cover
Contact Name
Rachmat Faisal Syamsu
Contact Email
rachmatfaisal.syamsu@umi.ac.id
Phone
+6285242150099
Journal Mail Official
medicaljournal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.05 (Kampus II UMI), Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UMI Medical Journal
ISSN : 25484079     EISSN : 26857561     DOI : -
Umi Medical Journal (UMEDJ) is a field of health in the broadest sense such as medicine, public health, nursing, midwifery, pharmacy, health psychology, nutrition, biomedical sciences.
Articles 161 Documents
Hubungan Anemia dalam Kehamilan dengan Angka Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Nurul Annisa Amiruddin; Alifia Ayu Delima; Henny Fauziah
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.216

Abstract

Latar belakang: Anemia kehamilan adalah kondisi ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin di bawah 11 gr/dl yang berisiko melahirkan berat bayi lahir rendah akibat kurangnya suplai darah pada plasenta yang akan berpengaruh pada fungsi plasenta terhadap janin. Adapun risiko perdarahan sebelum dan saat persalinan, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya apabila ibunya mengalami anemia. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah khususnya di Puskesmas Tamangapa. Metode: Analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode Pengambilan sampel consecutive sampling sebanyak 100 sampel. Hasil: Hasil menunjukkan hubungan antara anemia kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Tamangapa melalui uji chi-square dengan nilai p-value 0.000 < 0.05. Berdasarkan uji analisis rank spearman angka correlation coefficient sebesar 0.463 Diketahui juga nilai sig. (2-tailed) kedua variabel yaitu variabel independent dan dependent adalah 0.000 < 0.05. Maka disimpulkan ada hubungan yang cukup kuat dan searah antara variabel independen dan variabel dependen. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang cukup kuat antara kadar hemoglobin dengan keluaran kehamilan; menyebabkan semakin rendah kadar hemoglobin, maka berat bayi lahir juga semakin rendah.
Faktor yang Mempengaruhi Infeksi Sars-Cov-2 dan Lama Paparan Terhadap Tenaga Kesehatan yang Terinfeksi Covid-19 Mohammad Nur Qalbi; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Irmayanti Haidir Bima; Edward Pandu Wiransyah; Yani Sodiqah
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.218

Abstract

Latar belakang: Kasus pneumonia pertama kali dilaporkan di Wuhan. Kasus tersebut dikenal dengan nama covid-19 dan menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia, sehingga peneliti meneliti faktor yang mempengaruhi infeksi sars-cov-2 dan lama paparan di ruang isolasi terhadap tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Hasil: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan 3 faktor utama yang mempengaruhi terinfeksinya SARS-COV-2. Sebanyak 17 responden (56,7%) dengan pengalaman bekerja <6 bulan merupakan yang paling banyak terinfeksi. Sebanyak 19 responden (63,3%) dengan waktu kerja 4-8 jam merupakan yang paling banyak terinfeksi. Sebanyak 16 responden (53,3%) dengan APD level 3 merupakan yang paling banyak terinfeksi. Kesimpulan: Lamanya pengalaman kerja, Lama waktu kerja, serta tingkatan level penggunaan APD memiliki faktor terhadap seorang tenaga kesehatan terinfeksi SARS-COV-2.
Hubungan Pengetahuan Pola Makan Terhadap Kejadian Radang Tenggorokan pada Siswa Sekolah Dasar Sri Wahyuni Gayatri Basri; Andi Tenri Sanna Arifuddin; Hermiaty Nasruddin; Masita Fujiko M.Said; Radiana Syamsu
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.219

Abstract

Latar Belakang : Penyakit tenggorokan merupakan jenis penyakit peradangan yang menyerang bagian tenggorokan disebabkan oleh virus dan bakteri yang sering diderita oleh anak-anak yang mengkonsumsi jajanan di sekolah yang belum diketahui kandungan gizi dan kebersihannya dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan dapat menimbulkan suatu masalah Kesehatan. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan pola makan terhadap kejadian radang tenggorokan pada siswa SD. Metode : Deskriptif analitik. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari kuisioner. Hasil : Hasil dari 74 responden diperoleh anak yang mengalami gejala radang tenggorokan dengan pengetahuan pola makan yang berisko sebanyak 30 orang (40.5%), sedangkan dengan pengetahuan pola makan yang tidak berisiko sebanyak 8 orang (10.8%). Adapun responden yang tidak mengalami gejala radang tenggorokan dengan pengetahuan pola makan berisiko sebanyak 29 orang ( 39.2%), dan responden dengan pengetahuan pola makan tidak berisiko sebanyak 7 orang (9.5%). Kesimpulan : tidak ada hubungan antara pengetahuan pola makan dengan kejadian radang tenggorokan pada siswa sekolah dasar.
Defisiensi Mikronutrien pada Gagal Jantung: Disfungsi Mitokondrial sebagai Patofisiologi Sidhi Laksono; Nadia Fiyani
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.220

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung merupakan beban penyakit yang tidak kunjung berkurang dari dulu hingga sekarang. Penuaan dan pertumbuhan populasi menyumbang dalam peningkatan jumlah kasus gagal jantung. Isi: Selama proses remodeling jantung pada penyakit gagal jantung, terjadi perubahan metabolism jantung dengan peningkatan glikolisis yang signifikan disertai penurunan oksidasi asam lemak. Adenosin trisofat (ATP) yang dihasilkan dari glikolisis saja menyumbang hanya sedikit dari total ATP yang dikonsumsi dalam jantung orang dewasa normal. Mikronutrien berperan penting dalam perubahan transpor elektron di mitokondria. Mikronutrien (termasuk koenzim Q10, zinc, tembaga, selenium, dan besi) diperlukan untuk mengubah makronutrien menjadi ATP secara efisien. Kesimpulan: Defisiensi mikronutrien tertentu dapat memperburuk kondisi gagal jantung, dan sebaliknya, defisiensi mikronutrien mungkin dapat dijadikan sebagai target terapi yang baru, meskipun masih dibutuhkan banyak penelitian lebih lanjut perihal tersebut.
Potensi Kurma Ajwa (Phoenix Dactilifera L.) Bagi Kesehatan Reproduksi Wanita Dalam Literatur Islam dan Penelitian Ilmiah Terkini: Literatur Review Ida Royani; Nasrudin Andi Mappaware; M Hamsah; Shofiyah Latief; Erlin Syahril
UMI Medical Journal Vol 7 No 2 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i2.222

Abstract

Latar Belakang:Kurma Ajwa atau disebut juga “kurma nabi” merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki nilai spiritual bagi kaum muslimin. Disebutkan secara khusus dalam hadits shahih Nabi Muhammad SAW dan dijelaskan manfaat dan keutamaannya oleh para ulama. Isi:Kandungan nutrisinya yang lengkap, baik makronutrisi dan mikronutrisi menyebabkan kurma Ajwa memiliki aktivitas biologik pada tubuh manusia sehingga menimbulkan manfaat kesehatan. Salah satu manfaat kurma Ajwa adalah terkait dengan kesehatan reproduksi wanita; mencegah terjadinya persalinan memanjang, mencegah progresifitas preeklampsia, dan memperlambat penurunan AMH yang merupakan prediktor menopause pada wanita Masih perlu ditambahkan LB tentang penelitian terkait kesehatan reproduksi wanita. Kesimpulan: Berbagai penelitian ilmiah terkini menunjukkan bahwa kurma Ajwa adalah bahan makanan fungsional yang memiliki potensi bagi kesehatan reproduksi wanita.
Analisis Korelasi antara Kecemasan dan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil Muhammad Saddam; Saharuddin Saharuddin; Purnamaniswaty Yunus; Rini Fitriani; M. Galib
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.166

Abstract

Latar belakang: Preeklamsia masih menjadi tiga besar penyebab kematian ibu dalam bidang obstetri. Preeklamsia menduduki peringkat dua sebagai penyebab kematian langsung pada ibu hamil dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya. Hal ini meningkatkan eksresi hormon vasoaktif atau neuroendokrin lainnya yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan juga memicu perubahan pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya preeklamsia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik korelatif, dengan pendekatan cross sectional sebanyak 93 responden (1:2) yang dikumpulkan secara purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh P-value ≤ 0,05 dan PR = 4,646 (95% CI 1,824-7,288). Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Pertiwi Makassar.
Tatalaksana Syok Sepsis Akibat Community Acquired Pneumonia dengan Penyulit Acute Kidney Injury Tamsil Bachrun; Faisal Muchtar; Syamsul Hilal Salam; Ari Santri Palinrungi
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.200

Abstract

Latar Belakang: Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons tubuh terhadap infeksi. Pneumonia merupakan penyebab utama lebih dari 50% angka kejadian sepsis pada pasien di Intensive Care Unit (ICU). Isi: Laporan kasus ini membahas pasien laki-laki usia 36 tahun dengan penurunan kesadaran dan gelisah, sesak napas disertai tidak ada produksi urin sejak 1 hari sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis, laboratorium dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis dengan syok sepsis yang disebabkan penumonia komunitas, edema paru karena paru uremik dan cedera ginjal akut pada penyakit ginjal kronik akibat nefropati diabetik.Pada pasien dilakukan pemberian ventilasi mekanik, vasopressor, pemasangan monitor invasif, sedasi dan analgetik, antibiotik empirik spektrum luas dan dilakukan continuous renal replacement therapy (CRRT) selama 4 hari. Kesimpulan: Telah dilaporkan sebuah kasus keberhasilan dan keamanan penerapan CRRT pada pasien pneumoni komunitas dengan penyulit syok sepsis dan cedera ginjal akut di ICU. Terapi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pada pasien dengan masalah yang sama.
Penatalaksanaan Drowning: Review Article Muhammad Ammar Rusydi; Anggia Viona Farehan A; Baiq Rulia Ashlihan; Fadila Olivia; Haldy Dwi Febrian
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.202

Abstract

Latar belakang: Drowning atau tenggelam didefinisikan sebagai masuknya cairan yang cukup banyak ke dalam saluran nafas atau paru-paru. Dalam kasus tenggelam, terendamnya seluruh tubuh dalam cairan tidak diperlukan. Yang diperlukan adalah adanya cukup cairan yang menutupi lubang hidung dan mulut sehingga kasus tenggelam tidak hanya terbatas pada perairan yang dalam seperti laut, sungai, danau, atau kolam renang, tetapi mungkin pula terbenam dalam kubangan atau selokan di mana hanya bagian muka yang berada di bawah permukaan air. Isi: Ketika seseorang tenggelam, air yang masuk ke mulut bisa saja tertelan atau dimuntahkan. Ketika dorongan inspirasi terlalu tinggi untuk dilawan, air dapat tertelan ke saluran udara dan batuk terjadi sebagai respons refleks. Cairan yang diaspirasi dapat menyebabkan washout dan disfungsi surfaktan, peningkatan permeabilitas kapiler, kolaps alveolar, dan ketidaksesuaian rasio ventilasi- perfusi. Hal ini dapat menyebabkan keluhan pernapasan ringan hingga hingga edema paru non- kardiogenik fulminan, dengan gambaran klinis yang mirip dengan sindrom gangguan pernapasan akut atau dewasa (ARDS). Kesimpulan: Near drowning atau keadaan hampir tenggelam merupakan suatu kondisi seseorang hampir mati karena tidak bisa bernapas atau tercekik di bawah air. Prinsip utama penatalaksanaan dalam kasus drowning adalah mempertahankan oksigenasi yang adekuat, mencegah aspirasi dari lambung, dan menstabilkan suhu tubuh. Berdasarkan hal ini, tatalaksana kegawatdaruratan yang dapat dilakukan yaitu berupa resusitasi jantung paru (RJP). Manajemen jalan napas yang baik menjadi aspek kunci dalam mendapatkan prognosis yang baik. Pasien near-drowning yang mengalami hipotermia ditatalaksana dengan prinsip rewarming baik aktif mau pun pasif.
Renal Replacement Therapy sebagai Intervensi Dini pada Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik Gusti Andhika Kusuma; Haizah Nurdin; Syamsu Hilal Salam; Ari Santri Palinrungi
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.204

Abstract

Ketoasidosis diabetikum (KAD) adalah gangguan metabolik akut yang secara primer ditandai dengan peningkatan badan keton dalam sirkulasi yang berlanjut menjadi ketoasidosis berat dengan hiperglikemia tidak terkontrol akibat defisiensi insulin. Ketoasidosis diabetik menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi meskipun terapi diabetes telah berkembang. Aspek krusial dari tata laksana KAD meliputi pemberian cairan dan elektrolit, dalam jumlah adekuat, dan pemberian insulin secara terus menerus. Pasien dengan KAD sering datang dalam keadaan asidosis metabolik berat dan hiperkalemia yang disertai dengan penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan sehingga memerlukan tindakan yang tepat dan perawatan intensif. Laporan kasus ini mengenai perempuan umur 20 tahun mengalami penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan ditemukan kadar glukosa darah: 742 mg/dL, dan dari analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat (pH: 7,13; HCO3: 4,1 pCO2: 10,9) dan keton urine (+). Terapi KAD yang diberikan diruang ICU meliputi koreksi dehidrasi, terapi insulin untuk kontrol glukosa darah, menejemen infeksi dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit serta terapi intervensi lain seperti ventilasi mekanik dan CRRT. Setelah perawatan hari kelima kondisi pasien mulai stabil dan dapat pindah ke perawatan ruangan. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien KAD dapat memberikan keluaran yang baik pada pasien.
Analisis Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid dengan Komplikasi dan Tanpa Komplikasi yang Dirawat di Rumah Sakit Hasta Handayani Idrus; Nurfika Utami; Rahmawati Rahmawati; Indah Lestari Daeng Kanang; Inna Mutmainnah Musa; Rasfayanah Rasfayanah
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.242

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica reservoir typhi, juga dikenal sebagai salmonella typhi (S. typhi). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang komplikasi dan tanpa komplikasi. Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Desain Cross Sectional Study digunakan karena proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data yang telah ada sebelumnya di RSUD I Lagaligo Luwu Timur pada tahun 2021. Kriteria inklusi semua pasien yang terdiagnosis demam tifoid dengan dan tanpa komplikasi dengan analisis data menggunakan SPSS. Hasil: Karakteristik penderita demam tifoid dengan komplikasi dan tanpa komplikasi berdasarkan terapi perawatan, diperoleh terapi perawatan paling banyak menggunakan ceftriaxon pada penderita dengan komplikasi sebanyak 21 orang (26,3%) dan tanpa komplikasi 22 orang (27,5%). Kesimpulan: Terapi kausatif yang paling banyak digunakan pada penderita demam tifoid adalah penggunaan antibiotik golongan sefalosporin yaitu ceftriaxone dengan lama perawatan 1-14 hari.