 1) to determine the effect of online game addiction and learning motivation on learning achievement. 2) what is the percentage of the effect of online game addiction and learning motivation on learning achievement. Amounted 132 students with a sample 100 students who were determined by taking Non-Probability Sampling with the Accidental Sampling technique. To collect the data used questionnaire. Data analysis using regression test. The results of this study indicate that online game addiction and learning motivation contribute to student achievement by 65.1%. This means that 65.1% of the factors that effect student achievement are game addiction and learning motivation. The results obtained in this study can be used as input for BK teachers in an effort to reduce online game addiction and learning motivation with student achievement.
Penerapan Teori Perilaku Terencana dalam Pengambilan Keputusan Etis
Sriyanthi Pasaribu;
Tulus Budi Sulistyo Radikun
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32640
Karyawan terlibat dalam proses pengambilan keputusan etis untuk memecahkan dilema etis dalam pelaksanaan tugasnya di tempat kerja. Perilaku pengambilan keputusan etis karyawan dapat diprediksi oleh seberapa besar niatnya. Penelitian ini mengeksplorasi faktor yang paling berperan terhadap niat pengambilan keputusan etis dari perspektif Teori Perilaku Terencana. Survei dilakukan pada 250 orang Karyawan di Perusahaan X. Diperoleh hasil bahwa sikap merupakan faktor utama yang memperbesar niat untuk mengambil keputusan secara etis. Dengan demikian perusahaan dapat memperkuat niat karyawan untuk mengambil keputusan secara etis, dengan jalan memberi pemahaman tentang pengambilan keputusan etis agar sikap karyawan menjadi semakin positif terhadap pengambilan keputusan secara etis.
Pelatihan Resiliensi Untuk Menurunkan Perceived Stress Selama Masa Pandemi Covid-19
Marina Pristiarawati;
Alvina Prameswari;
Hartanti Hartanti
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32632
The COVID-19 pandemic that its first case in Indonesia found in March 2020 urged society to adapt to a new lifestyle. Offline meetings were restricted to avoid the transmission of COVID-19, therefore, online meetings have become a new lifestyle presently. This process of adapting to online’s lifestyle happens universally in such workplaces and educational institutions of kindergartens to colleges. This sudden adaptation makes society experience some pressure which also affects an individual’s stress and wellbeing. Teachers at one of the special needs schools in Sidoarjo, Indonesia, experience stress due to the pressures they had while adapting to online teachings. Resilience training is given as an intervention to help teachers decrease their level of stress. The training is scheduled for 3 (three) days and holds 6 (six) sessions via Zoom Meeting. The data result is analyzed using Wilcoxon differentiate test for resilience and perceived stress scores before and after the training. The result shows a difference between resilience and perceived stress scores before and after the training session with a significance score of 0,005 (p<0,05). This result concludes that resilience training can decrease the level of perceived stress that the teachers experienced.
Art Therapy Kurang Efektif Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan: Studi Meta-Analisis
Putu Ayu Onik Pratidina;
Ananta Yudiarso
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32716
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas art therapy dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini adalah studi meta-analisis melalui reviu literatur yang melibatkan 13 jurnal internasional yang sesuai dengan variabel penelitian. Adapun jumlah total partisipan dari seluruh jurnal yang digunakan adalah 596 orang. Kegiatan art therapy yang dilakukan dalam proses intervensinya adalah art-making (seperti melukis, mewarnai, menggambar, dan membentuk clay). Berdasarkan pengolahan data Mean, Standard deviation, dan jumlah sampel yang digunakan, diperoleh nilai effect size cohen’s d sebesar 0,570 (95% CI = -1,022 sampai -0,117) dengan I² (inconsistency) = 83,4% (95% CI = 72,3% sampai 88,8%). Hasil pengolahan data juga menunjukkan bahwa tidak terdapat bias publikasi dalam penelitian. Dari nilai effect size cohen’s d tersebut, dapat dikatakan bahwa efek dari pemberian art therapy kurang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dimiliki oleh individu.
Perbedaan Resiliensi Siswa Laki-laki dan Perempuan yang Menjadi Korban Bullying
Eko Sujadi;
Hengki Yandri;
Dosi Juliawati
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32665
Resiliensi harus dimiliki oleh korban bullying sehingga dapat mencegah timbulnya depresi dan stres yang dapat berujung pada masalah yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi siswa yang menjadi korban bullying, serta membandingkan variabel tersebut antara siswa laki-laki dan perempuan. Studi cross sectional secara online mengukur 256 responden sehingga diperoleh sebanyak 106 siswa yang pernah mendapatkan perlakuan bullying. Peneliti menggunakan dua skala dalam penelitian ini yakni Multidimensional Peer-Victimization Scale & Resilience Quotient Test (RQ-Test). Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan korban bullying dan resiliensi, kemudian independent sample t-test untuk menguji perbedaan resiliensi ditinjau dari jenis kelamin. Baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki resiliensi yang relatif tinggi, namun skor yang diperoleh siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Pengujian secara statistik juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan resiliensi di antara dua kelompok tersebut. Resiliensi perlu dimiliki oleh korban bullying. Di lingkungan sekolah, program layanan bimbingan dan konseling harus dimaksimalkan. Pencegahan dan penanggulangan bullying membutuhkan sinergi dan keseriusan semua pihak..
Pengaruh Persepsi Mahasiswa tentang Pembelajaran E-Leraning terhadap Minat Belajar Mahasiswa
Natasia Chris Cahyani Girsang;
Habel Saud;
Yansen Alberth Reba
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32646
Tujuan dari penelitian ini aitu untuk menganalisis persepsi mahasiswa tentang pembelajaran E-Learning terhadap minat belajar pada mahasiswa program studi bimbingan konseling di Universitas Cenderawasih. Penelitian ini menggunakan asosiatif kuantitatif. Populasi penelitian ini mahasiswa BK 2016-2020 di universitas cenderawasih. Penentuan ukuran sampel diambil menurut tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dengan jumal sampel 89 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan metode Non-Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh persepsi pembelajaran oniline terhadap minat belajar pada mahasiswa, dimana p (sig) = 0,000<0,05. Adapun koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar r2 = 0,362. Hal ini menunjukan bahwa variabel persepsi pembelajaran online berkontribusi terhadap minat belajar pada mahasiswa sebesar 36,2%. Hasil persepsi tentang pembelajaran e-learning sebesar 64.02% dari yang diharapkan dan minat belajar sebesar 68.05%.
Psychological Capital and Work Engagement: The Moderating Role of Age Diversity
Alice S.M. Gleichmann;
Arum Etikariena
Psychocentrum Review Vol 3, No 2 (2021): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.32709
Work engagement to private sector workers during the Covid-19 pandemic has been stationary or experienced a decline. One of the antecedents of work engagement is personal resources construct. One derives personal resources construct is psychological capital based on the Job Demand Resources (JD- R) model. This research aims to prove the moderating role of age diversity to private sector workers in connection between psychological capital and work engagement referring to the theory of “Conservation of Resource” (COR). This research involves 127 Jabodetabek employees that works in private sectors. The measuring instrument used is Utrecht Work Engagement scale (UWES)-9, Psychological Capital Questionaire (PCQ-24) and age diversity that is categorized in 4 groups. The result of the research shows that there is a significant positive connection between psychological capital and work engagement of private sector employees. In other side, age diversity does not have a moderation effect, there is insignificant interaction effect between psychological capital and age diversity to work engagement, who the majority of participants in this study have already led to the stage of maintaining (age 41- 60 years old). With regard to the second most participants entering the advancement stage (ages 27–40 years old). In addition, this research proves employee who has high psychological capital; resulting in an increase of work engagement