cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 129 Documents
PENANGGULANGAN KOMPREHENSIF TUBERCULOSIS PARU SEBAGAI TANGGUNG JAWAB BERSAMA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT Artha Budi Susila Duarsa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis, dimana diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia, terjadi pada negara-negara berkembang. Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB di dunia adalah kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat, kegagalan Program TB selama ini, tidak memadainya tata laksana kasus, infrstruktur kesehatan yang buruk akibat krisis ekonomi, perubahan demografi, karena meningkatnya penduduk dunia dan perubahan stuktur umur kependudukan dan dampak pandemi HIV. Untuk menanggulangi TB, WHO telah mengembangkan strategi penanggulangan TB dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dengan fokus utama penemuan dan penyembuhan pasien. Strategi ini memutuskan penularan TB dan dengan demikian menurunkan insiden TB di masyarakat. Pemerintah telah menyediakan layanan gratis bagi penderita TB di Indonesia, khususnya di tempat pelayanan kesehatan pemerintah dan sebagian kecil pelayanan kesehatan swasta. Banyak faktor yang berpengaruh dalam memfasilitasi akses potensial menjadi akses nyata dalam pelayanan suspek penderita TB, apabila penyediaan pelayanan kesehatan tidak mempertimbangkan faktor-faktor tersebut maka permintaan/akses tidak terjadi, walaupun pelayanan kesehatan telah tersedia. Kegiatan penangulangan TB secara komprehensif seluruh pembiayaannya menjadi area dari program yang public goods dan harus menjadi tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam UUD 1945 dan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009
PRO KONTRA DIET TINGGI SERAT Nisia Putri Rinayu
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet tinggi serat dipercaya secara luas mampu mencegah bebagai macam penyakit antara lain sebagai kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus, untuk pencegahan penyakit jantung koroner, pencegahan tumor kolorectal dan untuk pencegahan dan penanganan konstipasi dan hemoroid. Tetapi, penelitian terbaru mengenai manfaat diet serat bagi kesehatan menunjukan pandangan baru yang bertentangan dengan teori yang dipercaya secara luas. Pro kontra manfaat diet serat ini terutama terkait dua penyakit tersering pada bedah GI yaitu hemoroid dan tumor kolorectal. Pada hemoroid, faktor resiko utama adalah konstipasi yang dipengaruhi oleh massa feses. Mengkonsumsi serat dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan massa feses yang pada akhirnya menyebabkan meningkatnya volume feses yang harus dievakuasi sehingga mempersulit evakuasi feses itu sendiri. Sedangkan penelitian terbaru membuktikan bahwa diet tinggi serat bukan merupakan faktor pencegahan kanker kolorectal
FAKTOR RESIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2012-2013 Aena Mardiah
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, dan cenderung menunjukkan kenaikan yang fluktuatif. Dilaporkan terdapat 35 desa dari beberapa kecamatan tersebar sebagai wilayah endemis. Berbagai cara pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, tetapi kasus DBD masih ditemukan sepanjang tahun. Faktor individu, lingkungan, dan vektor merupakan faktor yang berpengaruh dalam menunjang terjangkitnya penyakit DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa kejadian DBD yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan case control dan tidak dimatching. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Purwokerto Selatan. Subjek penelitian adalah penderita DBD berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan tercatat di register wilayah kerja puskesmas di Purwokerto Selatan dan bukan penderita DBD. Jumlah sampel penelitian 276 responden. Pemilihan subjek penelitian secara purposif. Variabel yang diteliti meliputi: variabel terikat kasus DBD, variabel bebas yaitu faktor host, faktor perilaku, jenis rumah, dan keberadaan jentik. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square (analisis bivariat) dan Logistic Regression (analisis multivariat). Hasil: Hasil analisis bivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD pada mereka yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian (p-value 0,013, OR 2,36, 95% CI 1,133-5,072), tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,002, OR 2,78, 95% CI 1,359-5,924) dan pada responden yang rumah yang memiliki jentik (p-value 0,031, OR 2,43, 95% CI 1,006-6,291). Hasil analisis multivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD meningkat 2,43 kali pada orang yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian, (p-value 0,016, OR 2,43, 95% CI 1,180-5,032) dan pada tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,001, OR 3,21, 95% CI 1,582-6,515), terlindungi 0,35 kali (p-value 0,001, OR 0,35, 95% CI 0,186 – 0,662). Tingkat pendidikan, status pekerjaan secara statistik maupun praktis bukan merupakan faktor risiko kejadian DBD. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Purwokerto Selatan adalah kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan PSN, dan keberadaan jentik. Faktor risiko umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan kebiasaan tidur secara statistik tidak memiliki hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan. Faktor risiko jenis rumah bermakna secara statistik mempunyai hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan, namun faktor ini merupakan faktor protektif.
LATIHAN FISIK BELUM MAMPU MEMPERBAIKI GAMBARAN HISTOLOGIS PARU MENCIT (Mus Musculus) JANTAN GALUR BALB/C YANG DIPAPAR UAP ROKOK ELEKTRIK Wiatma, Deny Sutrisna; Muliarta, I Made; Karmaya, Nyoman Mangku
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 7 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i2.516

Abstract

Saat ini rokok elektrik diduga kuat memiliki kandungan bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satu upaya untuk untuk mempertahankan kesehatan paru akibat paparan uap rokok elektrik yaitu perlu dilakukan latihan fisik teratur intensitas sedang. Latihan fisik diharapkan mampu memberikan efek perbaikan histologis alveolus paru setelah paparan uap rokok elektrik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik post-test only group design. Sampel penelitian terdiri dari 27 ekor mencit (Mus Musculus) jantan Galur BALB/C yang berusia 2-3 bulan dengan berat badan 25-35 gram. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok secara acak yaitu (K1) kontrol normal, (K2) kontrol negatif yang diberikan paparan uap rokok elektrik, dan (K3) kelompok perlakuan yang diberikan paparan uap rokok elektrik dengan perlakuan latihan fisik aerobik intensitas sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik belum mampu memperbaiki gambaran histologis alveolus paru (p>0,05) yang diberikan paparan uap rokok eleketrik pada mencit jantan galur BALB/C. Kata Kunci: Latihan Fisik; Rokok Elektrik; Histologis Alveolus.
EFEK EKSTRAK ETANOL MENIRAN (Phyllanthus niruri L) DOSIS RENDAH TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT T CD4+ DAN IFN-γ PADA MENCIT BALB/c YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI ANKA Raudatul Jannah; Henyarwati Henyarwati; Suprapto Maat; Yoes Prijatna Dachlan
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, di mana sekitar 80% dari malaria wilayahnya endemik, dengan 45% populasi memiliki risiko infeksi malaria. Prevalensi malaria di Indonesia masih cukup tinggi. Pemberantasan infeksi malaria masih mengalami beberapa kendala, yaitu adanya resistensi Plasmodium terhadap obat antimalaria seperti klorokuin, pirimetamin, sulfadoksin, kombinasi sulfadoksin-pirimetamin (SP) dan artemisinin-based kombinasi therapi (ACT). Penyebaran parasit Plasmodium yang resisten terhadap obat antimalaria mendorong perlunya ditemukan obat baru yang lebih efisien, antara lain pengembangan bahan alam sebagai obat herbal. Meniran merupakan salah satu tanaman yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk mengobati penyakit malaria. Pemberian ekstrak etanol meniran dapat mempengaruhi sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol meniran dosis rendah terhadap jumlah limfosit T-CD4+ dan ekspressi interferon gamma (IFN-γ) pada mencit BALB/c yang diinfeksi P. berghei ANKA. Penelitian ini menggunakan Post Test Only Control Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 ekor mencit, yang terdiri dari 5 kelompok. Mencit diberi Ekstrak etanol meniran dengan dosis 40 mg/kgBB dan dosis 120 mg/kgBB selama 7 hari. Dua kelompok yang diberi EEM yaitu kelompok perlakuan 1 (KP1) diberi EEM dosis 40 mg/kgBB dan kelompok Perlakuan 2 (P2) diberi EEM dosis 120 mg/kgBB dan diinfeksi P. berghei sebanyak 1x106. Kelompok kontrol positif diinfeksi Plasmodium berghei sebanyak 1x106 tanpa ekstrak etanol meniran dan kelompok negatif kontrol 1 (KN1) diberikan EEM dosis 40 mg/kgBB dan kontrol negatif 2 (KN2) diberikan EEM dosis 120 mg/kgBB tanpa diinfeksi P. berghei ANKA. Pengamatan parasitaemia dilakukan setiap hari selama 4 hari pada sediaan darah tipis yang diwarnai dengan Giemsa 10%. Jumlah sel T CD4+ dan ekspresi IFN-γ dilakukan dengan metode flocytometry. Analisis data menggunakan Oneway ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak etanol meniran dengan dosis 40 mg/kgBB dan dosis 120 mg/kgBB tidak berpengaruh terhadap jumlah sel T CD4+ pada semua kelompok perlakuan, tetapi berpengaruh secara signifikan terhadap ekspresi IFN- γ pada semua kelompok perlakuan
KULIAH KERJA LAPANGAN KESEHATAN MASYARAKAT STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KELURAHAN DASAN CERMEN TAHUN 2017 Muhammad Nauval; Ronanarasafa Ronanarasafa
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana ketentuan yang termaksud dalam Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa setiap warga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan serta setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya, maka ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyelenggarakan upaya-upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya-upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan dapat berupa kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan maupun dengan masing-masing individu. (UU Kesehatan, 2009)
PROFIL PASIEN PARKINSON DI POLIKLINIK SARAF RSUP DR. SARDJITO Rohmania Setiarini; Subagya Subagya
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit parkinson merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dijumpai setelah demensia alzheimer. Prevalensinya meningkat seiring dengan bertambahnya usia, namun sejauh ini data epidemiologi penyakit parkinson di Indonesia masih terbatas, dan pada umumnya masih berupa studi epidemiologi yang berbasis di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pasien dengan penyakit parkinson di Poliklinik Saraf RS Dr Sardjito. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang disajikan secara deskriptif. Dilakukan dengan mengumpulkan data pasien dengan penyakit parkinson yang terdaftar di buku register di klinik gangguan gerak poliklinik saraf RSUP Dr Sardjito dalam satu tahun terakhir. Data pasien hanya diambil satu kali. Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien penyakit parkinson sebanyak 25 orang, terdiri dari laki-laki 18 (72%) dan perempuan 7(28%). Berdasarkan usia didapatkan kelompok yang terbanyak berusia 60-79 tahun 14(56 %). Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar adalah perguruan tinggi sebesar 13 (52%). Berdasarkan status pernikahan didapatkan pasien yang menikah 24(96%) sisanya 1(4%) tidak menikah. Pasien penyakit parkinson sebagian besar tinggal di Kabupaten Sleman 13 (52%) diikuti Kota Jogjakarta 5 (20%). Berdasarkan lama sakit, yang terbanyak menderita selama 2-3 tahun 11 (44%). Derajat penyakit parkinson menurut Hoehn dan Yahr sebagian besar derajat ringan (stadium I&II) 11 (44%) kemudian derajat sedang 5 (20%) dan berat 5 (20%). Gejala dominan yaitu tremor 15 (60%) dan bradikinesia 10 (40%). Disimpulkan bahwa profil pasien dengan penyakit parkinson yang berobat di klinik gangguan gerak poliklinik saraf RSUP Dr Sardjito lebih banyak pasien laki-laki, usia terbanyak 60-79 tahun, sebagian besar derajat ringan dan gejala dominan adalah tremor
PENGARUH KARATERISTIK IBU DAN PEMBERIAN OKSITOSIN DRIP TERHADAP NILAI APGAR PADA IBU YANG MENGALAMI PREEKLAMPSIA BERAT DI RSUDP NTB TAHUN 2014-2015 Ati Sulianty
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab morbiditas dan mortilitas ibu dan janin adalah preeklampsia (PE), Selain itu preeklamsia dapat mengakibatkan kematian ibu, terjadinya prematuritas, serta dapat mengakibatkan Intra Uterin Growth Retardation (IUGR) dan kelahiran mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karateristik ibu dan pemberian oksitosin drip terhadap kejadian asfiksia pada ibu yang mengalami preeklampsia berat di RSUDP NTB 2014-2015. Studi Observasional Analitik dengan rancangan Cohort Retrospektif Sampel yang digunakan adalah 46 ibu bersalin yang mengalami preeklampsia berat. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian memperlihatkan ada hubungan antara usia, paritas dan usia kehamilan terhadap nilai apgar pada ibu yang mengalami preeklampsia berat. Tidak terdapat perbedaan antara kelompok ibu dengan preeklampsia berat yang berhasil diberikan oksitosin drip dan gagal oksitosin drip terhadap nilai apgar dengan nilai P Value= = 0.06. Perlunya pemantaun yang ketat terhadap ibu hamil karena setiap ibu hamil memiliki peluang yang sama untuk mengalami preeklampsia berat. sehingga tidak meningkatkan ibu bersalin dengan PEB yang berdampak terhadap menurunnya komplikasi maternal dan neonatal
DAYA LARVISIDAL EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Alliunsativum L.) TERHADAP LARVA INSTAR III (Anopheles maculatus) Suci Nirmala
JURNAL KEDOKTERAN Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan masalah kesehatan di banyak negara termasuk di Indonesia, dimana prevalensi penyakit malaria di Indonesia diperkirakan sekitar 15 juta kasus klinis setiap tahunnya dengan angka kematian sekitar 3000 penduduk pertahun. Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium yang ditularikan oleh nyamuk Anopheles betina. Salah satu upaya pemberantasan malaria dilakukan melalui pengendalian vektor penyebab penyakit malaria, meliputi pengendalian nyamuk dewasa. larva dan tempat perkembangbiakannya dengan insektisida. Pengendalian vektor dengan insektisida kimiawi secara tidak terkendali dapat menyebabkan resistensi vektor dan pencemaran lingkungan sehingga dicari alternatif lain dengan mengembangkan Allium sativum L sebagai insektisida alami yang relatif aman. Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya efek larvisidal ekstrak etanol umbi bawang putih (Allium sativum L.) terhadap larva instar III Anopheles maculatus, besar LC50 dan LTiso ekstrak etanol umbi bawang putih (Allium sativum L.) yang diperlukan sebagai larvisida terhadap larva instar III Anopheles maculatus. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian eksperimental sederhana dan observasional Larva instar III Anopheles maculatus dibagi menjadi 9 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Setiap kelompok terdiri dari 25 larva dan dilakukan replikasi 3 kali. Prosentase kematian larva dihitung setelah pemaparan 24 jam kemudian data dianalisis dengan analisis probit. Hasil : Kematian larva uji meningkat dengan meningkatnya konsentrasi, yaitu pada konsentrasi 0,01%; 0,03%; 0,06%; 0,12%; 0,25%; 0,50%; 1.00%; 2,00%, 4% berturutturut adalah sebesar 6,67% 12% 20% :52% 82,67% ; 93,33% 98,67% : 100% : 100% dengan angka kematian larva uji pada kelompok kontrol 0%. Hasil analisis probit menunjukkan besar konsentrasi LCso adalah 0,092% dan waktu LTso pada konsentrasi 4% adalah 1.919 jam. Kesimpulan : Ekstrak etanol umbi bawang putih (Allium sativum L) memiliki efek larvisidal terhadap larva instar II Anopheles maculatus dengan besar LCso 0,092% dan LTso pada konsentrasi 4% adalah 1.919 jam
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN ASAM ASKORBAT PADA KOMBINASI AMOKSILIN-KLARITROMISIN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN HELICOBACTER PYLORI Ardhiyanti Puspita Ratna
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helicobacter pylori adalah bakteri gram negatif berbentuk spiral yang menjadi penyebab gastritis superficialis kronis, yang kemudian berkembang menjadi adenocarcinoma gaster. Terapi yang saat ini digunakan adalah kombinasi Amoksilin-Klaritromisin yang berkerja bersama merusak dinding sel bakteri dan mengganggu proses sintesa proteinnya. Karena tingginya tingkat kegagalan terapi, maka muncul alternatif terapi yaitu penambahan asam askorbat, yang diduga bekerja dengan merubah pH lingkungan dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efektifitas penambahan asam askorbat pada kombinasi Klaritromisin dan Amoksilin. Penelitian eksperimental eksploratif ini dilakukan di Unit Riset Biomedik RSUD Mataram, bulan September 2007. Subyek penelitian adalah biakan Helicobacter pylori di BAP dalam kondisi mikroaerofilik. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang diambil adalah diameter zona inhibisi yang terbentuk pada biakan, dengan metode uji difusi cawan, menggunakan kombinasi Amoksilin 10 µg dan Klaritromisin 5 µg, sebagai kontrol, sedangkan perlakuan digunakan Amoksilin 10 µg dan Klaritromisin 5 µg ditambah asam askorbat dosis 31,5 µg , 62,5 µg , 125 µg , 250 µg , dan 500 µg. Dianalisa menggunakan ANOVA, Uji Duncan dan Uji Korelasi Regresi. Hasil penelitian membuktikan penambahan asam askorbat pada kombinasi amoksilin-klaritromisin bisa meningkatkan diameter zona inhibisi (p= 0,029), sedangkan KHM penambahan asam askorbat adalah 125 µg. Uji korelasi regresi menunjukkan hubungan lemah penambahan asam askorbat dengan peningkatan diameter zona inhibisi (r2=0,259). Kesimpulannya penambahan asam askorbat pada kombinasi Amoksilin – Klaritromisin dapat meningkatkan diameter zona inhibisi dan Kadar Hambat Minimum penambahan asam askorbat pada dosis 125 µg.

Page 12 of 13 | Total Record : 129