cover
Contact Name
Baiq Eka Putri Saudia
Contact Email
saudiaputrieka_bq@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmidwiferyupdate@gmail.com
Editorial Address
Campus A, Health Road V / 10 Pajang Timur, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Midwifery Update (MU)
ISSN : -     EISSN : 26848511     DOI : 10.32807/jmu
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Midwifery Update (MU) is a scientific publication journal published by the Midwifery Department of Poltekkes Kemenkes Mataram. Jurnal Midwifery Update (MU) accepts only original research articles relevant to the field of midwifery science and health sciences. Regular scientific focus and coverage covering the health of women and children, such as; Premarital Teen and preconception Pregnancy, Labor and newborn, Childbirth and breastfeeding, Toddlers and pre-school children, Family planning and reproductive health, Obstetrics and gynecology, Maternal and neonatal emergencies, Menopause, Midwifery and health policy, Midwifery education, The management of midwifery care and midwifery communities, Complementery in midwifery.
Articles 109 Documents
PENGARUH SIKAP IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KONTRASEPSI TERHADAP PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI Eja, Tenri; Suryatno, Hadi; Khaerina, Rosita
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.142

Abstract

AbstrakSikap merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi. Penggunaan Kontrasepsi merupakan cara menghindari/mencegah terjadinya kehamilan maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan keduanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Keputusan menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan sebaiknya dilakukan segera setelah persalinan sampai dengan 42 hari postpartum. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap Ibu Pasangan Usia Subur tentang metode kontrasepsi terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Metode penelitian ini menggunakan desain study corelasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner. Adapun subyek penelitiannya adalah ibu hamil primi gravida dan multigravida yang belum pernah melahirkan yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Jereweh dari tanggal 16 Agustus-16 September 2021 yaitu sebanyak 49 responden. Tehnik pengumpulan sampel menggunakan total sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Dibuktikan dengan hasil uji chi-square, nilai P-value adalah 0,000 (<0,005). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan semakin baik pengetahuan responden akan mempengaruhi sikap terhadap pemilihan metode kontrasepsi, sehingga diharapkan tenaga Kesehatan bisa secara berkesinambungan memberikan pemahaman baik berupa penyuluhan kelompok maupun individu (konseling) terkait tujuan, manfaat, waktu dan efek samping dari metode kontrasepsi yang akan di pilih untuk mencegah responden ber-KB setelah masa masa nifas. AbstractAttitude is one of the factors that influence the choice of contraceptive method. The use of contraception is a way to avoid/prevent pregnancy, so those who need contraception are couples who are actively having sex and both have normal fertility but do not want pregnancy. The decision to use contraception after delivery should be made immediately after delivery up to 42 days postpartum. The purpose of this study was to determine the attitudes of women in childbearing age (PUS) about contraceptive methods to the selection of contraceptive methods at the Jereweh Public Health Center. This study used a correlational study design with a cross sectional approach and the research instrument was a questionnaire. The research subjects were primigravida and multigravida pregnant women who had never given birth who performed ANC checkup at the Jereweh Health Center from 16 August-16 September 2021, the amount of respondents are 49 respondents. The technique of collecting samples using total sampling.The results showed that there was a significant influence between women attitudes towards the choice of contraceptive method. As evidenced by the results of the chi-square test, the P-value is 0.000 (<0.005). Based on the results of the study, it can be concluded that the better the respondent's knowledge will affect attitudes towards the choice of contraceptive method, so it is expected that health workers can continuously provide understanding in the form of group and individual counseling related to the purpose, benefits, timing and side effects of the contraceptive method to be chosen to prevent respondents from using family planning after the postpartum period.
PENGARUH PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS TERHADAP MOTIVASI PEMERIKSAAN IVA PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Masraya, Masraya; Suryatno, Hadi; Khaerina, Rosita
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i2.143

Abstract

Kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia yang perlu mendapat perhatian serius. Pemeriksaan IVA merupakan metode skrining sederhana dan praktis untuk mendeteksi kanker serviks. Motivasi Ibu PUS di Desa Sekongkang Atas masih kurang sehingga dibutuhkan metode untuk meningkatkan  motivasi Ibu PUS. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Deteksi Dini Kanker  Serviks Terhadap Motivasi Pemeriksaan IVA Pada Ibu PUS di Desa Sekongkang Atas Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain study corelasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan instrument penelitian yaitu kuesioner. Adapun subyek penelitiannya adalah Ibu Pasangan usia subur (PUS) di Desa Sekongkang Atas dari tanggal 16 Agustus - 16 September 2021 yaitu sebanyak 40 responden. Tehnik pengumpulan menggunakan quata Sampling. Ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan deteksi dini kanker serviks terhadap motivasi pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) dengan nilai (p-value adalah 0,001 (< 0,05). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan Penyuluhan mempunyai pengaruh penting terhadap Pemeriksaan Inspeki Visual Asetat (IVA) pada Ibu PUS. Diharapkan dengan mengikuti penyuluhan dapat meningkatkan kesadaran Ibu pasangan usia subur untuk melakukan tes IVA sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.AbstractCervical cancer is an important health problem for women around the world that needs serious attention. An IVA check-up is a simple and practical screening method to detect cervical cancer. The motivation of PUS mothers in Sekongkang Atas Village is still lacking, so a method is needed to increase the motivation of PUS mothers. Objective to determine the effect of counselling on early detection of cervical cancer on the motivation for VIA examinations for women of reproductive age in Sekongkang Atas Village, West Sumbawa Regency. This research uses a correlational study design with a cross-sectional approach using a research instrument, namely a questionnaire. The subjects of this study were women as a Couples of Childbearing Age (PUS) in Sekongkang Atas Village from August 16 to September 16 2021, namely 40 respondents. The collection technique uses quota sampling. There was a significant effect between Counselling on Early Detection of Cervical Cancer on Motivation for Visual Inspection of Acetic Acid (IVA) check-up in Sekongkang Atas Village, West Sumbawa Regency with a value (p-value was 0.001 (< 0.05). Based on the research, it can be concluded that counselling has an important influence on the Visual Acetate Inspection Examination (IVA) in women of childbearing age. It is expected that participating in counselling can increase the awareness of women of childbearing age to carry out an IVA test as an effort to detect cervical cancer early.
VIRTUAL REALITY: SEBUAH MODALITAS PELENGKAP EDUKASI ANATOMI Sasongko, Bagas Ekasangga; Harahap, Ida Lestari; Herlina, Lenny
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i2.146

Abstract

Anatomi menjadi landasan dasar ilmu-ilmu kedokteran sehingga pentingnya mempelajari anatomi untuk menunjang praktik klinik di masa depan, baik dalam pemeriksaan dan diagnosis pasien, maupun komunikasi antar sesama profesi kesehatan. Anatomi dapat dipelajari dengan modalitas dua dimensi dan utamanya dengan modalitas tiga dimensi. Kadaver menjadi modalitas tiga dimensi yang telah digunakan selama berabad-abad lamanya. Kadaver mampu menghadirkan pemahaman spasial yang baik dan mendalam mengenai struktur tubuh manusia, serta memberikan sensasi sentuhan yang tidak bisa didapatkan oleh modalitas pembelajaran lainnya. Dengan bertambahnya institusi pendidikan kedokteran serta permasalahan berkaitan dengan kesehatan, agama, etika, medikolegal, waktu dan biaya, menjadikan kadaver semakin langka untuk didapatkan. Hal ini mengharuskan mahasiswa menambah pemahaman mereka dengan modalitas lain yang banyaknya berbentuk dua dimensi. Modalitas dua dimensi pun memiliki kelemahan yang hanya bisa didapatkan dari modalitas tiga dimensi sehingga tetap diperlukan modalitas tiga dimensi lainnya selain kadaver. Virtual Reality hadir menjadi alternatif modalitas pelengkap yang efektif dalam membantu pemahaman dalam mempelajari anatomi. Artikel ini disusun dengan pencarian literatur digital pada online database yang tersedia berupa artikel penelitian dan tinjauan pustaka. Pencarian literatur menghasilkan rangkaian pembahasan mengenai pembelajaran anatomi, peran kadaver dalam pembelajaran anatomi, dan virtual reality sebagai alternatif modalitas tiga dimensi. Kesimpulan pada artikel ini, yaitu virtual reality dengan kelebihan dan kekurangannya mampu menjadi pelengkap pada pembelajaran anatomi, meskipun tidak dapat menggantikan peran kadaver seutuhnya.AbstractAnatomy is the basic foundation of medical sciences so it is important to study anatomy to support clinical practice in the future, both in the examination and diagnosis of patients, as well as in communication between fellow health professionals. Anatomy can be studied with two-dimensional modalities and mainly with three-dimensional modalities. Cadaver became a three-dimensional modality that has been used for centuries. Cadavers can present a good and deep spatial understanding of the structure of the human body, as well as provide tactile sensations that other learning modalities cannot get. With the increase in medical education institutions and problems related to health, religion, ethics, medicolegal, time, and cost, cadavers are increasingly rare to obtain. This requires students to increase their understanding of other modalities that are mostly two dimensions. The two-dimensional modalities also have a weakness that can only be obtained from the two-dimensional modalities so other two-dimensional modalities besides cadavers are still needed. Virtual Reality is here to be an effective alternative complementary modality in helping understanding in studying anatomy. This article is compiled by searching digital literature on the online database available in the form of research articles and literature reviews. A literature search resulted in a series of discussions on anatomical learning, the role of cadavers in anatomical learning, and virtual reality as an alternative to three-dimensional modalities. The conclusion of this article is that virtual reality with its advantages and disadvantages can be a complement to the learning of anatomy, although it cannot replace the role of cadavers completely. AbstractAnatomy is the basic foundation of medical sciences so it is important to study anatomy to support clinical practice in the future, both in the examination and diagnosis of patients, as well as in communication between fellow health professionals. Anatomy can be studied with two-dimensional modalities and mainly with three-dimensional modalities. Cadaver became a three-dimensional modality that has been used for centuries. Cadavers can present a good and deep spatial understanding of the structure of the human body, as well as provide tactile sensations that other learning modalities cannot get. With the increase in medical education institutions and problems related to health, religion, ethics, medicolegal, time, and cost, cadavers are increasingly rare to obtain. This requires students to increase their understanding of other modalities that are mostly two dimensions. The two-dimensional modalities also have a weakness that can only be obtained from the two-dimensional modalities so other two-dimensional modalities besides cadavers are still needed. Virtual Reality is here to be an effective alternative complementary modality in helping understanding in studying anatomy. This article is compiled by searching digital literature on the online database available in the form of research articles and literature reviews. A literature search resulted in a series of discussions on anatomical learning, the role of cadavers in anatomical learning, and virtual reality as an alternative to three-dimensional modalities. The conclusion of this article is that virtual reality with its advantages and disadvantages can be a complement to the learning of anatomy, although it cannot replace the role of cadavers completely.
BAROTRAUMA OKULAR PADA SCUBA DIVING Putri, Rizkia Wiyani; Ningtyastuti, Isna Kusuma
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i2.147

Abstract

Barotrauma merupakan kasus cedera nonfatal terbanyak yang sering kali terjadi pada penyelam (divers). Ocular barotrauma yaitu cedera pada mata dan struktur periokular akibat adanya tekanan negatif yang dapat terjadi pada seorang penyelam. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, manifestasi klinis, dan penanganan barotrauma okular pada penyelam. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah barotrauma okular dapat menyebabkan terjadinya edema palpebra, nyeri pada mata, hifema, ekimosis, dan subconjunctival hemorrage. Pada orang-orang dengan kondisi memiliki gelembung gas di intraokular dapat mengalami kebutaan  karena oklusi arteri retina sentralis. Barotrauma okular dapat sembuh dengan spontan, namun beberapa di antaranya juga memerlukan penanganan bedah bila terjadi komplikasi.AbstractBarotrauma is the most common nonfatal injury that often occurs in divers. Ocular barotrauma is an injury to the eye and periocular structures due to negative pressure that can occur in a diver. The purpose of this study was to determine the causes, clinical manifestations, and treatment of ocular barotrauma in divers. The method used in conducting this research is qualitative methods in the form of literature studies from various national and international journals. The results in this study are ocular barotrauma can cause palpebral edema, eye pain, hyphema, ecchymosis, and subconjunctival hemorrhage. In people with the condition of having gas bubbles in the intraocular can experience blindness due to central retinal artery occlusion. Ocular barotrauma can heal spontaneously, but some of them also require surgical treatment if complications occur.
PERBANDINGAN KEBERHASILAN DAN PENGGUNAAN KONDOM KATETER DENGAN BALON BAKRI PADA MANAJEMEN PERDARAHAN POST PARTUM AKIBAT ATONIA UTERI Saufi, Salman Elwaro; Jumsa, Rizkinov; Adistana, I Gede Prabananda; Chantika Nariswari, I Gusti Ayu Ratih; Chaeruddin, Muhammad Sutan Maulana; Sari, Nofiana Ayu Risqiana; Amala, Quilla Shafa
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.148

Abstract

AbstrakAtonia uteri merupakan kondisi kegagalan kontraksi uterus setelah lahirnya plasenta dan menjadi penyebab utama perdarahan post partum (PPH) yang merupakan suatu kegawatdaruratan obstetri. Terdapat beberapa manajemen yang dilakukan untuk menangani PPH pemberian uterotonika, masase uterus, dan kompresi bimanual sebagai manajemen awal. Manajemen alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi PPH yaitu tamponade uterus yang memiliki tingkat morbiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan intervensi bedah dan radiologi. Jenis tamponade uterus yang digunakan seperti kondom kateter dan balon bakri yang memiliki efektivitas yang sama untuk menangani perdarahan post partum. Tujuan untuk mengetahui perbandingan manajemen perdarahan postpartum (PPH) dengan menggunakan kondom kateter dan balon bakri. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan literatur dalam tinjauan pustaka ini melalui database internet seperti, PubMed, Google Scholar, dan Institusi pemerintah. Sumber yang sudah diajukan kepada dokter pembimbing untuk ditinjau lebih lanjut. Dari hasil literatur review tatalaksana yang dapat diberikan kepada pasien dengan atonia uteri dengan menggunakan kondom kateter, dimana banyak penelitian mengatakan cara ini efektif untuk menangani perdarahan post partum. Adapun cara lain adalah dengan balon bakri yang menurut penelitian juga memiliki efektivitas yang sama dengan kondom kateter, namun kondom kateter memiliki waktu sedikit lebih lama dalam menghentikan serangan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kondom kateter dan balon bakri memiliki efektifitas yang sama dalam penatalaksanaan perdarahan oleh karena atonia uteri. AbstractUterine atony is a condition of failure of uterine contractions after the birth of the placenta and is a major cause of postpartum hemorrhage (PPH), which is an obstetric emergency. There are several managements carried out to treat PPH by giving uterotonic, uterine massage, and bimanual compression as initial management. Alternative management that can be done to overcome PPH is uterine tamponade which has a lower morbidity rate compared to surgical and radiological interventions. Types of uterine tamponade used such as catheter condoms and bakri ballons which have the same effectiveness for postpartum bleeding. The method used to collect literature in this literature review is trough internet databases such as PubMed, Google Scholar, and government institutions. Sources that have been submitted to the supervising doctor for further review. From the results of a literature review of treatments that can be given to patients with uterine atony using a condom catheter, many studies say this method is effective for treating post-partum bleeding. Another way is to use a bakri balloon, which according to research also has the same effectiveness as a catheter condom, but the catheter condom has a slightly longer time to stop an attack. It can be concluded that the use of catheter condoms and bakri balloons have the same effectiveness in managing bleeding due to uterine atony.
PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI IBU PADA BAYI YANG BERADA DI BAWAH GARIS MERAH TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI Faiqah, Syajaratuddur; Purnawati, Wanda Asni
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i1.160

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan gizi pada balita dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang yang sifatnya menetap dan terus dibawa sampai dewasa (Almatsier, 2009). Salah satu bentuk kekurangan gizi pada balita adalah bawah garis merah (BGM), yaitu letak titik berat badan anak yang berada dibawah garis merah dalam grafik Kartu Menuju Sehat (KMS). Berdasarkan hasil survey Pemantauan Status Gizi (PSG) Kota Mataram tahun 2015 menunjukkan bahwa balita dengan status gizi baik di Kota Mataram sebesar 80,72%; gizi lebih sebesar 3,28%; gizi kurang sebesar 13,25% dan gizi buruk sebesar 2,75%.Tujuan : untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Stimulasi Ibu Pada Bayi Yang Berada Dibawah Garis Merah Terhadap Perkembangan Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule.Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan jenis penelitian Quasi Experimen dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Yang dibagi menjadi  kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan berupa data karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan. Dan pemberian stimulasi yang mencaku baik, cukup, dan kurang dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh ibu. Dan perkembangan bayi yang berada dibawah garis merah menggunakan KPSP. Hasil : Analisa univariat posttest setelah diberikan intervensi pada kelompok intervensi perkembangan bayi rata-rata 9,67. Untuk uji statistik menggunakan uji Mann Whitney diperoleh hasil nilai p = 0,003, sehingga ada pengaruh pemberian stimulasi ibu pada bayi yang berada di bawah garis merah terhadap perkembangan bayi. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian stimulasi ibu pada bayi yang berada di bawah garis merah terhadap perkembangan bayi. 
PENGARUH KONSELING MELALUI LAYANAN HOMECARE PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KB AKDR Saudia, Baiq Eka Putri; Rusmiati, Baiq; Sri Wahyuni, I Gusti Ayu Putu
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i1.161

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia saat ini jumlah penduduk dan laju pertumbuhan semakin meningkat. Berdasarkan data badan pusat statistik jumlah penduduk Indonesia tahun 2016 yaitu sebesar 252 juta orang dengan tingkat laju penduduk 1,3 % pertahun atau setiap tahun ada tambahan 3 juta orang. Dalam jangka panjang Indonesia berpotensi mengalami ledakan penduduk. Untuk mencegah ledakan penduduk tersebut pemerintah Indonesia mengadakan program Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah tahun 2019, jumlah akseptor KB IUD masih sangat rendah.  didapatkan masih banyak ibu-ibu hamil yang masih percaya mitos mengenai KB AKDR, sehingga perlu dilakukan pemberian konseling mengenai KB AKDR. Agar pemberian konseling lebih mudah diterima, maka peneliti memilih melakukan melalui layanan homecare, sehingga ibu lebih terbuka dan lebih nyaman berdiskusi dengan keluarganya. Tujuan : Apakah ada pengaruh konseling melalui layanan homecare pada ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang KB AKDR di wilayah kerja Puskesmas Batunyala tahun 2020. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian Pre Eksperimental dengan menggunakan metode Pretest-Posttest. Penelitian di laksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Batunyale.Teknik sampling yang digunakan adalah sample random sampling dengan jumlah 30 Ibu Hamil. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan lembar kuisioner berupa pre-test dan post-test tentang pengetahun dan sikap Ibu hamil mengenai KB AKDR. Hasil : Hasil uji statistik didapatkan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai KB AKDR dengan analisis Uji Wilcoxon test didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh konseling melalui layanan homecare pada ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang KB AKDR di wilayah kerja Puskesmas Batunyala tahun 2020. Kesimpulan : Terdapat pengaruh konseling melalui layanan homecare pada ibu hamil terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang KB AKDR. 
HUBUNGAN PRAKTIK KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SEMARAPURA KABUPATEN KLUNGKUNG Muliariati, Ni Putu Sri Karika; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.162

Abstract

AbstrakLatar belakang: Kekurangan zat besi pada remaja putri dapat menyebabkan anemia, kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang dan dapat menyebabkan kelelahan dan sesak napas. Salah satu pencegahan anemia pada remaja dilaksanakan dengan konsumsi tablet tambah darah. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan praktik konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Semarapura Tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan penelitian analitik metode Probability Simple Random dengan jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 74 siswi. Pengumpulan data menggunakan data kuisioner dan hemoglobinometri set. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasi Chi Square. Hasil : menunjukkan sebagian besar (77%) siswi patuh dalam mempraktikan konsumsi tablet tambah darah. Sebagian besar (51,4%) siswi   mengalami anemia. Dari 38 responden yang mengalami anemia, 76,3% tidak patuh mengkonsumsi TTD, dan 36 responden yang tidak anemia, 83,3% patuh mengkonsumsi TTD.  Nilai korelasi 0,597 dan p value sebesar 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat dan signifikan praktik konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Semarapura Tahun 2023AbstractBackground: Iron deficiency in adolescent girls can lead to anaemia, a condition in which the number of red blood cells in the body is reduced and can cause fatigue and shortness of breath. Adolescent girls can experience an iron deficiency due to blood loss during menstruation and an unbalanced diet. Purpose: This study was to analyse the relationship between the practise of consuming blood supplement tablets and the incidence of anaemia in female students at the State Junior High School 3 Semarapura in 2023. Method: Using the Probability Simple Random Method Data collection using primary data The analysis technique used is Chi Square correlation analysis, The number of respondents used in this study was 74, all female students. Results: The results showed that most (77%) schoolgirls were obedient in practising the consumption of blood supplement tablets. Most (51,4%) female students anaemia. Of the 38 respondents who had anemia, 76.3% did not adhere to taking iron tablets. And of the 36 respondents who were not anemic, 83.3% adhered to consuming iron tablets. Correlation value 0.597 (p value = 0.000). Conclusion: There is a strong and significant relationship between the practise of consuming blood-added tablets and the incidence of anaemia in female students at State Junior High School 3 Semarapura in 2023
KADAR SUPEROXYDE DISMUTASE PADA IBU POST PARTUM YANG MELAKUKAN SENAM OTARIA januarsih, januarsih; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Noorhayati, Noorhayati
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.163

Abstract

AbstrakInvolusi uterus pada ibu postpartum dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya dengan aktifitas fisik yaitu senam nifas atau senam pasca melahirkan (dengan kondisi ibu sehat) yang bertujuan untuk mengurangi infeksi yang terjadi pada involusi uterus yang diakibatkan sisa darah yang tidak dikeluarkan, mengurangi resiko perdarahan abnormal serta untuk menghindari pembekuan darah yang menyumbat vena. Pelaksanaan pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan senam post partum Otaria pada kelompok intervensi dan tidak senam post partum pada kelompok control selama 7 hari. Desain yang digunakan dalam penelitian ini dengan Post Test Only Control Group Design atau pasca tes dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Pada histogram menunjukkan bahwa rata – rata kadar SOD meningkat pada kelompok perlakuan, yaitu ibu – ibu post partum yang melaksanakan senam Otaria. Pada kelompok kontrol  tampak rata – rata kadar SOD menurun, yaitu  ibu – ibu post partum yang tidak melakukan senam Otaria. ibu post partum yang tidak melakukan senam Otaria telah terjadi penuruan kadar SOD. Masa post partummerupakan suatu kondisi yang rentan terhadap segala macam  stres. Hal tersebut merupakan  akibat  dari terjadinya  perubahan  fisiologis maupunfungsi metabolik sejak awal masa kehamilan dan kelelahan pada saat persalinan, sehingga menyebabkan reaksi oksidatif meningkat untukmenghasilkan energi yang dibutuhkan oleh wanita pada masa post partum. Stress oksidatif pada ibu di masa post partum dapat dicegah dengan cara melakukan senam Otaria yang mampu meningkatkan kadar SOD pada plasma ibu post partumAbstractUterine involution in postpartum mothers is influenced by many factors, one of which is physical activity, namely postpartum exercise or postpartum exercise (if the mother is healthy) which aims to reduce infections that occur in uterine involution caused by remaining blood that is not expelled, reducing the risk of abnormal bleeding. and to avoid blood clots that block veins. The implementation of this research was carried out by providing Otaria post partum exercise treatment in the intervention group and no post partum exercise treatment in the control group for 7 days. The design used in this research was Post Test Only Control Group Design or post test with experimental and control groups. The histogram shows that the average SOD levels increased in the treatment group, namely post partum mothers who carried out the Otaria exercise. In the control group, the average SOD levels appeared to decrease, namely post partum mothers who did not do Otaria exercises. Post partum mothers who did not do Otaria exercises had a decrease in SOD levels. The post partum period is a condition that is vulnerable to all kinds of stress. This is the result of physiological changes and metabolic functions since the beginning of pregnancy and fatigue during childbirth, causing oxidative reactions to increase to produce the energy needed by women in the post partum period. Oxidative stress in mothers during the post-partum period can be prevented by doing Otaria exercises which can increase SOD levels in post-partum mothers' plasma
PENGARUH DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN KADER DALAM PERAWATAN METODE KANGURU Saudia, Baiq Eka Putri; Suwanti, Suwanti
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i2.164

Abstract

Latar Belakang : Lebih dari 20 juta bayi yaitu sebesar 15,5% dari seluruh kelahiran di dunia mengalami BBLR dan 95% diantaranya terjadi di negara berkembang, 11,6% dari total BBLR di seluruh dunia terdapat di Asia Tenggara. Masalah pada bayi BBLR akan cepat mengalami kehilangan panas badan dan menjadi hipotermi karena pusat pengaturan panas belum berfungsi dengan baik, oleh karena itu bayi prematuritas harus dirawat dalam inkubator dan melakukan perawatan metode kanguru. Kebanyakan bayi BBLR pada saat pulang masih dalam kondisi premature, oleh karena itu harus dipastikan adanya follow-up secara teratur oleh petugas kesehatan terlatih yang tinggal berdekatan dengan ibu. Kader posyandu salah satuujung tombak dalam keberlangsungan program puskesmas oleh karena itu kader sangat penting diberikan pengetahuan tentang metode kanguru dikarenakan peran kader yang juga membantu meningkatkan pengetahuan ibu terutam tentang Perawatan Metode Kanguru (PMK).Tujuan: untuk mengetahui pengaruh demonstrasi terhadap keterampilan kader dalam melakukan metode kanguru. Metode : penelitian ini adalah kuantitaif dengan desain quasi experimental design. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah 33 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan media kuesioner keterampilan pre dan post.Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar < 21-35 tahun mencapai 86.7% ,tingkat pendidikan sebagian besar pada katagori SMA sampai Perguruan Tinggi sebanyak 70 % dan untuk pekarjaan sebagian besar bekerja sebagai IRT sebanyak 83,3 %. Ketrampilan responden melakukan PMK menunjukkan sebelum diberikan intervensi sebagian besar pada katagori kurang terampil yaitu 85 % dan setelah diberikan intervensi yang terampil mencapai 93.3%. Uji analisa t test menunjukan nilai p-value n sebesar 0,000 (p< α = 0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh demonstrasi terhadap ketrampilan kader dalam melakukan Perawatan Metode Kanguru.AbstractBackground: More than 20 million babies, namely 15.5% of all births in the world, experience low birth weight and 95% of them occur in developing countries, 11.6% of the total low birth weight worldwide is in Southeast Asia . Problems with low birth weight babies will quickly lose body heat and become hypothermic because the heat regulation center is not functioning properly, therefore premature babies must be cared for in incubators and carry out kangaroo method treatment. Most low birth weight babies at discharge are still premature, therefore regular follow-up must be ensured by trained health workers who live close to the mother. Posyandu cadres are one of the spearheads in the sustainability of the community health center program, therefore it is very important for cadres to be given knowledge about the kangaroo method because the role of cadres is also to help increase mothers' knowledge, especially about kangaroo method care.Objective: to determine the effect of demonstration on cadres' skills in carrying out the kangaroo method. Method: This research is quantitative with a quasi experimental design. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 33 respondents. Data was collected using pre and post skills questionnaires.Results: The research results showed that the age of most of the respondents was < 21-35 years, reaching 86.7%, the education level of the majority was in the high school to college category as much as 70% and for work the majority worked as housewives as much as 83.3%. The skills of respondents in carrying out Kangaroo Method Treatment showed that before being given the intervention, most were in the less skilled category, namely 85% and after being given the skilled intervention it reached 93.3%. The t test analysis shows that the p-value n is 0.000 (p < α = 0.05).Conclusion: There is an influence of demonstration on cadres' skills in carrying out Kangaroo Method Treatment.

Page 9 of 11 | Total Record : 109