cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2022)" : 10 Documents clear
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) Pada Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Nitrogen Nurfitriyah, Rofidah; Wurjani, Widi; Augustien K, Nora
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8754

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, rata-rata petani mengusahakan kemangi dengan proporsi lahan yang kecil. Tanaman kemangi terutama bagian daunnya biasanya digunakan sebagai lalapan dan penyedap masakan maupun sebagai obat-obatan seperti perut kembung, demam, melancarkan ASI, rematik, sariawan dan juga sebagai anti jamur, selain itu tanaman kemangi juga memiliki kandungan atsiri. Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman kemangi salah satunya dapat dilakukan dengan pemberian perlakuan dalam budidaya yang mendorong peningkatan hasil produksi. Salah satunya adalah pemberian unsur nitrogen yang optimal, karena tanaman kemangi merupakan tanaman yang membutuhkan unsur nitrogen yang tinggi terutama pada produktivitas daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen pada tanaman kemangi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Rumah Dusun Balongejo Desa Ngusikan Kabupaten Jombang mulai bulan Februari hingga April 2022. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial 6 perlakuan dosis pupuk nitrogen yaitu N1 = 2,6 g/tanaman, N2 = 3,9 g/tanaman, N3 = 5,2 g/tanaman, N4 = 6,6 g/tanaman, N5 = 7,9 g/tanaman dan N6 = 9,2 g/tanaman. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah daun, luas daun, bobot daun, bobot segar, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terjadi pengaruh nyata pemberian dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan tanaman kemangi; 2) perlakuan dosis pupuk nitrogen N5 memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan tanaman kemangi; 3) tidak ada pengaruh nyata pada parameter indeks panen.
Efektivitas Pematahan Dormansi Dan Komposisi Media Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paracerianthe falcataria (L) Nielsen Rosdiana, Eva; Rahayu, Sri; Maharany, Rina
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8744

Abstract

Sengon merupakan industri hutan tanaman yang menghasilkan kayu dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sengon termasuk biji yang berbiji keras, maka perlu mematahkan dormansi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 4 level dan faktor kedua terdiri dari empat standar, yang diulang tiga kali. Faktor pertama dimasukkan ke dalam air biasa dengan suhu antara 270-28oC selama 24 jam (P0), benih dalam oven dengan suhu 400 C selama 24 jam (P1), dan benih yang direndam dalam air panas (suhu 80oC ) selama lima menit (P2), benih direndam dalam air garam H2SO4 80% selama 15 menit (P3). Faktor kedua adalah media pohon yaitu tanah pucuk+pasir (K0), pucuk+pasir+pupuk kambing (K1), pucuk+pasir+pupuk ayam (K2), pucuk+pasir+kompos (K3). Pengamanan dewan direksi terdiri dari tanaman, tanaman itu basah kuyup, tahu kering, tanaman, akar, Diameter Batang. Hasil pengamatan pada masing-masing variabel sisi dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk dilanjutkan dengan uji coba lanjutan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dormansi P2 memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan panjang akar, diketahui triwulan I memberikan pengaruh yang nyata pada parameter berat tanaman basah, namun kenyataan berbeda pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. berat tanaman kering. Terdapat interaksi pengaruh P1K1 terhadap berat basah.
Efek Penggunakan Jenis Media Dan Konsentrasi Nutrisi Pada Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Secara Hidroponik A.G, Rosnina; Ernita, Ernita; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8755

Abstract

Seledri (Apium graviolens L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digunakan sebagai garnish dan flavoring agent selain digunakan dalam bidang biofarmasi. Budidaya seledri hidroponik lebih higienis dibandingkan budidaya konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan nutrisi dan jenis media tanam yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman seledri secara hidroponik menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah jenis media tanam dengan tiga varian; batu bata jatuh, Rockwool, dan pasir. Faktor kedua adalah konsentrasi nutrisi; 300-1.500 ppm, 500-1.700 ppm, dan 7-1.900 ppm. Berdasarkan perlakuan terdapat 9 perlakuan dengan 3 ulangan kombinasi diperoleh 27 satuan percobaan. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media tanam yang berbeda dan larutan nutrisi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil seledri. Media pasir+konsentrasi 700-1.900 ppm memberikan hasil yang paling baik untuk bobot segar, bobot akar tanaman seledri.
Keanekaragaman Arthropoda Pada Pertanaman Mangga Gadung 21 Di Desa Oro-oro Ombo, Rembang, Pasuruan Indah Nathasya, Rachmawaty; Windriyanti, Wiwin; Rahmadhini, Noni
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8747

Abstract

Mangga merupakan tanaman yang banyak ditemukan dan diproduksi kedua setelah komoditas pisang di Indonesia. Mangga Gadung 21 mulai dikembangkan di Kabupaten Pasuruan sejak tahun 1994 dan ternyata telah meningkatkan pendapatan petani di Desa Oro - oro Ombo. Lahan pertanaman Mangga ini menggunakan sistem pola tanam polikultur. Penggunaan pola tanam polikultur yang dilakukan oleh petani dapat mempengaruhi keanekaragaman arthropoda dalam suatu pertanaman. Keanekaragaman arthropoda diyakini dapat digunakan sebagai salah satu bioindikator kondisi suatu ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman arthropoda di pertanaman Mangga. Metode penelitian yang digunakan seperti pengamatan langsung, perangkap jaring, perangkap kuning dan perangkap jatuh. Identifikasi serangga menggunakan buku pengenalan serangga dan aplikasi naturalis. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis (H), indeks kekayaan jenis (R1), dan indeks dominansi (C). Hasil pengamatan menunjukkan jumlah serangga yang ditemukan pada lahan sebanyak 22.105 individu yang terdiri dari 15 ordo 63 famili 114 spesies. Hasil perhitungan nilai indeks keanekaragaman jenis (H) yang diperoleh yaitu 0,125; termasuk kategori rendah. Nilai kekayaan jenis (R1) yang diperoleh yaitu 11,30; termasuk kategori tinggi. Nilai dominansi (C) yang diperoleh yaitu 0,00003; termasuk kategori rendah.
Analisis Ketersediaan Air Tanah Pada Persawahan Di Kabupaten Aceh Utara Arijuddin, Arijuddin; Akbar, Halim; Rusdi, Muhammad; Nasruddin, Nasruddin; Nazirah, Laila
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8756

Abstract

Ketersediaan air tanah merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan air pada tanaman. Tanaman membutuhkan air dalam proses pertumbuhannya, dimana setiap tanaman memiliki tingkat kebutuhan air yang berbeda-beda tergantung jenis tanamannya. Pertumbuhan tanaman akan maksimal jika kadar ketersediaan air tanah terpenuhi. Oleh sebab itu untuk menjaga kestabilan pertumbuhan tanaman maka analisis ketersediaan air tanah dalam jangka panjang perlu dilakukan dalam upaya pencegahan kekurangan air bagi tanaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dimana lokasi yang dilakukan penelitian adalah persawahan di kabupaten Aceh Utara. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah ketersediaan air tanah, dimana faktor ini nantinya akan dianalisis  dan selanjutnya dijadikan referensi dalam pengelolaan tanaman padi di kabupaten Aceh Utara. Hasil dari penelitian adalah Ketersediaan air tanah di Aceh Utara berbeda-beda setiap lokasi dan berbeda pula setiap bulannya. Secara umum terlihat bahwa pada bulan Maret dan April memiliki tingkat ketersediaan air tanah yang rendah, hal ini dikarenakan berkurangnya jumlah curah hujan.
Analisis Efektivitas Penyaluran Air Melalui Penerapan Irigasi Tetes (Drip Irigation) Pada Tanaman Cabai Di Lahan Kering Fakhrah, Fakhrah; Unaida, Ratna; Faradhillah, Faradhillah; Usrati, Khaira; Wati, Mirna
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui gambaran keefektifan Penyaluran Air Melalui Penerapan Irigasi Tetes (Drip  irigation) Pada Tanaman Cabai di lahan kering di Desa Paloh Gadeng, Dewantara Aceh Utara. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa hasil perhitungan keutuhan air tanaman cabai, debit rata-rata keluar emitter. Pendekatan yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar pengumpulan data dan pembagian angket kepada kelompok tani. Sedangkan Teknik pengumpulan data meliputi kegiatan untuk melihat debit rata-rata output emitter dan perhitungan laju tetes emitter (EDR). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rata-rata debit air yang ke luar dari emitter dan dilakukan sebanyak 2 kali ulangan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Pada selang PE lateral 1 diperoleh debit rata-rata keluaran emitter sebanyak 1,388 (L/jam), sedangkan selang PE lateral 2 diperoleh debit rata-rata keluaran emitter sebanyak 0,995 (L/jam) dan pada selang PE lateral ke 3 diperoleh debit rata-rata keluaran emitter sebanyak 0,295 (L/jam). Jadi dapat kesimpulan bahwa penggunaan metode irigasi tetes sangat efektif untuk tanaman cabai pada lahan kering
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Asmaini, Asmaini; Hayati, Mardhiah; Zuyasna, Zuyasna
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8757

Abstract

Tanaman nilam jarang menghasilkan biji oleh karena itu persediaan bibit dapat diperoleh secara vegetatif yaitu dengan setek, dalam perbanyakan setek tanaman nilam dapat dilakukan dengan menggunakan setek batang. Setek batang dapat diambil dari pohon induk yang unggul yang bertujuan untuk mendapatkan hasil setek sama dengan induknya Pertumbuhan setek dapat ditingkatkan dengan pemberian ekstrak bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama waktu perendaman setek dalam ekstrak bawang merah yang tepat serta terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan setek tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan I Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung dari Oktober 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 5×3 dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor yang diteliti, faktor pertama yaitu konsentrasi bawang merah terdiri dari 4 taraf (kontrol, 30%, 45%,  60% dan 75%). Faktor ke dua yaitu lama perendaman stek tanaman nilam terdiri dari 3 taraf (3, 6 dan 9 jam). Parameter yang diamati yaitu panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, diameter tunas masing-masing pada umur 30, 45, 60 dan 75 Hari Setalah Tanaman (HST). Pada umur 75 HST diamati bobot basah dan kering biomassa, bobot basah dan kering akar. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan setek tanaman nilam terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak bawang merah 30% dan perendaman terbaik pada lama perendaman 3 jam. Pertumbuhan setek terbaik pada kombinasi konsentrasi ekstrak bawang merah 45% dengan lama perendaman 6 jam.
Pengaruh Jenis Dan Tingkat Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Yulia Rahayu, Nadya; Djawartiningsih, Rr.; Sulistyono, Agus
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8717

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu alternatif pupuk yang dapat digunakan untuk meminimalisir dampak penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan. Bahan pembentuk POC dapat berasal dari limbah organik. Limbah organik yang digunakan adalah, kulit pisang, air kelapa, dan jeroan ikan. Limbah tersebut memiliki kandungan unsur hara terutama N,P, dan K yang bermanfaat pada penanaman tanaman cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui jenis POC dan beberapa konsentrasi yang mampu menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2022, yang bertempat di Dusun Besongol, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan sembilan kombinasi perlakuan, yang diulang sebanyak tiga kali, dan tiap ulangan memiliki 3 sampel tanaman. Perlakuan terdiri atas faktor 1 berupa POC kulit pisang, kulit pisang plus, dan jeroan ikan, kemudian faktor 2 berupa tingkat konsentrasi 40%, 50%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC kulit pisang plus dengan tingkat konsentrasi 50% menghasilkan panen cabai rawit sebanyak 55.33 buah dibandingkan dengan jenis POC dan tingkat konsentrasi lainnya.
Pengaruh Kepadatan Populasi Dan Periode Penyimpanan Terhadap Pertumbuhan Populasi Sitophilus oryzae (L.) Dan Kerusakan Sorgum Hendrival, Hendrival; Juhaimi, Juhaimi; Sari, Yuliana; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8753

Abstract

Sorgum merupakan sumber pangan alternatif setelah beras karena memiliki keunggulan komparatif terhadap serealia lainnya.  Sorgum mempunyai kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi dibandingkan dengan beras. Kerusakan pascapanen sorgum yang paling banyak terjadi selama proses penyimpanan terjadi karena adanya serangan hama Sitophilus oryzae. Penelitian bertujuan untuk mempelajari kerusakan sorgum berdasarkan perbedaan kepadatan populasi S. oryzae dan periode penyimpanan sorgum. Parameter pengujian meliputi periode penyimpanan selama 40, 60, 80, 100, dan 120 hari serta kepadatan populasi S. oryzae yang yaitu 5, 10, 15,20, dan 25 pasang imago/150 g sorgum. Setiap perlakuan dengan empat ulangan sehingga terdapat 20 satuan unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi populasi, kerusakan, dan peningkatan kadar air sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi awal S. oryzae dan periode penyimpanan sorgum mempengaruhi populasi, susut berat, dan peningkatan kadar air sorgum.  Kepadatan populasi 25 pasang imago per 150 g sorgum dapat meningkatkan populasi, persentase susut berat, dan kadar air sorgum. Periode penyimpanan sorgum selama 120 hari dapat meningkatkan populasi, persentase susut berat, dan kadar air sorgum.
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Genotipe Kedelai Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nilahayati, Nilahayati; Rizky, Muhammad; Hafifah, Hafifah; Nazimah, Nazimah; Safrizal, Safrizal
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8742

Abstract

ABSTRAKSalah satu tanaman budidaya yang dimanfaatkan sebagai penghasil protein nabati utama di Indonesia adalah kedelai. Produksi kedelai nasional sangat perlu ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kedelai akibat pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor genotipe terdiri dari Galur M.1.1.3, Galur M.5.2.1, Varietas Anjasmoro dan Varietas Derap 1. Pupuk organik cair terdiri dari 3 konsentrasi yaitu 0 ml/l air, 4 ml/l air dan 8 ml/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Tanaman tertinggi terdapat pada varietas Anjasmoro namun karakter hasil terbaik terdapat pada galur M.1.1.3. Penggunaan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh terhadap peubah jumlah polong, bobot biji/tanaman dan bobot biji/plot. Konsentrasi terbaik terdapat pada 8 ml/l air. Terdapat interaksi antara varietas dan konsentrasi pupuk organik cair pada peubah tinggi tanaman umur 42 HST. Interaksi terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan varietas Anjasmoro dengan konsentrasi pupuk organik cair 4 ml/l dengan tinggi tanaman mencapai 103,66 cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 10