cover
Contact Name
Syamsul Mujahidin
Contact Email
syamsul@lecturer.itk.ac.id
Phone
+6285931379488
Journal Mail Official
spectajournal@itk.ac.id
Editorial Address
Ruangan LPPM Gedung A lantai 2, Kampus ITK, Jl Soekarno Hatta KM 15, Karang Joang, Balikpapan, Balikpapan Utara, KALTIM
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Specta Journal of Technology
ISSN : 25492713     EISSN : 26229099     DOI : https://doi.org/10.0610/specta.v2i3
SPECTA journal is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapann Indonesia. SPECTA is an open-access peer reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and practitioners in the field of Physics, Mathematics, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Chemical Engineering, Materials and Metallurgy, Civil Engineering, Industrial Engineering, Naval Engineering, Urban Planning, Informatics, Information System, Environmental Engineering, and Ocean Engineering. SPECTA accepts submission from all over the world, especially from Indonesia.
Articles 325 Documents
Modal Sosial dan Ketahanan Kota Tepi Air di Pontianak Ely Nurhidayati; Iin Arianti
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.546 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.385

Abstract

Masyarakat yang bermukim di tepi air Kota Pontianak, masyarakat telah hidup berdampingan dengan sungai hingga saat ini. Sehingga masyarakat beranggapan bahwa air pasang (besar/tinggi) bukanlah bagian dari bencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukenali modal sosial yang membentuk ketahanan kota tepi air. Sasaran penelitian ini yaitu megidentifikasi kerentanan di kawasan dan menemukenali modal sosial. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis data primer dan sekunder. Adapun data tersebut yaitu kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini yaitu kerentanan bencana di kawasan tepi air Kota Pontianak seperti risiko genangan, pasang surut sungai, kekeringan, risiko kerusakan bangunan rumah tinggal, dan risiko kebakaran. Hal tersebut menimbulkan modal sosial yang diwujudkan dalam bentuk nilai kearifan lokal, adaptasi dan mitigasi, serta ketahanan masyarakat. Hal tersebut didukung dengan adanya aktivitas masyarakat dalalm lokasi penelitian ini adalah interaksi antar masyarakat dan tentang rasa kekeluargaan antar sesama dan turut ikut jika ada kegiatan gotong royong di masyarakat sekitar.
Analisis Tingkat Kekompakan Kota (Urban Compactness) terhadap Pembentukan dan Penerapan Konsep Kota Kompak di Kota Mataram Yundi Wahyu Nurdyas; Fariz Primadi Hirsan; Rasyid Ridha
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.672 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.386

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di kota memberikan dampak kepada volume dan frekuensi dari kegiatan penduduk yang ada di dalam kota . Kota Mataram sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) memberikan dampak terhadap kondisi kemajuan dan keragaman kegiatan yang ada di Kota Mataram. Konsep “Compact City” dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya merespon pertumbuhan penduduk bersamaan dengan kegiatan-kegiatannya yang terus meningkat baik dari volume maupun frekuensinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kekompakan yang terjadi di Kota Mataram dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut. Variabel-Variabel penilaian untuk menilai tingkat kekompakan tersebut diklasifikasikan menggunakan metode klasifikasi Sturges. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut adalah dengan membandingkan definisi variabel Urban Compactness secara teoritis dengan kondisi aspek terkait di Kota Mataram. Hasil analisis menunjukkan Nilai Urban Compactness yang paling tinggi, yaitu Kelurahan Dasan Agung dengan Nilai Indeks 189,01 yang masuk dalam kategori “Sangat Tinggi”, Kelurahan Selagalas dengan Nilai Indeks 129,69 termasuk kategori “Agak Tinggi”, dan kelurahan lainya memiliki Nilai Urban Compactness yang lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis, Aspek Kepadatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kecenderungan Urban Compactness yang terjadi pada tiap–tiap kelurahan maupun Kota Mataram secara keseluruhan. Struktur Urban Compactness yang dianalisis dan terbentuk secara alami di Kota Mataram, perlu dikendalikan dan diarahkan agar sesuai dengan tujuan dan harapan diterapkannya Konsep Compact City pada sebuah kota. Perlu ada dorongan atau upaya meningkatkan peran terkait aspek Mixed Use dan Intensifikasi, sehingga dapat mengoptimalkan guna lahan di dalam Kota Mataram dan melindungi lahan-lahan di pinggiran kota Mataram.
Penerapan Konsep Green Building pada Perguruan Tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Mendukung Program Pengembangan Kota Hijau Maryam Maryam; Fahril Fanani; Hatta Efendi
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.283 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.387

Abstract

Dalam mendukung Program Pengembangan Kota Hijau di Daerah Istimewa Yogyakarta salah satunya dapat dilihat dari penerapan konsep green building terutama pada kawasan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana Yogyakarta yang terkenal dengan julukan Kota Pelajarnya dimana banyaknya perguruan tinggi diseluruh daerah Yogyakarta baik negeri maupun swasta. Konsep green campus merupakan pengembangan dari konsep green building yang harus dilakasanakan perguruan tinggi sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Karena kampus merupakan tempat lahirnya para intelektual muda penerus bangsa yang diharapkan dapat menjadi pelopor maupun role model bagi institusi lain dalam pengolahan lingkungan yang baik dengan menerapkan seluruh unsur ramah lingkungan pada tiap aspeknya. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi penerapan konsep green building pada perguruan tinggi di Yogyakarta dalam mendukung program perkembangan kota hijau dengan menggunakan metode analisis spider web. Hasilnya menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan green building pada perguruan tinggi di Yogyakarta telah mendukung program pengembangan kota hijau, dengan nilai rata – rata keseluruhan perguruan tinggi adalah 4,00. Perguruan tinggi dengan penerapan green building terbaik adalah dari Universitas Gajah Mada dengan total rata - rata skor keseluruhan variabel yaitu 4,16 dan perguruan tinggi dengan nilai penerapan green building terendah adalah Universitas Ahmad Dahlan dengan dengan total rata - rata skor keseluruhan variabel yaitu 3,71.
Isu Strategis Terkait Transportasi dalam Pengembangan Perencanaan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni; Andi Achmad Priyadharma
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.773 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.388

Abstract

Permasalahan transportasi menjadi salah satu factor pendorong pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke lokasi baru. Oleh sebab itu sudah selayaknya aspek transportasi perlu dipertimbangkan secara matang dalam perencanaan pembangunan IKN baru. Artikel ini bertujuan untuk membahas beberapa isu strategis terkait transportasi sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk mendukung perencanaan pembangunan IKN. Artikel ini disusun melalui desk study dengan menggunakan sumber data dari buku, publikasi ilmiah, dan media elektronik. Penekanan pembahasan isu strategis diarahkan pada lessons learned negara yang berpengalaman memindahkan IKN terutama dalam aspek manajemen transportasi, tinjauan literature terkait potensi penerapan TOD pada simpul transportasi di IKN, dan tinjauan literature tentang prospek penggunaan system transportasi berkelanjutan di IKN.
Pengaruh Penambahan H2O2 sebagai Foaming Agent pada Karakteristik Batu Bata Ringan Tahan Api Berbahan Dasar Fireclay dan Fly Ash PLTU Teluk Balikpapan Adrian Gunawan; Amelia Anggraini Pangestu; Etty Rahmayanti; Andika A.I. Saputra; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Ainun Zulfikar; A. I. Arobi
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.494 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i1.390

Abstract

Total kebutuhan material refractory di Indonesia mencapai 200.000 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi mencapai 50.000 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan bahan baku alternatif selain bahan baku utama yakni fireclay yang berasal dari tanah liat, yakni Fly Ash (FA) dari sisa pembakaran batu bara di PLTU. Jenis material refractory dalam penelitian ini adalah batu bata ringan tahan api, dengan menggunakan zat Hidrogen Peroksida (H2O2) sebagai foaming agent. Fly Ash digunakan berasal dari PLTU Teluk Balikpapan dengan tingkat substitusi fireclay sebesar 5% s.d 25%, serta H2O2 dengan variasi 5 ml s.d 9 ml. Analisis yang dilakukan adalah XRF untuk FA, serta kuat tekan, densitas, penyerapan, porositas, dan shrinkage untuk specimen batu bata ringan tahan api. Hasil kuat tekan terbaik adalah 0,549 Mpa dengan linier shrinkage 2%, penyerapan 37,46%, 2%, densitas 1,44 g/cm3, dan porositas 50%
Assessment of Students Satisfaction with Online Learning Experiences during the COVID-19 Pandemic: Customer Satisfaction Index and Importance Performance Analysis: Case Study at Institut Teknologi Kalimantan Noni Oktiana Setiowati; Abdul Alimul Karim; Eka Krisna Santoso
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.862 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.477

Abstract

As COVID-19 has became a pandemic, all universities have been switched their learning methods into online classes. This new learning method certainly affects the conventional learning students, including two of six effective learning indicators according to Directorate General of Higher Education are no longer directly related to university namely students’ activities/behaviour and learning climate. This research aims to measure the student satisfaction with online learning experiences during the COVID-19 pandemic at Institut Teknologi Kalimantan (ITK) using Customer Satisfaction Index (CSI) based on those six indicators. Importance Performance Analysis (IPA) was used to determine the most important attributes which affected the measured satisfaction or dissatisfaction. The results of this study shows that students at ITK have satisfaction level of 74.79 % who fall into the Satisfied category, this number shows that the implementation of online lectures at ITK had met students’ expectations. The result of attribute mapping using IPA method shows that the students’ disatisfaction mostly come from one item at learning climate indicator that stated about studying comfortably and conducively at home, it means that the students cannot concentrate when taking online lectures at home. Fortunately, the rest of important attributes had met students’ expectations. Keywords: COVID-19, Student satisfaction, CSI, IPA, ITK, Online lectures, Learning climate
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA PAMPANG SAMARINDA Olivia Ngabito Febrianty Ngabito; Eko Agung Syaputra; Sasferi Yendra
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.247 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.485

Abstract

Desa Wisata Pampang adalah desa yang dihuni oleh masyarakat suku Dayak Kenyah. Desa ini disebut dengan desa budaya karena tata cara kehidupannya seperti bercocok tanam, adat istiadat hingga berkeseniannya masih menggunakan tata cara kehidupan dari nenek moyang suku Dayak Kenyah. Adanya desa budaya ini dapat menjadi suatu sarana pembelajaran sejarah suku Dayak Kenyah dan juga menjadi Desa Wisata berbasis Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kembali sektor pariwisata yang tidak berjalan selama pandemi. Covid-19 yang melanda hampir di selurh belahan dunia khususnya Desa Pampang sebagai desa wisata berbasis Budaya. Pengembangan Desa Wisata Pampang harus di perhatikan dari segi pengelolaan desa wisata berbasis budaya hingga pelestarian Desa wisata berbasis Budaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengembangan Desa Wisata Pampang yang dapat dilakakukan pasca pandemi yaitu dengan cara menciptakan produk destinasi lebih unggul dari yang lain dan tampak unik dengan harga tinggi dan kualitas relatif tinggi.
Pengembangan Produk Kreatif dari Sisa Potongan Kayu dan Kain Tenun dalam Konteks Perancangan untuk Pengembangan Masyarakat berbasis Vernakular Pasar Inpres Kebun Sayur Kota Balikpapan Eko Agung Syaputra; Olivia Febrianty Ngabito; Sasferi Yendra
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.912 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.489

Abstract

Pasar Inpres Kebun Sayur Kota Balikpapan merupakan wadah bagi para pelaku usaha untuk mengenalkan dan mendistribusikan produk-produk kerajinan kreatif khas Kalimantan Timur sebagai sarana melestarikan produk khas budaya lokal. Sebagian besar produk yang dijual di Pasar Inpres adalah kain tenun dengan motif khas Kalimantan Timur. Di sisi lain, sebagai kota yang terletak di Kalimantan Timur, Kota Balikpapan memiliki kekayaan sumber daya alam berupa keanekaragaman jenis tumbuhan penghasil kayu, terutama kayu dari hutan tropis. Dalam proses pemanenan kayu tersebut menghasilkan sisa-sisa potongan kayu yang belum termanfaatkan secara optimal yaitu berkisar antara 0,548 – 0,664 m3/pohon atau rata-rata 0,564 m3/pohon. Secara umum, sisa potongan penebangan berupa kayu yang cacat sebesar (65,1%), pecah (23,3%), dan paling rendah adalah sisa potongan yang kondisinya masih baik (11,6%). Penelitian ini bertujuan untuk merespon sumber daya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dalam ranah produk kreatif sebagai upaya untuk memantik inovasi keragaman produk budaya khas daerah di masyarakat, terutama mengenai aspek desain produk, budaya visual, dan budaya. secara umum, dengan tujuan untuk mempertahankan unsur-unsur kearifan budaya lokal yang ada di daerah. Penelitian ini menghasilkan produk dengan bahan utama sisa potongan kayu dan kain tenun khas Kalimantan Timur. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghasilkan produk unggulan khas daerah serta memberikan nilai tambah pada sisa potongan kayu dan kain tenun Kalimantan Timur
Analisis Beban Pendinginan dengan Metode Cooling Load Temperature Difference pada Ruang Perkuliahan Gedung F Institut Teknologi Kalimantan Rachman, Fiqriza Hadista; Rizianiza, Illa; Gunawan, Gad; Sa’adiyah, Devy Setiorini
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 1 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.082 KB) | DOI: 10.35718/specta.v7i1.490

Abstract

The era of globalization requires humans to continue to innovate in developing technology. The comfort factors of a room are largely determined by the location, characteristics and activities in it. Determination of the amount of power in the Air Conditioner is carried out based on the amount of cooling load obtained. The method used is data the collection of the outside temperature, the measurement of the area of the component to be calculated, and the heat transfer coefficient for the components used. The results show that the cooling load in the 104F lecture room of 21,133 Watt of equivalent to 72,109 BTU/h. While the cooling load in the 105F lecture room, the results are 13,444 W or equivalent to 45,873 BTU/h. From that finding, it can be concluded that the power of the Air Conditioner used in the two rooms has not covered the amount of existing cooling, because the 104F lecture room has three Air Conditioners whereas one Air Conditioner has a power of 2 PK or equivalent to ±18,000 BTU/h, and 105F have two Air Conditioners with the same power. So that the cooling load of the two rooms is greater than the power of the Air Conditioner used.
Hull Strength Investigation of Traditional Boat “Sandeq” Using Numerical Experiment: English Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Alamsyah; Muhammad Uswah Pawara; Rodlian Jamal Ikhwani; Agus Budianto; Irfan Fadillah
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.13 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.492

Abstract

Sandeq is an Indonesian traditional boat that is built instead of applying principal spiral design and technical calculation in its design and construction. Its construction relies on the inherited skills of the builders. This study aims to investigate the structural strength of the boat with numerical experiments by computer software that applying the finite element method (FEM). Longitudinal and transversal hull strength will be examined for four Sandeg models. The computational model of the boat hull has been designed and run with varieties of hull lengths using the software. The simulation results showed that the obtained longitudinal and transversal stresses were less than the allowable stress of the material based on the classification rules. In the transversal strength analysis, the ratio of working stress to material stress was 6,37%, 7,20%, and 5,98% on the sandeq A, B, and C respectively. As for longitudinal stress in hogging condition, the ratio was 2,77% 3,35%, 0,93%, and 0,72% on the sandeq A, B, C, and D respectively. for sagging condition, the ratio was 2,11%, 2,49%, 0,52%, and 0,69%.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): Vol. 9 No. 1 (2025): SPECTA Journal of Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Specta Journal of Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Specta Journal of Technology Vol. 8 No. 3 (2024): SPECTA Journal of Technology Vol. 8 No. 2 (2024): SPECTA Journal of Technology Vol. 8 No. 1 (2024): SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 3 (2023): SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 2 (2023): SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 1 (2023): SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 3 (2022): SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2022): SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2021): SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 3 (2020): SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 2 (2020): SPECTA Journal of Technology Vol 4 No 1 (2020): SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 1 (2020): SPECTA Journal of Technology Vol 3 No 3 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 3 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 2 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol 3 No 2 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol 3 No 1 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 1 (2019): SPECTA Journal of Technology Vol 2 No 3 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol. 2 No. 3 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol 2 No 2 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol. 2 No. 2 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol. 2 No. 1 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol 2 No 1 (2018): SPECTA Journal of Technology Vol 1 No 3 (2017): SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 3 (2017): SPECTA Journal of Technology Vol 1 No 2 (2017): SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 2 (2017): SPECTA Journal of Technology Vol 1 No 1 (2017): SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 1 (2017): SPECTA Journal of Technology More Issue