cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
amirhsb84@gmail.com
Phone
(061) 6613783
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. KL Yos Sudarso No.224, Glugur Kota, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20115
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 25491954     EISSN : 27156737     DOI : -
This journal contains scientific articles about Islamic religious science written by college lecturers of Dharmawangsa University Medan Faculty of Islamic Religion. Hopefully this journal provides information for the community and useful for the development of insight, science improvement for all of us and our devotion to Allah SWT.
Articles 230 Documents
MINAT REMAJA MENJADI ANGGOTA REMAJA MASJID DI MASJID AN-NAJAH JALAN P.KRAKATAU BELAWAN BAHARI MEDAN Lahmuddin Lubis; Fauzi Lubis; Rizka Suryani
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun Hasil penelitian nya adalah: (1) minat remaja menjadi anggota remaja masjid An-Najah Medan yaitu antara lain adanya minat pribadi, minat pada pendidikan maupun minat agama; (2) kegiatan Remaja Masjid di Masjid An-Najah Medan yaitu adanya bermacam-macam kegiatan yang ada di Masjid An-Najah seperti kegiatan pengajian rutin remaja Masjid An-Najah, bimbingan pengajian anak, tilawatil Qur’an untuk remaja masjid dan masyarakat umum, tahfizul Qur’an, gotong royong di lingkungan masjid maupun lingkungan sekitar masjid dan kegiatan olahraga. selain memakmurkan Masjid mereka juga ingin menjalin kerukunan antar sesama umat muslim, menjaga ukhkuwah dan berbagi ilmu bagi yang ingin belajar dan memperdalam ilmu agama; (3) hambatan yang dialami oleh Remaja Masjid di Masjid An-Najah itu sendiri seperti sebagian pengurus remaja masjid yang masih disibukkan dengan sekolah, kuliah, bekerja, dan terkadang bertabrakan dengan aktivitas di luar.
MINAT REMAJA MENJADI ANGGOTA REMAJA MASJID DI MASJID AN-NAJAH JALAN P.KRAKATAU BELAWAN BAHARI MEDAN Lubis, Lahmuddin; Lubis, Fauzi; Suryani, Rizka
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun Hasil penelitian nya adalah: (1) minat remaja menjadi anggota remaja masjid An-Najah Medan yaitu antara lain adanya minat pribadi, minat pada pendidikan maupun minat agama; (2) kegiatan Remaja Masjid di Masjid An-Najah Medan yaitu adanya bermacam-macam kegiatan yang ada di Masjid An-Najah seperti kegiatan pengajian rutin remaja Masjid An-Najah, bimbingan pengajian anak, tilawatil Qur’an untuk remaja masjid dan masyarakat umum, tahfizul Qur’an, gotong royong di lingkungan masjid maupun lingkungan sekitar masjid dan kegiatan olahraga. selain memakmurkan Masjid mereka juga ingin menjalin kerukunan antar sesama umat muslim, menjaga ukhkuwah dan berbagi ilmu bagi yang ingin belajar dan memperdalam ilmu agama; (3) hambatan yang dialami oleh Remaja Masjid di Masjid An-Najah itu sendiri seperti sebagian pengurus remaja masjid yang masih disibukkan dengan sekolah, kuliah, bekerja, dan terkadang bertabrakan dengan aktivitas di luar.
FORGET IN THE QUR'AN PERSPECTIVE Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/almufida.v5i1.772

Abstract

This paper discusses forgetting from the perspective of the Qur'an. In the Qur'an, the term is used to denote two meanings; First, Nissan means tark, which is to leave. And second, Nissan or forget that applies to those who do not maintain and preserve what they remember so that it disappears. Forgetting is an impossible trait for God. The Prophets, as human beings, are not free from forgetfulness. However, the forgetfulness of the Prophets was not in a context that could neglect their responsibility for delivering the treatise. Prophet Adam, Moses, and Prophet Muhammad are among the Prophets whose narrations are forgotten in the Qur'an. This study was conducted using the thematic method. And among the main conclusions in this study; In the Qur'an, several forms of forgetfulness are mentioned, including the forgetfulness of the Servant to Allah and himself, the forgetfulness of the Servant to the signs of God's greatness, the forgetfulness of the Servant to God's promises, and the forgetfulness of the Servant to the hereafter. Besides, among the factors that cause forgetfulness according to the Qur'an are controlled by Shaytan, and take refuge in Creatures and not only to Allah alone. Therefore, Allah has guided us that the only remedy when forgetting is to hurry to remember God, then pray to ask God not to take responsibility for that forgetfulness.
FORGET IN THE QUR'AN PERSPECTIVE Bin Hasballah Thaib, Zamakhsyari
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses forgetting from the perspective of the Qur'an. In the Qur'an, the term is used to denote two meanings; First, Nissan means tark, which is to leave. And second, Nissan or forget that applies to those who do not maintain and preserve what they remember so that it disappears. Forgetting is an impossible trait for God. The Prophets, as human beings, are not free from forgetfulness. However, the forgetfulness of the Prophets was not in a context that could neglect their responsibility for delivering the treatise. Prophet Adam, Moses, and Prophet Muhammad are among the Prophets whose narrations are forgotten in the Qur'an. This study was conducted using the thematic method. And among the main conclusions in this study; In the Qur'an, several forms of forgetfulness are mentioned, including the forgetfulness of the Servant to Allah and himself, the forgetfulness of the Servant to the signs of God's greatness, the forgetfulness of the Servant to God's promises, and the forgetfulness of the Servant to the hereafter. Besides, among the factors that cause forgetfulness according to the Qur'an are controlled by Shaytan, and take refuge in Creatures and not only to Allah alone. Therefore, Allah has guided us that the only remedy when forgetting is to hurry to remember God, then pray to ask God not to take responsibility for that forgetfulness.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI MTS ISLAMIYAH BENGKEL KECAMATAN PERBAUNGAN Rahmat hidayat; M Fauzi Lubis; Dina Mulyanti
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 2 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar anak pada mata pelajaran PAI masih terbilang rendah. 2) Peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar PAI siswa di MTs islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)Orang tua Sebagai Pendidik; (b)Orang tua Sebagai Pembimbing, (c)Orang tua Sebagai Pendorong; (d)Orang tua Sebagai Panutan; (e)Orang tua Sebagai Teman; (f)Orang tua Sebagai Pengawas; (g)Orang tua Sebagai Komunikator; (h)Orang tua Sebagai Penasehat; (i)Orang tua Sebagai Konselor; (j)Orang tua Sebagai Fasilitator; 3) Faktor-faktor pendukung apa saja yang dapat meningkatkan peran orang tua dalam peningkatan hasil belajar siswa pada Mapel PAI di MTs Islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)Faktor pendukung meliputi adanya pelatihan guru; (b)lingkungan yang kondusif; (c)antusias orang tua; (d)pendampingan spiritual; (e)Faktor individual; (f)Faktor sosial; (g)faktor kematangan atau pertumbuhan; (h)faktor kecerdasan; (i)Faktor jasmaniah; (j)Faktor psikologi; (k)Faktor keluarga; (l)Faktor sekolah; (m)Faktor masyarakat; 4).Kendala apa saja yang dihadapi orang tua dalam meningkatkan hasil belajar pada siswa di MTs Islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)keterbatasan Latar Belakang Pendidikan orang tua; (b) waktu yang tersedia; (c) tingkat ekonomi; (d)Jumlah anggota keluarga; (e)Pembinaan kedisiplinan belajar yang kurang optimal; (f)Kurangnya kesadaran orang tua itu sendiri dalam bimbingan, terutama keadaan agama sang anak; (g)adanya pengaruh lingkungan anak dalam bergaul yang sangat besar.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI MTS ISLAMIYAH BENGKEL KECAMATAN PERBAUNGAN hidayat, Rahmat; Lubis, M Fauzi; Mulyanti, Dina
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 2 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar anak pada mata pelajaran PAI masih terbilang rendah. 2) Peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar PAI siswa di MTs islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)Orang tua Sebagai Pendidik; (b)Orang tua Sebagai Pembimbing, (c)Orang tua Sebagai Pendorong; (d)Orang tua Sebagai Panutan; (e)Orang tua Sebagai Teman; (f)Orang tua Sebagai Pengawas; (g)Orang tua Sebagai Komunikator; (h)Orang tua Sebagai Penasehat; (i)Orang tua Sebagai Konselor; (j)Orang tua Sebagai Fasilitator; 3) Faktor-faktor pendukung apa saja yang dapat meningkatkan peran orang tua dalam peningkatan hasil belajar siswa pada Mapel PAI di MTs Islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)Faktor pendukung meliputi adanya pelatihan guru; (b)lingkungan yang kondusif; (c)antusias orang tua; (d)pendampingan spiritual; (e)Faktor individual; (f)Faktor sosial; (g)faktor kematangan atau pertumbuhan; (h)faktor kecerdasan; (i)Faktor jasmaniah; (j)Faktor psikologi; (k)Faktor keluarga; (l)Faktor sekolah; (m)Faktor masyarakat; 4).Kendala apa saja yang dihadapi orang tua dalam meningkatkan hasil belajar pada siswa di MTs Islamiyah Bengkel Kecamatan Perbaungan:(a)keterbatasan Latar Belakang Pendidikan orang tua; (b) waktu yang tersedia; (c) tingkat ekonomi; (d)Jumlah anggota keluarga; (e)Pembinaan kedisiplinan belajar yang kurang optimal; (f)Kurangnya kesadaran orang tua itu sendiri dalam bimbingan, terutama keadaan agama sang anak; (g)adanya pengaruh lingkungan anak dalam bergaul yang sangat besar.
ANALISIS MANAJEMEN WAKTU BELAJAR MAHASISWA PEKERJA DI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS DHARMAWANGSA MEDAN M.Fauzi Lubis; Zainal Arifin; Agustina Bintang
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya perubahan struktur masyarakat sebagai akibat dari terjadinya perubahan orientasi nilai dalam pembangunan nasional maupun globalisasi, membuat peran pendidikan dalam pemberdayaan manusia dan masyarakat Indonesia menjadi cukup sentral dan strategis. Dalam setiap transformasi cultural ada dua peran yang harus ditunaikan seorang mahasiswa, yaitu penyinambungan proses budaya (cultural continuity) dan peran pengubahan proses budaya (cultural change). Kedua peran strategi sini menuntut setiap mahasiswa secara kreatif ,inovatif, dan mandiri, serta bertanggung jawab agar proses transformasi nilai cultural ini tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Akibatnya, pembudayaan melalui pendidikan, disatu sisi mampu memberikan wawasan dan substansi budaya bagi setiap upaya untuk menjadi bangsa yang maju. Kedua peran sentral ini sangat bergantung pada orientasi nilai yang dimiliki dan diyakini oleh setiap mahasiswa
ANALISIS MANAJEMEN WAKTU BELAJAR MAHASISWA PEKERJA DI FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS DHARMAWANGSA MEDAN Lubis, M.Fauzi; Arifin, Zainal; Bintang, Agustina
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2019): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya perubahan struktur masyarakat sebagai akibat dari terjadinya perubahan orientasi nilai dalam pembangunan nasional maupun globalisasi, membuat peran pendidikan dalam pemberdayaan manusia dan masyarakat Indonesia menjadi cukup sentral dan strategis. Dalam setiap transformasi cultural ada dua peran yang harus ditunaikan seorang mahasiswa, yaitu penyinambungan proses budaya (cultural continuity) dan peran pengubahan proses budaya (cultural change). Kedua peran strategi sini menuntut setiap mahasiswa secara kreatif ,inovatif, dan mandiri, serta bertanggung jawab agar proses transformasi nilai cultural ini tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Akibatnya, pembudayaan melalui pendidikan, disatu sisi mampu memberikan wawasan dan substansi budaya bagi setiap upaya untuk menjadi bangsa yang maju. Kedua peran sentral ini sangat bergantung pada orientasi nilai yang dimiliki dan diyakini oleh setiap mahasiswa
NOVEL HAFALAN SHOLAT DELISA KARYA TERE LIYE Candra Wijaya; Sri Rezeki Harahap
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/almufida.v5i1.781

Abstract

Given the importance of character in building strong human resources, the need for character education is carried out appropriately. It can be said that the formation of character is something that can not be separated from life. Therefore, care is needed by various parties, both by the government, the community, families and schools. Novels as a form of literary work are expected to bring up positive values for the audience so that they are sensitive to problems related to social life and encourage reading novels that can realize positive messages in the novel with good behavior in social life. When the world of education is considered to only pursue and prioritize the academic realm, so that it ignores moral issues and nobility. Literary work in the form of a novel entitled HSD by Tere Liye, seems to be a strategic intermediary for realizing the goal of instilling character education to students because in the novel contains values that must be straightened out.
NOVEL HAFALAN SHOLAT DELISA KARYA TERE LIYE Wijaya, Candra; Harahap, Sri Rezeki
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Given the importance of character in building strong human resources, the need for character education is carried out appropriately. It can be said that the formation of character is something that can not be separated from life. Therefore, care is needed by various parties, both by the government, the community, families and schools. Novels as a form of literary work are expected to bring up positive values for the audience so that they are sensitive to problems related to social life and encourage reading novels that can realize positive messages in the novel with good behavior in social life. When the world of education is considered to only pursue and prioritize the academic realm, so that it ignores moral issues and nobility. Literary work in the form of a novel entitled HSD by Tere Liye, seems to be a strategic intermediary for realizing the goal of instilling character education to students because in the novel contains values that must be straightened out.

Page 10 of 23 | Total Record : 230