cover
Contact Name
Rachmat Faisal Syamsu
Contact Email
rachmatfaisal.syamsu@umi.ac.id
Phone
+6285242150099
Journal Mail Official
medicaljournal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.05 (Kampus II UMI), Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UMI Medical Journal
ISSN : 25484079     EISSN : 26857561     DOI : -
Umi Medical Journal (UMEDJ) is a field of health in the broadest sense such as medicine, public health, nursing, midwifery, pharmacy, health psychology, nutrition, biomedical sciences.
Articles 161 Documents
Tingkat Pengetahuan dan Pengalaman Pelatihan Security Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (Basic Life Support) di Universitas Muslim Indonesia Arfah, Arni Isnaini; Arifin, Arina Fathiyah
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.169

Abstract

Bantuan hidup dasar (BHD) adalah tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Bantuan hidup dasar dapat dilakukan oleh siapapun khususnya petugas keamanan dan dimanapun sesegera mungkin disaat awal terjadinya henti jantung untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup. penelitian ini adalah security mampu melakukan tindakan resusitas awal pada korban dalam airway, breathing dan sirkulasi yang benar dan aman berdasarkan karakteristik umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pelatihan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional yang menggunakan pendekatan survey. Angket sebagai instrumen penelitian telah disusun menggunakan konsep bantuan hidup dasar dari American Heart Association (AHA) tahun 2020 dengan total sampel sebanyak 17 responden. Pegambilan data dilakukan melalui wawancara dengan menyebarkan angket dan hasil dianalisa dengan menggunakan SPSS. Jumlah total sampel adalah 17 responden, dimana untuk umur rerata usia dewasa yaitu 19 – 40 tahun, jenis kelamin laki-laki 16 orang (94%) dan wanita 1 orang, pendidikan terakhir rerata SMA dengan 16 orang dan 1 orang lulusan S1. Untuk tingkat pengetahuan secara umum mengenai defenisi BHD cukup baik dengan ada 10 responden dengan nilai cukup (58,08%). Berdasarkan tingkat pengetahuan responden mengenai airway (jalan nafas) ada 12 responden menjawab dengan nilai cukup (70,06%), pengetahuan mengenai breathing (pernafasan) ada 13 responden menjawab dengan nilai cukup (76,05%) mengenai circulation (sirkulasi) ada 13 responden menjawab dengan nilai kurang (76,05%). Berdasarkan pengalaman pernah tidaknya responden mengikuti pelatihan tentang BHD, ada 14 responden yang pernah mengikuti pelatihan (82,04%) dan ada 3 responden belum pernah mengikuti pelatihan BHD (17,06%) Tingkat pengetahuan petugas keamanan berhubungan terhadap tindakan airway, breathing dan sirkulasi namun tidak adanya hubungan yang signifikan terhadap pernahnya ikut pelatihan.
Kemasan Pangan Sehat Berbasis Bioplastik Dengan Ekstrak Bunga Tembelekan Yuniar, Andi Irma; Nissatuljannah, Syarifah Fatimah; Yasid, Nurul Wahidah; Rijal, Syamsu
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.176

Abstract

ABSTRAK Bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh plastik khususnya yang terbuat dari bahan petrokimia pada seluruh tahapan produksi dan pasca penggunaannya telah mendorong berbagai upaya subtitusi dengan material lain yang lebih ramah lingkungan. Bioplastik yang berbahan pati (starch) yang dimodifikasi dengan penambahan bahan tertentu dapat menjadi alternatif bahan kemasan yang fungsional misalnya memiliki sifat antimikroba, indikator pH, dan mudah terurai. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga tembelekan (Lantana camara L) menunjukkan aktivitas antimikroba dan indikator yang baik terhadap perubahan pH. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kadar penambahan ekstrak yang efektif dan karakteristik bioplastik yang dihasilkan dari penambahan ekstrak tersebut .Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan variabel bebas yaitu variasi kadar ekstrak etanolik bunga tembelekan yang ditambahkan pada bioplastik sebesar 5%,10%,15% 20% dan 25%. Selanjutnya dilakukan pengukuran kerapatan jenis, daya serap air, laju biodegradasi, uji konsentrasi hambatan minimum terhadap S. aureus dan E. coli, pengamatan morfologi dengan Scanning Electron Microscope, dan pengukuran perubahan warna sebagai pengaruh suhu dan cahaya. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa penambahan kadar ekstrak dalam bioplastik berbanding terbalik dengan kerapatan jenis dimana untuk kadar ekstrak 25% diperoleh kerapatan jenis sebesar 1,021 gr/cm3 dibandingkan dengan bioplastik tanpa penambahan ekstrak yaitu sebesar 1,254 gr/cm3. Hasil penelitian juga menunjukkan rata-rata daya serap air tertinggi diperoleh pada bioplastik tanpa kandungan ekstrak sebesar 79,61% dan yang terendah adalah bioplastik dengan kadar ekstrak 25% sebesar 47,22 %. Secara keseluruhan, bioplastik dengan kandungan ekstrak bunga tembelekan memiliki potensi untuk digunakan sebagai kemasan pangan sehat yang fungsional.
Full Issue Vol.5 No.2 (2020) UMI Medical Journal
UMI Medical Journal Vol 5 No 2 (2020): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FullIssue
DM Tipe II Terinfeksi COVID-19 dengan Hiperglikemia yang Sulit Terkendali Pasca Hipoglikemia Kadek Anggiswari Pradnya Angela; I Made Juliana
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.142

Abstract

Pendahuluan. Diabetes Melitus (DM) merupakan komorbid yang sering ditemukan pada penderita dengan COVID-19. Pasien COVID-19 dengan DM sering muncul dengan gejala hiperglikemia preprandial maupun postprandial. Kasus. Pasien laki-laki 51 tahun dengan DM tipe II terinfeksi COVID-19, gula darah 33 mg/dl saat opname. Dalam perawatan, setelah diberikan bolus dextrose 40% dan infus dextrose 10%, kadar gula darah meningkat hingga mencapai 197 mg/dl. Pasien mendapatkan terapi glukokortikoid Dexametason 3x5 mg intravena hari pertama sampai kelima. Selama injeksi glukokortikoid kadar gula darah naik turun antara 321-451 mg/dl dengan terapi insulin Glargine mencapai 16 IU dan insulin Aspart 3x10 IU subkutan. Setelah glukokortikoid dihentikan, kadar gula darah turun namun masih melebihi 180 mg/dl sebagai target pengendalian gula darah pada pasien critical ill COVID-19. Hari kedua belas, kadar gula darah mulai terkendali baik dengan dosis insulin Glargine 20 IU dan insulin Aspart 3x10 IU. Pembahasan. Glukokortikoid paling sering memprovokasi hiperglikemia, dikenal sebagai Steroid-Induced Hyperglycemia (SIH). SIH umumnya muncul 48 jam pertama pemberian steroid. COVID-19 juga dapat menyebabkan hiperglikemia melalui peningkatan sitokin proinflamasi dan reactive oxygen species, sehingga terjadi resistensi insulin dan hambatan sekresi insulin. Simpulan. Dilaporkan kasus hiperglikemia karena SIH dan infeksi COVID-19 ditandai gula darah terkendali setelah glukokortikoid dihentikan dan COVID-19 memasuki fase penyembuhan.
Hubungan Pelaksanaan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dengan Kejadian Stunting Ahmad Fari Arief Lopa; Darmawansyih Darmawansyih; Fhirastika Annisa Helvian
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.143

Abstract

Latar belakang:. Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, juga termasuk salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian stunting di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Metode: Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 86 orang anak dan orang tua yang melaksanakan STBM di wilayah Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Data diolah dan dianalisa sesuai yang diperlukan dan analisis data menggunakan uji Chi Square p<0,05. Hasil: Didapatkan niIai signifikansi (p) <0,05 dimana terdapat hubungan yang signifikan antara kelima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian stunting di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene (0.000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian stunting. Kata kunci: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Stunting.
Perbandingan Estetika Post Labioplasty Unilateral Antara Teknik Millard Dengan Teknik Tennison Azis Beru Gani; Fonny Josh
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.146

Abstract

Latar belakang : Estetika hasil operasi labioplasty sangat menentukan kualitas hidup pasien bibir sumbing. Walaupun terdapat banyak teknik labioplasty namun terdapat 2 teknik operasi yang paling sering digunakan yaitu teknik Millard dan teknik Tennison. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan metode komparatif untuk membandingkan Teknik operasi Millard Tennison. Teknik penilaian dengan menggunakan Mortier Score Modified untuk menilai Red Lip, White Lip dan Scars. Hasil: Penilaian Estetika Red Lip (Vermillion) Teknik Millard lebih baik daripada teknik Tennison. Penilaian Estetika White Lip teknik Tennison lebih baik daripada teknik Millard. Penilaian Estetika Scars Teknik Millard lebih baik daripada teknik Tennison. Kesimpulan: Estetika post labioplasty unilateral Teknik Millard lebih baik daripada teknik Tennison.
Mekanisme Kerja Antibiotik: Review Article Dwi Anggita; Siti Nurisyah; Edward Pandu Wiriansya
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.149

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat-obatan yang tidak rasional adalah masalah yang tersebar luas di semua tingkat pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Penggunaan antibiotik di rumah sakit yang tidak perlu atau berlebihan mendorong berkembangnya resistensi terhadap bakteri tertentu. Adanya hubungan yang erat antara penggunaan antibiotik yang salah dengan timbulnya resistensi bakteri penyebab infeksi nosokomial. Sehingga penting diketahui mekanisme kerja antibiotik agar pemberiannya sesuai dengan bakteri penyebab suatu penyakit. Isi: Mekanisme kerja dari antibiotik yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar yaitu antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri, antibiotik yang menghalangi produksi protein baru, dan antibiotik yang menargetkan replikasi DNA atau DNA. Kesimpulan: Antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri adalah golongan ß-laktam (penisilin, cefalosporin, karbapenem, dan monobaktam), glikopeptida, daptomisin, kolistin. Adapun antibiotik yang menghalangi sintesis protein adalah rifamisin, aminoglikosida, makrolid dan ketolide, tetrasiklin dan glisilsiklin, kloramfenikol, klindamisin, streptogram, linezolid, nitrofurantoin. Sedangkan antibiotik yang menargetkan DNA atau replikasi DNA antara lain sulfa, kuinolon, metronidazol.
Perubahan Paradigma pada Strategi Penanganan Karsinoma Hepatoseluler: Systematic Review rini bachtiar; Muhammad Luthfi Parewangi; Fardah Akil; Nu’man AS Daud; Susanto Hendra Kusuma; Amelia Rifai
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.150

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma hepatoseluler (KSH) membawa tantangan yang besar pada sistem kesehatan dikarenakan insidensi dan tingkat mortalitasnya yang tinggi. Sebagian besar pasien datang dalam stadium lanjut yang berespon buruk dengan terapi sistemik kemoterapi dan hormonal.Isi: Beberapa tahun kebelakang, terjadi pertumbuhan pesat dalam pengembangan strategi manajemen KSH pasca ditemukannya terapi target sorafenib pada tahun 2007, disusul dengan ditemukannya kombinasi penghambat immune checkpoint yang bekerja secara efektif dalam memperpanjang kesintasan pasien KSH. Tinjauan literatur ini dibuat untuk membahas secara lengkap mengenai perubahan paradigma serta tantangan pada era terapi target dan penghambat immune checkpoint dalam manajemen KSH. Diharapkan tinjauan literatur ini dapat memberikan gambaran mengenai tantangan dan perubahan tatalaksana pada pasien KSH demi luaran yang lebih baikKesimpulan: Saat ini, terapi target dan penghambat immune checkpoint menjadi pilihan utama dalam strategi penatalaksanaan KSH stadium lanjut.
Hubungan Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Husnul Khatimah; Dewi Setiawati; Nadyah Haruna
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.152

Abstract

Latar belakang: Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana sel darah merah kurang dalam sirkulasi darah, sehingga memiliki dampak pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 63 ibu hamil trimester ketiga. Data diolah dan dianalisis menggunakan Uji Chi square p<0,05 pada program SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, frekuensi antenatal care (ANC), pendidikan, pengetahuan, status gizi dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester ketiga. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor- faktor risiko (Usia, Pendidikan, Paritas, Frekuensi Antenatal Care (ANC), Status Gizi, Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe) dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai pada Ibu Nifas terhadap Kelancaran Produksi Asi di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep Lili Purnama sari; Uliarta Marbun
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.154

Abstract

Produksi ASI merupakanhal yang sangatberpengaruh pada jumlahpengeluaran ASI sejakbayilahir.Faktor yang memengaruhi pembentukan dan produksi ASI antara lain faktormakananibu, isapanbayi, frekuensi menyusui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu Nifas. Metode Penelitian:experiment dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik Uji wilcoxon Sign Rank Test.Hasil:hasil analisis pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu Nifasdiperoleh nilai ρ = 0,000 berarti ada pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada Ibu nifas. Implikasi penelitian: kenaikanjumlahproduksi ASI dalam 2 minggumengkonsumsi susu kedelai. Rekomendasi: diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan Diharapkan menilaipemberian susu kedelaisaatkehamilan dan pengaruhnya pada pengeluaran ASI 1-3 hari postpartum.

Page 11 of 17 | Total Record : 161