Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Empowerment of Health Cadre in Managing Antenatal Class in Tulikup Village, Gianyar-Bali Aryastuti, Sri Agung; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Cahyawati, Putu Nita; Witari, Ni Putu Diah; Pradnyawati, Luh Gede
International Journal of Community Service Learning Vol 4, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.348 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.22284

Abstract

Lack of public awareness and knowledge of pregnant women in maintaining their health during pregnancy was one of the problem found in Tulikup Village, Gianyar-Bali. The limited number of health workers in Puskesmas has resulted in the lack of information obtained by the community regarding pregnancy, childbirth and the puerperium. Therefore, cadre empowerment programs as a driving force in managing antenatal classes for pregnant women are expected to overcome these problems. This activity was held in  Tulikup Village Hall, and was attended by 6 cadres and 6 pregnant women. The counseling, training and simulation method was used to increase their knowledge and skills about the antenatal class. At the end of the activity, it was found that there was an increase in knowledge regarding the antenatal class. Cadres were able to design an antenatal class, arrange the material that could be given and become a facilitator in activities in it.
Overview of the first 1000 days of life and stunting in toddlers 0-2 years old in Tegallalang District, Bali Province Pradnyawati, Luh Gede; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Komang Triyani Kartinawati; Made Indra Wijaya; Anak Agung Sagung Mirah Prabandari
Journal of International Surgery and Clinical Medicine Vol. 3 No. 1 (2023): (Available online: June 2023)
Publisher : Surgical Residency Program Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jiscm.v3i1.41

Abstract

Introduction: The most crucial time for a child's physical and cognitive development is the first 1000 days of life. Their nutritional state will influence toddlers' future health, intelligence, and productivity in the first 1000 days of life. The study aimed to describe the first 1000 days of life in toddlers aged 0-2 years. Methods: This cross-sectional study used a household survey in 30 clusters. Five samples of children between 0-1 years old and five samples between the ages of 1-2 years old were selected by simple random sampling from each census block for 300 respondents. Nutrition adequacy was analyzed in Nutrisurvey 2007 program. All data were analyzed descriptively in the SPSS program. Results: The prevalence of stunting in children aged 0-2 in Tegallalang District was 12%. Among children 0-1 years old was 8%, while in children aged 1-2 years was 17%. 41% of pregnant women and toddlers were exposed to secondhand smoke. The rate of exclusive breastfeeding was 44%, vitamin A supplementation was 43.7%, deworming treatment was 52%, and only 20% of people had clean water. There were 115 toddlers aged 1-2 years w    deficits in carbohydrates, 140 toddlers with deficits deficiencies, and 80 toddlers with deficits in iron. Conclusion: The problem of stunting in Tegallalang District still exists. Community health workers should encourage women and their male partners regarding second-hand smoke, exclusive breastfeeding, vitamin A supplementation, and deworming treatment. Access to clean water is also urgently required. Further study is needed to determine the modifiable risk factors for stunting.
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Pekerja di Rumah Sakit Umum Bali Royal Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 04 Nomer 01 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v4i01.2331

Abstract

Sepanjang tahun 2022, kasus covid-19 masih dilaporkan terjadi di Bali, tetapi jumlah kasus dan tingkat keparahannya sudah tidak meng-khawatirkan lagi seperti tahun-tahun sebelum-nya. Bali sudah terbuka untuk wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan inter-nasional. Pariwisata mulai bangkit dan pereko-nomian pun berangsur-angsur pulih. Berbagai kegiatan, yang dikenal dengan sebutan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibitti-on), marak diseleng-garakan di Bali. MICE akan terus berlangsung hingga puncaknya pada pertemuan G20. Ubud, sebagai salah satu des-tinasi wisata di Bali, mulai bangkit. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah mem-persiapkan Rumah Sakit Umum Bali Royal untuk membuka klinik wisata (travel clinic), yaitu dengan memberdayakan kelompok peker-ja sesuai dengan latar belakang mereka. Mitra pengabdiam masyarakat adalah kelompok pekerja, yang meliputi kelompok klinis dan non klinis. Kelompok klinis meliputi dokter umum, perawat, dan apoteker; sedangkan kelompok non klinis terdiri dari staf administrasi dan pemasaran. Mula-mula dilakukan telusur lapangan, telusur dokumen, dan wawancara ke-lompok pekerja untuk mendapatkan gambaran umum tentang pelayanan terhadap wisatawan yang sedang berjalan, sehingga masukan atau saran yang diberikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Dari analisis situasi tersebut didapat-kan bahwa praktik kedokteran pariwisata belum mengacu pada standar internasional. Selain itu, kelompok pekerja juga belum paham tentang kode etik rumah sakit sebagaimana yang ditetapkan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KODERSI). Berdasarkan hasil analisis tersebut, selanjutnya dilakukan bimbingan teknis kesehatan pariwisata dengan mengacu pada kerangka keilmuan yang dipub-likasikan oleh The National Travel Health Network and Centre (NaTHNaC) bagi kelompok pekerja klinis dan KODERSI bagi kelompok pekerja non klinis.
Ketahanan Pangan Keluarga Balita Stunting Melalui Peternakan Ayam Buras dan Ikan Lele Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.446

Abstract

Artikel ini mendokumentasikan dan menganalisis keberhasilan pemberdayaan keluarga melalui peternakan ayam buras dan lele di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bali, dengan fokus pada keluarga yang memiliki balita yang menderita stunting. Melalui pendekatan partisipatif, keluarga dipilih dan dilatih untuk menjalankan kegiatan peternakan di pekarangan rumah menggunakan teknik peternakan ayam buras dan lele dengan gentong. Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi telur serta pertumbuhan ikan lele yang signifikan, memberikan sumber protein hewani yang berkualitas dan terjangkau bagi keluarga. Selain itu, terlihat perubahan positif dalam kondisi kesehatan dan gizi balita yang menderita stunting. Partisipasi aktif keluarga, dukungan pemerintah daerah, dan kolaborasi antarpihak menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Artikel ini memberikan kontribusi bagi pemahaman lebih lanjut tentang potensi pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga di wilayah pedesaan.
Edukasi dan Pelatihan Konsultasi Praperjalanan pada Staf Medis RSUD Bali Mandara Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.447

Abstract

Pelatihan konsultasi praperjalanan yang dilaksanakan pada 3 Februari 2024 di RSUD Bali Mandara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf medis dalam memberikan konsultasi kesehatan pra-perjalanan. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari 3 dokter dan 7 perawat. Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan ini didasarkan pada standar body of knowledge dari the International Society of Travel Medicine, yang meliputi topik-topik penting seperti penyakit infeksi global, protokol vaksinasi, dan strategi pencegahan kesehatan selama perjalanan. Metode pengajaran melibatkan workshop interaktif, seminar, dan simulasi praktik. Hasil evaluasi melalui pretest dan post-test menunjukkan peningkatan bermakna dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Artikel ini membahas keberhasilan pelatihan tersebut, termasuk metode dan hasil yang dicapai, serta rencana untuk evaluasi penerapan pengetahuan dalam praktik klinis di masa mendatang. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut untuk meningkatkan dan menyempurnakan program pelatihan ini, yang akan terus berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan pra-perjalanan di RSUD Bali Mandara.
The Program Pre-Exposure Prophylaxis Dalam Penurunan Penyebaran HIV Pada Lelaki Seks Lelaki Pradnyawati, Luh Gede; Santosa, Agus; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3710

Abstract

Perkembangan masalah IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV/AIDS (HumanImmunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) sangat mengkhawatirkansecara kuantitatif dan kualitatif. Bali merupakan provinsi yang berada pada urutan kelimadengan jumlah kasus HIV dan AIDS tertinggi di Indonesia, setelah Papua, Jawa Timur, DKIJakarta, dan Jawa Barat. PrEP atau Pre-Exposure Prophylaxis merupakan suatu tindakanpencegahan penularan HIV dengan menggunakan basis antiretroviral (ARV). OPSI atauOrganisasi Perubahan Sosial Indonesia merupakan lembaga baru yang bergerak di isupencegahan dan penanggulangan infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS serta bergerak jugadi bidang hak asasi manusia (HAM) untuk kelompok minoritas secara gender dan seksualitas.Hasil wawancara dengan mitra didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahanHIV yaitu minimalnya pengetahuan mitra mengenai penyebaran dan pencegahan HIV/AIDStersebut. Mereka juga kurang memahami program PrEP untuk menurunkan angka HIV. Mitratidak memiliki gambaran mengenai pelaksanaan program pencegahan tersebut dan caramendapatkan PrEP. Kegiatan program Pre-Exposure Prophylaxis dalam penurunan penyebaranHIV pada lelaki seks lelaki berjalan dengan lancar. Dari program pendampingan tersebutterdapat 80% mitra mengalami peningkatan pengetahuan tentang program PrEP. PrEP telahterbukti menjadi metode pencegahan HIV yang aman dan sangat efektif untuk LSL. PrEPmemungkinkan untuk diterapkan sebagai intervensi pencegahan penularan HIV pada orangdengan risiko tinggi terinfeksi HIV selama penggunaannya teratur.
Challenges and opportunities in HIV pre-exposure prophylaxis use among women globally: A systematic review Pradnyawati, Luh Gede; Wirawan, Ady; Januraga, Pande Putu
Science Midwifery Vol 12 No 6 (2025): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i6.1832

Abstract

Prevalence of HIV/AIDS remains high worldwide. Pre-exposure prophylaxis or PrEP is the use of an antiretroviral medication by HIV-negative people to reduce the risk of HIV acquisition. Ths systematic review aimed to analyse chalenge of hiv pre-exposure prophylactic use in low risk population. We conducted a search from the Scopus, Google Scholar, Science Directory and PubMed data bases. A total of 200 articles met the specified keywords, namely HIV, PreP, woman. In conclusion, PrEP is a highly effective HIV prevention tool for women when used consistently and as directed. Adherence, along with addressing behavioral, biological, and social factors, plays a crucial role in its effectiveness. Adherence to PrEP among women is influenced by a combination of factors related to healthcare access, support systems, individual perceptions, and daily routines. By addressing these factors and providing comprehensive support, healthcare providers can help maximize the effectiveness of PrEP in preventing HIV infection among women at risk. While HIV PrEP is highly effective when used correctly, the risk of drug resistance underscores the importance of regular monitoring, adherence support, and comprehensive counseling to maximize its effectiveness in HIV prevention efforts.
Empowerment of Health Cadre in Managing Antenatal Class in Tulikup Village, Gianyar-Bali Aryastuti, Sri Agung; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Cahyawati, Putu Nita; Witari, Ni Putu Diah; Pradnyawati, Luh Gede
International Journal of Community Service Learning Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.348 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.22284

Abstract

Lack of public awareness and knowledge of pregnant women in maintaining their health during pregnancy was one of the problem found in Tulikup Village, Gianyar-Bali. The limited number of health workers in Puskesmas has resulted in the lack of information obtained by the community regarding pregnancy, childbirth and the puerperium. Therefore, cadre empowerment programs as a driving force in managing antenatal classes for pregnant women are expected to overcome these problems. This activity was held in  Tulikup Village Hall, and was attended by 6 cadres and 6 pregnant women. The counseling, training and simulation method was used to increase their knowledge and skills about the antenatal class. At the end of the activity, it was found that there was an increase in knowledge regarding the antenatal class. Cadres were able to design an antenatal class, arrange the material that could be given and become a facilitator in activities in it.
Analysis of children's dietary factors in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency Pradnyawati, Luh Gede; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Wijaya, Made Indra
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2011

Abstract

Background: 1000 days period first life, which begins since moment conception until child 2 years old, is the most critical period for repair development physical and cognitive child. Stunting, or short stature, is a nutritional problem that persists in Indonesia, alongside underweight and overweight/obesity. Public especially parents who are less good in effort fulfillment need nutrition in the “golden period” become factor emergence problem nutrition. Objective: To analyze the factors of children's dietary patterns in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency. Method: Study done with using research design case control for know analysis of factors influencing children's dietary patterns during the first 1000 days of life and the incidence of stunting in Gianyar Regency. Results: Material food source carbohydrates that are often consumed by toddlers both in the stunting group and group not stunting is white rice and porridge. Sources of protein that are often consumed by stunting groups and groups not stunting is meat chicken and eggs chicken. Based on results analysis, frequency eat source vegetables, it is known type material frequent foods consumed in the stunting group is spinach and carrots. While those that are often consumed group not stunting is spinach, carrots, and mustard greens green. Conclusion: With focus on optimization intake carbohydrates, protein, and vegetables during 1000 days of life, it is expected prevalence of stunting in the Gianyar Regency can lowered in a way significant, ensuring generation upcoming grow healthy and optimal.
Perbedaan Lotus Birth Dengan Tanpa Lotus Birth Pada Persalinan Normal Terhadap Adaptasi Fisiologis Bayi Baru Lahir Di Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja Suryadiningrat, Gede Wahyu; Pradnyawati, Luh Gede; Made Bayuningrat , I Gusti Ngurah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32503

Abstract

Lotus birth adalah metode persalinan yang tidak dilakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat, sehingga tali pusat dibiarkan bersama bayi dan tersambung dengan plasenta, sampai tali pusat tersebut kering dan terlepas dengan sendirinya. Metode persalinan Lotus birth dan tanpa Lotus birth memiliki perbedaan pada perlakuan yang diberikan kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adaptasi fisiologis. Subjek penelitian ini adalah ibu yang melakukan persalinan dengan metode Lotus birth dan tanpa Lotus birth pada tahun 2012 – 2023 di Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja dengan responden sebanyak 108 ibu yang diambil secara stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat comparative study dengan rancangan studi cross sectional. Berdasarkan karakteristik responden penelitian ini didominasi oleh ibu dengan usia 28 tahun sebanyak 15 orang (13,9%), beragama hindu sebanyak 88 orang (81,5%), kehamilan multipara sebanyak 72 orang (66,7%), SMA sebanyak 41 orang (38,0%), IRT (ibu rumah tangga) sebanyak 53 orang (49,1%), persalinan normal sebanyak 108 orang (100%). Terdapat adanya perbedaan bermakna antara ibu yang mengalami lotus birth dan tanpa lotus birth terhadap refleks oral, menghisap, menelan, moro, menggenggam, tonus leher, babinski, denyut jantung bayi, frekuensi pernapasan, termogulasi, adaptasi fisiologi bayi baru lahir, namun hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan lotus birth dengan tanpa lotus birth pada persalinan normal terhadap adaptasi integumen atau warna kulit.