cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 129 Documents
ANALISIS HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU BTA POSITIF DI PUSKESMAS KOTABUMI II, BUKIT KEMUNING DAN ULAK RENGAS KAB. LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 Sumarmi Sumarmi; Artha Budi Susila Duarsa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit TB Paru atau yang lebih dikenal dengan TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia bahkan dunia dimana TB paru di Indonesia menjadi penyebab kematian utama ketiga setelah penyakit jantung dan saluran pernafasan. Di Kabupaten Lampung Utara angka insiden TB Paru cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Puskesmas Kotabumi II, Puskesmas Bukit Kemuning dan Puskesmas Ulak Rengas merupakan tiga puskesmas dengan insiden tertinggi di Kabupaten Lampung Utara. Tujuan penelitian ini mengetahui kejelasan hubungan antara variabel independen dengan kejadian TB Paru BTA Positif di wilayah kerja puskesmas Kotabumi II, puskesmas Bukit Kemuning dan puskesmas Ulak Rengas tahun 2012. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan case control dengan sampel 62 kasus yang merupakan total populasi dan 62 kontrol dengan menitikberatkan pada dominasi hubungan yang benar benar bersih terhadap variabel yang diduga sebagai variabel utama penyebab kejadian penyakit TB Paru. Hasil analsis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara kejadian TB Paru BTA positif dengan kondisi fisik rumah (OR = 3,72), umur (OR = 2,32), pendidikan (OR = 2,55), pekerjaan ( OR = 2,75 ) dan kepadatan hunian (OR = 3,13 ). Sedangkan hasil analisis multivariat ternyata ada hubungan bermakna antara kejadian TB Paru BTA positif dengan kondisi fisik rumah (OR = 7,033), umur (OR = 3,06), jenis kelamin (OR = 2,22), pendidikan (OR = 2,33) , kondisi fisik rumah dengan pendidikan (OR = 0,12) dan interaksi antara pekerjaan dengan kepadatan hunian (OR = 6,08). Kesimpulannya diperoleh hubungan yang sesungguhnya antara kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru BTA positif umur, jenis kelamin, pendidikan, kondisi fisik rumah dengan pendidikan dan interaksi antara pekerjaan dengan kepadatan hunian. Disarankan, peningkatan frekuensi penyuluhan rumah sehat, jangka pendek menambahkan genteng kaca dan membuka jendela setiap pagi hari untuk membantu masuknya sinar matahari dan sirkulasi udara, jangka panjang dengan peningkatan perbaikan kondisi lingkungan rumah dengan lebih memperhatikan aspek sanitasi rumah sehat pada saat membangun rumah dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KELAINAN LAMANYA PERDARAHAN MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 2 MATARAM DI KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM Halia Wanadiatri; A. Rusdhy H. Hamid; Titi Pambudi K
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok remaja sebagai bagian terbesar penduduk Indonesia adalah kelompok yang paling strategis dimana posisinya pada siklus hidup sangat penting, namun kurang mendapat perhatian. Prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi dan beragam sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan remaja secara umum. Khususnya remaja putri, selain anemia juga sering kali mengalami gangguan dalam masa reproduksinya. Beberapa gadis akan mencari penjelasan medis bila tiba-tiba mendapat siklus yang bervariasi meski sebenarnya masih dalam batas normal, sementara yang lainnya justru tidak waspada terhadap pola haidnya yang abormal yang bahkan sangat signifikan berhubungan dengan masalah kesehatan dan berbagai konsekuensi jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui angka kejadian anemia dengan kelainan lamanya perdarahan menstruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah siswi SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2008-2009 yang telah mengalami menstruasi. Sampel penelitian sebanyak 71 orang, diperoleh dengan cara Proportional Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan pengukuran kadar Hb dengan Cyanmethemoglobin. Angka kejadia anemia pada siswi SMAN 2 Mataram sebesar 33,8%. Dengan 16,9% memiliki lebih dari empat gejala anemia. Angka kejadian kelainan lamanya perdarahan menstruasi dengan kategori hipomenorea adalah 31% dan kategori hipermenorea adalah 22,5%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara anemia dengan kelainan lamanya perdarahan mestruasi dengan p=0,032 (p>0,05, tingkat kepercayaan 95%). Angka kejadian anemia pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram lebih tinggi dibandingkan angka kejadian anemia remaja putri di Indonesia pada umumnya, dan angka kejadian kelainan lamanya perdarahan mentruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram baik kategori hipomenorea maupun hipermenorea cukup tinggi dibandingkan di tempat lain. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara anemia dengan kelainan lamanya perdarahan menstruasi pada siswi SMAN 2 Mataram di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram
PERBANDINGAN INTERPRETASI HASIL UJI TUBEX TF DAN ELISA PADA PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi Herlinawati Herlinawati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2003, diperkirakan terdapat sekitar 17 juta kasus demam tifoid di seluruh dunia dengan 600.000 kasus kematian tiap tahun. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 900.000 kasus dengan >20.000 kematian per tahun. Penegakan diagnosis demam tifoid dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium terutama melalui uji serodiagnostik. Berbagai uji serodiagnostik yang digunakan untuk mendeteksi IgM anti Salmonella typhi diantaranya adalah TUBEX TF dan ELISA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan interpretasi hasil uji TUBEX TF dan ELISA pada pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi. Penelitian ini bersifat observasional analisis dengan rancangan cross sectional studi. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 44, semua sampel diperiksa dengan uji TUBEX TF dan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hasil pemeriksaan dengan TUBEX TF menunjukkan hasil 24 sampel (54,5%) positif dan 20 sampel (45,5%) negatif, sedangkan untuk hasil pemeriksaan dengan ELISA menunjukkkan hasil 6 sampel (13,6%) positif dan 38 sampel (86,4%) negatif. Analisis statistik menunjukkan bahwa hasil dari kedua alat berbeda secara signifikan dan hasil TUBEX TF dengan hasil ELISA memiliki kesesuaian yang rendah. Sedangkan hasil analisis statistik perbandingan TUBEX TF dengan ELISA menunjukkan bahwa keduanya memiliki korelasi sedang, mempunyai hubungan yang signifikan dan mempunyai hubungan yang searah. Hal ini berarti semakin tinggi skor yang dihasilkan dari tes TUBEX TF, maka semakin tinggi indeks antibodi yang dihasilkan oleh tes ELISA.
EARLY DETECTION OF CHILDREN'S DEVELOPMENT ON STUNTING TODDLERS: Qualitative Study Kartinawati, Komang Triyani; Pradnyawati, Luh Gede; Dwipayana, I Made Eka
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 7 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i2.521

Abstract

Stunting is an impaired growth in children because of long-term insufficient nutrition from conception until the age of two. Regarding Basic Health Research 2018, the prevalence of stunting in Indonesia was 30.8%, higher than the WHO’s target. As stated in the Nutritional Status Monitoring, the prevalence of stunting in Karangasem from 2015 to 2017 was 27.5%, 26.1%, and 23.6% respectively. Early detection of child development status could be utilized as a pilot project to construct an intervention scheme for stunting prevention. This research aims for in-depth learning on the children growth status of stunting toddlers in the village of Ban, including gross motor, fine motor, language and adaptive skills. The research method was a qualitative design with a phenomenological approach. The in-depth interview was arranged with 15 participants sorted by purposive sampling, including 5 stunting toddlers, 5 mothers or babysitters of those toddlers, and 5 health personnel in the field. This result showed impairment of child development in long-term stunting toddlers. Without stimulation from parents, babysitters, and the social environment for those impaired children, they would undergo prolonged developmental failure. The data also showed that the majority of children experienced impairment in fine motor-adaptive skills whereas the gross motor and language skills were still normal. Keywords: Stunting; Nutrition; Child Development; In-depth Interview.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA TIMBULNYA KEJADIAN PLACENTA PREVIA Indah Trianingsih; Artha Budi Susila Duarsa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyumbang terbesar angka kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, dimana placenta previa menyumbang 3% dari perdarahan di Indonesia. Pada tahun 2010 Angka kematian ibu di provinsi lampung sebanyak 144 kasus dengan perdarahan 54 orang (37,5%), dimana kasus perdarahan terbanyak di Bandar lampung yaitu 12,97%. kejadian placenta previa Provinsi Lampung yaitu sebesar 2,12%.Pada tahun 2011 di RSUDAM Provinsi Lampung terdapat 3856 persalinan dan 117 (3.034%) merupakan perdarahan antepartum dengan placenta previa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh dengan kejadian Placenta Previa. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik case control dan dilakukan pada 306 ibu yang bersalin di RSUDAM Provinsi Lampung dari tahun 2010 sampai tahun 2012, terdiri dari 153 kasus dan 153 kontrol. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh umur, paritas, riwayat kuretage, operasi caesar, dan riwayat placenta previa terhadap kejadian placenta previa. Tidak ada pengaruh kehamilan ganda, dan tumor terhadap kejadian placenta previa. Riwayat placenta previa merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap kejadian placenta previa setelah mengendalikan variabel umur, paritas, riwayat kuretage, operasi caesar, dan kehamilan ganda dengan nilai OR 6,668. Saran yang diberikan perlu adanya penyuluhan atau konseling usia reproduksi sehat termasuk konseling KB pada pasutri, disamping itu Tenaga Kesehatan hendaknya melaksanakan pemeriksaan Antenatal Care yang intensif pada ibu-ibu hamil dengan usia dan paritas beresiko, yang memiliki riwayat kureatage, riwayat SC, dan riwayat placenta previa sebelumnya
RESIKO MALARIA DAN TRANSMISI POTENSIAL MALARIA Artha Budi Susila Duarsa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah salah satu penyebab utama penyakit dan kematian di seluruh dunia. Sekitar 2,4 milyar manusia berhadapan dengan risiko penyakit ini. Saat ini malaria endemik di 92 negara, dan terdapat pada kantung-kantung penularan malaria di berbagai negara (WHO dalam Martens, 2002). Terdapat 300-500 juta kasus klinis malaria, dimana lebih dari 90% terjadi di Sub Sahara Afrika. Di seluruh dunia, malaria menyebabkan dua juta kematian setiap tahun, dan kematian ini terbanyak terjadi pada anak-anak dibawah lima tahun. Dari semua penyakit menular, malaria selalu menjadi penyebab terbesar penderitaan dan kematian di dunia. (Martens dalam Casman, 2002). Istilah risiko malaria dan Transmisi Potensial Malaria telah digunakan dalam berbagai tulisan ilmiah untuk menyatakan hal yang sama, walaupun sebenarnya berbeda maksudnya. Tulisan ini mencoba menjelaskan perbedaan keduanya dan implikasinya terhadap timbulnya kejadian infeksi malaria
GAMBARAN PETA BAKTERI INFEKSI LUKA OPERASI DI RUANG BEDAH RUMAH SAKIT ABEPURA JAYAPURA Herlambang Budi Mulyono
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi luka pasca operasi yang dialami pasien masih relatif tinggi, hal ini disebabkan oleh sumber infeksi akibat peralatan operasi kurang steril, udara ruang operasi atau udara ruang perawatan pasca operasi dan pengaruh lainnya. Pasien pasca operasi yang sedang mengalami suatu luka akibat tindakan operasi baik besar maupun kecil sangat rentan terjadinya infeksi melalui kontaminasi bakteri dari peralatan operasi, ruang operasi atau ruang perawatan pasca operasi. Bakteri yang sering menyebabkan infeksi pasca operasi adalah Escherichia coli, Staphylococcus sp, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella sp, Proteus sp.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peta bakteri di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Abepura, Jayapura secara baik dan konprehensif sehingga dapat menjadi dasar penanganan klinis bagi para praktisi medis dalam menentukan jenis antibiotic yang sesuai untuk masing-masing bakteri yang ditemukannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang dominan pada infeksi luka operasi merupakan bakteri gram negatif dengan prosesntase sebesar 89,1 % dan bakteri gram positif sebesar 18,9 %. Selanjutnya bakteri yang teridentifikasi adalah Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus, E. coli, klebsiella pneumoniae, Enterobacter sp. Proteus vulgaris, Pseudomonas sp, Pseudomonas luteola, Proteus morgagni, Acitobacter baumannii, Proteus stuartii, Proteus sp. Citrobacter sp.
ABSES CEREBRI PADA ANAK Ananta Fittonia Benvenuto
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses intrakranial merupakan kondisi yang jarang terjadi, namun ini adalah suatu kondisi infeksi yang serius, yang dapat mengancam jiwa. Kondisi-kondisi abses intrakranial yang termasuk di dalamnya diantaranya adalah abses cerebri dan empiema subdural ataupun ekstradural. Pengklasifikasiannya sendiri disesuaikan dengan lokasi anatomis atau agen yang menjadi penyebabnya. Abses intrakranial sendiri dapat berasal dari infeksi struktur organ yang berdekatan dengan otak (misalnya, otitis media, infeksi gigi, mastoiditis, sinusitis), sebagai efek sekunder dari penyebaran secara hematogen yang berasal dari organ yang agak jauh (terutama pada pasien dengan penyakit jantung bawaan sianotik), setelah trauma di daerah kepala ataupun pasca operasi, dan pada kondisi yang jarang terjadi yaitu mengikuti terjadinya meningitis sebelumnya. Pada setidaknya 15% kasus, tidak ada sumber infeksi ataupun sumber penyebaran yang dapat diidentifikasi. Dimana tatalaksana yang dapat dilakukan dengan pembedahan dikombinasi dengan pemberian antibiotik
DIABETES MELLITUS Andika Rediputra
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes ialah kelompok dari penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang dikarenakan oleh adanya kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hiperglikemia kronis dari diabetes berhubungan dengan kerusakan, disfungsi dan kegagalan jangka panjang dari beberapa organ seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm, F) MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA MARMUT (Cavia cobaya) Rusmiatik Rusmiatik
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to search for the ingredients or contraception and anti-fertility by using ingredients from plants, has many done by the experts. But not much done intensively so that the result is no satisfactory. One of the plant which is known and is often used as an anti-fertility is willow plants (Justicia gendarussa Burm.f.). This Research study with willow leaf extract treatment (Justicia gendarusa Burm.f.) on guinea-pigs (Cavia cobaya) in order to see its influence on the quality of the sperm. the results of the study showed that the administration of extracting the leaf willows (Justicia gendarussa Burm.f.) orally on guinea-pigs bull with the concentration of 10%, 20%, 30% during 35 day can affect the quality of the sperm on guinea-pigs. The larger the concentration of leaf extract willows (Justicia gendarussa Burm.f.) which led to a further decrease in the concentration of the sperm, sperm motility and sperm morphology guinea-pigs. The higher the concentration of the given cause more low pH sperm treatment groups when compared with the control group.

Page 11 of 13 | Total Record : 129