Specta Journal of Technology
SPECTA journal is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapann Indonesia. SPECTA is an open-access peer reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and practitioners in the field of Physics, Mathematics, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Chemical Engineering, Materials and Metallurgy, Civil Engineering, Industrial Engineering, Naval Engineering, Urban Planning, Informatics, Information System, Environmental Engineering, and Ocean Engineering. SPECTA accepts submission from all over the world, especially from Indonesia.
Articles
325 Documents
Effect of Current and Coating Time on the Layer Thickness and Corrosion Rate of Electroplated AISI 1045
Afira Ainur Rosidah;
Vuri Ayu Setyowati;
Miftahul Choir
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (796.012 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i1.337
Corrosion mostly occurs on carbon steel which is applied for automotive components and household needs. This natural phenomenon is impossible to be avoided. However, it can be set by escalating its corrosion initiation time. Electroplating is a method that can be used to give protection to slower the corrosion initiation time by forming a layer on the specimen surface, additionally, this method is simple and low cost. One of the most commonly used metals for electroplating is nickel, nickel electroplating is suitable for automotive component coating. For these reasons, this study is focused on analyzing the effect of current and coating time on the layer thickness and corrosion rate of AISI 1045 carbon steel with nickel electroplating. The current variations used were 0.5; 1.0; and 1.5 A and the coating time variations were 5, 10, and 15 minutes. AISI 1045 was used as the cathode, nickel was as the anode, and nickel chloride was the electrolyte solution. The specimen with a current of 1.5 A and a coating time of 15 minutes shows the thickest coating and the lowest corrosion rate, with values of 0.0205 mm and 0.94 mpy, respectively. This study indicates that the increase of the current and coating time enhances the layer thickness and declines the corrosion rate.
Analisis Pengaruh Sudut Steer Terhadap Kecepatan Berbelok Pada Mobil Listrik
Rezar Fauzan Asyrof;
illa Rizianiza;
Faisal Manta
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.858 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v6i2.351
Mobil listrik enggang evo3 merupakan salah satu mobil listrik Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang akan diikutkan pada kompetisi mobil listrik di Indonesia. Pengembangan mobil listrik terus dilakukan untuk memaksimalkan performa mobil. Permasalahan yang dihadapi oleh mobil listrik enggang evo3 adalah pada saat bergerak dengan dengan lintasan lurus, berbelok, atau slalom, mobil belum bisa mengikuti lintasan dengan baik. Sudut steer yang digunakan pada mobil enggang evo3 masih belum tepat untuk kondisi lintasan pada perlombaan. Sehingga,dilakukan penelitian tentang studi pengaruh sudut steer terhadap kecepatan lurus dan berbelok pada mobil listrik enggang evo 3. Tujuan dari penelitian ini adakah untuk mengetahui sudut belok mana yang terbaik pada kecepatan dan waktu tempuh mobil enggang evo 3 pada saat berbelok dengan radius belok lintasan yang sudah diketahui pada lintasan perlombaan. Variasi yang digunakan pada penelitian adalah sudut steer 200, 250, 300. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sudut steer terbaik untuk kecepatan dan waktu tempuh adalah sudut steer 20o dengan waktu tempuh 9,70 s dan kecepatan 29,66 km/h. karena semakin kecil sudut steer maka semakin besar kecepatan yang di hasilkan dan semakin besar kecepatan yang dihasilkan maka semakin singkat waktu tempuh yang diperlukan.
Pengerasan Baja AISI 316L Menggunakan Metode Pack Carburizing Bersumber Karbon Kayu Mahoni
muhammad ghufron;
Istiroyah Istiroyah;
Rena Wahju Dhiaul In’am
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.809 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i2.361
Peningkatan kekerasan paduan baja dapat dilakukan dengan meningkatkan kandungan karbon dipermukaanya. Baja AISI 316 L yang memiliki kekerasan awal 189 HV300 dapat ditingkatkan kekerasannya melalui peningkatan jumlah karbon dipermukaan dengan metode pack carburizing. Pada penelitian ini kayu mahoni digunakan sebagai sumber karbon aktif yang diperoleh dengan pemanasan dan pengayakan 150 mesh. Pack carburizing dilakukan pada suhu tinggi yakni 700oC, 750oC, 800oC dan 850oC selama 8 dan 16 jam yang kemudian dilakukan uji kekerasan menggunakan micro vickers hardness tester. Semua spesimen hasil pack carburizing mengalami kenaikan kekerasan dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan dengan range kenaikan sebesar 24-367 HV3. Kekerasan tertinggi diperoleh pada pemanasan selama 16 jam pada suhu 700oC. Hasil pengujian sudut kontak menunjukkan adanya perubahan sifat pada permukaan dari hidrofilik ke hidrofobik untuk semua sampel sementara dari hasil mikroskop optik diperoleh distribusi ukuran butir kurang dari 60 µm dengan dominan range 15-25 µm.
Redesain Gedung Auditorium Sarsito Mangoenkusumo RRI Surakarta dengan Pendekatan Revitalisasi Cagar Budaya
Prabowo, Wahyu;
Dewi, Tiara Rukmaya
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 1 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.408 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v7i1.372
Today's traditional performing arts are starting to be pushed by modern cultural arts which are preferred by various groups. This is because the packaging of modern performing arts is more attractive when compared to traditional performing arts, so that especially young people, prefer modern cultural arts. Traditional performing arts are the legacy of our ancestors who have the values of human life. In addition, the packaging for a traditional performance is also interesting to see and appreciate as a regional traditional art. The RRI Surakarta auditorium building was established in 1958 and is a facility that is still in use today. This building is one of the venues for performing arts in Surakarta and has undergone several renovations. Its current condition has decreased in quality in terms of function. The RRI Surakarta building is a cultural heritage building so that efforts to preserve its physical aspects must refer to RI Law Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. The preservation of this building needs more attention for the government and RRI itself. This conservation effort should be realized in the implementation of spatial planning as mandated in Law no. 26 of 2007 concerning Spatial Planning which explains that in spatial planning management must pay attention to various aspects, including cultural values contained in historic areas. In a more micro scope, conservation efforts need to be made to buildings and the environment that are designated as cultural heritage, as mandated in Law no. 28 of 2002 concerning Buildings. This study will use a descriptive analytic method that uses a location image to determine the feasibility level. So that it will produce designs that are able to accommodate the needs of the modern era without neglecting its status as a cultural heritage. Keywords: cultural heritage, redesign, auditorium, culture Abstrak Seni pertunjukan tradisional saat ini mulai terdesak oleh seni budaya modern yang lebih disukai oleh berbagai kalangan. Hal ini disebabkan kemasan seni pertunjukan modern lebih menarik jika dibandingkan dengan seni pertunjukan tradisional, sehingga sebagian masyarakat khususnya kaum muda lebih menyukai seni budaya modern. Seni pertunjukan tradisional merupakan peninggalan leluhur nenek moyang yang memiliki nilai-nilai kehidupan manusia. Selain itu, kemasan sebuah pertunjukan tradisional juga menarik untuk dilihat dan dihayati sebagai kesenian tradisional daerah. Gedung auditorium RRI Surakarta didirikan pada tahun 1958 dan merupakan fasilitas yang masih digunakan hingga sekarang. Gedung ini menjadi salah satu tempat pertunjukan kesenian yang ada di Surakarta dan telah mengalami beberapa kali renovasi namun kondisinya saat ini mengalami penurunan kualitas dari segi fungsi. Bangunan RRI Surakarta termasuk gedung cagar budaya sehingga upaya pelestarian aspek fisiknya harus mengacu pada UU RI Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kelestarian bangunan ini perlu mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintah maupun pihak RRI sendiri. Upaya pelestarian ini sebaiknya diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan penataan ruang harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk nilai budaya yang terkandung dalam kawasan bersejarah. Dalam lingkup yang lebih mikro, upaya pelestarian perlu dilakukan terhadap bangunan gedung dan lingkungan yang ditetapkan sebagai cagar budaya, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif analitik yang menggunakan gambar lokasi untuk kemudian diketahui tingkat kelayakannya. Sehingga akan dihasilkan hasil desain yang mampu meangakomodasi kebutuhan pada era modern saat ini tanpa mengabaikan statusnya sebagai cagar budaya. Kata Kunci: cagar budaya, redesain, auditorium, budaya
Peran Kebijakan dalam Peningkatan Performa Layanan BRT Transjakarta
Mutiasari Kurnia Devi;
Rinawanti Safitri;
Fahril Fanani
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.639 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.373
Public transportation service improvement in urban area, such as Bus Rapid Transit (BRT), becomes the main issue among transport planners nowadays. BRT has been a popular transit system which provide an easy dan fast service for satisfying the transport needs, particularly in developing countries. This transport mode offers high quality mass transit system yet still in affordable cost, which is necessary for developing countries. Jakarta becomes the first Southeast Asia country who applied the BRT system. This study aims to gain insights towards the role of policies in facilitating the improvement of TransJakarta performance and reach 1 million passengers in early 2020. Understanding the policy aspect, both central and regional policies which can improve the public transport performance, will possibly provide a broader perspective among policymakers who developing and implementing the BRT systems, particularly in developing countries. For this purpose, conceptual framework was employed to explain how policy implementation could improve the BRT performance, which collected through secondary data, mostly various planning documents and TransJakarta operational reports. By using the qualitative approach, results show that various policies could facilitate the improvement of TransJakarta performances. The improvements occurred in line with the institutional reforms and the development of BRT system, such as routes, capacities, and integration with other mass transit systems.
Eksplorasi Pentingnya Penggunaan Data Science Dalam Perencanaan Pemodelan Transportasi Perkotaan
Bagus Nuari Priambudi;
Nofa Martina Ariani;
Muhammad Indra Hadi Wijaya;
Brian Pradana
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1224.095 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.375
Perencanaan suatu kota tidak akan pernah lepas dari proses pemodelan transportasi. Karena pemodelan transportasi merupakan suatu faktor penting untuk melihat keberhasilan dari perencanaan kota. Pemodelan transportasi yang baik, seharusnya dapat mencerminkan karakteristik suatu kota. Proses ini pastinya ditunjang dengan banyak data, serta proses statistik/matematis yang kompleks dan akurat. Hal inilah yang selalu menjadi kendala utama dalam suatu proses pemodelan transportasi. Pada era Big Data permasalahan tersebut seharusnya sudah dapat diatasi. Karena semua proses pengumpulan data dapat dilakukan secara real time melalui semua platform yang dimiliki. Selain itu, semua proses yang kompleks dalam pemodelan transportasi dapat lebih mudah dilakukan dengan bantuan Data Science. Sekumpulan inferensi data yang dikembangkan dengan algoritmik yang bertujuan untuk memudahkan penanganan masalah yang rumit merupakan pengertian Data Science. Namun banyak peneliti/praktisi belum menyadari tentang pentingnya penggunaan data science. Pada artikel ini akan mengkaji lebih mendalam tentang peluang tantangan dan pentingnya penggunaan data science dalam pemodelan transportasi. Karena penggunaan data science ini, dapat membantu mempercepat semua tahapan yang dilakukan dalam pemodelan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap beberapa penelitian pemodelan transportasi yang menggunakan data science baik di Indonesia maupaun di negara lain. Pembahasan dalam artikel ini terdiri dari beberapa poin penting yakni kondisi penggunaan data science di Indonesia, peluang dan tantangan serta pentingnya penggunaan data science di dunia transportasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan data science di Indonesia termasuk kategori rendah. Jika dikaji secara lebih mendalam, data science memiliki peranan penting. Khususnya dalam menghadapi permasalahan ketersediaan data dalam pemodelan transportasi. Output dari pemodelan transportasi dengan menggunakan data science dapat terlihat lebih informatif dan mudah dimengerti. Hal inilah yang belum banyak disadari oleh para peneliti/praktisi di dunia transportasi. Adanya studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa dengan mulai memanfaatkan data science yang lebih baik, berpengaruh terhadap output yang lebih optimal.
Pola Pikir Masyarakat Dalam Mengakses Fasilitas Sebagai Pembentuk Sistem Sosial Ekologi Pada Kota Baru Mandiri (Studi Kasus: Bukit Semarang Baru Mijen)
Nofa Martina Ariani;
Bagus Nuari Priambudi;
Muhammad Indra Hadi Wijaya;
Deny Aditya Puspasari
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.776 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.376
Kota baru mandiri merupakan konsep untuk mengendalikan pertumbuhan lahan terbangun sekaligus sebagai pengendali pergerakan masyarakat. Letak kawasan permukiman yang tersebar dalam sebuah kota dan fasilitas yang tidak terintegrasi menyebabkan banyak masyarakat yang membutuhkan perjalanan jauh untuk mengaksesnya, yang akhirnya berdampak pada kemacetan, polusi, dan sebagainya. Bukit Semarang Baru adalah sebuah kota baru mandiri yang dikembangkan mulai tahun 1997 di Kota Semarang untuk membuat masyarakat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan segala aktivitasnya mulai dari bekerja, sekolah, berbelanja, sampai menghabiskan waktu luang mereka. Namun, tantangan dalam pengembangan kota baru ini adalah pola pikir masyarakat untuk mengakses fasilitas yang ada. Fasilitas yang ada di pusat Kota Semarang tidak dipungkiri menjadi daya tarik besar bagi warga Kota Semarang, sehingga masih banyak masyarakat Kawasan BSB yang mengakses fasilitas tidak di dalam lingkungan BSB dan masih mengakses sampai pusat kota. Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dimana hasil studi membuktikan bahwa lebih dari 60% masyarakat mengakses fasilitas untuk bekerja, sekolah dan rekreasi di luar kawasan BSB. Studi ini yang merupakan studi lanjutan akan mengkaji bagaimana pola pikir masyarakat Kawasan BSB dalam mengakses fasilitas, terutama fasilitas yang berada di luar Kawasan BSB. Aktivitas yang akan dikaji adalah aktivitas bekerja, sekolah, belanja dan rekreasi. Konsep pola pikir tersebut nantinya akan membentuk sistem sosial ekologi masyarakat dalam mengakses fasilitas. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan kuesioner yang disebar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat alasan mendasar mengapa mereka lebih memilih fasilitas di luar kawasan BSB seperti mutu sekolah, suasana tempat rekreasi, lokasi belanja yang lengkap dan lokasi bekerja yang telah lebih dulu ditentukan sebelum menghuni BSB. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi input dalam mengembangkan kota baru lainnya di Indonesia..
Pola Adaptasi Masyarakat Daerah Rawan Banjir Berdasarkan Karakteristik Sosial Masyarakat (Studi Kasus ; Kecamatan Makasar, Jakarta Timur)
Salsabiila Kurnia Soleh;
Andi Aliyah Iskandar;
Astrid Damayanti
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1244.084 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.377
Banjir merupakan bencana yang seringkali terjadi di Jakarta, sehingga dapat menyebabkan kerugian pada aktivitas dan aksesibilitas masyarakat. Proses adaptasi masyarakat berguna untuk mengantisipasi semakin besarnya kerugian akibat bencana banjir khususnya masyarakat di daerah rawan banjir. Pemanfaatan data SIG (Sistem Informasi Geografis) dapat menjadi solusi untuk mengetahui kerawanan banjir dengan membuat peta kerawanan banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan lokasi dan tingkat kerawanan banjir, mengidentifikasi karakteristik sosial masyarakat yang terkena dampak banjir, dan menentukan pola adaptasi masyarakat di Kecamatan Makasar. Variabel yang digunakan adalah jarak dari sungai, ketinggian, lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan data curah hujan Jakarta Timur serta karakteristik sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode scorring dan overlay dengan bantuan ArcGIS kemudian dilakukan analisis kualitatif pada hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkantingkat kerawanan banjir di Kecamatan Makasar cenderung rawan hingga sangat rawan banjir, khususnya di bagian utara yaitu ; Kelurahan Kebon Pala dan Cipinang Melayu. Bagian selatan cenderung tidak rawan banjir yaitu di Kelurahan Pinang Ranti dan Makasar. Karakteristik sosial masyarakat Kecamatan Makasar umumnya berada pada usia produktif dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. Selain itu, tingkat pendidikannya bervariatif dari SMA hingga tidak bersekolah serta tingkat partisipatifnyarendah untuk beradaptasi dengan bencana. Berdasarkan karakteristik tersebut hanya tingkat pendapatan yang dapat mempengaruhi pola. Pola adaptasi yang terbentuk adalah pola adaptasi struktural yaitu memperbaiki rumah, membuat rumah menjadi 2 lantai, dan meninggikan teras rumah di wilayah Kelurahan Cipinang dan Kebon Pala. Pola adaptasi non-struktural dengan kerja bakti dilakukan di Kelurahan Halim, Pinang Ranti dan Makasar.
Ketersediaan Lahan Pemakaman Saat Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Kota Surakarta Dengan Pemanfaatan Open Data)
Brian Pradana;
Bagus Nuari Priambudi;
Muhammad Indra Hadi Wijaya
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (822.231 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.378
Wabah Pandemi Covid-19 ini adalah sesuatu yang memiliki akibat yang sangat besar dan mengubah semua struktur kehidupan dimuka bumi ini, tidak terkecuali dengan lahan pemakaman. Lahan pemakaman menjadi sangat penting karena jumlah kematian karena adanya wabah pandemi Covid-19 ini terus naik sehingga ketersediaan lahan pemakaman tentunya menjadi hal yang harus dipikirkan. Bulan Januari 2021 Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah kematian ke-2 paling banyak di pulau jawa yaitu sebanyak 4.516 jiwa. Dalam penelitian ini akan mengambil studi kasus di Kota Surakarta karena tingkat kompleksitas permasalahan perkotaan dan jumlah kematian di Kota Surakarta akibat covid-19 yang masuk dalam 5 besar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan lahan pemakaman saat pandemi Covid-19. Data yang akan digunakan akan menggunakan open data baik dari dari data satgas covid, google earth dan google maps API. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualititatif dengan pendekatan SIG. Dari hasil analisis 9 lokasi lahan pemakaman didapatkan luas lahan pemakaman dalam penelitian ini adalah 517.473,82 m2. Ketersediaan lahan makam paling tinggi terdapat di Makam Mojo yaitu sebesar 17.962 makam, sedangkan untuk keterisian lahan makam tertinggi terdapat di TPU Bonoloyo yaitu sebesar 39.454,97 m2. Untuk ketersediaan makam saat pandemi Covid-19 per tanggal 10 Maret adalah 63.874 makam, sedangkan jika dibandingkan dengan usia rentan di Kota Surakarta maka jumlah ketersediaan makam menjadi (-) 4.844 makam. Pemanfaatan open data saat pandemi Covid-19 sangat membantu dari segi keterbaharuan dan keterbukaan data untuk menunjang analisis, namun tentunya diperlukan suatu uji akurasi didalamnya.
Studi Pemanfaatan Big Data dalam Perumusan Kebijakan Publik pada Sektor Kesehatan
Dzaki Naufal Hakim;
Fitrah Ramadan;
Yunida Indira Cahyono
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1295.203 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.379
Sektor kesehatan Indonesia pada saat ini menghadapi kondisi triple burden yang memerlukan respons dalam bentuk kebijakan yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, adanya perkembangan teknologi yang menghadirkan big data dapat menjadi peluang pada sektor kesehatan untuk menghasilkan kebijakan yang efektif, dan efisien. Terlebih pada saat ini, penggunaan big data masih didominasi oleh sektor swasta. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan big data dalam perumusan kebijakan publik pada sektor kesehatan. Hal-hal yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sebaran lokasi geografis penggunaan big data, waktu mulai digunakannya big data, kedudukan big data, klasifikasi big data yang telah dimanfaatkan, serta proses pemanfaatan big data dalam kaitannya dengan perumusan kebijakan publik pada sektor kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Quantitative Literature Review (SQLR) dengan mengumpulkan berbagai dokumen penelitian terkait ke dalam suatu data base. Kemudian dianalisis lebih lanjut dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yang mempertimbangkan berbagai kategori dan sub kategori. Berdasarkan dokumen penelitian yang terkumpul, disebutkan bahwa kebijakan publik untuk sektor kesehatan hanya 21,7% yang telah memanfaatkan big data sebagai dasar perumusan. Kebijakan yang dihasilkan pun beragam bergantung pada big data dan metode analisis yang digunakan. Pemanfaatan big data dalam perumusan kebijakan publik di sektor kesehatan memiliki keunggulan yaitu memberikan efektivitas dan kecepatan dalam perumusan kebijakan. Di sisi lain, pemanfaatan big data dalam sektor kesehatan perlu memperhatikan privasi dan keamanan data. Sehingga dengan memperhatikan keunggulan dan tetap menjaga privasi serta keamanan data maka pemanfaatan big data untuk perumusan kebijakan dalam sektor kesehatan dapat terselenggara secara efektif dan efisien.